
Pagi ini Rafa ke kantor lebih awal, ada hal yang penting untuk ia lakukan, dan suasana di rumah sudah kembali seperti semula.
Rafa sama sekali tak membangunkan Atika, ia tahu istrinya sangat lelah dan kesusahan mengurus putra mereka, yang sekali-kali, suka rewel tengah malam, membuat Rafa semakin mencintai istrinya, yang selalu sabar merawat putra mereka tanpa mengeluh.
sebelum Rafa pergi, ia lebih dulu mengingatkan para pelayan, agar nantinya keperluan istri dan putranya di siapkan, dan membantu Atika menjaga putranya.
setelah sarapan, Rafa pun pergi bersama Dewa yang juga sudah datang menjemputnya, dalam perjalanan, Rafa pun menanyakan pada Dewa tentang rencananya.
"Bagai mana?? apa semua yang ku perintahkan sudah beres??
" Beres Bos, dan malam nanti semua rencana akan berjalan sesuai yang Bos inginkan"
"Bagus, aku nggak mau ada kesalahan, dan kerjakan dengan baik, karena meski pun kecil, tapi baginya pasti sangat berarti"
"Siap Bos, anda jangan khawatir, semua aman, dan tidak akan ada yang kurang"
Tak lama, mereka pun tiba di kantor, Rafa langsung turun, dan masuk ke dalam lift bersama Dewa, namun saat lift berjalan, HP nya bergetar, melihat siapa yang menghubunginya, Rafa pun mengangkat panggilan itu.
"Tumben pagi begini, kamu sudah bangun, dan menghubungiku, biasanya masih ngorok"
Pintu lift pun terbuka, tapi Rafa masih asik bicara sambil berjalan menuju ruangannya.
"Harusnya memang seperti itu, tapi kau taulah bagai mana si Mark, nggak bisa lihat orang senang"
"Hahaha, makanya jadi orang jangan kayak kebo, tidur ngorok, pake ngiler lagi, ih aku jadi mikir kenapa si Mark bisa suka sama kamu, kalau aku sih ogah! "
"Yee, yang suka sama kamu emang siapa?? ke GR an kamu"
Rafa hanya tertawa garing, menanggapi ucapan Sonia, karena ia sangat suka kalau Sonia kesal, dan selalu mengatainya "kebo"
"terus, kamu nelpon aku mau ngapain, mau ngajak makan, atau mentraktir aku??
" Najis aku mentraktir kamu, aku mau bilang mungkin nggak sempat berkunjung ke rumah kamu, karena pagi ini aku dan Mark, terbang ke Jepang, dan mungkin akan lama juga kita bisa ketemu lagi"
"Kenapa tiba-tiba??"
"Perusahaan Mark di sana ada masalah, dan nggak bisa di tunda lagi, keberangkatan kami Raf, maaf untuk undangan kamu aku dan Mark, nggak bisa datang, tapi aku ada kirim hadiah buat baby Reza, dan titip salam buat Atika juga, aku senang kalian sudah akur kembali"
"Itu juga berkat kamu Son, aku akan sampaikan pada Atika, dan buat hadiahnya, makasih ya Son, semoga kamu dan Mark, secepatnya juga punya anak"
"Amin, aku tutup ya Raf"
Sebenarnya Rafa sedikit kecewa, karena sahabatnya tidak bisa hadir dalam undangannya nanti malam, tapi apa boleh buat, tentu Rafa tak ingin egois, apa lagi masalah yang ada di perusahaan Mark juga sangat penting.
Melihat jam tangannya, sudah menunjukkan pukul 10:00 wib, Rafa pun keluar dari ruangannya menuju ruang rapat, dan di sana para karyawan sudah berkumpul, sesuai divisi masing-masing.
Rapat pun di mulai, para kepala divisi masing-masing, mulai menyampaikan laporannya, dan semua yang Rafa dapatkan soal laporan itu, tidak ada yang janggal, malah perusahaannya, mendapat peningkatan belakangan ini.
"Baik, semua laporan kalian sangat memuaskan, dan hari ini saya akan memberikan bonus untuk setiap divisi, dan saya harap kalian tetap mempertahankan kerja bagus kalian ini, dan kedepannya semoga lebih baik juga dari hari ini"
Mendengar dapat bonus, para karyawan pun, bersorak gembira, mereka sangat mengagumi Rafa sebagai CEO mereka, yang selalu berbagi dengan rezekinya, dan itu membuat para karyawan, betah dan sangat menyanjung keloyallan Rafa sebagai CEO.
"Dan satu lagi, malam nanti aku mengundang kalian semua, untuk merayakan kelahiran putraku, meski sudah berlalu satu bulan, dan saya mohon doa dari kalian semua, untuk mendoakan yang terbaik pada keluarga kecilku, dan rapat kita tutup"
Sorai-sorai para karyawan pun, semakin ricuh, membuat ruang rapat itu di penuhi suara kebahagian dan teriakan yang heboh, terlihat begitu semangat dan antusias.
Sebelum meninggalkan ruang rapat, Rafa sempat tersenyum sambil menggeleng, melihat kehebohan para karyawan yang begitu senang dengan undangannya, dan ia juga merasa senang, karena bisa menyenangkan hati para karyawan nya itu.
Rafa dan Dewa pun, keluar dari ruang rapat tersebut, menuju ruangannya.
"Apa kita langsung pergi??
" Ya, karena setengah jam lagi pesawat beliau akan landas Bos, dan kita harus sudah tiba di bandara, sebelum beliau tiba"
"Kalau begitu ayo pergi, jangan sampai tamu istimewa ku menunggu"
__ADS_1
Selama perjalanan menuju bandara, Rafa mengirim pesan pada istrinya, dan berharap istrinya tidak curiga dengan rencananya ini.
"Nanti malam dandan yang cantik sayang, pakailah gaun yang sudah aku kirimkan tadi, dan jangan lupa juga membuat baby Reza tak kalah tampan, karena aku mau ngajak kalian ke suatu tempat, yang ada hanya kita bertiga"
Itulah pesan Rafa, ia sengaja tidak memberitahu adanya pesta, karena itu akan menjadi kejutan buat istri tercintanya.
Atika membaca pesan dari Rafa, tersenyum hangat, karena membaca pesan itu, belum lagi gaun yang di kirim suaminya itu, sangat bagus, dan sangat cocok untuknya, "suamiku memang yang terbaik" batin Atika, dan membalas pesan suaminya itu.
"Tentu, aku akan berdandan cantik untuk suami terbaikku, Love you"
Rafa yang mendapat pesan dari istrinya, langsung membuka pesan tersebut, hatinya menghangat, karena mendapat pesan cinta dari istrinya.
Tak lama mereka pun tiba di bandara, dan tentunya mereka masih harus menunggu tamu istimewa itu.
Namun detik kemudian, mereka pun mendengar aba-aba, kalau pesawat tamu istimewa nya akan segera landas, Rafa pun dengan semangat menanti kedatangan sang tamu istimewa itu.
Dua orang berjalan beriringan, setelah turun dari pesawat, saat melihat sudah ada yang menanti kedatangannya, senyum hangat pun terpancar seketika.
"Selamat datang ayah" menyalami dan mencium tangan ayah mertuanya itu, lalu saling berpelukan, memberikan rasa keluarga yang hangat.
"Bagai mana kabarmu nak??
" Sehat ayah, Atika dan cucu ayah juga sehat"
"Ah, kamu membuat ayah jadi tidak sabaran bertemu mereka, apa cucu ayah tampan??
" Tentu, tampan nya seperti ayah" ujar Rafa, membuat ayah mertuanya itu tertawa akan gurauan menantunya itu.
Mereka pun keluar dari bandara, Rafa sengaja tidak langsung membawa ayah mertuanya ke rumah, karena itu adalah kejutan buat istrinya nanti.
"Tidak apa kan ayah, sementara tinggal di hotel??
" Tidak masalah, ayah tahu kamu ingin memberi kejutan pastinya " ujar pak Danu yang tahu maksud menantunya itu.
"Terimakasih ayah, karena sudah ikut mendukung, dan ayah bersabarlah sedikit untuk bertemu cucu ayah itu, setalah itu ayah bebas bersamanya nanti" ujar Rafa, membuat pak Danu tersenyum, membayangkan seperti apa cucunya itu.
Masih ada 4 jam untuk perayaan pesta, Rafa pun menyempatkan diri pergi ke sebuah toko perhiasan, membeli kalung yang begitu indah, yang akan ia hadiahkan untuk istrinya.
Saat bersama Rafa, Dewa tak ikut masuk ke toko perhiasan dia pun menunggu di luar, namun saat menunggu ia di tubruk seorang gadis, entah karena gadis itu buru-buru, atau apa, hingga tak sengaja bertabrakan dengan Dewa.
"Auuu" gadis itu meringis karena kakinya terjegal, dan hampir jatuh.
"Apa kamu nggak punya mata??
Gadis yang mendengar ucapan kasar Dewa, langsung mendongak, menatap Dewa kesal, padahal dia sangat kesakitan, bisa-bisanya pria di depannya itu malah bicara kasar padanya.
" Hei tuan!! kalau ngomong itu di jaga ya, bilang kalau saya punya mata apa tidak, apa tuan juga tidak punya mata, melihat mata saya ada di sini?? sembarangan kalau bicara.!! ujar gadis itu, justru mengatai Dewa yang tidak punya mata, seolah membalikkan kata-kata yang Dewa ucapkan tadi.
"Hah.!! beraninya kamu bicara begitu, sudah salah bukannya minta maaf, malah bicara kasar lagi.!!" ujar Dewa yang kesal pada gadis itu.
"Apa.!! anda nggak Terima?? jadi maksud anda, anda membenarkan ucapan kasar anda tadi, huh, dasar kepala baru.!!
" Apa?? kamu bilang aku apa tadi??
"Kepala batu.!! memangnya kenapa?? tidak senang ya??
"Beraninya kau, kau mau mati ya.!!
" Mati?? apa anda kira saya takut dengan ancaman anda?? Dasar kepala batu.!! ujar gadis itu, sembari menginjak kaki Dewa, hingga membuat Dewa terjingkat kesakitan.
"Kau.!!
"Apa, rasakan itu, weeek.!! gadis itu pun berlari, pergi meninggalkan Dewa yang kesakitan.
"Awas saja, sampai aku melihatmu, jangan harap aku mengampuni mu.!! ujar Dewa yang kesal dan geram setengah mati.
__ADS_1
Rafa yang baru keluar dari toko perhiasan, melihat Dewa terlihat kesal, hingga dahinya mengkerut melihat, tingkah aneh Dewa.
" Kamu kenapa??"
"Anu Bos, ada wanita sinting tadi.!! ujar Dewa, ketus, dan kesal.
"Wanita sinting bagai mana??
" Ah, sudahlah Bos, jangan di pikirkan, tadi itu hanya kecelakaan kecil, tapi saya pikir gadis itu memang sinting, udah salah malah menindas pula.!! ujar Dewa lagi tambah kesal.
Rafa hanya tertawa melihat Dewa, karena asisten sekaligus sahabatnya itu, apes banget hari ini, terlihat dari kekesalan Dewa.
Rafa dan Dewa pun kembali ke mansion nya, saat tiba, ia sudah mendapati istrinya yang sudah berdandan cantik, juga putranya yang begitu tampan.
Rafa pun mengeluarkan kotak kecil dari dalam sakunya, membuka kotak itu, lalu mengambil kalung yang tadi di belinya, masang kan pada leher Atika, dan membuat Atika semakin terlihat cantik dengan perhiasan itu.
"Semoga mama nya Reza suka, pemberian papa" ujar Rafa, berbisik di telinga Atika, sambil masang kan kalung tersebut.
"Terima kasih papa Reza" balas Atika tak kalah lembutnya, membuat Rafa, menghangat.
"Tinggu sebentar ya, aku mandi dulu, baru kita berangkat"
Atika mengangguk, hatinya begitu berbunga hari ini, sungguh merasa dirinya begitu istimewa di hati suaminya.
Tak lama Rafa pun sudah selesai dengan kegiatannya,, dan terlihat begitu tampan, memakai baju yang warnanya senada dengan istri dan anaknya, membuat tampilan mereka semakin sempurna.
"Sudah siap sayang??"
Atika pun mengangguk, lalu mereka pun pergi meninggalkan mansion.
Sepanjang jalan Rafa tak henti-hentinya menatap wajah cantik istrinya itu, sesekali ia membelai lembut, kepala Atika, yang asik bercanda dengan putranya Reza.
Mereka pun tiba di hotel ternama itu, para pegawai hotel pun menyambut kedatangan mereka, Atika sama sekali tak memikirkan apa pun, ia mengira, suaminya hanya mengajaknya untuk makan malam, dan tidak lebih.
Rafa menuntun langkah Atika, sampai di ballroom hotel, tapi keadaan di sana cukup gelap, hanya ada beberapa titik cahaya lili, namun tidak membuat pandangan Atika bisa melihat jelas.
Saat akan melangkah, lampu ballroom hotel pun menyala sempurna,,bahkan suara ricuh langsung terdengar begitu ramai, ada yang memakai terompet, ada yang bersorak, mengucapkan selamat pada mereka.
Atika pun terkejut, melihat ramainya orang di sana, lalu menatap Rafa penuh tanda tanya.
Rafa yang di tatap pun tersenyum, dan dengan langkah mundur dua langkah, Rafa, membentangkan kedua tangannya dan berkata;
"Selamat sayang, ini perayaan untuk putra kita baby Reza, dan semoga ini membuat kamu bahagia"'
Atika pun langsung menghambur kepelukan suaminya, bersama baby Reza dalam gendongannya.
" Makasih papa Reza, kamu paling terbaik' ujar Atika, mengecup pipi Rafa, dengan lembut, membuat yang melihat mereka, semakin bersorak heboh.
"Masih ada satu kejutan lagi sayang" ujar Rafa, membuat Atika menatap dengan tanda tanya.
"Coba lihat kesana" tunjuk Rafa pada suatu tempat, dan muncullah sang ayah di sana dengan merentangkan kedua tangannya.
Atika tak bisa berkata apa pun, hatinya haru, sungguh ia tak kepikiran akan kehadiran ayahnya di pesta itu, membuatnya tak lagi bisa membendung air matanya.
Atika pun berjalan perlahan, mendekati ayahnya, dan karena tak tahan lagi, Atika Sampai berlari, agar secepatnya memeluk sang ayah.
Greeb
Memeluk erat ayahnya, Atika bahkan begitu lama membenamkan dirinya, di dekapan sang ayah, sungguh ia begitu rindu, dan mendambakan pertemuan ini, tapi terwujud sudah oleh suami terbaiknya.
Rafa pun memberikan baby Reza pada pak Danu, yang sampai meneteskan air matanya, melihat cucu pertamanya, yang begitu tampan dan sehat.
Sementara Aliando dan felix, tersenyum bangga pada putranya, mereka bahagia karena putranya, bisa membahagiakan keluarga kecilnya, terutama berbuat baik dan hormat pada besannya itu.
Next...
__ADS_1
Up lagi ya Sob, boleh lah ya, author minta vote nya, jempolnya juga, komennya juga, biar lebih semangat.🙏🙏🙏