
Sayang,,, apa kamu sangat lelah.??
Ando bertanya pada istrinya saat memperhatikan wajah felix semakin terlihat pucat, padahal make up nya masih menempel di wajah felix.
Felix yang di tanya suaminya pun heran dan mengerutkan dahinya, ia bingung karena sudah dua kali ando menanyainya.
Kenapa melihatku begitu.?
Dan kenapa selalu menanyaiku terus apa aku terlihat sangat lelah.? tanya felix yang merasa janggal dengan pertanyaan suaminya.
Bukan ada maksud lain sayang,,
Ando mengira felix berpikir bahwa ia akan meminta haknya malam ini.
Nah,, terus.?? tanya felix menatap ando dengan wajah menanti jawaban.
Wajahmu terlihat sangat pucat..!
Deg,,,
Felix tiba tiba merasa tidak nyaman saat suaminya mengatakan wajahnya sangat pucat.
Melihat istrinya sedikit gelisah ando pun semakin heran,, dan bertanya dihatinya, ada apa dengan istrinya.
Felix bingung dan gelisah pun, berusaha menetralkan kegugupannya agar suaminya tak curiga dan berpikir kalau ia sedang tidak baik baik saja dan menjawab suaminya dengan tenang dan santai.
Aku memang sangat lelah,, kan seharian ini kita bahkan tak ada waktu untuk istirahat karena menyambut para tamu yang tak habis habisnya,, ucap felix sembari duduk di pinggiran tempat tidur.
Namun ando tidak bisa langsung yakin dengan ucapan istrinya yang melihat wajah felix sangat pucat.
__ADS_1
Apa kamu sedang merasakan sakit hem.? tanya ando lembut dan duduk di samping istrinya dan mengenggam tangan felix menatap istrinya lekat.
Namun ando semakin tidak nyaman saat mengenggam tangan istrinya yang sangat dingin.
Apa kamu sakit sayang,,?? tanganmu pun sangat dingin, menyentuh dahi felix dengan tangannya.
Tidak panas,,! tapi kenapa wajahnya sangat pucat dan tangannya sangat dingin.? tanya ando dalam hatinya.
Felix yang terus ditanyai pun, dan merasa seperti ando tahu felix menyembunyikan sesuatu, semakin gugup dan gemetar.
A,,a aku tak apa apa,,! jangan berpikir yang macam macam, dan aku baik baik saja, menampilkan senyum paksa agar terlihat normal dan biasa saja.
Tolong bantu aku melepaskan gaun ini, aku mau bersih bersih,, ucap felix berdiri dan memunggungi suaminya agar membuka resleting gaunnya.
Setelah ando membantu istrinya,, felix berjalan menuju kamar mandi secepat mungkin agar ando tak lagi bertanya soal wajah pucatnya itu.
Saat di kamar mandi felix langsung menuju cermin yang ada di kamar mandi itu, dan melihat wajahnya yang sangat jelas terlihat sangat pucat.
Felix yang tak ingin suaminya semakin penasaran, ia mengambil tas kecinya yang sengaja ia bawa kedalam kamar mandi dan merogoh tas tersebut mencari sesuatu yang ia simpan di dalam tasnya.
Saat felix menemukan yang ia cari, felix pun secepatnya menelan obat tersebut agar tak ketahuan suaminya.
( Jangan bingung ya gaes,, arthor mengingatkan kalian dengan cerita sebelumnya felix punya rahasia yang tak bisa ia ceritakan pada siapa pun, karena felix menderita penyakit LEUKIMIA )
Felix memang selalu membuat obatnya dalam tasnya untuk ukuran hanya sekali minum, agar tak membuat siapa pun curiga dan tahu bila ia selalu mengkonsumsi obat, dan tak akan ada yang tahu kalau kalau ada yang membuka tasnya tanpa sengaja, felix melakukannya secara rapi agar tak terlihat mencurigakan dan berpikir biarlah beban itu ia yang tanggung sendiri tak ingin siapa pun susah karena penyakitnya, yang akan membebani banyak orang yang ia sayangi, batinnya.
Setelah menelan obatnya, felix pun membersihkan dirinya agar tidak terlalu lama di dalam kamar mandi dan menimbulkan kecurigaan pada suaminya.
Felix yang sudah selesai dari kamar mandi, melihat suaminya duduk di sofa dan fokus dengan benda ponselnya.
__ADS_1
Merasakan felix yang berjalan melewatinya, ando mengalihkan perhatiannya pada istrinya, meletakkan poselnya di meja.
Sudah lebih segar hem.? tanya ando yang menatap felix menyisir rambutnya.
Sudah,,,, jawab felix dan berbalik menatap suaminya yang masih duduk di sofa.
Mandi gih,,! biar kamu juga terlihat segar, ucap felix tersenyum.
Baiklah,,, aku mandi dulu,, kalau kamu memang sangat lelah, tidurlah, jangan menungguku sampai selesai, kamu harus istirahat dan aku sangat hawatir dengan wajahmu yang pucat dan tanganmu yang sangat dingin, ucap ando menatap felix dengan tatapan yang sulit di artikan.
Felix mengangguk tanda menuruti ucapan suaminya, sebelum naik ke tempat tidur felix menatap suaminya lagi dan berkata..
Jangan berlebihan dan berpikir yang tidak tidak,, aku hanya kelelahan dan naik ke tempat tidur,membaringkan tubuh lelahnya dan menarik selimutnya mencoba menenangkan pikirannya yang berkecamuk.
Felix sengaja menjawab suaminya dengan kata kata menenangkan agar ando tidak memikirkan dan bertanya tentang hal wajah pucatnya, karena felix tidak bisa menjamin dirinya bisa menyembunyikan dari suaminya fakta penyakitnya itu, bila suaminya terus bertanya, mungkin saat ini ia masih bisa menjawab dengan alasan yang tepat karena lelah, tapi setelahnya dan bahkan bila akan di tanya terus mungkin ia tidak akan bisa berbohong lagi, dan karena saat ini tenaganya sangat terkuras dan telat jam untuk minum obat, padahal selama ini ia bisa selalu terhindar dari wajah pucat karena tak pernah telat, dan felix tak berani meminumnya saat bersama dengan suaminya, karena suaminya akan bertanya obat apa yang ia konsumsi.
Ando yang sudah selesai dari kamar mandi pun, mendapati felix yang sudah terlelap dengan dengkuran halus terdengar dari nafas felix.
Ando pun mendekati istrinya, membelai kepalanya dan mengecup keningnya singkat, melihat wajah lelah istrinya, ando menghela nafasnya berat,,, perasaanku kamu sedang tidak baik baik saja,, dan apa yang kamu tutupi dariku,, ku mohon jangan membuatku takut dengan pikiran yang menerka nerka,, bicaralah sayang yang jujur, jangan menyimpan sendiri, sekarang ada aku yang selalu siap di baik dan buruknya yang akan kita lalui bersama, bersandarlah di pundakku, karena sekarang akulah tempat sandaranmu yang menenangkanmu di setiap bebanmu, sekarang akulah tempat mengaduhmu di setiap kesulitanmu,, aku tak akan membiarkanmu lagi menanggung semuanya sendiri,, kamu sudah sangat panjang berjalan dalam perjalanan lika liku hidup dan tanggung jawab yang besar,, batin ando yang menatap nanar wajah istrinya yang terlelap, rasa haru yang ando rasakan mengingat ketegaran istrinya dalam sumua hal yang di jalaninya.
Ando pun naik ke tempat tidur membaringkan tubuhnya dan masih menatap istrinya sendu dengan pikiran menerawang tentang jalan hidup dan nasib istrinya yang selalu di penuhi beban.
Ando mengelus pipi mulus felix yang masih terlihat samar pucat.
Aku sangat beruntung memilikimu sayang,,, aku tak menyangka takdir Tuhan menyatukan kiita kembali dengan kesalahan yang sangat aku sesali,, aku akan menebusnya dengan membahagiakanmu meski nyawaku taruhannya,,,, aku tidak akan pernah menyakitimu atau siapa pun yang berniat menyakitimu mereka akan membayar mahal,,!! Tetaplah di sisiku dan jadilah penyemangatku,, kau adalah tempatku untuk pulang..!
Ando yang selesai dengan harapannya yang ia ungkapankan lewat batinnya memeluk istrinya erat dan mulai terpejam menuju alam mimpinya, dengan rasa bahagia yang sulit di ungkapkan dengan kata kata, karena kebahgian yang ia rasakan saat ini adalah kesempatan yang di beri Tuhan untuk bisa menebus segala kesalahannya dan berjanji dengan membahgiakan istri tercintanya.
Maaff ya gaesss,, baru up lagi
__ADS_1
semoga kalian terhibur dan bahagia dengan cerita recehannku ini
Thanks