
Sudah dua hari Faro menginap di rumah Felix, banyak hal yang berubah dilihatnya selama tinggal bersama.
Banyak perubahan sikap yang Faro rasakan, bukan hal negatif tapi hal positif, begitu banyak cinta dan kasih sayang yang bertumbuh dalam keluarga besar widodo.
Namun yang membuat Faro penasaran, melihat sisi kepribadian Atika, Faro sama sekali Atika yang sudah menjadi istri keponakannya, buta akan asal usul Atika, dan melihat Atika seperti bukan dari kalangan atas, sikap rendah hati dan juga polos, membuat Faro menebak dalam pikirannya kalau Atika bukan wanita yang berpendidikan tinggi seperti Rafa keponakannya.
"Kamu di sini?? kakak kirain kamu keluar.! Felix yang mendapati Faro sedang duduk di taman belakang.
" Iya kak, aku lagi nggak pingin keluar, dan masih ingin menikmati kebersamaan sama kakak, dan yang paling penting yaitu masakan lezat kakak.!! tersenyum hangat pada Felix.
"Oh, kalau itu sih beres deh, kakak hanya berpikir kamu bosan di rumah, tapi kakak senang karena kamu masih merindukan masakan kakak.!
" Itu tidak akan bisa Faro lupakan kak, karena kakak sudah mengantikan posisi ayah dan ibu, yang membuat kami akan selalu menjadikan kakak nomor satu di hati dan hidup kami.!
"Duh, kamu jadi buat kakak terharu, tapi kakak bahagia, karena kita sudah punya kehidupan masing-masing.!
" Itu semua berkat kerja keras kakak, yang tidak pernah putus asa mendidik kami dan membuat kami paham dengan kehidupan yang penuh tantangan dan perjuangan.!
"Kau benar, dan kakak tidak lagi takut, karena semua sudah terjawab dalam hidup kita.!
Faro pun mengangguk paham, dan memandang ke lurus ke depan, berharap semua tidak akan cepat berlalu, dan kebahagian selalu datang menghampiri mereka.
" Oh ya kak, aku boleh tanya sesuatu??
__ADS_1
"Boleh, apa yang ingin kamu tanya, dan kalau kakak bisa jawab, kenapa nggak.!
" Ini soal menantu kakak, Atika.! apa Atika tidak punya keluarga, sama seperti kita?? soal nya aku melihat Atika sangat menyayangi kakak seperti ibunya sendiri.!
"Atika punya keluarga, tapi hanya tinggal ayahnya saja, ibunya sudah meninggal saat Atika berusia 15 tahun.
Atika adalah gadis yang kehidupannya hampir sama dengan kita dulu, hanya perbedaannya Atika masih punya ayah.
Namun meski pun punya ayah, Atika seperti hidup sendiri, karena Atika berjuang sendiri untuk kelanjutan hidup ayahnya dan Atika.
"Apa ayah Atika tidak bertanggung jawab sebagai ayah, atau orang tua??
"Tidak begitu.! Saat ibunya Atika meninggal, ayahnya tidak bisa menerima kepergian ibu Atika, hingga jatuh sakit dan struk karena tidak kuat hidup tanpa ibu Atika, dan setelah ibu Atika di makamkan, keadaan Atika dan ayahnya berubah dalam satu malam, Atika dan ayahnya di usir dari rumah mereka sendiri, pihak dari ibu Atika mengatakan itu adalah milik mereka, dan hal hasil Atika dan ayahnya pun pergi dari rumah itu.
Atika pun bekerja urakan dan tidak tentu, asalkan dia dan ayahnya bisa makan, dan membelikan ayahnya obat rutin.
Bibi Lana yang bekerja di Vila, merasa iba pada Atika dan ayahnya, hingga sesekali membawa Atika bekerja di Vila, dan membekali Atika makanan, meski itu makanan sisa Atika tidak masalah, yang penting dia dan ayahnya bisa makan, dan uang yang dia dapat, dia tabung agar bisa membawa ayahnya ke rumah sakit, agar ayahnya bisa normal kembali.
Tidak sedikit Atika mendapatkan hinaan dari orang-orang yang tidak punya hati, bukannya membantu malah membuat Atika lebih menderita, sama halnya dengan kita dulu, tidak tahu apa sebab mereka membenci kita, dan begitu jugalah Atika, di benci orang-orang, karena sebagian orang menolong dan perduli pada Atika juga ayahnya.
Hingga kejadian di kota B, pabrik kebakaran dan karyawan meninggal dua orang, Rafa pun pergi ke kota B, menyelesaikan masalah di sana, dan di sanalah awal pertemuan Atika dan Rafa, yang berujung Rafa menjadikan Atika istrinya dan menjadi menantu kakak.
Sempat terjadi salah paham antara mereka, tapi setelah Rafa tahu siapa Atika, dan Rafa merasa bersalah, melakukan sesuatu tanpa Atika ketahui, dan kakak beruntung karena Rafa tidak bertindak seperti daddy nya, yang hingga saat ini di belenggu penyesalan.
__ADS_1
"Apa Rafa berbuat seperti yang kak Aliando lakukan pada kakak??
" Tidak seburuk itu, tapi sempat membuat Atika sakit hati dan membenci Rafa, karena Rafa khilaf dia menghina Atika, yang belum ia tahu siapa Atika sebenarnya.
"Syukurlah Rafa tidak berbuat hal yang sama seperti kak Aliando, dan tidak mengulangi hal yang sama.!
" Justru daddy nya sendiri yang mengingatkan Rafa, karena begitu trauma dengan kejadian masa lalu, dan daddy nya pun mengingatkan Rafa, agar tidak masuk ke lubang yang sama, yang berujung hidup dalam belenggu penyesalan yang tidak bisa ia lupakan.
"Apa kak Aliando masih belum bisa melupakan kejadian di masa lalu??
" Belum, dan itu membuat kakak juga sedih, karena Aliando masih dalam bayang-bayang penyesalan yang besar, meski kakak tidak lagi menyimpan rasa sakit hati dan memaafkannya, tapi tetap saja Aliando belum bisa keluar dari bayang-bayang itu, dan yang paling membuat Aliando tidak pernah bisa lupa, saat kakak melahirkan Rafa, itulah hal yang begitu berat yang pernah dia rasakan saat melihat kakak di ambang kematian.
"Tapi kakak tidak pernah kan mengungkit masalah itu pada kak Aliando??
" Sama sekali tidak pernah, hanya setiap apa yang kami lakukan, atau pun berbuat kebaikan pada orang lain, itu yang membuat Aliando selalu teringat dengan kejadian itu, dan mengutuk perbuatannya yang sudah membuat kakak pernah menderita.
Faro pun terdiam, memang sangat sakit kala mengingat kejadian di masa lampau, tapi semua itu pelajaran dan cambukan untuk kita, meski pahit mengingatnya, tapi penuh hikmah.
Tidak seorang pun ingin hidup tak layak, tapi nasib dan takdir tidak bisa di tolak, karena Tuhan memberi kita pilihan hidup, berusaha untuk merubah, dan tetap sabar menjalani dan menerima pemberiannya, bukankah kita diajarkan untuk berserah?? karena segala sesuatu berasal dari nya, maka akan kembali padanya juga.
Satu kenyataan yang pasti dalam hidup adalah kita harus siap untuk menghadap padanya, bukan kekayaan atau pun harta, karena harta tidak akan bisa kita bawa saat kita menghadap sang khalik, karena semua hanya bersifat sementara, dan kita di bentuk untuk jadi orang yang ikhlas dan berserah, bukan untuk menyombongkan diri, karena di atas langit masih ada langit, dan itu adalah kodrat yang harus kita pahami dalam hidup yang bukan hak milik kita atau pun harta warisan, karena semua hanya titipan.!!
Next.
__ADS_1
Salam Author 🙏🙏🙏