Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Kampus dan identitas Celi


__ADS_3

Setelah menerima perintah dari tuannya, Dewa pun tak ingin Rafa kecewa dengan kemampuannya hanya waktu semalam ia sudah mendapatkan data tentang Celi.


Dan pagi ini, Dewa ingin langsung menyapaikan apa yang sudah ia dapat.


Saat tiba di kantor, Dewa pun langsung masuk ke ruangan Rafa.


"Ini data yang anda minta tuan, ucap Dewa menyerahkan berkas tentan Celi.


Rafa pun mengambil berkas dari Dewa, lalu mulai membuka lembar pertama dan menampilkan nama gadis incarannya itu.


Nama: Celi Quera


Putri semata wayang dari Levi Quera dan Yayuk Admadja Quera


Kuliah di Universitas M


Masih setengah di baca oleh Rafa, Dewa memberitahukan bahwa di berkas ada tertera dua alamat tempat tinggal Celi.


" Nona Celi adalah putri tuan Levi, sesuai informasi yang saya dapat, Nona Celi tidak tinggal bersama tuan Levi dan Nyonya Yayuk, ucap Dewa menerangkan.


"Maksudnya??? tanya Rafa bingung, kalau Celi putri Levi klien bisninnya kenapa tak tinggal dengan mereka??


" Nona Celi wanita yang berbeda dari gadis-gadis lainnya tuan.


"Nona Celi wanita mandiri, tak suka hidup dalam aturan apa lagi dengan kekayaan tuan Levi, bahkan menurut informasi yang saya tahu, Nona Celi selain kuliah juga bekerja di Cafe tempat waktu kita melihat Nona Celi dan temannya berhenti di "Cafe Rian" ujar Dewa menjelaskan seluruh informasi yang di dapat.


"Lalu sekarang dia tinggal dimana?? tanya Rafa serius.


"Nona Celi tingal di rumah kost, di jalan B, dan juga Nona Celi memang tak ingin publik tahu ia seorang putri dari tuan Levi Quera, dan hidup sederhana dan apa adanya, Nona Celi juga tak ingin orang menilainya menyandang sarjananya, karena kekuasaan dan kekayaan tuan Levi Quera, ujar Dewa sedetail mungkin.


"Baiklah, cukup untuk saat ini, dan handle untuk semua, karena saya ada kuliah hari ini, ucap Rafa sembari berjalan masuk ke ruang pribadinya, untuk menganti pakaian ke kampus.


Saat perjalanan ke kampus, Rafa semakin ingin tahu semua tentang Celi, dan ia juga merasa senang, karena Celi tidak seperti gadis lainnya, yang menyombongkan kekayaan dan kekuasaan orang tuanya, bahkan ia bekerja di Cafe, hal itu membuat Rafa semakin gencar untuk mendekati Celi, dan tentunya juga seperti Celi yang bermain di balik layar, tanpa sadar Rafa tersenyum, membayangkan mereka dalam sandiwara dan permainan yang akan bertujuan ke mana nantinya.

__ADS_1


Saat tiba di kampus Rafa meminta Dewa agar tak perlu menjemputnya nanti, karena ia akan naik taksi saja, karena ia akan memulai penyamarannya.


Rafa yang berjalan santai, dan cuek akan tatapan memuja dari kaum Hawa sepanjang ia melewati lorong menuju kelasnya.


Saat tiba di kelas, beberapa temanya menyapa Rafa.


"Wahh lihat siapa yang datang, apa gue ngak salah lihat ya, seorang Ceo, berpenampilan seperti pria cupu datang ke kampus yang terkenal ini, ucap Brian meledek pada Rafa.


" Sialan Lo..! sahut Rafa taj terima dengan ledekan Brian.


"Lah kita aneh aja, kenapa tiba-tiba penampilan Lo bisa jadi beginian, gue rasa Lo salah minum obat deh.! ujar Brian yang memindai penampilan Rafa lagi.


" Santai brow,, yang jelas gue punya alasan dalam hal ini, dan nanti saatnya tiba kalian akan tahu, ujar Brian membuat teka-teki pada teman-temannya.


"Jangan bilang Lo lagi deketin cewek yang cupu, dan ia tak suka dengan pria yang kaya raya atau pun terpandang, tebak Brian asal.


" Gue ngak bisa jawab sekarang, yang jelas saat gue butuh kalian, kalian harus dukung gue, ujar Rafa yang semakin semangat dengan rencananya.


"Yang jelas orangnya sedikit sulit di gapai, dan penuh teka-teki, ucap Rafa dan membuat para sahabatnya semakin di landa penasaran akut.


" Raf,, apa gadis pujaanmu itu juga satu kampus dengan kita di sini?? tanya Samuel yang mulai ikut menerka-nerka.


"Sepertinya begitu, sahut Rafa masih menutup rapat siapa gadis pujaannya itu.


"Ngak seru Lo Raf,, ma kita pake rahasian huh.!! ujar Samuel sewot.


" Saat ini, gue belum berani kasih tahu kalian, lah gue aja ngomong sama dia belum pernah, ujar Rafa nyengir kuda, karena terlalu percaya diri di awal.


"Si*******n Lo Raf,,,!! serempak mereka mengumpat si Ceo handal itu.


"Kan gue ngak bilang tadi, kalau gue udah PDKT, kalian aja yang kepo, tanya sana sini, ujar Rafa semakin membuat Brian dan Samuel geram.


Saat jam istirahat, Rafa, Brian, Samuel, masuk ke kantin kampus, saat berjalan menuju meja untuk mereka bertiga, Rafa melihat Celi yang tertawa lepas dengan teman wanitanya, dan membuat Rafa terganggu saat melihat pria yang di Cafe itu juga bersama mereka.

__ADS_1


Namun Rafa, tetaplah Rafa, ia tak kenal putus asa sebelum mencoba, mau 100 pria pun di dekat Celi, bila ia yang berhasil menahlukkan hati Celi, tentu suatu anugerah buat Rafa.


Rafa yang terus fokus menatap Celi, melihat wajah polos dan senyum manis itu, membuat Rafa semakin bergejolak, tanpa sadat lengkungan di bibirnya pun terbentuk, tersenyum saat melihat Celi begitu tampak ceria.


" Liatin apa si Lo, tegur Samuel yang melihat Rafa seperti bengong.


"Ck,, merusak suasana hayalan saja Lo, ujar Rafa kesal.


"Eh,,,, Lo pikir kita datang kesini mau jadi patung apa??


"Ck,, ngak usah banyak bacot lagi, selesain makan kalian, karena waktu ngak banyak, ujar Brian, yang memang selalu mementingkan makan dan perutnya.


" Huhhh,,, makan aja yang ada di pala Lo, ucap Samuel kesal.


"Aiisss,,, mumpung ada yang traktir kan lumayan, rezeki ngak baik di tolak, ucap Brian yang makan dengan lahap.


" Sekalian noh, gaet ibu kantin, secara Lo bisa dapat yang gratis tiapa hari, ujar Rafa ikut nimbrung juga.


Seketika Brian melihat sosok ibu kantin yang sedikit genit itu, Brian pun bergidik ngeri, membayangkan kegenitan ibu kantin yang ngak tanggung-tanggung bila sudah jahil dan beraksi.


"Haaahaaa, Samuel terbahak melihat raut wajah Brian , seolah tahu apa yang di pikirkan Brian.


"Huhhhhh, ngak lucu juga, ucap Brian kesal karena samuel selalu bisa tahu apa yang di pikirkannya.


Celi yang mendengar tawa Samuel begitu keras pun menoleh, dan bertepatan, matanya bertemu dengan tatapan Rafa.


Deg


Rafa yang melihat tatapan Celi pun, merasakan debaran di dadanya, seolah tatapan mata itu menghipnotisnya


Celi yang melihat Rafa saat itu, mengkerutkan keningnya, seolah pernah sebelumnya bertemu namun sepertinya ia tak ingat, dan mengabaikan tatapan Rafa serta berbalik menghadap meja dan temannya.


Next

__ADS_1


__ADS_2