
Sudah dua hari, belum juga ada kabar tentang Atika, bahkan hampir setiap tempat di kota itu, sudah ditelusuri, namun keberadaan Atika tak ada kabar sedikit pun, bak di telan bumi Atika menghilang.
Rafa semakin frustasi, mengingat istrinya yang sedang hamil, apa lagi tidak membawa uang, atau pun pakaian yang cukup, membuat Rafa berkali-kali mengutuk kebodohannya, yang begitu mengikuti egonya, hingga membuat istrinya mengambil keputusan untuk pergi.
Felix yang melihat putranya begitu terpuruk, tak tega, bahkan kesehatan Felix pun belakangan ini jadi turun, karena kepergian Atika, menguras pikiran dan menjadi beban bagi mereka.
Apa lagi saat mendengar kabar dari kota A, tempat ayah Atika tinggal, anak buah yang mereka tugaskan ke sana, menyampaikan informasi bahwa Atika tidak berada di sana.
Felix khawatir, bila ayah Atika tahu tentang hal ini, bisa-bisa, ayah Atika menganggap mereka tidak bertanggung jawab, bahkan yang mereka takuti, ayah Atika bisa jatuh sakit kalau mengetahui putrinya pergi, dan tak ada seorang pun yang tahu di mana Atika saat ini.
Sementara di tempat lain, di kota Y, seorang wanita hamil, duduk termenung memikirkan nasibnya, bahkan air matanya selalu menetes.
Lagi dan lagi bayangan Rafa bersama seorang wanita cantik, selalu membayangi Atika, hingga Atika semakin merasakan sakit.
Atika yang pergi ke kota Y, kota kelahiran dan kampung halaman ibunya, memilih tinggal bersama dengan sanak keluarganya, bibi dari ibunya Atika.
Semenjak kedatangan Atika di kota itu, Atika masih belum beraktivitas atau pun berbaur dengan orang sekitar, karena ia hanya mengurung diri di kamar, tak punya semangat bahkan untuk makan pun Atika harus dipaksa nenek nya itu.
Di tempat lain, Rafa yang saat ini melakukan rapat di kantornya, sedikit tak fokus, karena pikirannya hanya tertuju pada Atika. Bahkan setiap detiknya Rafa selalu melihat ponselnya, berharap ada informasi tentang Atika dari anak buahnya yang sedang mencari keberadaan Atika.
Namun sedetik kemudian ponselnya berdering, dan melihat nama yang tertera di layar ponselnya, sang daddy yang menghubunginya.
"Halo Dad.! sahut Rafa dari seberang dengan antusias, berharap daddy nya menyampaikan kabar baik.
" Rafa, ke rumah sakit sekarang, mommy mu tadi pingsan, dan kata dokter mommy terlalu banyak pikiran" aliando langsung to the point, tak ingin basa-basi.
Mendengar hal itu Rafa sempat tercenung, berharap mendapat kabar baik malah sebaliknya, hingga aliando yang ada di seberang sana, menatap layar ponselnya yang masih terhubung, namun tidak kedengaran suara apa pun, hingga aliando memanggil Rafa berkali-kali.
__ADS_1
Mendengar panggilan daddy nya yang memanggil namanya, Rafa pun tersadar dari lamunannya, dan langsung menjawab cepat akan ke rumah sakit secepatnya, dan menutup panggilan itu.
Aliando menenangkan Felix, setelah dokter menempatkan Felix di ruang perawatan.
Melihat istrinya yang terbebani dengan kepergian menantinya, aliando jadi ikut merasakan sakit melihat keadaan istrinya yang begitu terpukul itu.
"Mom, jangan seperti ini, daddy akan berusaha mencari Atika, dan daddy janji, akan membawa menantu kita pulang" ujar Aliando yang memberi semangat pada Felix.
"Di mana Atika Dad, hiks, hiks" kembali menangis, tak bisa membayangkan bagai mana keadaan Atika saat ini, dengan kehamilannya yang sudah tergolong hamil tua, membuat pikiran Felix, berlarian kemana-mana.
"Dady yakin Atika baik-baik saja, dia tidak jauh beda dengan mommy, di mana pun Atika berada saat ini, daddy pastikan Atika tidak kenapa napa" ujar aliando meyakinkan Felix, karena Atika memang wanita yang mandiri seperti istrinya itu.
Rafa yang sudah tiba di rumah sakit, begitu tergesa-gesa, menuju ruang rawat sang mommy, pikirannya semakin kalut, memikirkan dua wanita yang berharga dalam hidupnya.
Rafa pun membuka pintu kamar rawat itu sedikit kuat, ingin segera tahu keadaan mommy nya, namun saat masuk Rafa melihat mommy nya duduk bersandar di atas ranjangnya, dan di temani sang daddy, dan tidak terlepas dari pandangannya sang mommy baru saja menangis.
Rafa berjalan mendekati sang mommy, tak tahan melihat kesedihan sang mommy, Rafa pun langsung memeluk Felix dengan erat, bahkan merasa bersalah, akibat pertengkarannya dengan Atika, mommy nya sampai jatuh sakit.
"Maaf, Rafa sudah membuat mommy jadi begini, karena kebodohan Rafa"
"Berjanjilah pada mommy, secepatnya bawa Atika pulang, dan jangan ada lagi hal seperti ini terjadi" ujar Felix, sembari merenggangkan pelukannya.
"Tentu mom, Rafa akan bawa menantu mommy pulang, dan Rafa janji, hal ini tidak akan terjadi lagi mom" . Meyakinkan sang mommy.
Aliando sebenarnya geram pada putranya itu, karena pertengkaran mereka, sampai menyeret istrinya masuk rumah sakit, tapi aliando tak bisa marah saat ini, karena akan semakin memperburuk keadaan.
"Sebaiknya kamu kembali ke kantor, biar daddy yang menemani mommy di sini"
__ADS_1
Rafa hanya mengangguk paham, sebelum pergi, Rafa pun mencium kening sang mommy lembut, lalu berpamitan pada mommy dan daddy nya.
Rafa pun keluar dari ruang rawat sang mommy, namun detik kemudian aliando pun mengikuti Rafa, karena ia ingin bicara di luar dengan Rafa, tak ingin istrinya mendengar apa yang akan mereka bicarakan, takut istrinya semakin drop.
"Rafa tunggu"
Mendengar daddy nya memanggil, Rafa pun membalikkan badannya, melihat sang daddy yang ternyata ikut keluar dari ruang rawat itu.
"Ada apa Dad??
" Daddy dapat informasi, kalau Atika terakhir kali terlihat di suatu terminal, dan coba kamu lacak ke sana, siapa tahu ada petunjuk, ujar aliando memberi tahu soal Atika.
"Benarkah Dad??, apa menurut daddy Atika tidak lagi berada di kota ini??
" Sepertinya begitu, dan cari tahu tentang keluarga Atika, siapa tahu Atika saat ini bersama keluarga dekatnya, mungkin dari ayahnya atau ibu Atika "
"Terima kasih Dad, sudah membantu Rafa, Rafa akan ke sana sekarang juga, dan mencari tahu tentang keluarga Atika"
"Jangan hanya mencari tahu, Daddy ingin kamu segera bawa Atika pulang, dan jangan tunjukkan dirimu di hadapan daddy sebelum membawa Atika pulang, " ingat" Daddy tidak ingin kamu melakukan kesalahan seperti daddy di masa lalu, yang membuat daddy hidup dalam rasa bersalah bertahun-tahun, dan rasanya sangat sakit, daddy tak ingin kamu mengalami itu, dan kalau ada masalah, cari solusi yang bisa Atika pahami, bukan seperti yang kamu lakukan itu, bersikap seperti anak kecil.!! ingat, saat kau menyesali yang sudah terjadi, itu sangat menyakitkan, dari pada kamu mendapat caci maki sesaat, karena rasa penyesalan yang kita perbuat dengan perbuatan kita sendiri, sungguh menyiksa dan sangat berat.!! ujar aliando menasehati putranya itu, agar tidak seperti dirinya dulu, yang sangat pecundang, dan tidak bertanggung jawab.
"Maafkan Rafa Dad, daddy benar, Rafa memang terlalu mengikuti Ego, hingga lupa kalau Atika sebenarnya butuh ketenangan fisik dan sangat sensitif"
" Ya sudah, pergilah, buktikan janjimu pada mommy, dan kalau sampai kamu nggak membawa Atika pulang, maka Daddy yang akan menjadi lawan mu, dan daddy akan mencari Atika, tapi tidak akan menyerahkan Atika pada mu, tapi daddy akan membawa mommy dan Atika jauh dari jangkauan mu.!! ujar aliando mengancam Rafa, agar tidak main-main dengan janjinya.
Next......
Up lagi ya Sob, semoga bahagia, dan dukung terusπππ
__ADS_1