
Rian dan Lili semakin hari semakin mesra, seperti saat ini, Rian tiap hari menjemput Lili ke cafenya, dan bila Lili ada jam kuliah, Rian dengan sigap mengatar Lili, apa pun Rian lakukan selagi itu membuat Lili bahagia.
Lain hal dengan Rafa,, saat ini ia sedang mempersiapkan hati dan mentalnya, karena Rafa sudah memutuskan akan mengungkapkan perasaannya pada Celi, Rafa meminta Celi untuk datang ke suatu taman di tengah kota.
Tak berapa lama menunggu, Celi sudah tiba di taman kota, melihat lihat di mana keberadaan Rafa, saat ia mengitari taman, tatapannya tertuju pada sesosok pria yang berdiri dengan gagahnya dengan sekuntum bunga mawar di tangannya.
Celi pun berjalan mendekati Rafa, dengan dadanya berdebar kencang.
Saat Celi tiba di hadapan Rafa, reflek Rafa langsung menekukan lututnya, dan memberikan sekutum mawar itu pada Celi dengan senyum manis yang terpancar dari wajah Rafa.
Celi merasakan tangannya gemetar saat menerima bunga itu dari Rafa, perlahan Celi meraihnya dari tangan Rafa dengan senyum manisnya.
"Aku tak pandai merangkai kata yang indah untuk ku ungkapkan padamu, namun hati ini dan perasaan ini tak dapat di bohongi, " Celi aku mencintaimu, maukah kamu jadi kekasih hatiku?? ucap Rafa tegas dan menanti jawaban Celi.
Deg
Dada Celi berdebar kuat, saat mendengar Rafa mengatakan mencintainya, dan meminta Celi jadi kekasih hatinya.
Celi pun meneteskan air mata bahagia, Rafa menyatakan perasaanya, di tengah taman kota, dan banyak pasang mata melihat mereka saat ini.
"Aku mau,,, dan aku juga mencintaimu, ujar Celi menjawab keinginan Rafa.
Rafa pun merogoh saku celananya, dan mengambil kotak mini perhiasan, membuka lalu memakaikan ke jari manis Celi.
"Cincin ini hanya sederhana, namun cintaku tak dapat di bandingkan dengan apa pun, namun ini adalah lambang aku mengikatmu sebagai kekasihku, yang sudah merajai hati dan hidupku. " Terima kasih sudah mau menerimaku, ucap Rafa memeluk Celi erat, dan mencium kening Celi dalam, menandakan ia sangat bahagia, karena cintanya tak bertepuk sebelah tangan.
Setelah pernyataan cinta Rafa pada Celi, mereka pun pergi mencari makan untuk makan siang, dan tentunya mengendarai motor Rafa.
Sudah berlalu seminggu Rafa resmi menjadi kekasih Celi, dan pagi ini Celi tak berangkat bersama, karena Rafa sudah pergi lebih dulu, dengan alasan atasannya meminta secepatnya datang untuk membersihkan ruangan untuk tamu penting, dan Celi pun percaya.
Celi ingin mengunjungi Rafa di tempat kerja, dan rencana sekalian membawa bekal makan siang untuk Rafa, ia pun mengirim pesan pada Rafa dan ingin datang ke tempat kerja Rafa.
Rafa yang mendengar suara notifikasi di ponselnya. Rafa tersenyum saat melihat pesan dari wanitanya, membuka pesan itu, dan seketika Rafa terbelalak, saat membaca, Celi menuju kantornya.
Rafa yang berbohong soal tadi pagi mengatakan ada pekerjaan mendadak dari bosnya, padahal karena ada rapat penting, hingga ia melupakan sarapan paginya, yang biasanya ia dapatkan dari sang kekasih, semenjak mereka menjalin hubungan asmara.
Rafa yakin Celi hawatir ia tidak akan makan teratur, hingga berniat membawa bekal ke kantornya.
Dewaaa.!!!!
Panggil Rafa yang panik, karena Celi akan datang ke kantornya
__ADS_1
Dewa yang mendengar teriakan Rafa, masuk tergesa, mengira terjadi sesuatu pada bosnya, namun saat masuk yang Dewa lihat hanya mata melotot yang hampir lepas dari tempatnya.
"Ada apa bos,, ucap Dewa dengan nafas naik turun karena kaget dan lari tergesa.
" Siapkan seragam OB sekarang.!!!
"Maksudnya bos.??
" Jangan banyak bertanya, waktuku tak banyak.!!
"Siap bos,, sahut Dewa hendak beranjak.
" Tunggu.!!!
"Apa lagi bos?? sahut Dewa kesal.
" Katakan pada seluruh kariawan agar tidak membuat curiga Celi nanti, ucap Rafa lagi.
"Beres bos.!! ada lagi bos?? tanya Dewa jadi lelet karena ikut panik.
" Ada.!! mendekatlah karena kau harus ku tendang biar otakmu cepat sinkron, ucap Rafa geram karena Dewa terlihat bodoh, padahal Rafa sendiri yang akan main peran-peranan.
Dewa yang mendengar ucapan Rafa, menelan salivanya kasar, dan segera ke luar dari ruangan itu, sebelum bosnya itu benar-benar menendangnya.
Dewa sudah membungkam seluruh kariawan, dan bersikap biasa, karena siapa pun yang berani melanggar, tentu Dewa pastikan mereka akan berakhir tinggal kenangan, memang ada yang berani melawan perintah Ceo mereka itu, jangankan Ceo, asistennya saja mereka tak berani.
Celi sudah tiba di kantor Rafa, turun dari taxi yang di tumpanginya.
Celi pun berjalan menuju receptionis, dan menanyakan keberadaan Rafa.
"Selamat siang mbak,,
" Salamat siang Nona,, ada yang bisa saya bantu Nona?? tanya wanita itu sopan dan ramah, tentu saja harus sopan dan ramah, kalau tidak ingin berakhir dengan kenangan.
"Apa saya bisa bertemu teman saya?? tanya Celi sopan.
" Siapa nama teman anda Nona?? tanya wanita itu lagi.
"Namanya Rafa, dia bekerja sebagai OB, sahut Celi tersenyum manis.
Ya Tuhan,,, apa ini?? Kenapa Ceo mereka sampai bersandiwara jadi OB?? apakah Nona ini kekasihnya bos?? batin wanita itu bertanya.
__ADS_1
" Apakah Rafa ada mbak?? tanya Celi, membuyarkan lamunan wanita itu.
"Ah,,, iya ada Nona, mari saya antar, sahut wanita itu, membawa Celi ke ruangan OB.
Saat tiba di depan ruangan OB, Celi melihat Rafa masih bekerja membersihkan lantai dengan kain pel, ia pun tersenyum melihat Rafa yang bekerja, terlihat lelah, dan serius.
" Pak Rafa.!! ada yang mencari anda, ucap wanita itu, membuat Rafa menoleh, lalu tersenyum saat melihat Celi berdiri di sana.
"Silahkan Nona,,, wanita itu pun meninggalkan ruang OB itu.
" Kenapa repot-repot sih, tanya Rafa pura-pura berbasa basi.
"Ngak repot kok,, atau kamu ngak suka ya aku datang kesini?? ucap Celi merengut.
Rafa pun tersenyum gemas melihat Celi, cemberut.
" Aku malah senang kamu datang, ucap Rafa mengelus kepala Celi lembut.
Lili pun menatap Rafa tersenyum, lalu ia mengambil handuk di lehernya Rafa, menghapus keringat di keningnya Rafa.
"Apa kamu sangat lelah?? tanya Celi yang melihat banyaknya keringat di dahi Rafa.
" Itu sudah biasa aku kerjakan,, dan apa yang kamu bawa?? tanya Rafa mengalihkan pembicaraan, tak tega melihat Celi yang tampak begitu yakin dengan sandiwaranya.
"Aku bawa makan siang,, aku ingat tadi pagi kamu buru-buru, dan melupakan sarapan pagimu, jadi aku pikir, tak salahnya aku datang membawa bekal ini sekaligus melihat tempat kerjamu, ucap Celi tersenyum manis.
Cup
Rafa mencium pipi Celi, hatinya menghangat bila melihat senyum indah yang terukir di bibir ranum itu.
Kalau saja ini di ruangannya, sudah tentu ia tak akan melewatkan bibir ranum itu.
Setelah Rafa menghabiskan makan siangnya bersama Celi, Celi pun pamit pulang karena tak enak, dianggap menganggu kerja dan para kariawan yang lain akan merasa keberatan bila Rafa hanya ngobrol dengannya dan tak bekerja.
Saat Celi melewati beberapa kariawan, menuju keluar dari kantor itu, banyak tatapan mata melihat Celi yang begitu anggun dan lembut, bahkan sangat ramah pada kariawan yang berpapasan padanya.
Rafa yang menyadari tatapan itu pada Celi, menatap tajam para kariawan seolah ingin menguliti mereka.
" Jaga mata kalian bila masih ingin melihat dunia ini.!!!
Next
__ADS_1
Mohon tinggalkan jejak ya Guys Salam Arthor.