Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
episide 108


__ADS_3

Tak terasa, waktu berjalan begitu cepat hari ini felix akan pergi mengunjungi panti asuhan yang sudah menjadi miliknya.


Dengan beberapa acara yang dipersiapkan ando, agar anak panti asuhan juga merasakan kebahagian pada hari itu.


Sementara seorang gadis cantik dalam perjalanan pulang dari studynya dan menyandang gelar sebagai sarjana, tersenyum bahagia melihat hamparan kota yang sangat ia rindukan, dan ia sudah tak sabar untuk bertemu dengan orang orang yang disayang terlebih kakaknya felix, ya ferolah yang saat ini baru pulang dari kota B setelah menyelesaikan pendidikannya di kota tersebut, karena Widodo mengirimnya untuk menempuh pendidikan yang lebih baik dan segalanya pun Widodolah yang bertanggung jawab untuk biaya dan keperluan fero saat berada di kota B.


"Sayang, kamu udah siap? tanya ando yang sudah menunggu istrinya dari tadi.


" Sebentar, aku lagi memakaikan baju Rafa nih.


"Baiklah, dan jangan sampai kita telat.


Felix tak menjawab lagi, dia hanya sibuk memnenahi anaknya Rafa dengan pakaian yang nyaman.


Sebuah mobil memasuki pekarangan rumah dan berhenti tepat di depan pintu utama.


Ando yang penasaran siapa pagi pagi yang bertamu kerumahnya.


Saat membuka pintu rumah, ando melihat seorang gadis cantik mungil dengan kacamata hitamnya membuat ando sangat sulit mengenali wanita tersebut.


Saat wanita itu sudah tepat di hadapan ando, ia tersenyum dan merasakan kalau kakak iparnya sedikit linglung dengan penampilannya dan kurang mengenalnya.


Ando pun mengerutkan dahinya pertanda, siapa gadis ini dan mau apa ia kerumah ini, begitulah kira kira yang ada di benaknya.


" Halo,, sapa fero yang melambaikan tangannya di hadapan ando yang bengong.


Ando yang tersadar pun langsung menatap gadis itu dari atas hingga bawah.


Sementara Widodo yang sudah tahu akan kedatangan fero, tanpa aba aba ia langsung menerobos keluar dan tak menghiraukan ando yang tersenggol karena reflek.


"Sayang, kau sudah tiba dan memeluk fero sangat erat, ya begitulah Widodo yang menyanyangi kedua adik felix seperti anaknya sendiri.


Fero yang mendapat pelukan hangat pun menyambutnya dengan senyum bahagia,karena ia juga sangat rindu dengan sosok yang memeluknya itu, bahkan mendapat kasih sanyang seperti dari orang tua kandungnya sendiri.


Ando yang melihat interaksi antara papinya dan gadis imut itu pun menganga tak percaya, sejak kapan papinya berhubungan dengan gadis itu.


Setelah mereka berpelukan melepas rindu, ando pun memicingkan matanya menatap papinya seolah bertanya apa yang terjadi dengan papi? apa papi selingkuh? atau papi ingin menikah lagi? itulah sederetan pertanyaan yang ada di benaknya.

__ADS_1


Namun Widodo tak menghiraukan tatapan ando yan menyelidik bahkan tak menghiraukan, dan masuk ke rumah mengajak fero ke dalam.


Ando yang kesal pun ikut masuk dari belakang mereka dengan wajah yang mulai memerah, bisa bisanya papinya membawa seorang gadis belia ke rumah ini, kalau mami tahu akan ada perang yang meledakkan rumah ini nanti, pikirnya.


Saat maminya sudah turun dari lantai dua, dan mendapati suaminya yang tertawa renyah dengan fero pun langsung tersenyum bahagia, karena yang mereka nantikan sudah tiba ternyata.


"Sayang, kamu curang deh, masak udah sampai ngak bilang sih, dan mami rindu juga loh, sembari membentangkan kedia tangannya untuk memeluk fero.


Fero yang juga sangat merindukan pelukan itu pun menghambur dan menangis haru saat sudah berada dalam dekapan maminya.


Felix yang tak tahu juga akan kedatangan adiknya pun bingung, saat mendapati ada drama tangis haru di hadapannya, dan siapa gadis ini mengapa ia membiat mami seharu itu?


Ando yang bingung pun dan dengan pikiran kotarnya tadi sudah semakin heran, malahan maminya juga sangat bahagia melihat gadis tersebut.


" Mih, panggil felix pelan.


Mami dan fero pun melepas pelukan hangat itu dan menatap felix sendu.


"Kakak, ucap fero dan juga berhambur dalam pelukan felix.


Felix yang juga tak mengenali wajah gadis yang memeluknya karena kacamata yang ia kenakan sangat sulit melihat seluruh wajah wanita itu, terbengong heran, mengapa ia di peluk seerat ini, dan mengapa juga gadis ini menangis saat memeluknya.


Saat felix melihat gadis itu membuka kacamatanya ia pun terkejut dan tak menyangka bahwa gadis yang baru saja memeluknya itu adalah adiknya fero.


" Fero.!!


Fero pun tersenyum saat felix menyebut namanya, dan kembali memeluk kakak tercintanya itu dengan derai air mata.


"Kamu sudah besar dan sangat cantik sayang, kakak sampai tidak mengenalmu tadi, dan tadi juga gaya kamu seperti bintang film, kakak sampai pangling, apakah ini benar adik kakak?


Fero pun tersenyum dan memutar badannya di hadapan kakaknya, bahwa ia adalah fero adik felix.


Ando yanf sudah kesal dari tadi bahkan berpikiran buruk pada papinya, dan jiga fero yang mengabaikannya pun jengkel, mendekati fero dan felix dan ando langsung menjewer telinga fero karena kesal di abaikan, diakan juga rindu dengan fero.


" Aduh sakit,!! pekik fero yang merasakan telinganya panas.


"Rasain!! bisa bisanya kamu mengabikan kakak iparmu yang tampan ini, kata ando lebay.

__ADS_1


" Cih!! tampan dari hongkong!!! sahut fero yang tak terima.


"Lagian kamu itu yah, kenapa sih bikin penasaran dari tadi??


" Biar keren! gitu loh, kata fero mengedipkan matanya pada ando.


"Keren apanya, lo masih saja kelihatan si fero tukang ngences.! sahut ando sengaja mengejek fero.


" Akhh papi lihat tuh kak ando masih saja mengejek fero, adunya pada widodo, dengan rengekan manjanya.


Mami dan felix melihar sikap manja fero terhadap papinya pun tersenyum dan menggeleng dengan tingkah fero.


"Sudah,sudah!


" Nanti kita telat ke panti asuhan, dramanya nanti di sambung lagi, ucap widodo mengelus kepala fero sayang.


"Panti asuhan?


"Jadi kalian mau ke panti yah? tanya fero yang tak tahu soal panti tersebut.


'Iya nanti kamu juga tahu kok, sahut mami tersenyum.


" Ah iya,, aku dari tadi kok ngak lihat Faro??


"Faro ada di asramanya, dan dia di sekolahkan papi di sekolah husus biar mendapat hal positif dan tidak minder terhadap orang lain, sahut felix.


" Wah,berarti faro sudah, bisa mengikuti pendidikan yah?


"Benar, dan papi tidak mau faro jadi anak yang menyendiri dan terasingkan, faro harus berbaur dengan semua orang, meski pun di punya cacat fisik, bukan berarti ia menutup diri, faro juga harus bisa berkarya dan percaya diri, sahut widodo sendu, karena ia juga merasakan pilu setiap kali melihat faro.


Mami yang melihat suaminya sedih dan tahu apa yang di pikirkan oleh suaminya itu pun mendekati suaminya.


" Pih,, jangan sedih dong, kalau faro lihat pahlawannya sedih, dia juga akan sangat sedih, papi ngak mau kan faro terpuruk seperti waktu sebelumnya, kalau papi sedih yang ada akan mematahkan semangat faro, kata mami bijak mengelus punggung suaminya hangat.


"Iya mih, maaf kalau sikap papi berlebihan, kata widodo tersenyum.


" Sekarang ayo kita berangkat, karena kita sudah telat 10 menit, kata ando yang mengandeng istri dan anaknya dalam gendongan felix.

__ADS_1


Maaf lama up nya ya, banyak hal tak terduga, kuharap semua sahabat yang sudah kecewa maklum dengan situasi saya, dan saya harap kalian semua masih setia menunghu kelanjutan cerita novel saya ini.


Thanks.


__ADS_2