
Sudah lebih seminggu Atika dan Rafa, meninggalkan kita B dan pak Danu yang sudah bekerja di pabrik.
Pak Danu sempat tak enak hati, karena Rafa memaksa pak Danu tinggal di Vila selamanya. Pak Danu hanya tak ingin terlalu membebani Rafa yang selalu memberinya perhatian lebih.
Pekerjaan yang di berikan Rafa saja sudah membuat pak Danu kurang nyaman, tapi pak Danu tak bisa menolak, karena Rafa begitu menghargainya sebagai orang tuanya juga.
Persiapan pernikahan Rafa dan Atika, mencapai 75%, waktu untuk menjadikan Atika milik Rafa seutuhnya tinggal seminggu lagi, tapi bagi Rafa bagaikan setahun.
Saat ini Rafa dan Atika serta Felix, mendatangi butik yang merancang gaun pernikahan Atika dan Rafa.
Felix yang dulunya begitu di manjakan mertuanya, melakukan hal yang sama pada Atika,.ia merasa Atika sama sepertinya yang sangat merindukan perhatian dan kasih sayang dari seorang ibu, hingga Felix tidak ingin Atika bersedih di saat hari pernikahannya tanpa sosok seorang ibu yang melahirkannya.
Setiap ibu, tentu punya mimpi yang sama, menyaksikan putrinya menikah dengan laki-laki yang mencintai putrinya adalah momen yang begitu berharga, karena melihat putrinya bahagia tentu bagai mewujudkan mimpi yang sangat panjang.
Felix sadar, nasibnya dan Atika tidak jauh berbeda, tanpa seorang ibu melalui hidup yang begitu keras sangat butuh perjuangan. Atika berjuang demi ayahnya, dan Felix berjuang demi adik-adiknya.
Atika yang di bantu Felix dan dua orang pelayan butik mencoba gaun pengantin yang sangat indah dan di rancang khusus untuknya, sangat cocok dan pas di tubuh Atika, menambah aura kecantikan Atika yang natural dan kulitnya yang putih.
"Kau sangat cantik sayang, Rafa pasti tidak akan berkedip saat melihatmu ke luar dari ruang ganti ini, ucap Felix yang takjub pada kecantikan Atika yang bertambah dengan gaun pengantin yang di kenakan Atika.
"Ah momy bisa aja, ucap Atika tersenyum malu, karena calon mertuanya yang sangat antusias itu.
"Momy yakin sayang, kamu memang sangat cantik, momy saja sampai pangling, apa lagi anak nakal itu, ucap Felix yang tak menghiraukan Atika yang semakin malu karena begitu di puja oleh calon mertuanya itu.
"Makasih mom, ini juga berkat Mony, ucap Atika haru, sungguh ia sangat bersyukur punya calon mertua yang sangat baik dan menyanyanginya seperti putrinya sendiri.
__ADS_1
"Hei, jangan bicara begitu, kau pantas mendapatkan kebahagiaan ini sayang, dan Momy sangat bersyukur Tuhan mengirim mu jadi menantu momy, dan jangan pernah kau sendiri sekarang, karena momy akan selalu ada untuk mu, ucap Felix memeluk Atika yang meneteskan air matanya.
"Tika berjanji mom, tidak akan pernah mengecewakan momy, kasih sayang momy sungguh sangat berarti bagi Tika, karena Tika tidak melihat momy dari sudut pandang ibu mertua saja, tapi bagi Tika momy adalah ibu Tika saat ini dan seterusnya, ucap Atika membuat Felix menangis haru.
"Tetaplah jadi Putri momy, dan berbahagialah dengan Rafa, kalian adalah hidup momy, ucap Felix, menghapus air mata Atika yang meleleh di pipi mulusnya itu.
Felix pun membawa Atika keluar dari ruang ganti, Rafa yang melihat Atika dan Momy nya keluar dan berdiri di hadapannya tercengang, melihat Atika bak putri Yunani, apa lagi rambut Atika yang di kepang satu, menambah kesan bagi Rafa bagaikan mempersunting putri raja di jaman Yunani.
"Hapus air liur mu itu anak nakal, jangan sampai kau kehabisan liur mu karena melihat putri momy yang cantik ini, ucap Felix membuat Rafa tersadar dari bengongnya dan sangat malu, karena ketahuan begitu mendamba Atika yang berdiri begitu cantik dengan gaun pengantin yang di kenakan Atika.
"Apa sih mom, ucap Rafa yang kesal pada Felix yang membuatnya malu di hadapan Atika.
Atika tersenyum canggung, tatapan lekat Rafa dapat di artikan Atika sangat memujanya saat ini, dan Atika pun menunduk malu.
Atika tak menjawab, hanya mengangguk malu, karena situasinya mereka tidak berdua dalam ruangan itu, dan jujur Atika sangat bahagia karena Rafa begitu mendambanya.
Rafa yang melihat Atika mengangguk, tidak menyia-nyiakan kesempatan yang tidak akan datang dua kali, secepat kilat Rafa mencium Atika tak perduli momy nya yang mendengus kesal dan meninggalkan calon pengantin baru itu menikmati kemesraannya.
"Kau sangat cantik sayang, ucap Rafa membelai wajah Atika lembut.
"Kau juga sangat tampan, mengenakan tuxedo itu, ucap Atika balik memuji Rafa.
"Aku mencintaimu, ucap Rafa melingkarkan tangannya di perut Atika, memeluknya dari belakang, dan mencium Atika dari samping.
"Aku juga mencintai mu, sahut Atika menyandarkan kepalanya di dada Rafa, menggenggam jemari Rafa erat.
__ADS_1
"Setelah menikah kau boleh mengurungnya sampai seminggu, dan cepat ganti baju karena kita akan melihat cincin pernikahan kalian, ucap Felix yang muncul tiba-tiba, mengacaukan kemesraan Rafa dan Atika.
"Mom, kenapa Rafa seperti pencuri sih setiap ada momy, ucap Rafa yang kesal karena sudah terganggu bermesraan dengan Atika.
"Hei.!!! beraninya mengatai momy begitu, masih untung momy baik hati memberi waktu lima menit untuk mu anak nakal, karena momy sangat bahagia saat ini, kalau tidak momy tidak akan membiarkanmu mencium putri momy tadi, hardik Felix sewot pada Rafa yang kesal.
"Jangan bicara begitu pada momy, ucap Atika karena Rafa suka sekali membuat sang momy meledak-ledak seperti kompor gas.
"Maaf sayang, ucap Rafa terkekeh melihat momy nya yang kesal, namun langsung tersenyum saat Atika membelanya.
Rafa sangat bahagia, karena momy nya sangat menyayangi Atika, walau terkadang Rafa kesal momy nya selalu saja menganggu kesenangannya saat bersama Atika, bagi Rafa itu tidak masalah, dengan Atika begitu nyaman dan bahagia bersama momy nya itu sudah membuktikan Atika seperti memiliki ibu lagi.
Rafa, Atika dan Felix pun meninggalkan butik tersebut, dan melanjutkan urusan mereka yang akan melihat cincin pernikahan Rafa dan Atika.
Namun mereka lebih dulu makan siang di tempat favorit Felix, warung sederhana, yang menyajikan masakan khas dari kampungnya, membuat Felix selalu terobati bila merindukan kampung halamannya.
Atika yang punya selera yang sama dengan Felix, tersenyum sumringah melihat warung makan yang tidak membutuhkan makan pakai sendok makan dan garpu itu, mengingat Atika yang jauh di katakan dulunya hidup cukup, kini momen saat ini seolah menghangatnya pada Atika yang bebas melakukan kesenangannya.
Mereka makan begitu lahapnya, dan jangan tanya Rafa yang sudah berkali-kali geleng kepala, melihat dua wanita yang menghangatkan hatinya itu, begitu antusias menikmati makan siang yang begitu heboh dan sangat menyenangkan.
Next.
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
Salam Arthor.
__ADS_1