
Dentingan sendok makan yang beradu terdengar nyaring dari ruang makan.
Canda tawa mengiringi sarapan pagi keluarga Quera. Celi bahagia, karena dady momy nya, setuju mengadopsi Nana. Dan pagi ini mereka akan menjemput Nana, dan memberi Nana kejutan ini.
Celi pun tak lupa memberitahukan pada Rafa, mereka akan ke Panti Asuhan pagi ini.
Si pria posesif jelas saja tidak mengizinkan wanitanya pergi tanpanya, padahal jelas-jelas, dia tahu Celi pergi dengan dady dan momy nya, namun pria posesif itu ngotot untuk menjemput Celi dan ikut ke Panti Asuhan.
Rafa yang sudah tiba di runah Celi, langsung mengajak Celi berangkat di luan, dan panit pada orang tua Celi.
Felix pun berangkat lebih awal ke Panti Asuhan bersama sang suami, Felix ingin sang suami ikut karena kedatangan Levi Quera di Panti perihal Nana yang akan di adopsi mereka.
Selang tak lama Felix dan suaminya tiba di panti, Rafa dan Celi pun tiba.
Aliando yang melihat Rafa keluar dari mobil, menatap heran pada Rafa yang juga datang ke Panti Asuhan pagi ini.
"Mom,,,!
" Hm..
"Apa mom juga menyuruh Rafa datang ke sini.??
Felix pun tersenyum mendengar pertanyaan Aliando.
" Tidak.!
"Lalu mau apa anak itu ke Panti??
" Dady tidak lihat dia datang bersama siapa??
Seperti tidak tahu aja sih dad.!
Aliando pun melihat Celi yang berjalan di samping Rafa, setelahnya ia baru paham maksud dari istrinya.
"Huhh..!! anak itu sepertinya sudah bucin, hingga meninggalkan pekerjaan hanya karena wanitanya.
"Aiiss,, padahal dady tak jauh beda dari Rafa, Felix mendelik kesal karena bisa-bisanya mengatai putranya, padahal dia sendiri lebih parah.
Aliando yang mendengar perkataan Felix pun hanya cengar-cengir, karena sang istri menyindirnya.
Saat Rafa dan Celi masuk, mereka melihat mom dan dadynya sedang saling olok, membuat Rafa memutar bola mata malas.
Felix dan Aliando pun tersenyum kikuk, karena kedapatan calon mantunya berolok ria, hingga Aliando terlihat canggung.
Tak lama Levi Quera pun tiba di Panti, seorang penjaga panti mengatar ke dua paruh baya itu ke ruangan Felix.
Sebelum mereka memanggil Nana, Felix dan suaminya bicara serius pada Levi dan istrinya.
__ADS_1
Meski mereka calon besan, tapi Felix tak ingin, Nana mengalami nasib yang sama, waktu bersama keluarga barunya.
"Apa kalian sudah yakin?? mengadopsi Nana sebagai bagian keluarga keluarga kalian.?
Aliando membuka suara lebih dulu, mewakili sang istri, karena ia sangat paham dengan maksud dari istrinya itu.
" Tentu kami yakin, karena Celi bilang Nana adalah anak yang baik, apa lagi saat kami dengar cerita dari Celi, dan tak ada alasan kami untuk menolak keinginan Celi.
Levi menyahuti ucapan Aliando, dan menunjukkan keyakinannya untuk mengadopsi Nana sebagai putri mereka, dan tentu akan jadi adiknya Celi.
"Ada yang ingin saya katakan sebelum kalian membawa Nana, dan mungkin ini salah satu bentuk permintaan saya, Felix berkata menatap serius pada Levi, Yayuk juga Celi.
"Kami tidak keberatan, dan itu sudah menjadi hak kamu Lix, Yayuk menjawab.
" Aku tidak meragukan kalian dalam mengadopsi Nana, hanya saja, aku ingin suatu saat bila sikap Nana membuat kalian kesal, aku mohon untuk tidak mengingatkan Nana pada masa lalu, ucap Felix serius.
"Yakinlah tante,, Celi jamin tidak akan terjadi hal yang tante hawatirkan, dan aku yakin Nana akan mendapatkan kebahagiaan yang di impikannya.
Felix pun tersenyum hangat, ia merasa, Celi tidak jauh beda dengannya, hati yang tulus dan baik hati.
Saat Felix menyuruh seorang petugas manggil Nana, sepasang suami istri di antar petugas lainnya, untuk bertemu Felix.
" Maaf bu,, mereka ingin bertemu dengan anda, petugas panti menunjuk sepasang suami istri itu.
"Selamat pagi Ny, sapa mereka serempak pada Felix.
" Selamat pagi,, balas Felix ramah.
Saat mereka duduk, semua yang ada di ruangan itu pun menatap pada mereka, hingga membuat sepasang suami istri itu resah, sepertinya langkah mereka langkah yang sial, pikir sepasang suami istri itu.
" Ada yang bisa saya bantu?? felix bertanya dan menatap bergantian sepasang suami istri itu.
"Kami berencana ingin mengadopsi Nana sebagai anak kami, to the point, karena sudah tak ingin berlama-lama di ruangan itu, karena semua mata tertuju pada mereka.
" Apa.!!!!
Rafa langsung menyela, karena kaget dengan ucapan sepasang suami istri itu.
Felix yang dari awal sudah merasa aneh dengan gelagat mereka hanya tersenyum menyeringai, apa lagi saat mendengar apa tujuan mereka.
Aliando yang melihat senyuman istrinya pun, bergidik ngeri. Bila sang istri tersenyum demikian, maka tidak akan di ragukan lagi, akan terjadi sesuatu yang membuat sepasang suami istri itu menyesal.
Semua pun menatap heran, karena secara bersamaan saat mereka membahas Nana sepasang suami istri ini hadir, seolah ingin menghalangi niat mereka.
"Mom,, apa maksudnya ini?? Rafa menatap tajam sepasang suami istri itu.
" Biarkan momy bicara, ucap dadynya pada Rafa, yang mulai tersulut.
__ADS_1
"Anda berdua baru datang ke panti ini, dan berniat untuk mengadopsi anak, tapi saya heran, kenapa anda berdua langsung menunjuk Nana??
Kalau saya ingat-ingat, anda berdua belum pernah datang ke panti saya, tapi anda sudah tahu nama anak yang akan kalian adopsi, ucap Felix tenang.
Namun sepasang suami istri itu langsung gelagapan, dan merutuki kebodohan mereka, karena gugup dengan tatapan para penguasa itu, mereka lupa membuat akting yang baik.
" Saya yakin, anda tidak tulus untuk itu, dan katakan apa tujuan kalian.!! ucap Felix meninggikan suaranya, karena geram dengan sepasang suami istri itu, yang kelihatan bersandiwara.
Semua yang di ruangan itu pun terlonjak kaget, saat mendengar suara melengking Felix, dan baru kali ini mereka melihat Felix bringas, tapi tidak dengan Aliando, karena ia sudah tahu ini akan terjadi saat melihat senyuman maut sang istri tadi.
"Kami memang ingin mengadopsi Nana Ny, dan tak ada yang menyuruh kami, dan tujuan kami memang itu, jawab mereka dengan keringat yang mulai menetes di dahi.
" Apa jaminan yang bisa membuat saya percaya pada kalian??
"Kalau terbukti ada maksud lain, aku tidak akan mengampuni kalian, dan aku tidak akan melempar kalian ke kantor polisi, tapi ke kandang singa peliharaanku.!!!
Rafa, Celi dan kedua orang tuanya, menelan salivanya kasar, saat mendengar kandang singa. Sejak kapan momy punya kandang singa pikir Rafa.
"Mm maaf,,ampuni kami Ny.
Mendengar kandang singa, sepasang suami istri itu pun gemetaran, membayangkan mereka di cabik-cabik taring yang tajam, dan mengoyak tubuh mereka, sepasang suami istri itu pun berlutut ketakutan.
" Katakan.!!
Siapa yang menyuruh kalian untuk mengadopsi Nana??
Aliando pun geram karena, sepasang suami istri itu, dengan beraninya mengusik Panti Asuhan sang istri, dia akan menghancurkan dalangnya.
"Apa kalian di kirim orang tua adopsi Nana yang sudah membuangnya?? ucap Felix lagi yang semakin emosi.
" Ampuni kami Ny, kami hanya di bayar melakukan ini, kasihanilah kami, karena butuh uang kami menerima tawaran tuan itu, ucap mereka semakin ketakutan.
"Dad,, buat orang itu menyesal, aku ingin sakit hatinya Nana juga terbayar, dan mereka sudah membuang dan menyiksa Nana, ucap Felix dengan tatapan tajam pada sepasang suami istri yang sudah berlutut kaku di hadapan Felix.
" Sesuai keinginanmu sayang, dady dengan senang hati melaksanakan perintah Ny istriku, Aliando mendukung perkataan Felix.
Aliando pun meminta beberapa petugas panti, untuk membawa sepasang suami istri itu ke tempat yang semestinya mereka berada.
"Mom,, apa momy memang punya peliharaan singa?? tanya Rafa masih penasaran.
" Hah apa.?? Felix pun gugup akan pertanyaan Rafa.
"Hahaaa,, itu hanya trik momy bila sedang dalam mode ON, "Macan Betina Di lawan" ucap Aliando yang mendapat pelototan dari Felix.
Aliando pun, menutup mulutnya, langsung ciut saat sang istri memberinya senyuman maut, dan hal itu membuat semua orang yang di sana tertawa, karena Aliando langsung bungkam hanya senyuman menyeringai dari Felix.
Next
__ADS_1
Jangan lupa jejaknya ya Guys
Salam Arthor.