
Setelah ando mendengar kejujuran dokter Lala dan cerita semenjak istrinya mulai mengalami sakit Leukimia, selama itulah ia tak tahu apa yang di derita istrinya bahkan keluarganya tidak ada yang tahu bahkan kedua adiknya felix.
Mengapa kamu menyembunyikan ini dariku sayang, ando yang sudah melemas di sofa ruangan kantornya, menangis tak percaya dengan semua kenyataan yang baru di dengarnya.
Hingga bayangan masa lalu melintas di pikirannya saat ini.
Di mulai dari pertama kali ia mengenal felix hingga ia pernah bersikap kasar dan pernah menyakiti felix berulang kali, dan semua bisa di terima istrinya dengan lapang dada, dan betapa ando merasa bersalah hingga saat ini istrinya merahasiakan hal besar mengirbankan diri dan nyawanya hanya untuk kebahgiannya dan keluarganya.
Sungguh ando sangat sakit dan seolah tombak besar menghujam dadanya, mengingat semua tentang istrinya yang selalu tegar, bahkan tak pernah terlihat mengeluh, selalu sabar meski banyak orang menghina dan mengatainya tidak baik.
Maaf tuan muda,, ucap dokter Lala yang takut dan tak tega melihat situasi ando yang rapuh setelah tahu keadaan istrinya.
Ando yang mendengar suara dokter Lala pun menatap dokter Lala tajam, karena turut menyembunyikan kenyataan tentang istrinya.
Saya tahu saya bersalah tuan, namun saya juga tak tega dengan permohonan nona yang meminta saya untuk tutup mulut, nona mengatakan hanya ingin melihat anda dan keluarga anda bahagia.
Mendengar itu semua ando menangis histeris, hanya demi kebahagianku dan keluargaku kamu rela mengorbankan ini semua padaku, kamu justru menyiksaku dan membuatku gila dengan keputusanmu yang sangat beresiko ini sayang batin ando.
Saya menyarankan agar tidak terjadi hal yang sangat membahayakan nona, sesegera mungkin nona harus di operasi dan melahirkan meski belum waktunya, Anda juga bisa konsultasi dahulu pada dokter yang profesional dalam hal ini, dan saya punya rekomendasi seorang dokter yang saat ini di di Singapura mungkin bisa membantu anda juga nona, ucap dokter Lala mantap dengan sarannya.
Baiklah kalau begitu, dan tolong hubungi segera dokter tersebut agar membuat jadwalnya menangani istriku, dan berapa pun biayanya aku siap dan aku juga mohon bantuanmu untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Rico.! panggil ando yang sejak tadi juga mendengarkan apa yang di bicarakan ando dan dokter Lala dia juga tak menyangka dengan semua yang di dengarnya.
Iya bos, sahut rico prihatin dengan keadaan bos sekaligus sahabatnya itu.
Cepat lo hubungi rumah sakit di Singapura dan rekomendasikan dokter terbaik dari sana untuk istriku, ucapnya dengan suara bergetar, karena masih merasakan sedih dengan kenyataan.
Gue akan lakukan yang terbaik, lo tenang aja, jangan lo terbawa suasana, ingat nona butuh dukungan penuh dari lo, dan gue harap lo bisa menjalani ini semua dengan tabah dan tetap semangat, jangan kalah sebelum berjuang, ucap rico menyemangati ando .
Makasih ric, lo selalu ada buat gue, sahut ando yang merasa rico memang orang yang bisa selalu tahu dan ngerti keadaannya.
__ADS_1
Baiklah tuan muda saya permisi, dan saya minta maaf dengan semua yang terjadi ucap dokter Lala yang merasa sangat bersalah dan tak tega setelah melihat kerapuhan Ando.
Rico pun juga meninggalkan ando di ruangannya dan segera melakukan tugasnya agar secepatnya apa yang di harapkan mereka bisa memberikan yang terbaik pada felix, meski mereka tahu harapannya tipis tapi optimis dan yang berhak dengan nyawa seseorang hanya yang Maha Kuasa.
Ando yang ingin segera melihat istrinya pun memilih pulang, betapa ia tak tega saat melihat istrinya karena ia sudah tahu kenyataannya,
Pantas saja belakangan ini wajahnya terlihat pucat, namun setiap ku tanya selalu aja alasanya, dan mungkin ini juga salah satu alasan kenapa felix selalu memilih pergi sendiri periksa kandungannya agar tak ku ketahui.
Bodohnya aku selama ini tak tahu tentang istriku yang menderita sakit, dengan air mata yang berderai ando melajukan mobilnya dengan semua pertnyaan pertanyaan dan perasaan bersalahnya pada istri tercintanya.
Sedikit pun kamu tak pernah mengeluh, kamu begitu pandai merahasiakannya dariku sayang, ucap ando sendiri di dalam mobilnya menuju pulang ke rumahnya.
Ando yang sudah tiba di rumah pun, berjalan tergesa gesa, dan langsung menuju kamarnya, ia sudah tidak sabar untuk melihat istrinya.
Saat sudah membuka pintu kamarnya, ando melihat felix tertidur lelap dengan wajah pucatnya, seketika ando mendekati dan mengusap kepala felis lembut dengan tangan bergetar dan air mata yang sudah tak dapat ia bendung lagi.
Dadanya sesak melihat wajah sang istri begitu pucat, ketakutannya pun merasuki pikirannya yang sudah berlarian kemana memikirkan nasib istrinya yang sedang berjuang dari sakitnya.
Di tatapnya perut istrinya yang membesar dan di usapnya lembut.
Dan anak kita ini, apa kamu tega meninggalkannya dan aku,? aku ngak sanggup sayang, mengapa melakukan ini semua, aku tak pernah memaksamu dan mengapa seolah kamu merasa aku akan bahagia dengan keputusanmu ini.?? tangis ando yang tak sanggup lagi saat melihat istrinya
Felix yang mendengar isak tangis pun merasa aneh saat masih memejamkan matanya, dan saat air mata ando yang menetes tepar di wajahnya ia semakin yakin ada suaminya saat ini di kamarnya, ia pun membuka matanya dan sangat terkejut melihat ando yang menangis sendu dan menyentuh perutnya.
Sayang kenapa?? tanyanya sambil duduk menatap suaminya yang masih menangis dan tetap tak bicara.
Ando yang sudah tak tahan pun reflek memeluk felix erat dengan tangisnya yang pecah memenuhi isi kamar mereka.
Felix yang masih tak mengerti hanya diam dalam dekapan suaminya.
Felix pun melonggarkan pelukan ando dan menatapnya intens dan bertanya lagi karena ia juga masih bingung kenapa suaminya nangis sehisteris ini.
__ADS_1
Ada apa hem?? katakan apa kamu lagi ada beban pikiran tanya felix lembut.
Ando yang sudah sedikit tenang namun air matanya tak berhenti mengalir.
Kenapa sayang?? tanya ando yang belum sanggup melanjutkan kata katanya.
Apa yang kenapa, dan ini juga kenapa kamu nangis begini ceritakan ke aku ada apa sebenarnya, ucap felix masih bisa tenang.
Ando yang melihat wajah pucat istrinya pun menyentuh wajah pucat istrinya itu dan mengelusnya lembut dengan tatapan senduh dan air matanya.
Kenapa kamu merahasiakan semuanya dariku sayang?? tanya ando lagi.
Felix yang mengira bukan masalah penyakitnya yang di tanya hanya menjawab tenang dan tak merasa ada yang aneh.
Maksud kamu merahasiakan apa??
Ando yang sudah tak tahan pun langsung menjawab agar semua tuntas dan istrinya tak lagi pura pura sehat dan kuat di hadapannya.
Masalah penyakitmu sayang, ucap ando dengan tangisnya yang semakin kuat walau sebenarnya ia berat mengatakan kenyataan itu.
Duaaarrrrr
Felix pun sontak terkejut dan gugup saat ando mengatakan tentang penyakitnya.
Dari mana suaminya tahu, pikirnya bertanya dalam hati, apakah dokter Lala yang mengatakan, tapi tak mungkin dokter Lala sudah berjanji padaku batinya.
Felix yang tak berani menatap suaminya pun hanya tunduk dengan derai air matanya, tak menyangka sebelum anaknya lahir semuanya sudah di ketahui oleh suaminya.
Ando yang melihat istrinya takut dan menangis tak bicara sepatah kata pun, ia memeluk istrinya memberi kenyamanan seolah mengatakan jangan takut aku disini bersamamu, apa pun yang terjadi aku tetap berada disisimu, dan memohon pada Tuhan agar memberi mereka kekuatan menjalani setipa ujian hidup yang menghampiri mereka.
Maaf baru Up ya gaes, dukung Like, komen dan vote pada cerita recehanku ini, semoga kalian bahagia.
__ADS_1
Thanks