Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Belum Cukup Umur


__ADS_3

Hampir dua jam Atika menjalani operasi, para dokter yang menangani Atika cukup berhati-hati, karena mereka tidak ingin melakukan kesalahan sekecil apa pun, karena konsekuensinya sangat besar, mengingat wanita yang mereka tolong ini adalah sang Nona muda keluarga Widodo.


Sebenarnya kehamilan Atika, hampir memasuki sembilan bulan, namun karena kondisi Atika yang lemah, membuat janin yang di kandungannya ikut berpengaruh, mau tidak mau harus melakukan operasi.


Rafa yang menunggu di luar, ingin sekali rasanya ia berteriak di sana, menunggu tentu hal yang membosankan, apa lagi yang ia tunggu ini,, membuatnya ketar ketir ketakutan.


Apa lagi saat ini, dia bersama daddy nya, Rafa bahkan tak berani bicara apa pun, jangan kan bicara, menatap mata daddy nya ia pun tak sanggup, mengingat daddy nya yang begitu marah padanya, sampai menamparnya, membuat Rafa enggan mengeluarkan suaranya, yang terdengar hanya helaan nafas yang berat dan menyesakkan berkali-kali ia lakukan.


Tak lama lampu ruang operasi pun berganti, dari merah kini sudah kuning, menandakan operasi selesai, dan detik kemudian para dokter wanita pun keluar dari ruangan tersebut, yang dimana operasi tersebut di kepalai oleh dokter Lala.


Aliando yang sudah berdiri tegak di depan pintu operasi, dan ingin tahu bagai mana keadaan menantunya itu.


Para dokter yang sudah melihat sang tuan besar di hadapan mereka, tanpa basa-basi lagi, langsung memberi hormat menundukkan kepala pada Aliando.


"Tuan besar" hormat mereka.


Aliando tak menjawab, hanya menganggukkan kepalanya saja, tanda ia membalas sapaan para dokter itu.


"Katakan.!"


"Operasinya berjalan lancar tuan, dan bayinya juga selamat dan sehat, namun masih harus masuk inkubator, karena bayi ibu Atika belum cukup umur untuk dilahirkan" dokter Lala menjelaskan.


"Lalu bagai mana keadaan menantu ku??"


"Nona Atika masih harus menjalani perawatan intensif, itu di akibatkan karena Nona Atika masih lemah,, dan belum stabil, dan saat ini kami menyimpulkan Nona Atika kemungkinan akan siuman 4 - 5 hari, untuk maksimalnya" jelas dan padat dokter Lala menyampaikan keterangannya, karena ia tahu, bagi seorang Aliando, yang begitu kritis dalam berpikir, semua harus cepat, dan tak suka yang namanya Lelet.


"Lakukan yang terbaik, dan juga katakan pada Leo, agar menantuku lebih cepat siuman dari yang kalian perkirakan tadi, dan tentunya kalian sebagai dokter tahu tindakan apa yang harus kalian lakukan" Aliando tetaplah Aliando, yang selalu memaksa dan tidak sabaran.

__ADS_1


Rafa yang mendengar daddy nya, seperti mengintimidasi para dokter itu pun, juga tak terima, hingga ia pun memberanikan diri untuk buka suara.


"Dad, dokter tahu apa yang seharusnya mereka lakukan dan Atika butuhkan, jangan memaksa hal yang sulit untuk mereka kerjakan" ujar Rafa yang juga berpikir daddy nya terlalu berlebihan.


"Daddy tidak bicara denganmu, kamu tahu apa soal kemampuan mereka.?? Aliando yang masih kesal pada putranya itu, langsung menjawab ketus.


Rafa tak berani berkata apa pun lagi, karena percuma saja berdebat dengan daddy nya saat ini, dan sepertinya daddy nya masih marah dan kesal padanya, hingga Rafa memilih mengalah saja.


" Kalau tuan besar dan tuan muda, ingin melihat bayi nya, sudah boleh, dan untuk kelanjutannya kami akan melakukan yang terbaik, dan kami mohon permisi" ujar dokter Lala, berpikir kalau lama-lama meladeni mereka, bisa gila juga dia, yang satu somplak, yang satu seriusnya di atas rata-rata, hufttt.


Kepergian dokter Lala dan yang lainnya, menyisahkan Aliando Rafa, Mark juga Sonia.


Rafa yang ingin segera melihat istrinya,, langsung di cegah Aliando, yang tiba-tiba bicara.


"Kali ini daddy mengampuni mu, dan kalau sampai terulang dan kamu tidak menyelesaikan ini dengan jelas pada Atika, bersiaplah untuk tidak melihat istri dan anak mu, meski kamu memohon pun daddy tidak akan merubah keputusan daddy, ingat itu.!!"


Bukan tanpa alasan Aliando mengatakan itu pada putranya, mengingat dulunya ia begitu merasakan sakit dalam penyesalan yang besar, hingga tipis harapan untuknya bertahan, bahkan seakan nafasnya berhenti, di saat-saat istrinya dulu melahirkan putranya yang di hadapannya saat ini.


Sonia dan Mark yang mendengar ucapan Daddy nya Rafa pun, berkali-kali menelan ludahnya kasar, mereka yang tak tahu apa tujuan dan alasan daddy nya Rafa berkata begitu, namun mereka justru melihat dari satu sisi, kalau Aliando begitu menyayangi keluarganya.


Rafa yang mendengar ancaman daddy nya hanya menunduk, ia tahu maksud ucapan daddy nya itu. Namun ia sangat bangga pada daddy nya, karena begitu menyayangi nya juga istrinya Atika.


"Tentu Daddy, maaf kalau Rafa sudah membuat daddy kecewa"


Aliando tak mengatakan apa pun lagi, ia pun pergi meninggalkan mereka begitu saja, namun sebelum meninggalkan rumah sakit, Aliando lebih dulu pergi melihat cucunya, sang penerusnya, meski kelahirannya sama seperti putranya dulu, setidaknya ia pantas bersyukur karena cucunya selamat demikian juga dengan menantunya.


"Rafa, kok aku jadi bingung ya? yang anak kandung daddy kamu itu sebenarnya siapa? kalau aku lihat daddy mu begitu perhatian dan sangat menyayangi istrimu" ujar Sonia yang sejak tadi bertanya-tanya, dan tak paham.

__ADS_1


"Yah begitulah Son, ceritanya panjang, namun intinya daddy ku, punya kenangan pahit di masa lalu dengan mommy, dan itu hampir fatal, membuat daddy selalu menanamkan nasehatnya padaku, agar apa yang di lakukan daddy di masa lalu, tidak terulang dalam kehidupanku, karena bagi daddy tidak ada artinya kalau kita menyesali yang sudah terjadi, ibarat " nasi sudah jadi bubur"


Mark dan Sonia yang mendengar penuturan Rafa, jadi terkesan dan ingin tahu lebih tentang cerita keluarga Rafa. Namun ia tidak ingin melewati batasannya, dan setiap orang punya cerita masing-masing dalam hidupnya.


"Menurutku, sebaiknya kalian pulanglah, terima kasih sudah menemani sampai operasi Atika selesai, dan sudah merepotkan kalian juga"


"Kamu ini bicara apa sih Rafa, kita sama sekali nggak merasa direpotkan, dan itulah gunanya sahabat hm??"


"Kalau Atika sudah siuman kabari kami, dan kita masih perlu menjelaskan pada Atika masalah kesalahpahaman ini" ujar Mark, mengingat pesan Daddy nya Rafa tadi, tentunya mereka akan ikut andil di dalamnya.


"Tentu, dan aku mohon doa kalian juga, agar istriku bisa melewati ini semua" ujar Rafa, perasaan nya sedikit damai, dan beruntung ia punya sahabat yang mendukungnya.


Mark dan Sonia pun pergi, dan tersisa hanya Rafa di sana. Namun seorang perawat bicara pada Rafa, kalau Atika sudah di pindahkan dari ruang operasi dan sekarang sudah berada di ruang VIP.


Rafa pun langsung beranjak, menuju ruang VIP, ingin melihat keadaan istrinya.


Rafa pun masuk, perlahan berjalan mendekati ranjang istrinya itu, sungguh ia begitu sesak, wajah istrinya yang terlihat pucat, dan masih belum siuman, membuat air matanya jatuh, tak sanggup melihat keadaan istrinya itu.


"Kenapa harus, menyiksa dirimu seperti ini, hm?? ujar Rafa, bicara pada Atika meski tak ada jawaban di sana.


" Maaf, mas sudah membuatmu salah paham, hingga membuatmu harus mengalami ini"


"Kamu tahu sayang, anak kita sudah lahir, dan dia sangat tampan, jadi bangunlah, kamu ingin melihat dia juga kan??"


Bagai kehilangan arah, Rafa bicara sendiri, padahal ia tahu, semua ucapannya itu tidak akan mendapat jawaban apa pun, namun ia yakin kalau istrinya mendengar semua yang ia katakan.


Tak banyak yang bisa ia lakukan, hanya menunggu dan bersabar, hingga istrinya itu siuman, dan tak sekali pun ia meninggalkan Atika sendiri, bahkan tatapannya, hanya tertuju pada mata Atika, berharap keajaiban datang, dan istrinya siuman dari tidurnya, namun itu hanya harapannya semata.

__ADS_1


Next..


Up lagi ya Sob, mohon dukungannya, tetap kasih Likenya ya, komen, juga Votenya, makasih🙏🙏🙏


__ADS_2