Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Rafa Kembali.


__ADS_3

Hembusan nafas lembut dan dengkuran kecil, terlihat seseorang begitu nyaman dan sangat lelap dengan tidurnya yang membawanya ke alam mimpinya.


Rafa tersenyum melihat istrinya tidur begitu berantakan, dengan kakinya yang mengapit bantal guling, mulut Atika yang sesekali seperti mengunyah sesuatu, membuat Rafa terkekeh geli, bisa-bisanya, istrinya mengingau makan sesuatu, membuat Rafa tak tahan lagi, langsung mendekati istrinya merebahkan badannya di samping istrinya dan memeluk Atika dari samping.


"Sepertinya kau menikmati harimu selama aku pergi, ucap Rafa mengelus dan mencium lembut pipi Atika yang semakin terlihat chubby itu,, menoel-noel hidung Atika, dan mencium bibir ranum itu yang sudah begitu ia rindukan beberapa hari.


Ciuman hangat di bibirnya membuat Atika menggeliat, tidurnya terusik akibat merasakan pergerakan yang sepertinya bukan mimpi, Atika pun membuka matanya perlahan dan terlihat masih mengantuk, padahal sudah jam depan pagi.


Atika pun terbelalak kaget, melihat suaminya berada satu ranjang dengannya, dan merasa ini hanya mimpi dan halusinasinya, tidak mungkin suaminya ada bersamanya, karena Atika ingat suaminya akan kembali besok, Atika pun mengira karena terlalu memikirkan kepulangan suaminya sampai berhalusinasi seperti itu.


"Aaah, aku terlalu senang karena suamiku akan pulang besok, hingga berhalusinasi begini, ucap Atika menutup wajahnya dengan ke dua telapak tangannya.


Rafa tersenyum mendengar ucapan Atika yang mengira ia berhalusinasi, perlahan ia pun meraih tangan istrinya itu, dan kembali menatap wajah istrinya yang semakin terkejut merasakan sentuhan di tangannya terasa nyata, dan ia pun bangkit dari tidurnya, dan turun dari ranjang itu melihat lekat suaminya yang tersenyum manis padanya.


"Kenapa hm?? ucap Rafa membuat Atika semakin yakin ini bukan halusinasinya, dan dengan cepat ia pun melompat dalam gendongan Rafa seperti anak koala, dan merangkul erat leher Rafa, mencium lembut bibir suaminya yang menatapnya penuh kerinduan.


"Kenapa tak bilang pulangnya lebih awal, ucap Atika yang masih dalam gendongan Rafa.


"Aku sengaja memberikan kejutan untuk istriku ini, ucap Rafa lembut dan mencium bibir Atika berkali-kali, dan seperti candu baginya.


"Terima kasih sayang, aku menyukai kejutan mu, ucap Atika dan turun dari gendongan Rafa, mengajak duduk di tepi ranjang mereka.


"Aku membelikan sesuatu untukmu, ucap Rafa mengambil kotak kecil dari saku jasnya, membuka kotak itu yang berisikan cincin berlian yang sangat indah dan mewah, dan tentunya harganya yang fantastis mahal.

__ADS_1


Rafa pun memakaikan cincin berlian itu di jari Atika, serta tersenyum bahagia, melihat wajah damai istrinya itu membuat lelah Rafa tergantikan dengan kehangatan istrinya yang sellau memancarkan aura positif untuknya.


"Terima kasih sayang, ini sangat indah, dan pasti sangat mahal, ucap Atika melihat cincin itu sangat berkilau.


"Itu hanya hadiah kecil untuk istriku tercinta, ucap Rafa membuat Atika tersenyum malu, karena Rafa menggodanya dan mengedipkan matanya.


Melihat istrinya tersenyum malu, Rafa menarik Atika duduk di atas pangkuannya, dan dengan lembut ia mencium bibir Atika, hingga ke leher jenjang Atika, membuta si empunya terbuai dengan sentuhan lembut itu, apa lagi Atika yang juga merindukan suaminya, sudah jelas begitu mendamba sentuhan lembut dari suaminya, dan mereka pun menikmati pagi yang panas, menyalurkan kerinduan yang sudah tertahan hampir seminggu.


Rafa yang tidak puas-puasnya, melakukan berkali-kali, hingga ronde terakhir mereka lakukan di kamar mandi, sambil membersihkan diri mereka yang sudah bermandikan peluh keringat dalam olah raga pagi mereka.


Atika terlihat lemas, karena suaminya begitu perkasa dan sangat kuat, membuat Atika kewalahan mengimbangi suaminya yang begitu berhasrat, dan tak memberinya jeda sedikit pun.


Perut yang keroncongan dan tenaga yang terkuras, membuat Atika tak bisa turun untuk makan, hingga Rafa turun mengambilkan makanan untuk istrinya itu, ia juga merasa bersalah, karena memaksakan hasratnya membuat istrinya sangat lemas dan kehabisan tenaga.


Felix yang melihat Rafa membawa makanan keatas, menegur Rafa, dan membuat langkah Rafa terhenti.


"Kau apakan menantuku, sampai ia tidak bisa turun untuk sarapan?? tanya Felix memicingkan matanya pada Rafa, membuat Rafa menelan ludahnya kasar.


"Atika hanya kurang enak badan mom, ucap Rafa berbohong, jangan sampai momy nya tahu, ia menggempur Atika tanpa ampun.


"Apa kau kira momy percaya?? ucap Felix membuat Rafa menggaruk kepalanya yang tak gatal, momy nya memang tak bisa di bohongi.


"Ayolah mom, itu wajar, aku merindukan istriku, ucap Rafa membela diri.

__ADS_1


"Huh, wajar katamu.!! membuat menantu momy tidak bisa berjalan kau bilang itu wajar.!! ucap Felix tak habis pikir pada putranya itu.


"Rafa hanya terlalu bersemangat mom, karena sangat merindukan istriku, dan membuat Rafa hilaf dan tanpa ampun membuat menantu momy menjerit pagi ini, ucap Rafa sarkas membuat Felix ingin sekali memukul kepala putranya itu.


"Hei.!!! dasar anak tidak punya malu, bicara begitu pada momy, ucap Felix ingin melempar Rafa, namun Rafa sudah lari terbirit-birit, ia tahu Momy pasti melakukan sesuatu, dan Rafa memilih kabur mencari aman, dan masuk ke kamarnya, dan mengunci rapat pintu kamar itu, ia tahu Momy nya tidak mudah menyerah, sebelum menindasnya.


Rafa pun menyuapi Atika, melihat istrinya begitu lemah, Rafa jadi tak enak hati.


"Maaf ya sayang, karena begitu merindukanmu aku sampai egois tidak memikirkan keadaanmu, ucap Rafa merasa bersalah.


"Itu sudah kewajiban ku, melayani suamiku dan jangan merasa bersalah, ucap Atika tak ingin suaminya menyesali yang mereka lakukan bersama tadi.


"Tapi..


"Aku tidak apa-apa, hanya terlalu lapar tadi, makanya jadi sangat lemas, ucap Atika membuat Rafa bungkam dan memeluk hangat istrinya itu.


"Semoga dia cepat tumbuh di sini ya sayang, ucap Rafa mengelus lembut perut rata Atika, dan Atika pun mengangguk dan tersenyum.


"Semoga, dan Tuhan memberi kita kepercayaan itu, ucap Atika mengelus lembut kepala Rafa yang berada di atas perut ratanya, membenamkan wajahnya dan berharap kerja keras si boy tidak sia-sia, yang sudah membuat istrinya menjerit nikmat setiap melakukan olah raga panas mereka.


Next.


Jangan lupa jejaknya ya Guys.

__ADS_1


Salam Arthor.


__ADS_2