
Sudah melewati dari tiga jam, setelah Atika di bawa ke rumah sakit, namun belum juga ada tanda-tanda Atika akan siuman, hingga membuat Rafa semakin di rundung khawatir, meski dokter dan para perawat yang berjaga mengatakan kalau Atika sudah dalam keadaan stabil, namun bagi Rafa semua pernyataan itu omong kosong, karena istrinya tak kunjung sadarkan diri.
"Kalau sampai dalam satu jam ke depan istriku tak siuman juga, akan ku ratakan rumah sakit ini.!!"
ujar Rafa yang geram dengan ucapan para dokter yang mengatakan kalau istrinya dalam keadaan stabil dan hanya pengaruh obat, hingga belum juga siuman.
"Kami sudah melakukan yang semestinya tuan muda" sahut dokter tersebut dengan takut, apa lagi melihat wajah kejam dari tuan muda itu.
"Apa hanya segini kemampuan kalian?? istriku sudah selama tiga jam terbaring di sini, tapi kenapa tidak siuman juga hah.!!"
Sudah meninggikan suaranya satu oktaf, karena jawaban dokter itu, bukannya menenangkan, malah membuat nya semakin geram.
Dokter yang mendengar amarah dan suara yang cukup memekakkan telinga itu pun, tak lagi berani menjawab, karena takut, karena di jawab pun bukannya mendapat angin segar, tapi malah amukan sang tuan muda itu.
"Kalian keluarlah, disini juga bukannya bisa membantu, malah membuatku tambah emosi.!!"
Menyuruh para dokter dan suster jaga itu keluar dari ruangan istrinya, karena ada atau pun tidaknya mereka sama saja menurut Rafa.
Para dokter pun langsung cepat berlalu, mendapat perintah dari sang tuan muda, dan mereka bahkan lebih bersyukur di usir dari dalam sana, dari pada jadi serba salah, hanya karena tian muda itu tidak sabar menanti kesadaran sang istri.
Setelah para dokter dan perawat jaga itu keluar, Rafa mendekati ranjang istrinya, yang masih betah dengan tidur panjangnya.
"Apa kamu marah, karena aku terlambat menyelamatkan mu hm?? bicara seolah sang istri mendengarkan ocehannya yang kesal.
"Apa kamu mau melihat dulu kegilaan ku, dengan meratakan rumah sakit ini??
" Atau kamu ingin aku... mencari wanita lain sebagai kekasih ku, dan aku akan memeluknya dan menciumnya di hadapan mu hm??
Karena kesal setiap pertanyaan nya tak ada jawaban, Rafa pun mengatakan hal yang membuat istrinya kesal, bila membicarakan wanita lain, namun tak ada juga jawaban, hingga ia pasrah dan menundukkan kepalanya di sisi ranjang istrinya itu.
"Kamu sudah berani ya.!! mengancam ku mencari wanita lain??
Mendengar ucapan itu, Rafa langsung mendongak, melihat dari mana asal suara itu, namun saat ia melihat sang istri, masih dengan mata yang terpejam, hingga membuat Rafa was-was, dan melihat sekelilingnya, namun tak ada siapa pun, selain mereka berdua, dan Rafa jadi merinding, berpikir apa kah suara tadi suara mahluk halus, yang sengaja mengerjai nya??
__ADS_1
Karena sedikit aneh, ia merasa apakah para perawat diluar yang sengaja mengerjai nya hingga Rafa beranjak dari duduknya, menuju ke arah pintu, siapa tahu tebakannya benar, para perawat itu menjahili nya, namun masih beberapa langkah, ia kembali mendengar suara itu lagi.
"Mau kemana?? mau mencari wanita yang baru??
Mendengar suara itu, Rafa langsung berbalik, dan melihat mata sang istri terbuka, namun wajahnya terlihat marah.
" Sayang, kamu sudah siuman?? oh syukurlah, Terima kasih Tuhan" berjalan kearah Atika, dan sangat senang karena istrinya sudah siuman.
"Kenapa?? kamu kecewa karena aku terlalu cepat sadar, hingga kamu gagal mencari wanita lain?? Jawaban ketus Atika, sembari membuang muka, ke arah lain, karena kesal saat mendengar ucapan suaminya yang terakhir kali.
Sebenarnya, saat Rafa membentak par dokter itu, Atika sudah mulai sadar, namun belum sepenuhnya ia ingat apa yang terjadi, dan saat mendengar, satu jam ke depan tidak juga sadar, dan suaminya mengancam para dokter, membuat Atika ingat suatu peristiwa yang terjadi pada dirinya, dan ternyata ia sudah selamat, dan sudah tentu suaminya lah yang datang menyelamatkannya, namun Atika masih tetap bertahan memejamkan matanya, dengan niat ingin mengerjai suaminya, namun hal hasil, malah membuat ia kesal, saat pertanyaan terakhir, membuat ia tak bisa lagi untuk pura-pura, belum sadar, dan membuat Atika berang dengan ucapan suaminya, yang akan mencari wanita lain, dan akan memeluk dan menciumnya di hadapannya.
"Bukan begitu sayang, aku mengatakan itu karena tak sabar dan tak tahan melihatmu yang betah menutup mata, dengan tidur panjang mu itu" ujar Rafa menjelaskan pada sang istri yang lagi marah.
"Jadi kalau aku tidur sampai seminggu atau berbulan, bahkan bertahun, kamu akan melakukannya?? atau aku tidak akan membuka mata selamanya, sudah barang tentu kamu akan secepatnya mencari wanita lain sebagai pengganti ku kan.!!" ujar Atika yang jadi terisak karena kesal, juga sesak di dadanya.
"Hei.?? kamu ini bicara apa sayang??, aku mengatakan itu hanya sebagai ancaman, agar kamu membuka mata, dan siuman, dan ternyata usahaku berhasil, dan karena aku tahu kamu pasti marah, dan tidak akan Terima dengan ucapan ku tadi" ujar Rafa menenangkan Atika, bahkan jadi merasa bersalah karena istrinya sampai menangis begitu.
"Apa kamu pernah melihatku jadi pria brengsek, dan bermulut manis??"
Atika yang di tanyain pun menggeleng, karena ia tahu suaminya, laki-laki seperti apa, dan sangat bertanggung jawab.
Melihat Atika menggeleng, Rafa pun tersenyum, sambil mengelus pipi Atika lembut, ia tahu istrinya hanya kesal karena ucapannya tadi.
"Masih ingatkan, bagai mana aku berjuang untuk menjadikan kamu istriku?? aku bahkan tak bisa berpikir jernih, saat kau jauh dari jangkauan ku, karena kau bagaikan detak jantung bagiku, jadi jangan berpikir aku pria, murahan, yang mengumbar ucapan manis pada setiap wanita, karena aku bukan pria pecundang"
Mendengar ucapan suaminya, Atika pun jadi terharu, kenangan saat di mana mereka bertemu, dan bahkan sempat salah paham, membuat Atika menangis haru, dalam dekapan suami tercintanya itu.
"Sudah, jangan menangis sayang, katakan bagai mana keadaan mu?? apa masih ada yang sakit?? sembari mengusap air mata istrinya itu dengan lembut.
" Nggak ada mas, aku merasa lebih baikan, dan aku bersyukur masih bisa melihat mas lagi" ujar Atika yang kembali menangis, saat ingatan nya kembali pada kecelakaan saat itu, dan ia pun mengingat seseorang, yang berusaha melindunginya saat peristiwa naas itu.
"Apa saat mas menemukanku, aku hanya seorang diri?? tanya Atika yang ingin tahu keberadaan Jhon, juga Siska.
__ADS_1
" Tidak.! mas menemukan mu, berdua dalam satu mobil, dengan seorang laki-laki " sahut Rafa tegas, tanpa ada yang di tutupi.
"Apa laki-laki itu selamat mas, bagai mana keadaannya?? tanya Atika beruntun, ingin tahu keadaan Jhon yang sebenarnya.
" Apa kamu mengenal laki-laki itu??
"Tidak mas, tapi sebelumnya ia satu komplotan dengan Siska, namun saat berada di gedung tua itu, pria itu menyadari kalau ia hanya di manfaatkan Siska, karena pria itu sangat mencintai Siska, namun Siska tidak punya perasaan apa pun pada pria itu, hingga rencana mereka pun berantakan, dan Siska gagal melenyapkan ku, karena laki-laki itu, lebih memilih menyelamatkan aku, dan menggagalkan rencana Siska, hingga pria itu membawaku keluar dari gudang tua itu, dan aku mendengar semua pembicaraan mereka, karena mengira, aku masih pingsan, namun saat akan membawaku keluar, dari gudang tua itu, pria itu menyuruhku untuk tetap menutup mata, dan berpura-pura masih pingsan, dan aku pun menurut, hingga mobil yang kami kendarai, di buntuti Siska dari belakang, dan ingin menabrak kami, agar jatuh ke kurang, namun pria itu, tahu maksud Siska, hingga memutar mobil dengan balik arah, namun ekor mobil yang kami tumpangi, mengenai mobil Siska, dan kejadian itu pun tak terelakkan, namun pria itu berusaha melindungi ku, apa lagi saat melihat perutku yang membesar, ia begitu takut terjadi sesuatu dengan kandungan ku, menjadikan tubuhnya pelindung ku, dan terbentur keras ke kaca mobil, dan kami pun tak tahu apa lagi yang terjadi, karena semua sudah gelap dalam pandangan ku, hingga aku tak tahu apa yang terjadi selanjutnya"
Menjelaskan panjang lebar, saat peristiwa naas itu terjadi.
"Berarti aku sudah berhutang nyawa padanya, karena dia sudah menyelamatkan calon anakku juga istriku tercinta, ujar Rafa sambil mengecup kening Atika hangat.
" Kalau aku nggak salah mas, nama pria itu, "Jhon"
"Iya sayang, dan kamu harus tahu, saat ini dia sedang berjuang, karena dokter mengatakan dia kritis, saat di periksa dokter.
" Lalu bagai mana dengan Siska mas??
"Wanita ular itu, hanya mengalami patah tulang, di kaki nya, tapi mas tidak perduli, malah itu bagus,, sebagai hukuman untuknya, dan itu belum seberapa, karena mas masih harus, memberikan nya, hadiah yang spesial, dan akan ia ingat sepanjang hidupnya.!!!
Dengan perasaan geram Rafa mengatakan hal itu pada Atika, bahkan raut wajahnya terlihat memerah, menahan amarahnya, namun Atika bukannya senang, ia malah takut, saat melihat sisi kejam suaminya, bila sudah di ambang batas kesabarannya.
"Mas, aku bukannya tidak setuju dengan tindakan mas, untuk membuat Siska jera, namun aku jadi takut, kalau akibat peristiwa ini, membuat mas jadi orang yang sangat kejam, dan sadis"
Atika tidak mau suaminya, jadi pria yang tidak punya hati nurani, hingga ia memberanikan diri untuk mengatakan apa yang menurutnya tidak baik, apa lagi sampai berlaku kejam.
"Apa yang kamu katakan itu benar sayang, tapi ada satu yang perlu kamu ingat dari sifat mas, " mas akan bersikap kejam, bila milik mas di usik, dan siapa pun orangnya, mas tidak akan pernah mengampuni, meski ia seorang wanita sekali pun, karena mas tidak pernah menganggu atau pun merusak milik orang lain.!! "
Atika tak bisa berkata apa-apa lagi, ia tahu betul bagai mana sifat suaminya, bahkan merelakan nyawa pun suaminya mampu, bila untuk berjuang apa yang sudah menjadi miliknya.
Next...
Yang masih setia, makasih dan aku senang karena komen kalian positif, dan masih mendukung karya ku ini, thanks 🙏🙏🙏
__ADS_1