Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Memberikan Pelajaran Pada Wanita Gila.


__ADS_3

Melihat Atika terlelap dan nyaman dengan tidurnya, Rafa pun menemui Dady nya di ruang kerjanya.


"Istrimu sudah tidur?? tanya Aliando, yang melihat Rafa masuk ke ruang kerjanya.


"Sudah, aku ingin membicarakan soal Dira, kali ini aku tidak akan membiarkannya hidup bebas, ucap Rafa yang, tak ingin kejadian kemarin terulang pada istrinya.


"Biar itu menjadi urusan Dady, ucap Aliando yang juga tak ingin putranya mengotori tangannya, dengan masalah yang tidak begitu berarti.


"Tidak, aku kenal betul siapa Dira, dia wanita yang bisa melakukan hal apa pun, dan menghalalkan segala cara, dan aku tidak mau, istriku akan jadi target kegilaannya kelak, ucap Rafa membantah Dady nya itu.


"kalau begitu terserah kau saja, ucap Aliando yang tak ingin berdebat dengan putranya itu.


Rafa pun mengangguk paham, ia akan pergi ke markas, mumpung istrinya istirahat, dan ini kesempatannya untuk memberi Dira pelajaran, dan akan mengingat sampai kapan pun, karena Rafa tidak akan mengampuni orang yang sudah berani mengusiknya, apa lagi istrinya.


Rafa pun menghubungi Dewa, untuk mempersiapkan kepergian mereka ke markas, dan memberitahukan kedatangannya ke markas hari ini.


Dewa pun menghubungi anak buahnya yang berada di markas, memberitahukan bahwa bos mereka akan tiba dalam waktu setengah jam ke depan.


Setelah menyampaikan informasi itu, Dewa pun mempersiapkan mobil untuk mengantarkan bosnya itu ke markas, dan tentunya akan menikmati permainan yang begitu takjub nantinya.


Dewa pun membukakan pintu mobil untuk bosnya itu, setelah Rafa masuk, dan sudah duduk nyaman Dewa pun masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


"Sudah kau periksa siapa yang mencoba melakukan kecurangan pada ayah mertuaku?? tanya Rafa dingin.


Kemarin dalam perjalanan pulang, Rafa mendapat laporan dari anak buahnya, bahwa ada yang mencoba memfitnah pak Danu, dan tentu saja membuat Rafa geram, ada orang yang berani melakukan hal itu pada pak Danu.


"Sudah bos, pelakunya adalah pak Amar, manajer di bagian pemasukan barang, sesuai laporan pak Amar di bantu pihak luar yang sengaja ingin menghancurkan pabrik kita, ucap Dewa menjelaskan, membuat Rafa mengepalkan tangannya.


"Urus semua para tikus itu, dan lakukan sesuai rencana biasa, aku ingin lihat sampai mana mereka berani bermain-main denganku, ucap Rafa dingin dan datar.


"Beres bos, sesuai perintah anda, sahut Dewa cepat.

__ADS_1


Mobil pun masuki area markas, para penjaga yang mengenali mobil bosnya itu pun ,langsung menunduk hormat, dan para pengawal lainnya sudah berdiri tegap memberi hormat, saat Rafa turun dari mobil dan berjalan dengan tatapan yang tajam dan wajah yang terlihat sangar.


Pengawal itu pun membawa dan menunjukkan tempat di mana tawanan mereka berada, membukakan pintu agar Rafa leluasa masuk melihat tiga serangga yang sudah berani mengusiknya.


Saat Rafa masuk, ia melihat dua preman bayaran itu sudah babak belur, dan sangat memprihatinkan, tapi tidak dengan Dira yang duduk di kursi kayu dengan posisi terikat.


Dira yang melihat kedatangan Rafa pun, ketakutan, badannya bergetar, ia sangat menyesal sudah terlalu jauh membuat masalah pada Rafa, dan ia tahu betul bagai mana sifat Rafa yang sesungguhnya.


"Apa kau takut Hem?? ucap Rafa melihat Dira yang terlihat pucat saat menatapnya, dan tangannya yang gemetar terlihat jelas Dira ketakutan.


"Mm maaf, ucap Dira lirih, bibirnya bergetar hebat, melihat wajah datar dan dingin itu, Dira yakin ia tidak akan mendapat pengampunan kali ini.


"Maaf katamu, sudah berani menghina istri dan Momy ku, dan menculik mereka dengan melibatkan para laki-laki yang tak berguna itu, kau masih bisa mengatakan maaf?? ucap Rafa geram dan menampar Dira.


Plakkkk


Darah segar pun mengalir dari sudut bibir Dira, wajahnya terasa panas akibat tamparan yang lumayan keras dari Rafa.


"Tidak.!! jangan tuan kami mohon, ampuni kami, ucap ke dua preman bayaran itu memohon ampunan dari Rafa.


"Siapa kau bisa merubah keputusan ku.!! ucap Rafa membuat ke dua preman bayaran itu bungkam.


"Maafkan kami tuan, ampuni kami, hanya kata-kata itulah yang dapat mereka ucapkan karena siapa pun tak akan bisa menyelamatkan mereka saat ini, bahkan wanita gila yang sudah menyuruh mereka pun juga di ambang ke matiannya juga.


"Siapa pun orang yang sudah berani mengusikku tidak akan bernafas keluar dari tempat ini, karena kalian sudah sangat berani, maka akibatnya akan kalian tanggung sendiri.!! ucap Rafa memberi kode pada anak buahnya, agar melakukan perintahnya.


Sraakk.


Tangan salah seorang preman bayaran itu pun terpotong dan jatuh ke lantai dan darah segar mengalir deras dan bau anyir pun memenuhi ruangan itu.


Dira dan preman satunya lagi, merasakan tubuhnya lemas, badan mereka pun bergetar hebat, melihat tangan yang terputus dan terlempar di lantai, dan darah yang cukup banyak mengalir di lantai membuat Dira mual dan kepalanya pusing, hingga tatapan matanya berkunang-kunang, dan Dira tak sadarkan diri.

__ADS_1


Melihat Dira tak sadarkan diri, Rafa pun menyuruh anak buahnya, menyiram Dira pakai air agar sadar kembali.


Byuurr.


Air pun membasahi seluruh tubuh Dira, dan Dira pun tersentak sadar dari pingsannya, Rafa sengaja menyuruh Dira di siram dengan air dingin, ia ingin Dira menyaksikan semua yang akan ia perbuat pada preman bayaran yang membatu Dira melakukan penculikan pada istri dan Momy nya.


"Potong tangan yang sudah berani menyentuh momy ku.!! ucap Rafa lagi dan anak buahnya pun melakukan perintahnya.


Sreekk


Lagi dan lagi Dira melihat hal mengerikan itu, hingga ia pun semakin tak sanggup lagi, Dira menangis menyesali perbuatannya yang sudah begitu berani berurusan dengan Rafa.


"Bagai mana, apa cukup menarik?? tanya Rafa mendekati Dira yang lemas dan tubuhnya bergetar hebat.


"Ampuni aku, ku mohon jangan lakukan itu padaku, ucap Dira memohon dan air matanya menetes deras, karena ketakutan, membayangkan tangannya juga di potong.


"Cih.!!! aku bahkan sudah pernah mengampuni mu, tapi kau masih ingin bermain-main denganku, dan jangan kau kira aku melepaskan mu dulu, bukan karena tidak tahu rencana kotor dan licik mu itu, aku hanya memberimu kesempatan untuk berubah dan hidup baik di luar sana, dengan ke baikan ku melepas mu waktu itu, ucap Rafa membuat Dira bungkam dan menyadari kebodohannya, menyia-nyiakan kesempatan yang sudah di berikan Rafa padanya.


"Aku berjanji tidak akan mengulangi lagi, ku mohon ampuni aku kali ini, aku akan mengingat semua ini dan akan pergi jauh dari negara ini, ucap Dira mencoba memohon pada Rafa, dan berharap Rafa mengampuninya dan melepaskannya.


"Aku tidak akan mengulangi hal yang sama seperti dulu, itu sama saja aku akan mencari bom waktu dari mu, dan aku tahu wanita seperti mu tidak akan mudah menyerah, sampai tujuanmu tercapai, ucap Rafa membuat pupus sudah harapan Dira yang memohon mati-matian.


"kurung dia di penjara bawah tanah.!! ucap Rafa telak membuat Dira teriak histeris.


"Tidaakkkk.!!!!!


"Nikmatilah sisa hidup mu di sana, dan inilah akibatnya sudah berani mengusikku, ucap Rafa dingin dan meninggalkan ruangan yang sangat bau anyir itu.


Next.


Jangan lupa jejaknya ya Guys.

__ADS_1


Salam Arthor.


__ADS_2