Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Terima Kasih Tuhan.


__ADS_3

Setelah Ali dan kedua orang tuanya menerima pemberian Rafa, sebagai bentuk rasa Terima kasihnya, yang sudah begitu baik dan tulus menolong istrinya di masa-masa sulit kalau itu, Rafa pantas membalas kebaikan yang di lakukan Ali selama ini.


Mereka pun pamit dari rumah Ali, dan sebelum pergi Rafa menitipkan uang pada Ali untuk di berikan pada orang-orang yang juga pernah menolong istrinya, karena keadaan Atika yang sedang hamil, Rafa takut istrinya kelelahan bila berjalan menemui orang-orang itu rumah demi rumah, jadi ia meminta tolong pada Ali, agar Ali yang memberikan, dan menyampaikan rasa terima kasih mereka.


Setelah dari rumah Ali, tujuan terakhir Rafa adalah membawa istrinya ke tempat yang pernah membuat ia merasa menyesal, tempat yang membuka mata dan pikirannya, yaitu gubuk Atika.


Tempat yang menjadi saksi kesakitan istrinya, menahan derita hidup, tempat untuk istrinya pulang dan ayah mertuanya yang menunggu kedatangan putrinya, berharap membawa sesuatu untuk mengisi perut mereka.


Di gubuk itulah Rafa melihat kenyataan, setelah ia menuduh istrinya mencuri dan membuang makanan yang sempat istrinya bawa dari Vila.


Penyesalan Rafa bertambah, saat ia melihat diam-diam, keadaan Atika yang sesungguhnya, dan paling membuat Rafa tersiksa dalam penyesalan melihat keadaan gubuk yang begitu tak layak huni, dan ayah mertuanya terbaring lemah tak berdaya karena menderita sakit.


Sebelumnya Rafa sudah meminta Bibi lana dan para pelayan lainnya membersihkan gubuk dan menghias seindah mungkin, dan menyediakan makanan, karena Rafa bermaksud melakukan makan siang di dalam gubuk itu.


Atika yang melihat gubuknya berubah indah, langsung meneteskan air matanya, ia pun menatap suaminya yang tersenyum hangat padanya, Atika merasa suaminya sangat tahu apa saja yang ada dalam pikirannya, bahkan Atika sempat berpikir ingin pergi diam-diam ke gubuknya, selama berada di kota B, ternyata suaminya sudah lebih dulu membawanya ke gubuk itu.


"Aku tahu kau pasti sangat merindukan gubuk ini, ujar Rafa memeluk istrinya yang menangis hari.


" Terima kasih mas, kamu benar-benar tahu apa yang ada dalam pikiranku, Atika semakin menangis dalam dekapan suaminya.

__ADS_1


"Ayo masuk, kita akan makan siang di dalam, kamu akan merasakan kembali bagai mana saat kamu tinggal di sini, jangan sedih, karena aku melakukan ini untuk mengenang kamu yang berjuang untuk hidup dan ayah, ujar Rafa.


Pak Danu yang mendengar perkataan menantunya, ikut meneteskan air matanya, sekelebat kenangan pahit terlintas dalam pandangan pak Danu, suara Atika yang selalu berusaha semangat saat pulang dan wajah yang di atur agar tidak terlihat sedih, semua itu pak Danu tahu, bahwa Atika berpura-pura kuat dan sengaja berteriak ceria saat pulang agar pak Danu tidak merasa sedih.


Ingatan pak Danu pun berputar lagi, mengingat Atika yang pulang hanya membawa sepotong roti, dan itu pun hanya untuk pak Danu, dan Atika berbohong mengatakan sudah kenyang, padahal menahan lapar.


Mengurusnya dan menyuapi nya dengan sabar, menghiburnya dengan lagu, sambil bermain gitar, air mata yang selalu di sembunyikan Atika dari pak Danu, tapi semua itu pak Danu tahu, tapi tak bisa berbuat apa-apa.


Kenangan itu membuat hati pak Danu bagai di iris silet, perih dan sakit.


"Saya tahu pak Danu, pasti mengingat semua kenangan masa lalu itu, tapi semua sudah berlalu, kita hanya bisa bersyukur saat ini pak, jadi jangan terlalu terlarut, setiap orang punya masa lalu yang pahit, tapi situasinya berbeda, dan saya sampai saat ini masih merasa bersalah, dengan masa lalu yang begitu pahit di alami istri saya, dan yang paling menyakitkan, saya sendiri pelaku kepahitan yang di alami istri saya, ujar Aliando yang paham dengan suasana perasaan pak Danu, hingga ia juga mengingat kesalahannya di masa lalu.


" Itu kenyataan mom, dan semua itu tidak akan pernah berubah dalam sejarah dady, tapi dady masih bersyukur karena kamu wanita dan ibu yang baik, bisa mendidik putra kita menjadi laki-laki yang tidak sepertinya dady, dan bertanggung jawab, bahkan dady malu bila mengingat semua itu, putraku saja bisa bersikap dan berpikir dewasa, tapi kenapa aku dulu begitu bodoh, ujar Aliando merasakan sesak di dadanya, mengingat masa lalu itu.


"Itulah hidup pak, kita di ajarkan untuk bisa berbagi, memahami dan memaafkan, dan hidup ini hanya titipan untuk kita pak, ujar pak Danu bijak.


" Dan tentunya belajar dari kesalahan, membuat kita maju satu langkah, dan membuang sikap buruk untuk melihat ke depan bukan kebelakang, ujar Felix tersenyum hangat pada suaminya, agar tidak lagi mengingat masa lalu kelam itu.


Atika dan Rafa masuk duluan kedalam gubuk itu, saat masuk Lagi-lagi Atika meneteskan air matanya saat melihat foto pernikahannya terpajang indah di dinding gubuk itu.

__ADS_1


Di lihatnya lagi beberapa barang yang masih tertinggal di sana, gitar kesayangannya, tas usang yang selalu ia bawa keana pun, dan tempat bekal makan yang selalu ia pakai mengambil makanan dari Vila.


Tetesan air mata Atika jatuh saat menyentuh barang-barang yang begitu mengingatkannya di masa lalu, Rafa yang melihat istrinya terbawa suasana haru, mendekati Atika dan menghapus air mata istrinya dengan lembut.


"Tidak ada yang perlu di tangisi sayang, apa kamu tahu aku sangat berterima kasih pada Tuhan, karena sudah memberikanmu untukku sebagai hadiah dalam hidupku, dan kamu adalah segalanya dan baby, aku membawa mu kesini, karena aku juga ingin merasakan tinggal di gubuk ini, dan malam ini kita akan tidur disini, berdua sayang, ucap Rafa lembut sembari menyelipkan rambut Atika ke samping telinganya.


" Terima kasih, akulah yang pantas bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan, dengan segala pemberiannya, dan memberiku kado terindah yaitu kamu suamiku yang begitu baik dan penyayang, ucap Atika begitu bersyukur.


"" Sekarang jangan sedih lagi hm?? kita makan siang, karena baby sudah lapar, dan kamu harus makan banyak hari ini, ujar Rafa, tersenyum senang, ia sangat bahagia bisa mewujudkan setiap angan dan harapan istrinya.


"Dady, momy, ayah, ayo masuk, kita makan siang, ujar Rafa memanggil ketiga orang tua yang begitu ia hormati dalam hidupnya.


Mereka pun makan dengan hikmad, sesekali canda tawa menyelingi makan siang mereka, dan kebahagian mereka pun semakin lengkap dengan kebersamaan dan kehangatan keluarga yang selalu mereka junjung tinggi dalam kehidupan mereka.


Terima kasih Tuhan, memberikan putriku suami yang sangat baik, dan menantu untukku yang begitu bijaksana, tidak ada yang bisa aku ungkapkan selain ucapan Terima kasih pada mu Tuhan, dan aku bersyukur, batin pak Danu yang tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata, segala kemurahan dan rezeki yang ia dapat pantas untuk ia syukuri.


Next.


Jangan lupa jejaknya ya Guys.

__ADS_1


Salam Arthor


__ADS_2