
Sudah satu bulan berlalu pernikahan ando dan felix, dan saat ini felix tengah mengalami perasaan aneh dalam tubuhnya, yang mana membuat suaminya khawatir akan keadaan felix.
Makan apa tadi sayang.? kenapa bisa muntah begini,, sambil memijit tengkuk istrinya yang sudah dua kali muntah dan membuatnya hawatir karena wajah istrinya yang semakin pucat dan tubuhnya yang lemas.
Aku hanya makan yang biasa,, tidak lebih,, ucap felix setelah mencuci mulutnya, badan lemasnya membuat ia malas banyak bicara, dan beranjak menuju sofa karena semakin tak kuat menopang kakinya yang lemas.
Ando pun membawakan minyak aroma teraphi untuk istrinya dan membalurinya di perut felix merasa istrinya masuk angin atau salah makan.
Kita ke Dokter ya sayang...
Ucap ando sembari mengelus punggung istrinya lembut.
Jangan sekarang ini sudah larut,, besok saja ya,, lagian sudah agak mendingan kok.!
Aku tak mau ambil resiko sayang bila itu tentangmu, kau tahu kan papi sama mami bisa menendangku bila tahu kamu begini dan aku tak membawamu kerumah sakit,, ucap ando serius.
Hmm,,,mami dan papi takkan tahu,, dan lagian aku tidak merasakan sakit hanya mual dan sedikit pusing.
Itukan, sama saja sayang kamu lagi tidak baik baik saja,, dan jangan membantah lagi sebaiknya kita kerumah sakit, ucap ando yang sedikit kesal karena istrinya susah di dibujuk bila diajak kerumah sakit.
Aku baik baik saja,,, jangan berlebihan istirahat yang cukup akan membuatku segar kembali,, ucap felix berharap suaminya berhenti bicara soal rumah sakit.
Baiklah,,, tapi jika kamu masih muntah nanti,, aku tak akan memberimu toleransi lagi, dan aku tak mau kamu membantah,, ucap ando telak karena istrinya susah sekali di ajak.
Felix pun menyanggupi apa yang dikatakan suaminya.
Baiklah aku tak akan membantah jika aku muntah lagi, dan aku tidak akan menolak untuk kerumah sakit.
Jika kamu menolak pun aku tak perduli,, aku akan tetap memaksamu, meski kamu marah sekali pun, dan tidak membuatku hawatir seperti saat ini, ucap ando kesal.
Kalau begitu mengapa mengatakan demikian, percuma dong, toh kamu bisa sesukamu melakukan apa pun meski aku tak mau..?! jawab felix mengerucutkan bibirnya, karena kesal dengan ucapan suaminya.
Ando yang melihat istrinya kesal pun tersenyum melihat tingkah istrinya yang lucu bila lagi kesal.
Sudah jangan ngambek,, sembari mengendong istrinya menuju ranjang untuk istrirahat.
__ADS_1
Tidurlah,,, agar cepat pulih, besok kita kerumah sakit,, ucap ando mengecup kening istrinya sayang setelah membaringkan felix di ranjang.
Felix pun memeluk suaminya erat dan membenamkan wajahnya di dada ando, saat ingin menghirup aroma tubuh ando yang menjadi candu untuknya, tiba tiba felix merasakan kembali perutnya seperti diaduk aduk, dan kembali berlari kekamar mandi dan memuntahkan lagi semua isi perutnya.
Ando yang sudah habis sabarnya tak mau pikir panjang lagi, meski felix menolak dia tetap akan membawa felix kerumah sakit.
Ando meraih ponselnya dan menyuruh supir untuk menyiapkan mobil, dan ia juga tak lupa menghubungi Rico agar menemuinya di rumah sakit.
Setelah felix selesai dengan acara muntahnya,, membersikan mulutnya, dan sesekali dia memijit kepalanya yang sedikit pusing, karena mual yang menderanya akibat mencium aroma tubuh suaminya, seolah olah memaksa ia untuk lagi dan lagi memuntahkan semua isi dalam.perutnya, padahal tak ada sisa makanan yang keluar dan hanya cairan bening saja.
Ando yang selesai bicara di telpon menuju kamar mandi, dan mendapati istrinya yang semakin terlihat pucat dan lemas, tanpa ba bi bu,, ando mengendong felix dan membawanya turun kelantai bawah dengan tujuan akan membawa istrinya ke rumah sakit, dibawah pak supir sudah menunggu tuan mudanya sesuai perintahnya.
Apa sudah kau siapkan.!! tanya ando pada sopir yang sudah siaga disana.
Sudah tuan,,! Silahkan, ucpa pak sopir membungkuk tanda hormatnya, dan keluar dari rumah untuk membukakkan pintu mobil.
Sementara Rico,, yang mendapat panggilan dari Bosnya ity pun sedikit kesal.
Tidak bisakah sekali saja membiarkanku istirahat dengan nyaman,,! Selalu saja menganggu,, kalau bukan bos dan sahabat, aku takkan mau kamu suruh suruh di luar jam kerja begini..! Huhh,,! memang bos tak punya hati.!!
Rico dengan cepat meminta pihak rumah sakit membawakan bankar untuk felix berbaring, rico juga sama hawatirnya dengan ando yang melihat nona mudanya terlihat lemah tak berdaya.
Bos.!! panggil rico yang berjalan sejajar dengan ando menuju ruang pemeriksaan untuk felix dengan mengikuti para perawat yang mendorong bankar tempat felix berbaring.
Hmm,!! jawab ando yang terlihat panik dan masih memikirkan kenapa istrinya sangat sulit di ajak kerumah sakit padahal jelas jelas istrinya sedang tidak baik baik saja.
Kenapa nona bisa sakit begitu,, dan apa itu tadi,, wajah nona juga sangat pucat, ucap rco yang penasaran apa yang terjadi.
Entahlah,,! sejak habis makan malam istriku muntah terus,, padahal aku sudah bujuk dia untuk kerumah sakit,, namun selalu menolak, dan akibat terus muntah hingga sangat lemas dan tak bertenaga dan semakin pucat, tanpa bertanya lagi aku langsung membawanya kemari dan makanya aku menghubungimu tadi untuk menemaniku disini, siapa tahu ada hal yang serius dengan istriku, ucap ando dengan nada hawatir dan menghela nafasnya kasar.
Saat sudah berada ruang pemeriksaan ando dan rico diminta untuk menunggu di luar hinga mereka bisa memeriksa keadaan felix saat ini.
Ando yang kesal pun mengertakkan giginya karena di larang masuk untuk menani istrinya.
Siapa dia berani melarangku hah.!!! ucap ando marah.
__ADS_1
Sudahlah bos,, kira tunggu aja disini, biarkan mereka menangani nona agar nona cepat di beri pertolongan, ucap rico mencoba memberi pengertian pada bosnya itu, karena rico sangat paham sifat bosnya, yang mau seenak jidatnya terhadap siapa pun, terkecuali keluarganya.
Apa dia sudah bosan bekerja,, beraninya dia menyuruhku menunggu,,!! ucao ando yang terlihat semakin kesal dan hawatir karena menurutnya perkataan rico tak bermutu, dia hanya ingin tahu bagaimana keadaan istrinya di dalam sana.
Nona,,, panggil dokter itu dan bicara penuh hati hati.
Felix pun melihat dokter itu penuh rasa memelas dan ingin mengatakan tolong rahasiakan.
Apa nona lupa akan sangat berbahaya bila mengandung,, ??
Felix pun meneteskan air matanya, satu sisi dia bahagia telah mengandung buah cintanya,, disisi lain dia sedih dan takut tak dapat melihat anak yang sudah tumbuh di rahimnya.
Aku tahu Dok.! ucap felix tersendat
Tapi aku tak sanggup mengecewakan suami dan kedua orang tuaku yang sangat menyayangiku dan kedua adikku,, meski resikonya tinggi,setidaknya aku bisa memberi mereka kebahagian yang sangat mereka nantikan, dan aku mohon Dok,,! Rahasia ini tetap kita yang tahu,, sambil menangis felix memohon pada Dokter Lala yang biasa menanganinya.
Waktu dokter Lala mendapat informasi bahwa istri tuan mudanya akan menuju rumah sakit, dokter Lala mengurungkan niatnya untuk pulang, karena felix adalah pasian khususnya, dan dokter lala mengira penyakit felix mengalami gangguan, sehingga dokter Lala menunggu di rumah sakit, dengab berjuta kemungkina yang di pikirkan setelah ini mungkin ia akan di tendang keluarga Widodo yang sudah menyimpan rahasia besar tentang penyakit menantunya.
Namun syukurlah bukan hal itu yang terjadi,, dokter Lala sedikit lega dengan hasil yang dia dapat, namun kedepannya ia tak bisa jamin akan seperti apa nantinya.
Untuk saat ini mungkin kita masih bisa menyimpan rapat rahasia ini,, namun suatu hari akan terkuak, dan konsekuensinya tidak akan baik Lix,, ucap dokter Lala yang sedikit ragu dan takut.
Aku akan membicarakannya pada suamiku, dokter jangan hawatir, cepat atau lambat mereka semua akan tahu tentang penyakit ini, ucap felix yang kembali menagis karena tak sanggup dengan semua beban berat yang menerpanya saat ini.
Baiklah,,, aku tetap akan dalam pendirianku, meski kau tahu aku akan mengorbankan pekerjaanku sebagai dokter kepercayaan keluarga Widodo, dan aku tahu betul apa resiko dari semua ini,, dan berharap Tuhan memberi keajaiban untukmu dan juga aku, ucap dokter Lala pada felix
Terimakasih doter,, dan maaf... Karena sudah membawa dokter dalam masalahku,, aku sangat menyesal telah membuat dokter terlibat dalam masalahku, dan aku tak tahu dengan cara apa aku bisa membalas pengorbanan dokter yang tak ternilai ini, ucap felix menagis tersedu dengan semua rasa penyesalannya yang sudah menarik paksa dokter Lala dalam situasi yang sangat tidak menguntungkan malah merugikan.
Sudalah,,, jangan bersedih lagi dab hapus air matamu karena aku akan menyuruh tuan muda masuk dan memberi penjelasan agar tuan muda yang kejam itu bisa berhenti marah,, ucap dokter Lala sengaja mengatai ando agar felix sedikit terhibur.
Terimakasih doktet..!!
Up lagi ya gaes,,, untuk yang sudah dukung cerita aku dan yang selalu memberi koment positif,, makasih ya gaes atas support dan dukungannya,, semoga kalian suka dan semakin tertarik dengan cerita recehan ini.
Terimakasih.....
__ADS_1