Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Siska Yang Berambisi.


__ADS_3

Setelah Rafa dan selesai dengan pemeriksaan kandungannya, dan hasilnya cukup memuaskan keduanya, karena anak dalam kandungan Atika sehat dan sangat aktif, membuat Atika sedikit kewalahan karena memang anak dalam kandungannya bergerak hebat di dalam sana, dan sebagai calon seorang ibu, Atika sudah tidak sabar menunggu kelahiran anak nya itu, hasil dari buah cintanya bersama suami tampannya itu.


Siska yang melihat Rafa dan Atika , keluar dari ruangan dokter Lala, tersenyum licik, berpikir untuk mengunakan kesempatan mengambil perhatian sang tuan muda.


"Silahkan tuan muda..! bicara lebih dulu, agar para perawat lainya yang juga menunggu di depan ruangan dokter Lala, tidak mendahuluinya menyapa tuan muda itu, dan perhatian tuan muda akan sepenuhnya pada sumber suara yang menyapanya, begitulah kira-kira pikiran Siska.


Namun hal hasil, meski ia menyapa lebih dulu, tidak merubah sikap Rafa, yang sama sekali tidak melirik Siska sedikit pun, malah menunjukkan wajah dingin dan datar, namun Atika sedikit tersenyum canggung, karena ia sudah bisa menebak apa yang di pikirkan gadis itu, dan menatap suaminya yang terlihat muak dengan penampakan yang ada di depan mereka saat ini.


Lain halnya dengan Maya, yang semakin emosi dan geram melihat tingkah Siska, yang masih bersikap ganjen di hadapan tuan muda, padahal nona muda jelas ada bersama tuan muda itu.


Rafa yang memang tak ingin berlama-lama, di rumah sakit itu, apa lagi mata dan pemandangannya sakit melihat penampakan di depannya, langsung merangkul Atika mesra dan mengajak Atika pergi dari tempat mereka berdiri, dan secepatnya meninggalkan rumah sakit.


"Ayo sayang, aku nggak mau kamu sakit, karena betlama - lama menghirup udara yang berbau obat-obatan, itu nggak baik untuk kesehatanmu juga anak kita, ujar Rafa sambil membawa Atika dalam rangkulannya.


Atika yang tahu suaminya kesal, hanya menurut saja, dan tersenyum manis pada Rafa, dan hal itu membuat Siska mengepalkan tangannya, menganggap senyuman Atika seolah mengejeknya, yang tidak mendapat respon apa pun dari tuan muda itu.


Setelah kepergian Rafa dan Atika, Maya yang melihat Siska kesal, sampai mengepalkan tangannya, tertawa terbahak, karena Siska bukannya mendapatkan sapaan, namun justru melihat perhatian tulus sang tuan muda.


"Hahaha, kasihan sekali kau Siska.! apa kau sudah melihat dengan jelas, bagai mana perduli nya tuan muda pada mu?? Kau hanya sebatas mahluk yang tak terlihat bagi tuan muda.!! Hahaaaa. Maya semakin terbahak melihat Siska yang mengeram marah padanya, dan Siska sangat malu karena di tertawai Maya.


"Tertawa lah sepuas mu.!! karena semakin tuan muda bersikap demikian, semakin aku tertantang untuk mendapatkannya, dan ingatlah, saat dimana aku mendapatkan itu semua, kita lihat apa yang akan kau dapatkan, aku akan menendang mu dari rumah sakit ini, karena aku akan menjadi nona muda Rafa Widodo.!! ujar Siska percaya diri, dan menatap Maya sinis, dan berlalu meninggalkan maya dan yang lainya melotot, terpaku di tempatnya, karena tak habis pikir dengan ucapan Siska barusan, yang sangat percaya diri dengan ucapannya itu.

__ADS_1


Sementara di tempat yang berbeda, Rafa bukanya mengantarkan Atika kembali ke mansion, malah membawa Atika ke kantor, dan semua karyawan pun terlihat kagum dengan pemandangan langkah ini, karena baru kali ini mereka melihat nona muda mereka dengan sangat dekat dan ini pertama kalinya tuan muda mereka membawa istrinya ke kantor.


Atika yang memang sangat ramah, tersenyum manis pada setiap karyawan yang menyapa nya dan Rafa. Membuat para karyawan bisa menilai, bahwa Atika wanita yang tidak sombong dan angkuh, seperti kebanyakan gadis, yang kalau sudah sedikit saja derajatnya naik, maka bersikap angkuh dan sinis dengan posisi barunya, tapi tidak dengan Atika yang begitu ramah dan sangat polos.


Dewa yang melihat tuan mudanya membawa Atika ke kantor juga sedikit heran, karena Rafa memang tidak pernah membawa Atika ke kantor, dan para karyawan dan koleganya pun hanya bisa mengenal Atika sebatas di pesta, atau pertemuan penting saja.


"Selamat datang nona muda, tampaknya semua karyawan terlihat senang melihat anda datang berkunjung ke kantor, ujar Dewa, menyambut dan menyapa Atika dan Rafa.


Namun bukanya mendapatkan jawaban yang manis, Dewa malah mendapat tatapan tajam dari Atika, karena menyapanya dengan sebutan Nona muda, dan itu membuat Atika kesal.


Rafa yang tahu kekesalan istrinya, juga menatap tajam pada Dewa, dan yang di tatap pun, menelan ludahnya kasar, tak tahu apa kesalahannya.


" Maaf tuan muda, ujar Dewa menunduk, dan masih bingung, serta bertanya-tanya dalam hati, kenapa jadi dia yang di salahkan dan membuat Atika kesal, padahal saya begitu sopan saat menyapa pasangan suami istri itu, pikir Dewa masih tak paham.


"Maaf, maaf.!! kau lupa kalau istriku menganggap mu sebagai apa??


" Tidak tuan muda, saya ingat dengan itu, ujar Dewa menjawab pertanyaan Rafa.


"Lalu?? kenapa kau menyapanya dengan embel-embel Nona muda, apa begitu cara bicara pada seorang kakak pada adiknya, terlihat ada batasan?? ujar Rafa yang semakin geram karena Dewa sangat lama loading nya.


" Maaf, maaf, aku saya bukan bermaksud apa-apa, itu saya lakukan karena ini di lingkungan kantor, ujar Dewa menjawab dengan seadanya.

__ADS_1


"Mau di kantor, atau pun di mana saja, kalau sekali kakak ya tetap kakak, memangnya kau menandatangani kontrak pada istriku, yang hanya menganggapnya saja adik saat di rumah saja, hem?? ujar Rafa geram.


Ucapan Rafa barusan, justru malah membuat Dewa terharu, ternyata segitu berharganya ia sebagai kakak bagi Atika, hingga tak melihat batasan apa pun.


"Tetaplah menjadi kakak untuk ku, karena aku bangga menjadi adikmu, ujar Atika tersenyum hangat pada Dewa, yang matanya sudah berkaca-kaca, karena Atika sangat tulus menjadikannya seorang kakak, dan bangga menjadi adiknya.


" Sudah.!! hapus ingus mu itu, kau sangat jorok, bisa-bisa, anakku jadi ikutan ingusan sepertimu, ujar Rafa, sengaja meledek Dewa, yang melihat Dewa terharu, dan terbawa suasana, tapi ia senang, karena istrinya, memilih Dewa sebagai saudara laki-laki nya, dan akan seterusnya demikian, dan Rafa pun akan merubah sikap sebenarnya pada Dewa, karena bagai mana pun, Dewa sudah menjadi bagian dari istrinya, tentunya Rafa akan menghormati kakak dari istrinya itu.


"Yang menetes, air mataku, bukan ingus ku.!! ujar Dewa, sembari menghapus air matanya yang sempat menetes.


Atika yang ikut terharu pun, berjalan menuju Dewa, lalu tanpa sungkan memeluk Dewa, namun Dewa sempat kaki tak berani, membalas pelukan Atika, karena bagai mana pun juga meski sebagai kakak, ia juga harus menjaga batasannya.


Rafa yang melihat Dewa sangat enggan dan menatapnya, seolah meminta pendapat, Rafa langsung mengangguk kan kepalanya, pada Dewa, agar membalas pelukan istrinya itu, dan Rafa tidak ada punya rasa atau pun pikiran cemburu dengan hal itu, ia tahu bagai mana sifat istrinya juga Dewa, yang bukan setahun atau dua tahun mengenalnya, dan Dewa mang seorang laki-laki yang baik dan bertanggung jawab, juga punya etika yang baik.


"Kalian sudah selesai?? kalau sudah, ayo masuk, dan tolong suruh karyawan wanita memerankan makanan ringan buat adikmu ini, supaya dia tidak menganggu kita kerja nanti. ujar Rafa, Pura-pura kesal pada keduanya, dan Dewa pun langsung sigap melakukan apa yang di pinta Rafa tadi, Atika hanya tersenyum senang, karena ia berada dekat dua laki-laki yang begitu perduli dan menyayanginya.


Next...


Buat kalian yang masih setia, Terima kasih, dan jangan lupa selalu like dan komen juga vote ya, maaf sudah membuat kalian menunggu lama.


Salam Arthor 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2