Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Semua Karena Cinta.


__ADS_3

Setelah tirai terbuka lebar, semua menatap kaget saat melihat siapa di balik tirai itu, berdiri membelakangi semua yang ada di sana, namun tidak ada yang tidak mengenalnya, meski di lihat dari belakang, mereka tahu siapa orang tersebut, Faronaya adik laki-laki Felix satu-satunya.


Felix yang sudah lama tidak bertemu dan sangat merindukan adik laki-lakinya itu, langsung berlari, memeluk Faro yang tersenyum hangat pada mereka semua.


"Nakal.!! pulang kok nggak ngabarin kakak hah.!!


Memukul bahu Faro, dan menangis bahagia, melihat adiknya, baik-baik saja apa lagi terlihat gagah, meski satu kekurangan itu tidak akan pernah hilang dari tubuh Faro, tapi tidak membuat adiknya minder untuk bergaul, bahkan meniti karirnya di luar sana.


"Maaf kak, aku hanya mau buat kejutan kecil"


Memeluk Felix dan mengusap punggung kakaknya itu, bagi Faro dan Feronsia, Felix adalah ibu dan ayah bagi mereka, semenjak ayah dan ibu mereka pergi meninggalkan mereka, dan itu adalah awal dari segala penderitaan dan kesakitan yang mereka rasakan, hidup terlunta-lunta, di usir, caci maki, hinaan, selalu mereka dapatkan dari orang-orang yang tidak punya hati, tapi karena ketegaran Felix, yang selalu sabar dan tidak putus asa, membuat mereka sampai pada titik yang selama ini tidak pernah mereka impikan.


Cukup dengan hidup damai pun mereka sudah bersyukur, tapi Tuhan memberikan lebih pada mereka, memberikan mereka orang tua, dan kehidupan layak seperti saat ini, tapi hal itu tidak membuat mereka lupa dari mana mereka berasal, dan tidak melupakan segala kebaikan orang-orang yang perduli pada mereka.


Felix dan Faro pun, berjalan bergabung dengan yang lain, Faro yang merindukan mereka semua, ingin melepaskan segala kerinduannya yang sudah bertahun-tahun lamanya, dan orang yang paling ingin Faro peluk saat ini adalah mami dan papi nya, yang sudah membuat nya bisa berdiri di kaki nya saat ini.


Namun saat Faro mendekat, mami nya malah ngambek nggak mau memeluk Faro, karena kesal, dan tidak mengikutsertakan kejutan itu, karena hanya Vany yang di libatkan, membuat mami nya merasa di abaikan.


"Mi, Faro tahu mami kesal dan kecewa sama Faro, tapi Faro lakukan ini, juga membuat kejutan untuk mami. "


Memeluk Rima, yang meneteskan air mata nya, tidak di pungkiri, Rima yang sempat merasakan kebersamaan mereka semasa Faro masih kecil dan melepas Faro mewujudkan mimpinya saat Faro sudah dewasa, dan tidak pernah pulang, dan hanya berhubungan lewat ponsel.


Rima pun tak kuasa dengan keharuan itu, memeluk Faro dan menangis bahagia, sungguh Rima sangat bersyukur Tuhan mempertemukan mereka dengan cara yang tidak pernah mereka rencanakan, dan kebahagiaan itu pun mengalir dalam keluarga mereka.


Widodo yang melihat istrinya menangis dan memeluk Faro dengan erat, menjahili mereka dengan pura-pura kesal, agar kesedihan dan keharuan itu berubah menjadi suasana yang bahagia, karena semua yang terjadi ini adalah hal yang indah bukan untuk di tangisi.

__ADS_1


"Wah.! karena pria lain mami sampai lupa pada suami sendiri, apa yang kamu lakukan pada istri papi hingga menangis, dan begitu erat memeluk mu, apa kau membuat penarik pada istriku ini, hingga melupakan suami tampannya ini???


Mendengar gurauan Widodo semua pun tertawa, karena mami Rima melotot tajam pada Widodo, dan mami Rima menghadang Widodo dan membuat Faro berdiri di belakang nya, seolah membela Faro dari hukuman, dan kelakukan mereka itu pun semakin membuat semua nya tertawa bahagia.


Rafa yang juga merindukan Faro, dan Rafa ingat pamannya pergi saat Rafa berumur 10 tahun, dan itu juga sangat lama, hingga Rafa menikah pun pamannya itu tidak bisa datang, karena saat itu Faro melakukan pembukaan launching galerinya.


"Paman.! Selamat datang, dan Rafa senang paman pulang, kami semua merindukan paman.!


Memeluk Faro hangat, dan Faro pun tak menyangka bahwa ponakannya itu, sudah menjadi pria dewasa dan sangat tampan.


" Paman juga merindukan kalian semua, oh ya mana istrimu??


Bertanya karena Faro memang belum mengenal Atika.


Rafa pun memanggil Atika, memperkenalkan istrinya pada pamannya, dan Atika yang di panggil pun mendekat, dan tersenyum hangat pada mereka.


"Halo paman, aku Atika, menantu momy Felix, dan istri dari keponakan paman ini."


Faro pun memeluk Atika hangat, air mata nya pun tak bisa Faro bendung lagi, ternyata kakaknya sudah punya menantu dan akan punya cucu, sungguh banyak kejutan yang ia dapat saat ini, kedua kakaknya sudah punya kehidupan masing-masing, dan memiliki keluarga yang menyayangi mereka.


"Maaf ya, karena paman tidak bisa hadir saat pernikahan kalian, tapi paman bahagia mendengar kabar pernikahan kalian, dan sekarang kita sudah berkumpul lagi.


" Iya paman, kami mengerti kok. " Rafa tahu pamannya merasa tak enak hati.


"Bagai mana perkembangan galeri mu Faro??

__ADS_1


Widodo pun menanyakan usaha Faro yang sekarang berkembang pesat, dan Faro berhasil dalam karirnya sebagai pelukis yang handal.


" Semua lancar Pi, Faro berencana mau bukan cabang di kota ini, dan Faro harap papi nggak keberatan bantu Faro mencari tempat yang cocok dan Faro yakin papi lebih mahir dalam hal ini. "


Tetap menghargai Widodo sebagai orang tua, bukan karena Faro tak mampu melakukan itu, tapi Faro tidak ingin papi Widodo merasa di lupakan dan tak punya potensi karena umurnya, dan Faro ingin widodo selalu merasakan bahwa mereka tetap anak kecil yang butuh arahan dan pendapat dari Widodo dan tetap menjadi orang yang selalu hormat pada kebijakan papi Widodo yang selalu menomorsatukan keluarga.


"Papi sudah tua Faro, lebih baik kamu minta bantuan Aliando. "


Widodo tahu Faro tidak ingin dia merasa tidak di butuhkan lagi karena sudah tua, tapi widodo senang karena Faro masih menghargai dan butuh petunjuknya.


"Memangnya kamu ingin buka galeri dalam bentuk pameran saja atau sekaligus untuk menampung pelukis berbakat??


Aliando pun menanyakan pada Faro model cabang yang ingin di buka Faro.


" Untuk pameran dan menampung pelukis yang berbakat, dan kalau bisa nantinya, aku mau buat pameran untuk donasi anak jalanan, dan menyaring mereka yang punya bakat melukis, dan aku akan membuat mereka menjadi orang yang berguna, karena tidak ada yang tidak mungkin kalau kita berusaha, apa lagi mereka bisa melihat aku yang tidak memiliki fisik yang sama dengan mereka, tapi aku bisa melakukan karena ada kemauan dan bakat.


Mendengar penuturan Faro, suasana pun jadi haru kembali, karena Felix menangis, karena ingatannya kembali ke masa kejadian di mana Faro mengalami musibah itu, dan harus kehilangan anggota tubuh nya.


"Kak, tidak ada yang perlu di tangisi dan di sesali, semua itu sudah jalannya dari Tuhan, aku tahu kakak mengingat semua kenangan pahit di masa lampau, tapi semua itu bisa kita lalui dan kita jalani, walau pun tidak mudah. Semua yang kita alami dan kita dapatkan sekarang, itu adalah anugerah dan semua itu karena cinta, cinta kakak yang tulus yang merawat dan mendidik kami jadi orang yang berguna, dan kakak adalah panutan kami adik-adikmu ini. "


Faro sengaja mengatakan itu, ia tahu Felix tidak akan pernah lupa bagai mana sakit nya kehidupan mereka dulu, dan setiap langkah yang di lalui nya, bahkan melewati ambang kematian, tapi Tuhan tidak akan membiarkan perjuangan seseorang tanpa mengecap hasil yang indah, karena usaha dan kesabaran tidak akan membohongi hasil dari perbuatan baik.


Tidak salah pepatah mengatakan, "Hidup bagai panggung sandiwara" atau pun "Dunia ini berputar bagaikan roda, kadang di atas dan kadang di bawah" karena kedua pepatah itu adalah hal yang mengingatkan kita pada posisi dan keadaan, kalau kita berada di atas jangan pernah melihat yang di bawah kecil dan merasa kita besar, karena justru sebaliknya, kalau yang di bawah melihat ke atas, juga sama kecil nya saat kita melihat ke atas, dan kita harus ingat di mata Tuhan, kita tetap sama, kecil dan besar, kaya dan miskin, tidak merubah segala sesuatu nya, dan hidup harus di jalani, karena hidup hanya sementara, bukan hak dan milik kita, tapi yang kuasa lah yang berhak atas diri dan hidup kita.


Next.

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya ya guys.


Salam Arthor๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2