Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Kemurkaan Rafa


__ADS_3

Rafa saat ini tidak bisa berpikir jernih, ia merasa surat yang di bacanya, dan kesedihan yang ia lihat di mansionnya, di anggap sebagai lelucon, ia mengira itu hanya permainan keluarganya, yang mengerjainya.


Rafa yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia pun, sudah sampai di mansion Levi Quera.


Rafa turun dari mobilnya dan ia pun berjalan cepat, tak memperdulikan beberapa pengawal yang menyapanya.


Saat Rafa sudah masuk ia melihat Levi yang duduk termenung di samping jendela.


Tatapannya kosong, dan terlihat wajah sendu terpancar dari pria paruh baya itu.


Levi yang melamun tak menyadari Rafa yang sudah berdiri di hadapannya.


Yayuk yang baru keluar dari kamarnya, dan turun ke bawah, melihat Rafa yang berdiri di hadapan suaminya, namun suaminya seperti tak menyadari ada sosok seseorang berdiri di depannya.


"Rafa


Yayuk pun berjalan mendekati Rafa dan suaminya, dan Rafa yang di panggil pun menoleh, ternyata momy nya Celi yang memanggilnya.


" Maaf nak, ucap Yayuk tertunduk malu, pada Rafa, karena putrinya sudah menyakiti perasaan pria yang berdiri di hadapannya itu, dan kedatangan Rafa pasti ingin minta kejelasan dari kami, pikir Yayuk.


Levi yang mendengar suara istrinya pun, tersadar dari lamunannya, dan ia pun terkejut melihat Rafa yang berdiri di hadapannya.


'Apa kalian bisa jelaskan padaku?? ucap Rafa yang tak ingin lagi basa-basi.


Yayuk yang mendengar pertanyaan Rafa hanya menangis, ia tak sanggup untuk menjelaskan, bahkan mereka tidak tahu di mana saat ini keberadaan Celi, padahal suaminya sudah menyuruh orang kepercayaannya, untuk melacak keberadaan Celi, namun hasilnya masih nihil.


"Duduklah Nak, ucap dadynya Celi, ia juga tak ingin jadi laki-laki pengecut, yang menghindar dari Rafa, dan ia akan jelaskan apa yang ia tahu, dan tentunya ia juga merasakan sakit, karena putrinya pergi meninggalkan mereka.


Rafa pun duduk, ia hanya diam, menantikan kejelasan dari Levi Quera.


" Untuk semua yang terjadi, kami minta maaf, dan kami tidak tahu persis kejadiannya bagai mana.


saat kami akan sarapan bersama, Nana yang kami suruh, memanggil Celi ke kamarnya untuk sarapan, tak menemukan Celi di kamar, tapi hanya menemukan tiga amplop surat, yang di tujukan pada kami, momy mu dan juga kau Rafa.


"Saat kami membaca surat itu, jujur kami juga merasa hancur dan mengetahui bahwa putri kami sudah di jebak laki-laki yang bernama Refan, dan dia adalah kelasih Celi di masa lalu.


" Karena satu kejadian, Refan menyembunyikan dirinya hingga dia bisa bangkit lagi dan bisa melihat, karena kecelakaan pesawat yang terbakar, membuat Refan mengalami kebutaan.

__ADS_1


"Selama dua tahun Celi masih bisa bertahan, dan meyakinkan dirinya, bahwa Refan masih hidup.


" Celi yang sudah pupus harapan, dan menerima Refan yang memang sudah tiada, hingga Celi, bisa melupakan Refan secara perlahan, dan bertemu denganmu dan kalian yang saling mencintai.


"Refan yang tidak terima, karena melihat Celi sudah bersamamu, dan tak rela Celi jadi milik siapa pun selain dia, berencana untuk bertemu Celi, hingga Celi percaya karena Refan mengatakan akan mengikhlaskan Celi padamu asal ia mau bertemu untuk yang terakhir kalinya.


" Celi yang tak curiga, dan tak ingin egois, karena bagai mana pun juga Refan pernah singgah di hatinya, hingga Celi pergi menemui Refan ke apartemennya.


"Ternyata di balik permohonan Refan, dia sudah mengatur rencana licik untuk membuat Celi akan menjadi miliknya, hingga ia melakukan hal yang membuat Celi hancur dan meninggalkan kita.


Selama Levi bicara, Rafa begitu terlihat emosi, dan beberapa kali ia mengepalkan tangannya.


"Dimana laki-laki b*****k itu sekarang.!! dan tolong jangan halangi saya, ucap Rafa menekankan kata-katanya pada Levi.


Levi pun menghela nafasnya berat, ia yakin Rafa akan bertindak brutal pada Refan, tapi ia sudah tak perduli lagi, biarlah Refan mendapatkan ganjaran dari perbuatannya.


Levi pun memberitahukan Refan yang tinggal di apartemen, di jalan B, ia sudah tidak punya pilihan, dan ia tahu Rafa akan ke sana untuk menghajar Refan.


Setelah Levi memberitahukan Refan berada di apartemennya, Rafa langsung pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Sambil berjalan Rafa pun menghubungi Dewa agar meluncur lebih dulu ke apartemen untuk membekuk Refan.


Rafa yang sudah tiba di apartemen Refan, dan Dewa yang sudah siap siaga menanti kedatangan Rafa di sana.


Dewa pun membuka pintu apartemen, mempersilahkan Rafa masuk untuk melihat Refan yang sudah babak belur karena sempat melakukan perlawanan.


Rafa yang melihat Refan langsung menatap tajam dan sinis, rahangnya mengeras dan ia sudah tidak sabar ingin menghabisi Refan saat ini juga.


"Cih..!!!!


Rafa meludahi Refan yang juga menatap Rafa tak kalah sengit.


Rafa pun berjongkok menarik rambut Refan dan mereka saling bersitatap kebencian.


Rafa yang sudah emosinya memuncak pun, tak bisa menahan lagi hingga, ia membenturkan kepala Refan berulang-ulang ke tembok.


Bugh

__ADS_1


Bugh


bugh


Darah segar pun menetes dari kepala Refan, dan Refan pun senakin lemas, karena sebelumnya, anak buah Rafa sudah menghajar Refan dengan brutal.


"Apa yang kau dapat setelah melakukan itu padanya hah.!!! teriak Rafa menggema di apartemen Refan.


" hahahaaa,, Refan tertawa seperti orang gila, perkataan Rafa seolah menamparnya karena ia sudah jadi pria pengecut yang ingin cintanya kembali, melakukan dengan cara bejat.


Rafa yang melihat Refan tertawa, semakin emosi dan menendang Refan berkali-kali.


Bugh


Bugh


Bugh


"Bunuh saja aku.!!! teriak Refan, yang sudah tak tahan, sakit yang di tubuhnya tak seberapa di bandingkan sakit hatinya dengan kepergian Celi, yang jelas akan membencinya selama Celi bernafas.


" Cih..!! Apa kau kira aku sudi mengotori tanganku dengan menghabisi nyawamu?? Aku akan masih ingin melihatmu menderita dengan menangung rasa bersalahmu dan kebencian Celi, dan aku yakin dia bahkan mengutukmu dis setiap hembusan nafasnya.


Refan pun semakin hancur mendengar Kata-kata Rafa yang menyakitkan hingga ke hulu hatinya.


Rafa yang melihat Refan meratapi penyesalannya, hanya menatap sinis, bahkan rasa iba pun tak ada terbersit di hatinya, karena Refan sudah menghancurkan harapannya, serta menjadikan Celi sebagi wanita satu-satunya, yang mengisi hati dan harinya kelak.


Namun harapan tinggallah harapan, rencana yang sudah ia susun rapi untuk melamar Celi saat kepulangannya dari negara xx, hanya mimpi belaka, bahkan tidak hanya menyakiti perasaannya, juga perasaan wanita yang sangat berharga di hidup Rafa yaitu sang momy.


Rafa yang teringat dengan sang momy, jadi merasa bersalah karena sudah tak menghiraukan momy nya tadi karena terlalu kalut dan emosi.


Rafa yakin momy nya juga sangat terpukul dengan kejadian ini, hingga Rafa memutuskan untuk pergi dari apaertemen Refan, dan akan pulang ke mansion untuk melihat keadaan sang momy.


"Kalian urus dia.!! ucap Rafa yang berlalu pergi, tanpa menoleh ke arah Refan yang merintih kesakitan dan tangis pilunya.


Next


Jangan lupa jejaknya ya Guys.

__ADS_1


Salam Arthor.


__ADS_2