Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Suamiku Yang Ganas.


__ADS_3

Pagi menyapa ke dua insan yang masih betah di bawah selimutnya itu.


Malam panas yang melelahkan, membuat sepasang suami istri itu, masih enggan membuka mata.


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh, Atika yang merasakan hembusan nafas Rafa, yang menerpa kulit polosnya, terusik dari tidurnya, dan mengerjapkan matanya beberapa kali, dan mengumpulkan kesadarannya.


Saat matanya sudah terbuka lebar, dan merasakan dekapan erat di perutnya, membuat Atika menoleh ke samping melihat suaminya masih tertidur pulas.


Atika mengeser sedikit badannya, dan mengangkat tangan Rafa pelan, bermaksud agar Rafa tidak terusik yang terlihat lelah.


Namun gerakan yang Atika lakukan justru membuat Rafa membuka matanya, melihat wajah bantal istrinya yang juga baru bangun tidur.


"Selamat pagi sayang, ucap Rafa menarik Atika dalam dekapannya, dan mencium hangat kening Atika.


" Pagi, sepertinya kita kesiangan deh, ucap Atika, melihat pantulan sinar matahari dari gorden kamar hotel yang masih tetutup itu.


"Kalau masih ngantuk tidur aja lagi, ucap Rafa yang menguap dan terlihat lelah dan masih ngantuk.


" Aku mau mandi saja, dan sangat lapar, ucap Atika yang hendak beranjak dari atas ranjang itu.


"Kalau begitu mandilah lebih dulu, aku akan minta pelayan mengantar makan, dan kita sarapan setelah selesai mandi, ucap Rafa yang di anggukki Atika.


Atika yang tidak menyadari tubuhnya masih polos, langsung bangkit dari tidurnya, membuat selimut yang di menutupi tubuh polosnya itu melorot, melihat pemandangan indah itu, membuat otak Rafa traveling ke mana-mana, dan membuat si boy yang tadinya tidur manis, langsung terbangun bugar.


Atika yang melihat tatapan menerkam dari suaminya, langsung meanarik selimut itu, menutupi tubuh polosnya, yang tanpa sengaja sudah membuat si boy ingin bertamu lagi.


" Kenapa di tutup, aku masih belum puas melhatnya, ucap Rafa membuat Atika melotot tajam.

__ADS_1


"Badanku sangat pegal dan sakit, untuk saat ini kamu tahan dulu, lagian aku sudah tak bertenaga, dan sangat lapar, kita mandi saja ya, ucap Atika memelas, agar suaminya tidak menerkamnya pagi ini, dan memaksa si boy bertamu ke guanya.


"Tapi si boy sudah bangun sayang, masa kamu tega tidak menizinkan si boy bertamu, ucap Rafa yang sudah tidak bisa menahan diri ingin menerkam istrinya pagi ini lagi.


" Tapi aku masih capek, ucap Atika merengek manja, berharap suaminya melepaskannya pagi ini, tapi justru rengekan manja Atika membuat Rafa, semakin terpancing gairah.


"Tapi si boy sudah sangat berontak sayang, ucap Rafa yang sudah mencim benda kenyal milik Atika, dan tangannya sudah merayap ke tempat favoritnya.


Atika yang mendapat serangan tiba-tiba, tak bisa menghindar lagi, dan malah terbuai dengan sentuhan lembut yang di lakukan Rafa, membuat Atika mendesah nikmat.


Rafa yang ingin melakukan permainan dengan sensasi baru, mengendong Arika dan membwanya ke kamar mandi, ingin melakukan permainan panas itu di kamar mandi.


Atika sempat mengira, suaminya berubah pikiran karena membawanya ke kamar mandi, dan memutuskan untuk mandi dan saja, namun saat menyadari, suaninya semakin ganas menerkamnya, menikmati setiap lekuk tubuhnya di dalam bathub yang sudah berisi air hangat, dan berada di atas pangkuan suaminya itu.


Atika yang sudah terbakar api gairah, akhirnya terbuai dan sangat menikmati pagi yang panas, di dalam kamar mandi itu.


Perlahan Rafa pun mengarakan si boy, ke pintu goa yang siap menyambut tamunya itu.


Atika yang masih merasakan sakit dan perih di area intimnya itu, memekik pelan saat si boy menerobos masuk ke dalam gua nya.


"Akhhh,, suara merdu itu akhirnya berkumandang luas, memenuhi kamar mandi yang panas dan penuh nikmat itu.


Rafa yang tak puas-puas, dan belum mencapai puncaknya, menganti posisi membalikkan badan Atika hingga membelakanginya.


Dengan gencar, dan gerakan maju mundur, yang di lakukan Rafa membuat sensasi lain dan Rafa merasakan nikmat yang luar biasa.


Rafa pun semakin cepat melakukan gerakannya, hingga erangan kenikmatan keluar dari mulutnya, dan mendekap erat istrinya, karena begitu menikmati puncak yang sangat nikmat itu.

__ADS_1


Kegiatan panas itu pun berakhir, Rafa melihat istrinya, sangat lelah dan lemas, tak tega hingga berinisiatif memandikan Atika dengan sabar.


Rafa dan Atika keluar dari kamar mandi, Rafa pun dengan sigap memakaikan Atika baju, tanpa ada rasa malu lagi Atika yang lemas, hanya menurut saja, apa yang di lakukan suaminya itu.


Atika melihat banyaknya tanda merah lebam di tubuhnya, membuat Atika menggeleng lemah, suamiku yang ganas, pikirnya, melihat hasil karya Rafa yang sangat banyak di tubuhnya.


Rafa pun membawa Atika duduk di sofa, dan menyuapi Atika makan, melihat istrinya sangat lemas, membuat Rafa sedikit menyesal karena memaksa istrinya, melayani si boy pagi ini.


Setelah selesai makan, Rafa mengendong Atika dan membawanya ke atas ranjang, dan menyuruh Atika istirahat, ia tak ingin istrinya sakit, hanya karena melayaninya sepanjang hari.


Rafa mengambil segelas air hangat, dan memberi Atika sebutir vitamin, untuk memulihkan tenaganya yang terkuras dari kemarin malam, hingga pagi tadi.


"Tidurlah, aku tidak akan menganggumu, ucap Rafa menarik selimut menutupi tubuh Atika, hingga batas di perutnya.


Atika yang sangat lemas, hanya mengangguk, dan merilekskan tubuh lelahnya, namun matanya masih menatap lekat pada suaminya yang duduk di sisi ranjang, mengusap lembut lengannya.


" Kenapa melihatku begitu hm?? tanya Rafa yang melihat istrinya menatapnya lekat.


"Hanya ingin berterima kasih, karna sangat mencintaiku dengan tulus, ucap Atika menyentuh wajah suaminya dengan lembut.


" Tetaplah di sisiku, sampai maut memisahkan kita, jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku, ucap Rafa menangku tangan Atika di wajahnya, dan menciumnya hangat.


"Tidurlah sayang, aku akan menjagamu di sini,ucap Rafa tersenyum mengelus lembut kepala Atika, membuat Atika, menutup matanya perlahan.


Next.


Jangan lupa jejaknya ya Guys.

__ADS_1


Salam Arthor.


__ADS_2