Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Ungkapan Terima Kasih Yang Tulus.


__ADS_3

Kebahagian yang berlipat ganda di rasakan keluarga besar Widodo. Pasang surut kehidupan mereka rasakan dan alami sebelum mengecap nikmatnya kebahagiaan yang membuat mereka tersenyum lepas seperti saat ini.


Widodo yang baru saja mengumumkan bahwa ia pensiun dari kepenatan pekerjaan, dan membagi adil harta miliknya pada anak dan cucunya.


Faronaya dan Feronsia mendapatkan 20℅ masing-masing, sebagai anak, meski mereka bukan darah daging widodo dan Rima, tapi mereka sudah menganggap Faro dan Fero anak mereka sendiri, semenjak Felix dan adik-adiknya masuk ke keluarga mereka.


Aliando bangga pada papinya yang bersikap adil, bagai mana pun juga Faro dan Fero, juga adik-adiknya, dan Aliando sangat mengenal betul mereka, karena dari mereka usia remaja Aliando sudah tahu betul bagai mana sifat adik-adiknya itu, yang tidak memiliki sifat serakah, sama seperti istrinya yang polos dan apa adanya.


Rafa sebagai cucu satu-satunya di keluarga Widodo, mendapatkan seluruhnya dari apa yang sudah di berikan pada tante dan pamannya itu.


Ditengah-tengah keseruan mereka yang berkumpul saling berganti cerita dan pengalaman hidup, tiba-tiba Rima bicara hal yang serius hingga semua orang menatapnya dan mendengarkan dengan baik apa yang akan di katakan Rima, yang sudah buka suara meminta perhatian semua nya.


"Maaf karena mami mengambil waktu kalian sebentar, dan mami ingin mengatakan sesuatu, dan mungkin, apa yang mami bicarakan sedikit membawa kita ke masa lalu, tapi mami bukan mau menyesali apa yang sudah terjadi, tapi justru malah mensyukuri semua keadaan yang membuat kita semua sampai ke tahap ini.


Mereka semua yang mendengarkan, hening dan menatap serius, mencerna ucapan mami Rima yang juga membuat mereka sedikit bertanya-tanya, namun mereka sama sekali tidak ingin bertanya, menantikan penuturan mami Rima selanjutnya.

__ADS_1


"Untuk putra mami Aliando, mami dan papi minta maaf ya nak, karena pernah membuatmu secara tidak langsung tidak menghargai kamu sebagai laki-laki yang dewasa dan bisa menentukan pilihanmu sendiri, katakanlah mami juga papi waktu itu egois, yang tanpa bertanya dulu apa kamu setuju dengan pendapat dan pilihan kami, dan memaksamu menikah tanpa cinta, demikian juga dengan Felix putri mami.


Dengan suara yang bergetar mami Rima mengungkapkan isi hatinya, yang sudah begitu lama ingin ia katakan pada putra dan menantunya itu, agar segala beban rasa bersalah hilang dari hati dan pikirannya.


Keadaan pun semakin hening, ucapan mami Rima membuat mereka semua tertunduk dan haru, dan apa yang di ungkapkan mami Rima, membuat mereka paham dan tujuannya ke arah mana.


"Mami tahu nak, kamu pasti pernah merasa kecewa pada kami sebagai orang tua mu, tapi percayalah, semua itu mami dan papi lakukan demi kamu, dan kebahagian mu, walau, di awalnya kamu dan Felix tidak menjalani hubungan yang baik, bahkan pernah terputus karena keegoisan kami. "


"Untuk Felix putri mami dan papi, meski kamu menantu, kamu adalah putri kecil mami dan papi, yang Tuhan kirimkan untuk kami. Maaf karena kami juga kamu sampai mengalami hal yang begitu sakit dan menderita, dan penderitaan itu bahkan dari pria yang sudah menjadi suamimu, membuatmu hampir kehilangan arah. Tapi karena kamu wanita yang berhati malaikat, Tuhan tidak membiarkan kamu terpuruk di lubang yang begitu dalam, membuat putra mami membuka mata dan hatinya, melihat ketulusan mu, ketegaran mu, dan kebaikan mu, hingga kalian bisa melewati hal berat itu bersama-sama.


"Tapi semua beban berat itu sekarang sudah terbayarkan dan tergantikan dengan kebahagian, karena anak anak mami dan papi sudah hidup damai dan bahagia.


Felix menantu ku.! terima kasih sayang, untuk cinta dan kasih sayang yang tidak hentinya kamu berikan pada keluarga ini, kebahagian yang tidak bisa mami dan papi ungkapkan dengan kata-kata, karena setiap perbuatan mu, selalu membuat kami bisa tersenyum dan merasakan cinta yang luar biasa, kamu putri mami dan papi, putri kami, dan kamu terlahir dari wanita yang hebat, ayah dan ibumu pasti bangga melihat mu dari atas sana, karena kamu membuat derajat mereka tinggi sebagai orang tua, yang tidak akan pernah ada kata menyesal telah melahirkan mu ke dunia ini.!


Ucapan mami Rima membuat mereka semua menangis haru, membuat hati mereka menghangat, ungkapan tulus itu begitu mengenai sampai ke relung hati mereka, dan merasakan betapa beruntung nya mereka saat ini.

__ADS_1


Felix yang dari tadi sudah menangis pilu, tak bisa lagi menahan dirinya, berlari ke arah mami Rima dan papi Widodo, memeluk erat kedua paruh baya itu, meluapkan tangisnya dalam dekapan Rima dan Widodo.


"Mami, papi, tanpa kalian juga Felix tidak akan mampu, dan bisa berdiri di kaki Felix sendiri, semua juga karena mami dan papi tidak pernah lelah, menasehati dan memberi Felix cinta dan kasih sayang.!


Tangisnya pun semakin pecah, setelah mengatakan isi hatinya pada kedua paruh baya itu, yang sudah menjadi panutannya, yang sangat Felix hormati dan tak sanggup melihat mereka bersedih dan begitu menyayanginya selama Felix mengenal mereka, bahkan tidak pernah memandang Felix rendah, justru mengangkat derajat Felix, menjadikan menantu sekaligus putri mereka.


Aliando pun turut mendekati mami papi dan juga istrinya, yang masih berpelukan erat dan menangis haru.


"Mami, papi.! terima kasih juga sudah memilihkan istri dan ibu terbaik untukku juga Rafa, maaf kalau Ando sudah membuat kalian kecewa dulu, dan dengan kesalahan dan perbuatan ku itu, aku bisa membuatnya menjadi satu pelajaran yang berharga dalam hidup ku, dan aku juga minta maaf pada istriku yang pernah aku sakiti, dan membuatnya menderita, terima kasih sudah mau memaafkan ku, menerimaku menjadi suami, dan ayah untuk putra kita Rafa, aku bangga memilikimu, yang sudah begitu kuat bertahan hingga saat ini, menjadi istriku dan selalu mendukungku dalam untung dan malang.!


"Mommy juga berterima kasih untuk dady, karena sudah menjadi suami dan ayah yang terbaik, dan mari lupakan semua masa lalu yang membuat kita sakit bila mengingatnya, mommy harap saat ini dady bisa melepaskan rasa bersalah itu dan menghilangkan dari hati Dady, itu semua masa lalu, yang sudah membuat kita belajar dari kesalahan, dan sekarang kita sudah melewati itu semua, mommy berharap Dady tidak lagi menyimpannya, karena mommy nggak mau Dady selalu di bayangi rasa bersalah yang mendalam.!


Aliando pun mengangguk, merentangkan kedua tangannya, menyambut pelukan hangat dari istrinya yang hebat dan penuh pengorbanan, dan mereka semua pun tersenyum bahagia, saling peluk satu sama lain, dan merasakan kehangatan keluarga yang luar biasa, dan akhirnya Aliando pun, bisa terlepas dari bayang-bayang rasa bersalah dan penyesalan, yang tak bisa ia lupakan selama ini, dan merasa itu adalah hukuman untuknya, yang sudah menyianyiakan istrinya dulu, bahkan menyiksa tanpa perasaan, apa lagi saat Felix hampir saja meninggalkannya saat melahirkan putra mereka Rafa, seolah dunia berhenti, dan Aliando merasakan sakit yang luar biasa saat itu, saat dimana dia sudah membuka hati dan menyayangi istrinya dengan tulus, namun sepertinya, Tuhan menguji cintanya pada Felix saat itu, hingga ia melakukan kegilaan yang membuat semua orang tak kuat melihat situasi saat itu, tapi itulah hidup, kita tidak tahu sampai dimana kita akan di uji, tapi bila kita memang benar-benar ikhlas dan tulus, maka semua akan terlewati.


Next.

__ADS_1


Salam Author 🙏🙏🙏


__ADS_2