
Tak terasa sudah hampir seminggu Widodo dan istrinya berada di luar kota, sebenarnya tak ada sebab mereka pergi ke sana, hanya mereka sengaja memberi ruan biat felix dan Ando agar mereka bisa saling dekat dan memahami satu sama lain dan akan lebih memantapkan hati dan mental mereka agar mereka benar benar siap untuk pernikahannya.
Dan saat ini felix sedang menikmati pagi hari yang cerah dengan secangkir teh hangat, dan menikmati paginya di taman belakang, disana felix banyak memikirkan hal hal yang menyesakkan dadanya, pikiranya menerawang jauh tentang hidup yang di jalaninya bersama kedua adiknya.
kerasnya kehidupan membuat felix selalu jatuh bangun, dengan bermacam persoalan hidup yang ia jalani.
Dimulai dari kepergian kedua orang tuanya, serta hidup yang terlunta lunta, tanggung jawab yang di emban untuk kedua adiknya, semua itu sungguh sangat mahal untuk ia lewati, dan sebentar lagi ia akan mengucapkan kembali janji suci, yang dulunya sudah gagal dalam pernikahannya.
Felix menghela nafas berat,, dan bicara pada batinnya sendiri "" Apakah aku bisa melewati ini semua""???
Yang membuat felix merasa beban terberatnya adalah satu rahasia yang siapa pun tidak mengetahuinya, dan dia sangat menutup rapat rapat hal itu, biarlah hanya dia yang tahu dan dia tidak ingin siapa pun tahu rahasia itu, karena akan banyak menyusahkan orang lain terlebih dia tidak ingin kedua adiknya menjadi terbebani terlebih keluarga Widodo, jangan sampai mengetahui rahasia itu.
Sementara Ando yang sudah turun untuk sarapan tidak melihat sosok felix disana hanya bibi yang sedang berbenah di ruang keluarga.
"" Bik,,!!
yah,, ada apa tuan muda, sahut bibi mendekati Ando yang berdiri di dekat meja makan.
"" Felix dimana,, ??
"" Apa dia belum keluar kamar, atau dia sedang tidak di rumah?
Ah,,, anu tuan non felix lagi ditaman belakang, sejak tadi bibi perhatiin sepertinya felix sedang memikirkan sesuatu, bibi lihat non felix dari tadi murung dan terlihat sedih, bibi ngk tahu kenapa sejak non keluar kamar biasanya non udah banyak bicara dan selalu pasti bantu bibi meski pun bibi melarang, cerita bibi panjang lebar menjelaskan pada tuan mudanya itu.
Oh,, begitu ya bik,,
Yah sudah, biar saya yang melihat kesana, bibi lanjut aja kerjanya, sahut Ando sambil berjalan menuju taman belakang.
Baik tuan muda,, sahut bibi berlalu pergi.
Perlahan Ando berjalan dan dia memperhatikan felix yang sedang menegadahkan kepalanya keatas, seolah ia bicara melalui hatinya seoalah sedang mengharapkan keluatan yang besar dan harapan.
__ADS_1
Ando yang sudah berada dekat felix tanpa suara ia memandang felix dengan teliti,, Apa yang sedang dipikirkannya?? sampai aku sudah sedekat ini pun ia tak menyadari kehadiranku disini, pikir Ando.
Khem,, khemm,, ando sengaja bedehem agar felix bisa melihat dia yang sudah berada di hadapan felix.
Felix yang mendengar deheman Ando pun tersadar dari lamunan dan pikiran beratnya.
Ehh,,, kamu udah bangun rupanya, apa mau sarapan?? tanya felix seolah beban yang di pikirkannya tadi hilang dan tak ada lagi, dia setenang mungkin bisa menunjukkan ekspresinya pada Ando.
Kenapa pagi pagi sudah melamun hem??
tanya Ando sembari duduk di kursi taman sebelah felix.
Akhh tidak,,,!! siapa yang melamun,, aku hanya menikmati pagi,,, dan cuma berpikir apakah pagi pagi berikutnya akan tetap indah seperti ini dan apakah masih bisa untuk aku nikmati untuk seterusnya,, sahut felix yang tidak menyadari ucapannya membuat ando jadi memikirkan sesuatu dan hal hal yang lain.
Kamu ini bicara seolah mau pergi jauh saja,, dan seperti ucapan seorang yang putus asa,, atau kamu sedang ada masalah yang menganggu pikiranmu???
tanya Ando mencoba menebak.
Aku kan udah bilang kalau kamu ada masalah dan menganggu pikiranmu, jangan menyembunyikannya dariku, Ando menghelah nafas seolah tahu felix menyembunyikan sesuatu yang menganjal di pikirannya, namun felix tak mau cerita,,, berbagilah denganku hal apa pun itu, mau susah atau pun senang, jangan tutupi dan kamu emban sendiri, kata ando menatap felix penuh selidik.
felix yang di tatap Ando pun seolah tahu dia sedang merahasiakan sesuatu mengalihkan pembicaraannya langsung.
Nanti kamu terlambat kekantor, ayo kita sarapan, ucap felix sembari berdiri dari bangku yang ia duduki, melangkah masuk kedalam rumah dan membiarkan ando yang terus menatapnya curiga.
Namun Ando tak mau memaksa felix saat ini, biarlah dia cari tahu sendiri karena kalau dipaksa pun percuma pikir ando, dia pun berjalan masuk kedalam menemui felix yang sudah duduk manis disana.
mereka berdua pun menikmati sarapan pagi dengan hening tak ada obrolan atau pun canda seperti waktu makan biasanya.
Menghilangkan rasa canggung yang menyelimuti felix bicara seadanya agar tidak terlihat dia punya rahasia besar yang ia sembunyikan selama ini.
Kamu ngk kekantor Ndo?? tanya felix
__ADS_1
Tidak,,, aku kerja di rumah ada sesuatu yang perlu aku urus, ucap Ando tersenyum menyeringai.
Oh,,, apakah ada masalah,?
Tidak,,, nanti kamu juga tahu sendiri, dan satu hari ini aku akan menikmati ketenangan rumah sambil bekerja, tentunya aku sangat menharapkan kau bisa memasak sesuatu untuk dimakan sebagai cemilan, ucap Ando mengedipkan sebelah matanya.
Tak perlu segitunya,, hanya makanan saja kau sampai seperti orang yang kelilipan sahut felix tersenyum tipis.
Itukan sebagai bentuk merayu calon istriku tercinta, sahut ando sarkas.
Akhhh pagi pagi sudah buat rayuan yang ngk banget kamu,, huuuuhh.!!!
Biarin kan ngk kena sangsi kalau ngerayu calon istri sendiri, sahut ando mengedipkan lagi matanya.
Awas ntar mata kamu kelilipan terus, jadi jelong bari tahu rasa kamu, ucap felix seraya memberesi sisa makanan mereka.
Kamu ngk seru,,! masa calon suami yang begini tampannya kamu katai jelong,, yang ada kamu tuh lihatnya pasti ngiler kan dengan ketampananku, sahut Ando percaya diri.
Iihhh,,,, kamu iti ngomong sembarangan deh,, emang aku pernah kamu lihat ngiler apa.!!?
sembarangan kalau ngomong.! ucap felix merengut.
Ando yang merasa berhasil mengoda felix pun, tertawa, dia senang melihat ekspresi felix bila sedang kesal, karena punya daya tarik tersendiri bagi ando.
Lihat saja aku akan balas kamu, aku akan laporin kamu ke papi mami..!
Ampunnn...
Ampunnn... jagan yah,, nanti pak tua iti bisa melempar aku ke benua asia, karena telah melanggar amanatnya, mohon jangan bilang mami dan papi.
Felix yang mendengar ando mengatai papinya "Pak tua" langsung melotot menatap tajam Ando.
__ADS_1
Hahhahaa pak tua ya,, babang ando selalu saja begitu.