
Setelah bicara pada Ando, felix pun langsung meminta izin pada kepala Art, karena ia akan segera menemui mamainya Ando di rumah sakit.
setelah mendapat izin felix pun, keluar dari kediaman Baskoro dan menunggu taxi lewat.
tak berapa lama menunggu taxi yang ditunggu pun sudah berhenti tepat di hadapan felix, felix pun masuk kedalam taxi menuju rumah sakit.
--------------------------
felix yang sudah tiba di rumah sakit pun langsung menuju receptionis dan menanyakan dimana kamar Nyonya widodo di rawat.
setelah mengetahui nomor kamar Vip tempat maminya Ando dirawat, felix jalan dengan tergesa gesah dengan perasaan yang gusar dan bahkan kedua telapak tangannya tiba tiba dingin, bahkan dadanya pun terasa sesak.
Sebelum masuk kekamar, felix mengetuk pintu rawat maminya Ando, dan seseorang menyahut dari dalam yang tak lain adalah papinya Ando, dan mempersilahkan seseorang yang berada di luar untuk masuk.
Dengan ragu dan perasaan campur aduk felix membuka pintu tersebut, dan refleks airmatanya jatuh saat melihat orang yang sangat ia sayang dan hormati terbaring lemah.
Mami.!! hiks,, hiks, hik
felix yang langsung menhambur memeluk maminya ando dengan air mata yang sudah tak tertahan lagi.
mami kenapa??
apa yang terjadi mih.?
papi apa yang terjadi pada mami, kenapa mami bisa masuk rumah sakit? sambil menoleh pada papinya ando felix bertanya karena dia sangat sedih dan dadanya sesak melihat keadaan maminya ando saat ini.
Sudahlah nak,, semuanya sudah terjadi, papi juga sangat sedih, mami bisa tiba tiba kena serrangan jantung, kita berdoa semoga mami cepat sembuh, dan jangan hawatir mami pasti berjuang untuk sembuh, kau tahu kan mami orang yang kuat jadi jangan sedih lagi ya nak, papinya ando bicara setenang mungkin untuk menyakinkan felix agar tidak hawatir, meskipun ia sendiri yang paling terpukul melihat keadaan istrinya yang terkulai lemah tak berdaya saat ini.
tak ingin menunggu lama, maminya felix pun bicara dengan lemah, Pih, tolong hubungi ando dan suruh dia kemari secepatnya mami ingin bicara, sambil menatap felix dengan penuh harap.
tak ingin istrinya kecewa papinya ando pun segera menghubungi ando dan menyuruh ando agar secepatnya kerumah sakit, sementara Ando yang merasa hawatir dan tak tahu apa yang terjadi di rumah sakit karena papinya tak bicara panjang lebar perihal maminya semakin panik, dan secepatnya meluncur menuju rumah sakit.
-----------------
__ADS_1
Felix yang sedang menyuapi maminya Ando pun tak merasa apa yang akan terjadi setelah ini, yang ada di benaknya saat ini ia hanya ingin merawat maminya Ando hingga sembuh dan akan selalu membahagiakan beliau agar secepatnya keluar dari rumah sakit.
Ando yang sudah tiba di rumah sakit dengan tergesa gesa, membuka pintu ruang rawat maminya dengan sedikit kacar karena pikiran kacau dan panik takut terjadi sesuatu pada maminya.
Mami!!! ando sedikit berteriak saat membuka pintu dan betapa terkejutnya ia saat melihat siapa yang ada dalam ruangan tersebut.
Felix yang sedang menyuapi maminya Ando pun menoleh dan melihat siapa yang datang, reflek felix menatap tajam dan bersikap acuh dengan kehadiran Ando di ruangan tersebut.
mami dan papinya yang melihat reaksi felix saat melihat Ando, sudah bisa di pastikan bahwa felix sangat membenci Ando dan tak ingin melihat Ando.
Ndo, kamu sudah datang nak, suara maminya ando memecah ketegangan dan suasana canggung ando dan felix.
Iya mih, mami gk kenapa napa kan?? tanya ando sambil mengenggam erat tangan maminya, seolah memberi semangat pada sang mami.
tidak nak, mami baik baik saja, dan mami akan lebih baik baik saja bila felix mau mengabulkan permintaan mami, ucap maminya ando dan menatap felix dengan raut wajah memohon.
Maksud mami apa,? katakan pada felix apa yang mami inginkan dari felix, bila felix bisa menyanggupi felix akan lakukan untuk mami, bicara dengan penuh keyakinan pada maminya ando, padahal felix tak tahu bahwa perkataannya tadi bahkab bisa menjerat seluruh kehidupannya untuk kedepannya.namun ia tidak perduli asalkan maminya ando bisa senang dan cepat sembuh, karena ia tak sanggup melihat keadaan maminya ando yang sudah dia anggap seperti ibu yang melahirkannya dengan kasih sayang yang ia dapat dari maminya ando ketika ia masih jadi pembantu keluarga Widodo.
Berjanjilah nak untuk mami kau akan mengabulkan permintaan mami, menatap felix sendu, dengan guratan harapan.
Sebelumnya mami minta maaf nak,karena permintaan mami ini sedikit egois, mekipun nantinya kau akan sangat ragu dengan permintaan mami ini, menghela nafas panjang perlahan.
Mih, jangan memikirkan hal hal yang membuat kesehatan ma.i semakin memburuk, mami harus tetap tenang dan mami harus sembuh mih, ando ngk mau tetjadi sesuatu pada mami, ucap ando dengan mata yang berkaca kaca.
Justru hal ini akan membuat mami bahagia dan itu pun kalau kamu masih ingin melihat mami bahagia dan bisa menerima keputusan mami.
Ando dan felix pun saling menatap, seolah arah dan tujuan pembicaraan maminya saat ini.
seketika felix bergetar, apa ia sudah salah bicara tadi dengan sangat yakin akan mengabulkan permintaan maminya ando.seketika Ando dan felix membisu, apa gerangan yang akan di inginkan maminya, pikiran ando dan felix sudah berlarian kenama mana dan menerka nerka apa yang akan terjadi nantinya.
melihat kebisuan Ando dan Felix, maminya ando menatap felix sendu dan mengenggam tangannya felix, memohon lewat sentuhan yang diberikan maminya Ando.
Nak,, tolong jangan menolak mami kali ini, mami tak pernah meminta apa pun padamu, tapi kali ini mami ingin kamu bisa membuat mami bahagia dan mami akan sangat bersyukur, ucapnya dengan air mata yang sudah menggenang.
__ADS_1
Iya mih, apa pun itu felix akan kabulkan permintaan mami, dan felix tidak akan mengecewakan mami, felix berjanji mih, bicara dengan yakin, walau sesungguhnya felix sangat ragu.
Berjnjilah nak pada mami.
Felix berjanji mih, mami katakan saja, ucapnya lagi.
Menikahlah dengan Ando nak, bila kau memang sayang pada mami, dan mami mohon jangan menolak, dan kamu sudah berjanji dengan mami.
Duarrrrr
seolah tersambar petir felix tak menyangka ternyata permintaan maminya Ando adahal yang sangat ia hindari dan felix taj ingin tersakiti untuk yang kedua kalinya.
Mih, apa menurut mami felix masih pantas, dan mami tahu sendiri kalau Ando tidak pernah menginginkan felix, bicara dengan air mata yang sudah berurai.
Felix ini hanya seorang wanita miskin mih, bahkan orang orang sudah menilai dan memandang felix, ketika jadi istrinya Ando felix hanya mengincar harta keluarga widodo, bahkan felix merasakan perlakuan kasar yang sama sekali felix tak tahu apa kesalahan felix, felix tidak pernah bermimpi untuk jadi cinderella mih, karena felix sadar siapa felix, wanita miskin seperti saya tak punya mimpi untuk bisa berharap, felix sudah bahagia begini mih, bukannya felix mau mengingkari janji felix pada mami, tapi felix masih sangat sakit mih dengan semua hinaan yang felix dapat, padahal felix sendiri tak tahu apa.kesalahan felix, hingga semua orang jijik dan menghina felix, mengeluarkan semua yang ia pendam selama ini, padahal mami dan papinya ando bukan tidak tahu apa yang sudah dilakukan ando pada felix, sikap kasar,,hinaan yang selalu di lakukan ando, mereka semua tahu lewat mata mata papinya ando, mereka sengaja tidak bertindak pada ando, karena mereka ingin ando menyesali semua sikap dan perbuatannya, karena bagi mereka ando bukan lagi anak kecil yang harus di arahkan namun dia tahu mana yang baik dan buruk, namun dengan ke egoisannya.
Ketika dia sudah menyadari kesalahannya, dan cinta yang sudah tumbuh pada dirinya sekarang telah menyiksa ando sendiri, dan apa kau tahu nak, setelah kau pergi dari rumah mami, ando sangat tertekan seolah ia dihantui perasaan bersalahnya padamu.
felix tak percaya itu mih, minggu yang lalu saja Ando bahkan merendahkan felix di depan kekasihnya dan mengatakan bahwa saya bukanlah levelnya, yang jelas saya memang tidak berharga apa pun pada ando, menatap Ando tajam, bersamaan dengan tatapan mami dan papinya ando.
Ando yang terpojok pun, menjawab secepat mungkin untuk menyelesaikan kesalahpahaman ini.
Maaf,,, memang aku bicara padamu demikian pada saat kita ketemu waktu itu, aku terpaksa bicara begitu padamu, karena aku tak mau kamu dalam bahaya, jujur saat itu aku sangat bahagia ketemu denganmu, tapi aku tak mau ambil resiko, karena aku yakin bila aku bicara padamu dan mengatakan mengenalmu, wanita itu akan mengusikmu, aku tahu sifat dan kelakuannya, apalagi dia begitu sangat terobsesi padaku, percayalah Lix aku tidak menginginkan itu terjadi, saat itu aku terpaksa karena aku perduli denganmu dan keselamatanmu, maaff
Kau sudah dengarkan nak, ucapan ando, dia hanya tidak ingin kamu dalam bahaya, dan mami bukan mendukung perbuatannya itu, tapi paling tidak dia sudah bicara jujur padamu saat ini, dan menjelaskannya padamu, ucap maminya ando dengan sendu.
Papinya Ando yang tadinya hanya ingin tahu bagaimana perasaan putranya pada felix akhirnya angkat bicara juga.
Felix, papi sebenarnya tidak ingin ikut campur dengan urusan perasaan kalian berduaa, karena kalian bukan lagi anak kecil, tapi kali ini, papi juga mohon nak, demi mami yang kau sayang, jangan menolak lagi, berikan putra papi kesempatan, bila memang tidak ada perubahan kami tidak akan menghalangimu untuk pergi dan kami juga tidak akan perduli lagi pada ando bila ia tidak bisa bersikap baik dan berubah setelah ini.
bicara tegas dan menatap sang putranya dengan tatapan tegas dan begitu tajam, menunjukkan agar jangan coba bermain api bila kai tak ingin terbakar.
Ando yang paham dengan tatapan dan sikap tegas papinya, hanya diam dan tertunduk dan takkan membantah, karena bila papinya bicara demikian itu pertanda tak ada bantahan dan protes apa pun, bila tak ingin jadi amukan sang papi.
__ADS_1
Makasih gaez buar yang selalu dukung