Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Mencari Tahu.


__ADS_3

Siska sangat tertantang dengan sikap tuan muda, yang begitu dingin dan datar, dan merasa bahwa begitu mencintai istrinya, Siska yang penuh dengan penasaran, apa yang membuat tuan muda itu begitu tertarik, dan menyukai Atika, yang hanya berpenampilan polos dan sangat kampungan, dari sudut pandangnya, Atika sama sekali tidak ada menariknya, lalu di mana letak istimewanya??hingga membuat tuan muda begitu menyayangi Atika si gadis kampungan itu, batin Siska mengeram kesal.


Hingga, dalam kekesalannya, Siska mendapat ide, mencari tahu asal usul Atika yang sebenarnya.


Di tempat kost nya, Siska mengambil laptopnya, dan mencoba mencari tahu lewat media, siapa tahu bisa menemukan hal yang bisa membantunya untuk menjalankan rencananya.


Cukup lama Siska mengotak atik, laptopnya, tapi dia hanya mendapatkan sedikit saja informasi, dan beberapa foto Atika dan Rafa, serta, kedua orang tua Rafa, membuat Siska, tambah kesal karena tidak mendapatkan apa yang di inginkan nya.


Sementara di kantornya Rafa, tersenyum sinis, karena terdengar alarm dari ponselnya, bahwa ada seseorang sedang masuk ke servernya, dan mengunjungi akunnya, dan Rafa pun tidak begitu, terkecoh karena hal itu, karena akun yang di buka seseorang itu, hanya akun sebatas orang-orang bisa melihat dia dan keluarga melalui media sosial, tidak dengan privasinya.


Rafa tahu betul, kalau seseorang itu, ingin mencari informasi tentang dirinya dan keluarganya, dan tentunya ada maksud tertentu, hingga mengunjungi akunya itu.


"Dewa.! panggil Rafa saat Dewa lagi asik dengan dokumen- dokumen di hadapannya.


Dewa yang di panggil pun, langsung menatap Rafa, dan menyahut.


" Iya, tuan muda.!


"Lacak, siapa orang yang sedang mengunjungi akun ku saat ini, sepertinya orang itu ingin tahu banyak tentangku, atau pun kehidupanku, dari cara orang itu mengotak atik, dan bisa menerobos sandi ku, pasti punya tujuan tertentu.!! ujar Rafa, tegas.


" Baik, sesuai perintah anda tuan muda, ujar Dewa, menjawab mantap, serta seringai pun tercipta juga dalam senyum tipis Dewa.


Dewa pun langsung menghubungi seseorang yang ahli dengan hal itu, dan mengatakan agar secepatnya memberi kabar yang memuaskan, dan seseorang yang di hubungi pun, langsung menjawab siap, dan bisa menebak ada hal yang serius dengan pekerjaan yang baru saja di berikan padanya.


Sementara, Siska tak habis akal, karena sangat sulit, akhirnya ia pun, menghubungi seorang partnernya yang juga mampu dengan hal itu, dan yang paling ingin dia ketahui, tentang Atika, agar lebih mudah baginya melancarkan rencana liciknya.


Atika yang di bawa Rafa ke kantor, begitu bosan karena hanya berbaring di ruang istirahat Rafa, hingga ia pun keluar dari ruangan itu, karena juga merasa haus.


"Kenapa.?? tanya Rafa, saat mendengar langkah Atika yang keluar dari ruang istirahat.


" Aku bosan mas, dan aku juga haus.! ujar Atika, berjalan ke arah sofa, dan duduk di sana.


Rafa pun melepaskan pekerjaannya, meninggalkan Dewa yang masih sibuk dengan dokumen-dokumen penting.

__ADS_1


"Sabar ya, sebentar lagi akan selesai, dan aku akan menyuruh orang mengantarkan minuman untuk mu, ujar Rafa mengelus kepala Atika lembut, dan Tika pun mengangguk patuh.


" Saya sudah hubungi Lisa tuan, dan sebentar lagi akan datang membawa minum untuk Atika, ujar Dewa, yang lebih dulu bertindak, dari Rafa.


"Wah,.! sepertinya kamu menunjukkan posisi seorang kakak yang siaga ya, ujar Rafa meledek Dewa, dan hal itu membuat Atika tersenyum bahagia, karena Dewa jadi semakin perhatian padanya.


" Apaan sih tuan, saya hanya melakukan yang semestinya saya lakukan, ujar Dewa, sedikit kikuk. Semenjak di anggap sebagai kakak oleh Atika, Dewa merasa bahwa Atika juga tanggung jawabnya.


"Yah baiklah, aku justru senang karena kamu peduli dan perhatian pada adikmu yang manja itu, ujar Rafa sedikit berbisik pada Dewa, takut di dengar Atika, karena bisa-bisa, yang mereka bicarakan, membuat mereka tidak bisa meneruskan pekerjaan mereka kalau sudah ngambek, dan akan berkepanjangan, maklumlah ibu hamil, hormon nya sering berubah-ubah.


Dewa hanya tersenyum tipis, mendengar ucapan Rafa, dan melirik Atika yang duduk di sofa dengan kebosanannya.


Tepat Lisa membawa minuman itu, saat itu juga, ponsel Dewa berdering nyaring, dan ternyata orang yang menghubungi, adalah seseorang yang Dewa tugaskan tadi.


"Katakan.!! ujar Dewa tanpa basa-basi, karena ia ingin tahu secepatnya siapa yang sudah berani menyusup ke server tuan mudanya itu.


" Orang itu seorang wanita tuan, dan sepertinya memang punya niat tertentu, soalnya saat saya melacak, tak berapa lama lagi, ada seseorang memasuki server tian muda, dan sepertinya itu orang yang sama, dan menggunakan orang lain, untuk mencoba masuk, dan mendapatkan informasi lebih banyak, ujar orang suruhan Dewa itu menjelaskan.


" Seorang wanita bekerja sebagai perawat, dan tinggal di jalan C, rumah kontrakan, dan wanita itu bernama Siska Arjama, menjelaskan lebih detail.


"Ok, cukup untuk saat ini, aku akan menghubungi mu nanti, ujar Dewa langsung memutuskan panggilan tersebut.


" Tuan muda. _


Ucapan Dewa terhenti, saat Rafa memberi kode pada Dewa, agar tidak mengatakan apa pun, dan tidak ingin istrinya mendengar hal yang akan membuat khawatir nantinya.


Dewa yang paham pun mengangguk, dan melanjutkan kembali pekerjaannya.


Sementara Siska, melemparkan barang-barangnya, karena kesal, mendengar kabar dari partnernya, bahwa ia gagal, dan sangat sulit memecah teka-teki dalam menerobos masuk.


"Akhhhh brengsek.!!! ujar Siska berteriak kesal.


" Aku tidak akan menyerah, apa pun caranya, aku akan menyingkirkan wanita kampung itu, dan akan merebut tuan muda, menjadi milikku.!! teriak Siska semakin menggila.

__ADS_1


Di kantor Rafa, Atika yang kebelet pun, langsung menuju kamar mandi.


Melihat istrinya masuk ke kamar mandi Rafa pun kesempatan bicara pada Dewa.


"Apa kabar yang kau dapatkan.!! tanya Rafa cepat.


" Seorang perawat bernama Siska Arman, tinggal di jalan C, sepertinya mencari informasi tentang Atika, dan wanita ini yang sedang bekerja di rumah sakit tuan besar, ujar Dewa singkat dan padat.


"Selidiki wanita gila itu, sepertinya ia sudah bosan hidup, dan aku nggak mau ia berniat buruk pada istriku, dan mulai saat ini, pantau segala gerak gerik nya, dan tetap buat pengawal bayangan untuk istriku, selain pengawal yang selalu menjaganya, perketat seluruh keamanan, ujar Rafa, tak main-main, bila sudah menyangkut keluarganya.


"Sesuai perintah anda tuan muda.!! sahut Dewa mantap.


" Kalau sudah selesai, urus semua berkas itu, aku pulang lebih dulu, karena Atika sudah sangat jenuh dan bosan, ujar Rafa pada Dewa, menyudahi pekerjaan mereka.


Dewa pun beranjak dari ruangan Rafa, meninggalkan sepasang suami istri itu.


Rafa yang melihat istrinya, keluar dari kamar mandi, langsung mengajak Atika pulang, karena bagai mana pun, Rafa tahu, istrinya tidak merengek, karena melihat ia sangat sibuk tadi, dan akan membawa istrinya, singgah untuk membeli makanan kesukaannya sebum mereka pulang ke mansion.


"Kitab pulang sayang, kamu pasti sudah sangat bosan kan.?


" Apa pekerjaan mas, sudah selesai??


"Sudah sayang,, dan sebagai hadiah untuk istriku yang sabar menunggu, kita akan membeli makanan kesukaanmu, ujar Rafa merangkul Atika, membawa Atika keluar dari ruangannya.


Atika yang mendengar ucapan suaminya, langsung berbinar, mendengar makanan kesukaannya, ia akan makan banyak nantinya, karena akhir-akhir ini, selera makan Atika cukup meningkat, padahal dokter sudah mengatakan agar mengurangi jatah makan, agar saat persalinan Atika nantinya lancar.


Next...


Tetap semangat ya bacanya, juga nunggu up nya, yang masih setia Terima kasih.


Jangan lupa dengan vote, komen, dan like nya yaaaa gaess.


Salam Arthor 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2