Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
episode 64


__ADS_3

Satu hari telah berlalu setelah permintaan maminya ando di setujui felix, dan secara drastis kesehatan mami juga semakin membaik.


Saat ini felix dengan telaten mengurus sang mami di rumah sakit, dan mami begitu senang karena felix sangat memperhatikan dan menghawatirkan kesehatannya.


Sementara papi yang beberapa hari ini yang sudah terkuras tenaga dan lelah selama menjaga istrinya di rumah sakit, tidak bisa menolak keinginan felix untuk istirahat di rumah saja, dan felix tak ingin karena kelelahan pak Widodo ikut jatuh sakit.


Ando yang di sibukkan dengan urusan kantor pun tidak bisa menolak keinginan felix yang akan merawat maminya.


Felix,, panggil mami


Iya mih, ada yang mami inginkan??


akh tidak nak,, mami hanya ingin cerita saja, soalnya mami bosan, dan dokter pun masih belum memperbolehkan mami untuk pulang.


mami harus sabar, sampai mami benar benar pulih, apa mami tidak ingin mami bisa melakukan lagi aktifitas mami seperti biasanya dengan keadaan tubuh yang sehat?? ucap felix tersenyum hangat.


kamu ini yah paling pintar kalau udah masalah begini, mami pasti kalah telak dan tak bisa mencari alasan apa pun lagi, tersenyum simpul.


apa mami mau makan buah??


mami mengangguk mengiyakan.


felix yang telaten pun dengan cepat mengupas buah tersebut, dan memberikan dengan mami, diselingi gelak tawa mereka menghabiskan waktu yang membosankan.


----------------


Seminggu berlalu, mami pun sudah di perbolehkan untuk pulang, dengan catatan tidak boleh lelah.


Ando dan papinya yang sudah berada di rumah sakit untuk membawa maminya pulang kerumah yang sudah dua minggu ditinggalkan sang mami.

__ADS_1


Setelah 45 menit berlalu akhirnya mereka tiba di kediaman Widodo.


felix yang sudah keluar dari mobil, tiba tiba membeku, sasat bayangan ketika ia sangat diperlakukan ando dengan kasar, apa lagi saat mami papinya keluar negri dia lebih leluasa menyiksa felix.


Ando yang menyadari dan tahu apa yang di benak felix saat ini, tak ingin bicara apa pun, dia hanya menghela nafas berat, bagaimana pun dialah yang mengakibatkan felix jadi seperti saat ini.


Ada apa nak,? mami yang melihat raut wajah felix sedikit pucat dan tangan bergetar, mengenggam erat tangan felix, seolah menyatakan semangat pada felix meskipun tidak bicara apa pun.


Felix yang tertegun tersadar saat tangan mami menyentuhnya, dan menatap mami sendu dengan senyum terpaksa.


Akh tidak apa apa mih, felix hanya kagum rumah ini masih sama meskipun felix sudah lama tak kesini, ucapnya berbohong tak ingin mami sedih dengan kepiluan felix.


Memangnya apa yang mau berubah nak,? jawab mami sambil menarik tangan felix masuk kedalam rumah.


Para pelayan sudah menyambut kedatangan Nyonya besar mereka, mereka sangat senang karena majikannya sembuh dan kembali kerumah lagi.


felix langsung membawa mami kekamar untuk istirahat, karena perjalanan dari rumah sakit sangat cukup melelahkan.


Baiklah sayang, sepertinya gak ada bedanya tuh dirumah sama dirumah sakit, mami masih saja tetap di awasi oleh kamu, tersenyum bahagia.


felix pun meninggalkan mami di kamar untuk istirahat.


sementara Ando dan pak Widodo sedang berada di ruang kerja, entah apa yang mereka bicarakan hanya mereka yang tahu.


felix pun langsung menyibukkan dirinya di dapur, disana dia di temani oleh si bibi yang dulu begitu baik pada felix.


Kita mau masak apa ini lix?? tanya bibi.


ah iya felix mau buatkan sup daging untuk mami bik, dan mami pasti senang.

__ADS_1


Wah,, nyonya pasti sangat senang, waktu felix udah gak disini, nyonya sangat merindukan masakan felix, hingga membuat nyonya tak mau menyentuh makanan karena sangat menginginkan sup buatanmu.


Felix yang mendengar ucapan si bibi pun merasa sedih, ternyata selama ini mami sangat merindukannya.


---------------------------------------


Akhirnya sup buatan felix pun selesai, ia sudah membuatnya di atas nampan dan nasi untuk dibawa ke kamar mami.


Ando yang sudah selesai bicara dengan papinya pun juga merasa lapar, apa lagi dia menghirup aroma yang menguggah selera, membuat ia semakin lapar.


Bik,, bibik masak apa, kok baunya sepertinya lezat? tanya ando sembari berjalan mendekati meja makan.


Anu den, yang masak itu bukan bibi, tapi felix


felix masak sup untuk nyonya den, katanya nyonya sudah sangat rindu dengan masakan felix.


Apa masih ada bik? tanya ando yang juga sangat berselera.


ada den, sebentar bibi siapkan, dan ando duduk di kursi meja makan menunggu sup yang akan di sediakan bibi untuknya.


Ando yang sangat menyukai rasa dari sup itu pun, melahap habis makananya, sementara ando tak menuadari karena lahapnya, dari tadi felix memperhatikannya saat makan, felix tak menyangka, andi makan seperti orang kelaparan.


Saat ando yang sudah menyadari keberadaan felix, ando hanya diam dan tak bereaksi apa apa, bahkan menyapa pun tidak, dia berlalu berjalan menuju kamarnya.


Felix yang memang belum bisa sepenuhnya menerima ando, tak ambil pusing dengan sikap yang ando tunjukkan, dia pun berjalan menuju dapur dengan nampan yang berisi piring kosong.


Ando yang tiba di kamarnya pun, hanya menghela nafas panjang.


Sampai kapan aku bisa diam begini terhadapnya, apa papi gak salah dengan saran dan ide ini, aku bahkan tadi ingin sekali memeluknya, akhhhhkkhhh tetiak frustasi.

__ADS_1


Sebenarnya apa yang ando bicarakan dengan papinya di ruang kerja tadi, itu hanya mereka yang tahu, karena Arthor gak nguping tadi, kwkwkwkkkk


Maaff lama Up nya ya gaez


__ADS_2