
Ando yang sudah pulang dari kantor pun merasa lelah, di pikirannya hanya felix yang telah mendiaminya, sampai kapan dia akan diam terus, namun ando yang tak tahan pun berinisiatif untuk bicara diluan agar tak berlarut pikirnya.
Saat ando memasuki kamarnya ia melihat istrinya sedang di balkon kamar mereka sedang duduk santai disana, namun ando tak langsung mendapati felix, ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dulu, saat mendengar suara pintu kamar mandi felix menoleh, dan tahu kalau suaminya sudah pulang, dan ia pun bepikir tak ingin egonya menguasai perasaannya pun berencana untuk bicara pada ando.
Felix pun masuk kekamarnya dan mengambil baju ando dan merasa dengan cara ini ando paham kalau ia sudah tak marah pada suaminya.
Ando yang keluar dari kamar mandi pun melihat bajunya terletak di atas sofa, lalu ia melirik felix yang duduk di tepi ranjang dan menundukkan kepalanya tak berani menatap suaminya itu.
Sesaat ando berpikir untuk memancing felix apakah istrinya akan bicara diluan dan hanya diam.
Felix yang sadar karena suaminya masih taj ingin bicara pun mulai gelisah, oa pikir suaminya akan peka dengan mempersiapkan baju gantinya ternyata harapannya salah.
Felix memberanikan diri menatap suaminya, dan melihat ando malah sibuk pada laptopnya, felix yang merasa di abaikan pun merasa sakit dadanya sesak karena sikap ando yang tak perduli, namun ia tak menyerah dan menepis rasa sakit di hatinya dan ingin mulai bicara.
Ndo,,! pangilnya lembut
Ando yang mendengar namanya di sebut menatap felix sebentar dan tak menjawab.
Ando.!! panggil felix lagi
Hmm, sahut ando hanya berdehem
Aku minta maaf, ucap felix menunduk dengan mata yang sudah berkaca kaca.
Kau tak salah tak perlu minta maaf, ucap ando seadanya.
Maaf karena telah mendiamimu, ucap felix lagi.
Aku bilang kau tak salah, sahut ando yang masih sedikit cuek.
Felix yang semakin sakit dan sesak di dadanya karena sikap ando yang ketus tak dapat menahan tangis yang ia tahan dari tadi, akhirnya buliran bening itu pun mengalir membasahi pipinya.
Ando yang mendengar isak tangis istrinya pun merasa dadanya berdenyut, ia sudah kelewatan membuat istrinya menagis lagi, tapi sedikit senang karena felix bicara padanya.
__ADS_1
Ando menutup laptopnya dan beranjak mendekati felix dan bersimpuh tepat di depan felix.
Maaf,,
Yang pantas itu aku yang minta maaf karena tak mengerti perasaanmu, ucap ando mengenggam erat tangan felix.
Felix yang merasakan genggaman dan ucapannya suaminya pun menatap sendu dengan air mata yang masih menetes dari pelupuk matanya.
Jangan menagis lagi itu tak baik buat anak kita, kalau kamu stres perkembangan janinnya juga sangat pengaruh, aku mohon jangan mendiamiku, apa kau tahu aku dangat sakit saat kau diam dan tak ingin ku sentuh, aku merasa separuh nyawaku hilang, maaf kalau kau marah dengan sikapku waktu itu.
Aku juga tersiksa saat kau juga diam dan tidur di sofa, aku mengira kau sudah tak mau menyentuhku lagi, dan maaf aku egoi karena menepismu saat kau menyentuhku, ucap felix disela tangisnya.
Jangan menamgis lagi sayang,, menghapus air mata felix dengan jarinya dan ando mencium keningnya dan tangannya turun pada perut felix yang masih rata.
Anak kita akan ikut sedih kalau mommynya sedih sayang, mencium perut rata istrinya, dan membawa felix dalam dekapannya.
Akhirnya ando kembali merasakan tubuh hangat istrinya, karena ia tak tahan berlama lama tak bersentuhan dengan felix.
Felix yang merasa nyaman pun, sudah berhenti dari tangisnya, lalu mempererat dekapannya, seolah ia sangat merindukan suaminya, padahal hanya sehari mereka tak bicara namun itulah perasaan cinta pada suaminya itu.
****
Pagi harinya ando sudah tak mendapati felix di kamarnya, ando tahu betul kalau istrinya selalu bangun awal untuk membuat sarapan dan mempersiapkan kebutuhannya untuk ke kantor.
Ando yang sudah selesai dengan pakaian kantornya berjalan keluar dari kamar menuruni tangga dan akan menikmati sarapan paginya.
Pagi mih pih, sapa ando saat sudah tiba di ruang makan.
Pagi istriku sayang..
Pagi, sahut papi maminya bersaman.
Sementara felix merasa malu saat ando bersikap manis saat di depan papi dan maminya.
__ADS_1
Selamat pagi kakakku yang lebay,, sahut fero sengaja meledek ando, felix malah semaki malu karena fero masih mengolok ando.
Huhhh,,, anak kecil tahu apa sih.! ucap ando pura pura kesal.
Hahahaa, tawa fero saat tahu kakak iparnya itu kesal padanya.
Anak kecil.?? sahut fero memutar bola matanya malas.
Tentu,, kau kan memang masih kecil dan masih bau kencur, sahut ando disela makannya.
Kalau kakak tahu aku masih kecil, kenapa merusak pendengaranku dengan bersapa mesra pada kak felix, itu kan tidak baik untuk anak kecil sepertiku, sahut fero menampilkan wajah imutnya.
Sikap fero yang demikian membuat semua yang di meja makan tersenyum senang karena ando selalu kalah saat bicara pada fero.
Sudah,! jangan saling ejek lagi nanti kalian terlambat, cepat habiskan sarapan kalian, sahut papi yang menyudahi pembicaraan ando dan fero yang selalu berdebat.
Aku berangkat mih pih, ucap ando yang hendak pergi ke kantor.
Felix pun mengantar suaminya sampai depan serta membawakan tas kantor ando.
Sayang aku berangkat, ingat jangan kelelahan tak baik untuk kandunganmu ucap ando mencium kening istrinya hangat lalu mencium perut rata istrinya sangat lembut.
Iya,, hati hati di jalan dan cepatlah pulang, sahut felix tersenyum hangat.
Baiklah aku akan cepat pulang agar istriku ini tak hawatir dan merindukan suami tampannya ini, mengedipkan matanya menjahili istrinya sebelum masuk kedalam mobilnya.
Dasarrr,, pintar sekali gombar ucap felix malu namun ia senang karena memang sangat ingin terus dekat suaminya, entah karena keinginan anak dalam kandungannya, namun ia memang sangat ingin di manja, tapi dia tak ingin egois suaminya harus tetap bekerja, meski kalau ia memnta pun agar ando tak bekerja ando akan menuruti, namun felix tak ingin kehamilannya membuatnya menjadi wanita manja, dia tetaplah felix yang selalu bisa menepis segala hal yang tak bermanfaat menurutnya.
Manja sih boleh saja, apa lagi dengan suami sendiri, namun felix tahu waktunya dan di tempatkan saat kapan, yah mingkin karena felix dari dulu sudah menjadi pribadi yang mandiri, dan bertanggung jawab dengan kedua adiknya, jadi ia tak seperti kebanyakan wanita lain saat hamil kebanyakan merengek tak jelas.
Felix yang menatap kepergian suaminya pun tersenyum ceria, karena sudah berbaikkan, dan ia merasa ando selalu tahu perasaannya dan tak ingin lagi menyakitinya seperti dulu.
Felix pun masuk ke dalam dengan perasaan damai karena merasa ando sangat memperhatikan dan menghawatirkannya.
__ADS_1
Maaf ya gaess kalau Upnua lama, semoga kalian bahagia, dukung terus ya gaes karya recehanku ini.
Thanks