
Sebelum pulang ke kota B, Atika dan Bibi Lana pergi ke Mall, menghabiskan waktu bersama sebelum Bibi Lana pulang ke Vila besok.
Rafa hanya pasrah, tak dapat melarang Atika yang pergi hanya berdua dengan Bibi Lana, melarang pun percuma, karena wanitanya akan ngambek dan mogok makan.
Rafa yang memang sibuk, tak bisa menemani Atika dan Bibi Lana, hingga ia meminta Dewa, menyuruh beberapa pengawal mengawasi Atika dan Bibi Lana, karena tak ingin terjadi sesuatu pada calon istrinya itu.
"Tugaskan pengawal terbaik mengawasi Atika dan Bibi Lana, tapi jangan terlalu dekat, dan Atika tidak merasa di awasi, ucap Rafa pada Dewa yang duduk di kursi kebesarannya.
"Siap bos, sesuai keinginan anda, sahut Dewa cepat.
"Apa jadwalku hari ini??
"Pertemuan dengan tuan Jhon dari CV grup, sekaligus beliau mengajak makan siang, ucap Dewa memberi tahu.
"Siapkan berkasnya, dan lakukan pekerjaanmu sebelum kita menemui Jhon nanti, ucap Rafa lagi.
"Siap bos, berjlaan keluar dari ruangan itu, melanjutkan pekerjaannya.
Namun saat Dewa ingin menghubungi pengawal yang akan mengawasi Atika, ponselnya berdering lebih dulu, dan Dewa langsung mengangkat panggilan itu.
"Halo, sahut Dewa, menjawab panggilan tersebut.
"Pak Dewa, ini saya asisten pak Jhon,kami mohon maaf terpaksa membatalkan pertemuan kita,karena tuan Jhon kurang sehat, dan beliau, sungguh minta maaf.
"Baiklah, akan saya sampaikan pada tuan Rafa, dan sampaikan salam kami pada tuan Jhon, dan semoga cepat sembuh, ucap Dewa.
"Tentu, dan terima kasih atas ijin dan perhatiannya tuan, sekali lagi kami mohon maaf dari CV grup.
"Sama-sama, dan tak perlu sunggkan.
Dewa pun berjalan menuju ruangan bosnya, bermaksud menyampaikan kabar dari pihak CV grup yang membatalkan pertemuan antar dua perusahaan besar itu.
"Permisi bos. perusahan CV grup membatalkan pertemuan hari ini, karena tuan Jhon kurang sehat, dan beliau sangat minta maaf atas pembatalan pertemuan ini,ucap Dewa menjelaskan.
__ADS_1
"Baiklah, tidak masalah, dan lanjutkan pekerjaanmu, ucap Rafa yang paham.
Dewa pun keluar dari ruangan itu, dan menghubungi pengawal yang akan mengawasi Atika dan Bibi Lana, jangan sampai ia lupa, bisa-bisa bosnya akan menggila, bila terjadi sesuatu pada Atika.
Baru saja Rafa merebahkan tubuhnya di sofa dalam ruangannya, ia di kejutkan dengan suara pintu ruangannya, yang di buka dengan kasar dan sangat kuat, siapa lagi pelakunya, yang selalu jadi musuh Dewa bila sudah bertemu dengan gadis jahil seperti Vany.
"Kakak.!!
Rafa yang melihat Vany, masuk dengan kasar ke dalam ruangannya,hanya menghela nafas dan menggeleng, selalu saja membuat ia sport jantung, namun ia senang karena Vany datang mengunjunginya.
'Dasar jelangkung.!! ucap Rafa terkekeh karena Vany cemberut, karena kesal pada Dewa yang selalu melarangnya masuk ke ruangan Rafa.
"Kenapa sih kakak betah memperkerjakan monster di kantor kakak, ucap Vany melotot pada Dewa.
Dewa hanya bersikap biasa mendengar ucapan dan tatapan Vany yang kesal padanya. Bagi Dewa Vany hanya gadis pecicilan yang sellau bersikap manja pada bosnya itu.
"Hust, ngak baik ngatai yang lebih tua darimu, ucap Rafa menasehati Vany, meski pun Vany bagian dari keluarganya, tapi Rafa tak suka jika Vany berbica tidak sopan bila saat di depannya.
"Maaf kak, ucap Vany yang paham kalau Rafa tidak suka Vany bersikap tidak sopan.
"Laptop Vany rusak, dan kakak harus beli yang baru lagi untuk Vany, dan harus sekarang karena Vany banyak tugas kuliah, tidak ada penolakan, ucap Vany cepat tanpa jeda agar Rafa tidak punya alasan untuk menolak keinginannya.
Rafa pun terkekeh lucu mendengar celoteh Vany, yang membuat Rafa selalu gemas karena Vany terlihat imut, saat menampilkan wajah yang di buat segarang mungkin, padahal tidak cocok sedikit pun.
"Baiklah Nona, sepertinya kamu punya nasib baik kali ini, karena kakak tidak ada jadwal hari ini, kakak akan menemanimu membeli Laptop, tapi tidak gratis ya,ucap Rafa sengaja menggoda Vany.
"Benarkah?? sepertinya Vany akan menelpon bunda Felix deh, ucap Vany sengaja dan Rafa langsung menutup mulut Vany dengan telapak tangannya, ia tahu Vany akan melapor yang tidak-tidak pada momy nya, dan tentu si singa betina akan murka kalau gadis manja kesayangan momy nya mengadu pada sang momy.
"Kau ini, kakak kan hanya bercanda, sudah main lapor saja, huhh!! ucap Rafa menyentil dahi Vany.
"Habisnya kakak, bisa-bisanya mau meras Vany, jelaslah Vany akan lapor pada bunda, biar kakak di kirim ke kutub utara, ucap Vany merasa bangga.
"Baiklah, kau menang gadis kecil, ucap Rafa sembari berdiri menarik Vany keluar dari ruangannya.
__ADS_1
Rafa pun membawa Vany ke salah satu Mall yang sudah jadi tempat favorit Vany, mereka pun sudah tiba di Mall tersebut.
Rafa pun turun dari mobil, di susul Vany, dan menggandeng lengan Rafa bergelayut manja sambil berjalan memasuki Mall tersebut.
Vany yang memang tujuannya ingin membeli Laptop baru, langsung menarik Rafa ke toko yang menjual berbagai merk Laptop yang cukup mahal.
Saat mereka baru saja keluar dari toko tersebut, Vany yang selalu menempel di lengan Rafa, membuat dada seorang gadis sesak dan ingin menangis melihat pemandangan yang membuat wanita itu bersembunyi agar tak terlihat dari dua mahluk yang berbeda jenis itu.
Rafa yang tidak menyadari bahwa mereka. berada di Mall yang sama dengan Atika, dan Atika melihat semua pergerakan mereka saat baru masuk ke Mall tadi.
Karena penasaran Atika meninggalkan Bibi Lana yang sibuk belanja, mengikuti Rafa yang berjalan dengan seorang gadis dan sellau menggandeng lengannya, dan merengek manja pada Rafa.
Atika menghapus air matanya, dada yang sesak, kakinya gemetar melihat Rafa yang terlihat begitu menyanyangi gadis yang selalu bersama Rafa, membuat Atika menebak bahwa Rafa hanya mempermainkan perasaan Atika, andai hanya omongan atau gosip, mungkin Atika akan berpikir dua kali untuk percaya, tapi tidak dengan apa yang di lihat dengan mata kepalanya sendiri, apa lagi melihat gadis yang bersama Rafa sangat manja dan selalu menempel pada Rafa, membuat Atika yakin, kalau gadis itu adalah wanita yang istimewa bagi Rafa.
Atika yang tak tahan melihat semua itu, tubuhnya yang lemas, hingga tak sengaja barang belanjaannya jatuh dari tangannya, dan menimbulkan suara yang cukup menarik perhatian orang-orang yang berlalu lalang di Mall tersebut.
"Nona, apa anda baik-baik saja?? tanya seorang pengunjung Mall yang melihat Atika gemetar karena menangis dan barang belanjaannya yang jatuh.
"Tidak, saya baik-baik saja, maaf telah merepotkan ucap Atika yang menerima barang belanjaannya dari orang tersebut.
Rafa yang berjalan santai dengan Vany, menoleh saat mengenali suara wanita yang baru saja bicara, dan matanya terbelalak sat melihat Atika yang menatapnya sinis lalu membuang arah pandangannya ke tempat lain, berjalan cepat pergi dari tempat yang membuat dadanya sesak dari tadi.
Rafa yang sempat bengong, tersadar karena Vany menggoyangkan lengannya, membuat Rafa melihat Atika yang berlari, keluar dari Mall.
Rafa yang ingin mengejar Atika, malah terhalang karena Vany menarik lengannya, membuat Rafa mengurungkan niatnya mengejar Atika.
Saat melihat tatapan Atika tadi, Rafa yakin Atika sudah berpikir yang tidak-tidak tentangnya, apa lagi saat ini Rafa yang bersama Vany, siapa yang tidak kecewa dan berpikir lain, bila sang kekasih berjalan dan bergandeng mesrah dengan seorang gadis.
"Bodoh, bodoh, kenapa bisa lupa sih, kalau Atika juga sedang belanja, padahal aku sendiri yang memberi ijin, pikir Rafa mengusap wajahnya, kasar karena frustasi saat melihat Atika pergi saat melihatnya tadi.
Haddeeeehhhhh
Next.
__ADS_1
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
Salam Arthor.