
Celi yang baru tiba di rumahnya, berjalan tergesa-gesa, di lihatnya suasana mansion masih sepi, menandakan momy, dady dan Nana, masih belum bangun, hanya beberapa Art yang sedang melakukan aktivitas pagi.
Celi pun masuk kedalam kamarnya, sebelumnya ia sudah menonaktifkan ponselnya agar Rafa tak dapat menghubunginya.
Beberapa pakaiannya sudah masuk ke dalam kopernya, ia melakukan secara cepat, lalu ia menulis surat untuk momy dan dadynya, lalu untuk Felix dan untuk Rafa.
Diletakkannya ketiga surat itu di atas nakas dekat ranjang tidurnya, lalu ia pun bergegas pergi sebelum momy dan dadynya bangun, ia bahkan mengendap-endap keluar dari rumah agar para Art tidak ada yang melihatnya.
Celi pun menyetop taxi, dan mengatakan pada sopir taxi agar mengantarnya menuju bandara.
Taxi yang di tumpangi Celi pun tiba di bandara, dengan buru-buru ia turun, karena tak ingin siapa pun yang tahu tentang kepergiannya.
Setelah Celi mendapatkan tiket pesawatnya, tak lama pengumuman keberangkatan pesawatnya terdengar.
Celi pun bergegas menuju pesawat, sebelum ia masuk, ia berdiri sejenak dan menghebuskan nafasnya berat, dan ia pun menangis, lalu perlahan ia melangkah menapaki anak tangga pesawat dengan perasaan yang berkecamuk.
Di dalam pesawat Celi hanya menangis dalam diam, ia merutuki kebodohannya, karena terlalu yakin pada Refan yang sudah punya rencana yang licik untuk menjebaknya.
Bayangan wajah Rafa yang tersenyum saat melihatnya, selalu terlintas, hingga membuat Celi ingin menjerit di dalam prsawat itu.
"Selamat pagi mom, dady, Nana menyapa ke dua paruh baya itu, yang sudah duduk di meja makan.
" Selamat pagi, sayang, sahut mereka bersamaan.
"Gimana sekolahnya sayang, apa kamu betah, ucap Levi pada Nana yang sudah kembali sekolah.
" Baik dad, anak-anak di sekolah itu juga baik-baik kok, ucap Nana sumringah, karena tempat ia sekolah sangat bagus dan para siswa di sana juga ramah dan sopan.
"Ah, syukurlah, kalau Nana betah sayang, dan ingat kalau ada yang menganggumu dan menyakiti, atau pun membullymu, jangan menutupinya dari kami, ucapYayuk, perhatian.
" Iya mom, Nana akan jujur sama momy dan dady, juga kak Celi, ucap Nana dengan senyum manisnya.
"Itu baru putri momy dan dady, ayo, panggil kakakmu turun untuk sarapan, ucap Yayuk.
Nana pun mengangguk, lalu berjalan menju lantai atas, selama berjalan ia memikirkan ide untuk mengerjai Celi.
Saat di depan pintu kamar, Nana sengaja tidak mengetuk pintu, ia pun langsung menerobos masuk, dan membuka pintu sedikit kuat agar Celi kaget, pikirnya.
Refan
Setelah pintu kamar itu terbuka lebar, Nana tak melihat Celi dan mengira ada di dalam kamar mandi, hingga ia mencoba memanggil Celi.
__ADS_1
" Kak Celi,, apa kakak di dalam??
Tak ada jawaban, dan Nana mengira Celi juga ingin mengerjainya, hingga ia perlahan membuka pintu kamar mandi itu, mengintip, namun Nana tidak melihat keberadaan Celi, hingga ia masuk sepenuhnya ke dalam, dan ternyata kosong.
Nana pun keluar dari kamar mandi, pergi ke arah balkon kamar Celi, juga tidak ada, hingga tak sengaja saat melihat ranjang yang masih rapi, dan tatapannya pun mengarah ke meja nakas yang ada di samping ranjang itu.
Nana berjalan ke arah nakas dan melihat ada tiga amplop, yang bertuliskan, "untuk Momy dan dady", " untuk tante Felix", "untuk Rafa".
Nana yang sudah berpikir macam-macam, berlari turun ke bawah dengan ke tiga amplop itu di tangannya, dan ia pun berteriak saat menuruni anak tangga.
" Mom, dad..!!!!!
Levi dan Yayuk pun heran melihat Nana yang berteriak dan lari, dan tak luput dari pandangan mereka amplop yang ada di tangan Nana.
"Ada apa sayang, kenapa berlari.?? ucap Yayuk panik karena teriakan Nana.
" Ini mom, Nana nemuin ini di kamar kak Celi, dan kak Celi tidak ada di kamarnya, ucap Nana dengan nafas tersengal karena berlari.
Levi dan Yayuk pun saling pandang, apa yang terjadi pikir mereka, dan dengan tangan gemetar Yayuk menerima amploo itu dari tangan Nana.
Yayuk pun membaca tulisab yang ada di amplop itu, dan dengan segera ia membuka amplop itu yang tertuliskan Momy dan dady.
Levi pun terlihat panik, saat istrinya mulai membuka surat itu, dan sudah berdiri di samping sang istri yang ingin tahu apa isi surat tersebut.
Mom, dad, Celi minta maaf karena tidak secara langsung pamit dari momy dan dady.
Celi tahu kalian akan kecewa pada Celi.
Mom,dad, maafkan putrimu ini, Celi sudah buat momy dan dady malu, yang tidak bisa menjaga diri Celi.
Kemarin Celi pergi menemui Refan, dan Celi sudah cerita padanya, bahwa Celi sudah memiliki Rafa, karena tak terima, Refan melakukan hal licik pada Celi, memberi Celi minuman yang sudah di campuri dengan obat, hingga Celi tak sadar, kami melakukan hubungan suami istri, dan Celi sudah kotor Mom,dad.
Maaf, Celi tidak lagi putri kebanggaan momy dan dady, Celi tak pantas lagi jadi putri kalian, dan Celi memutuskan untuk pergi dan jauh dari kalian.
Mom, dad, Celi tahu kalian pasti kecewa, tapi yakinlah mom,dad, semua itu terjadi di luar dugaan dan Celi di jebak Refan.
Celi tak sanggup untuk mengatakan langsung pada kalian, karena Celi tak sanggup melihat wajah kecewa kalian pada Celi, aku pergi mom dad, dan Celi minta maaf yang sebesarnya, Celi sayang momy dan dady.
putrimu
(Celi*)
__ADS_1
Yayuk dan Levi pun menangis pilu, sungguh mereka tak tahu apa yang sudah terjadi pada putri mereka, hingga Celi mengambil keputusan dengan meninggalkan mereka semua.
Levi yang geram pun, tak terima putrinya di perlakukan Refan demikian, berencana akan menghajar Refan karena sudah menghancurkan masa depan putrinya, dan juga Rafa yang begitu mencintai sang putrinya itu.
"Bukannya waktu itu kabarnya Refan sudau meninggal dad, lalu sejak kapan Celi tahu kalau Refan masih hidup?? tanya Yayuk yang masih dengan isak tangisnya.
Nana pun tak tega melihat momy dan dadynya, menangisi kepergian sang kakak, hingga ia memutuskan tidak pergi sekolah, dab ingin menemani sang momy yang sedang bersedih.
" Dady juga tidak tahu mom, dan dady akan cari Refan sekarang juga, dan menghajar pria br*****k itu, karena sudah menyakiti putri kita, ucap Levi pergi dengan langkah cepat, dan sambil menghubungi orang kepercayaannya mencari keberadaan Refan saat ini.
Sementara Refan yang baru membuka mata dari tidur lelapnya, mengerjapkan matanya, saat ia menoleh kesampin, ia tak melihat Celi, dan mengira Celi ada di kamar mandi.
Sesaat ia tersenyum mengingat kejadian semalam, apa lagi saat ia melihat bercak darah, membuat ia semakin bahagia karena Celi akan jadi miliknya seutuhnya.
Refan pun beranjak dari ranjangnya, menuju kamar mandi, saat ia membuka kamar mandi itu, ternyata kosong tak ada siapa pun di dalam.
Refan pun, mengambil celana pendeknya, memakainya, lalu keluar dari kamarnya, mengira Celi ada di ruang tamu atau dapur.
Namun lagi-lagi Refan tak menemukan sosok yang di carinya, hingga ia pun menggeram marah, karena Celi sudah pergi tanpa sepengetahuannya, saat ia melihat pintu apartemennya sudah terbuka dan tidak tertutup rapat, Refan pun menutup kembali pintu itu, berpikir untuk membersihkan diri, lalu ia akan mencari Celi, atau mendatangi rumah Celi bila perlu.
Namun masih beberapa langkah Refan berjalan menuju kamarnya, suara bel berbunyi, dan Refan mengira itu Celi, yang keluar sentar lalu kembali lagi, dia tidak akan pergi lagi, dan tentunya akan memintaku bertanggung jawab atas apa yang terjadi, berkata dalam hati, dan tersenyum hangat, berjalan membuka pintu itu.
Refan pun tergesa membuka, ingin segerah menatap wajah cantik Celi, dan saat pintu terbuka dengan tiba-tiba satu pukulan mengenai wajah tampan Refan.
Bughhhhh
Refan pun mundur beberapa langkah karena pukulan dari anggota Levi, hingga beberapa orang lagi pun muncul dab masuk kedalam apartemen Refan.
Dan saat Refan ingin memaki para orang suruhan Levi, Refan terbelalak kaget, saat melihat Levi Quera berjalan dengan tatapan tajam dan aura membunuhnya.
"Beraninya kau merusak putriku b********k, ucap Levi, menghajar Refan hingga babak belur.
Refan yang di pukul pun tidak melakukan peelawanan sedikit pun, bahkan Levi berkali-kali mendang dada Refan, sama sekali tidak di elak oleh Refan, hingga Levi pun menghentikan pukulannya, menatap Refan yang tak membela diri.
" Cih.!!! manusia b***t.! aku tak akan mengampunimi, karena perbuatanmu putriku pergi dengan segala kehancurab dan keterpurukannya, kalau terjadi sesuatu pada Celi...... Kau.!! bersiaplah mati di tanganku.! ucap Levi berapi-api.
Refan pun menyesali perbuatannya, di tambah lagi ia mendengar Celi pergi, membuat Refan semakin terpukul, ia yang mengira dengan melakukan hal itu pada Celi, maka Celi akan jadi miliknya, ternyata kelakukannya, bukan solusi, namun kehancuran dan penyesalan.
Next
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
__ADS_1
Salam Arthor.