
"Dewa.!!
Panggilan itu sudah seperti alaram bagi Dewa, siapa lagi yang memanggilnya kalau bukan, bosnya itu.
" Ada yang anda butuhkan bos?? tanya Dewa saat sudah masuk keruangan Rafa.
"Sudah kau urus yang ku katakan kemarin??
" Sudah bos, dan semua persiapan sudah beres, dan hadiah untuk Nona juga akan di kirim langsung ke kantor, sahut Rafa memberitahu.
"Bagus, kau tahu kan aku tak suka ada kesalahan sedikit pun?? ucap Rafa menatap Dewa tajam.
"Tentu bos, semua sesuai keinginan anda, sahut Dewa yakin.
"Jangan terlambat menjemput Atika nanti, dan ingat jaga matamu itu, ucap Dewa seolah ingin menelannya hidup-hidup.
Dewa pun menelan ludahnya kasar, kalau saya menjemput Nona, lalu bagai mana saya bicara pada Nona tanpa melihatnya, yang benar saja bos, ya Tuhan kasihanilah hambamu ini, batin Dewa menjerit.
" Kau tahu kan, aku tidak suka milikku di lirik dan di sentuh siapa pun, kecuali momy ku, jadi kalau tak ingin matamu ku buat jadi hiasan di mejaku ini, jangan pernah berani meliriknya sedikit pun.!! ucap Rafa, semakin membuat Dewa ingin menenggelamkan dirinya ke laut lepas.
"Bunuh saja saya tuan, lagi-lagi Dewa menjerit kesal dalam hatinya.
" Besok kosongkan jadwalku, aku tak suka waktuku di ganggu besok, dan lakukan sesuatu agar momy juga tidak membatalkan rencanaku ucap Rafa lagi membuat Dewa melotot.
"Kenapa.? kau tak sanggup?? tanya Rafa yang melihat Dewa malah melotot bukannya menjawab.
" Apa tidak sebaiknya tuan besar lebih tahu cara mengatasi Ny tuan, sahut Dewa yang tak sanggup berurusan dengan Felix.
"Cih,, kalau aku mengatakan pada dady yang ada malah semakin berantakan, karena mereka itu suami istri yang komplit, dan satu paket, ucap Rafa yang selalu kalah dalam permainan dady dan momy nya.
" Tapi tu.
"Tidak ada bantahan, dan kau harus melakukannya untukku, ucap Rafa telak, membuat Dewa bungkam, aiis habislah aku, pikir Dewa yang membayangkan Ny nya yang tak main-main bila terusik, Dewa pun bergidik.
Rencananya Rafa akan membawa Atika makan malam romantis, dan memberi Atika sedikit kejutan, dan membawa Atika liburan walau sehari, bagi Rafa tak penting sesingkat apa waktunya, asalkan momentnya bisa membuat Atika bahagia.
Waktu sudah menunjukkan pukul 5:30, Dewa yang sudah mendapat perintah dari bosnya untuk menjemput Atika ke mansion, dan membawa Atika ke suatu tempat yang spesial, dan sudah di persiapkan Rafa sebelumnya.
Rafa yang sengaja lebih dulu ke lokasi, ingin memberi Atika kejutan kecil, ia tak ingin Atika merasa seperti di lupakan karena urusan kerja, bahkan momy nya yang selalu menguasai Atika membuat Rafa jarang berduaan pada sang kekasih.
Dewa pun tiba di mansion, sesuai perintah si bos, Dewa akan bermain licik sedikit menghadapi Ny besarnya itu, walau nanti ia akan mendapat amukan singa betina itu, Dewa sudah pasrah.
"Permisi Ny, sapa Dewa saat mendapati Felix dan Atika duduk di ruang tamu, yang sedang asik melihat-lihat foto gaun yang menurut mereka sangat bagus.
" Ada apa Dewa?? tanya Felix melihat Dewa.
"Saya di suruh tuan membawa Nona Atika, ucap Dewa mulai merasakan debaran jantung begitu kuat, saat menatap Felix dengan tatapan menyelidik.
" Mau kemana?? tanya Felix yang tak suka Atika di bawa siapa pun sealain dirinya.
"Tuan akan membawa Nona ke kota B, karena tadi ada informasi dari Vila Bibi Lana sakit, dan ingin bertemu dengan Nona Atika, ucap Dewa yang berkali-kali menelan ludahnya, tak tahan melihat tatapan tajam Felix.
" Lalu di mana anak nakal itu??
__ADS_1
"Tuan masih ada pertemuan, dan akan langsung ke bandara, karena itu saya di suruh menjemput dan membawa Nona langsung ke bandara, ucap Dewa yang semakin gemetar, merasakan panas dingin.
"Tidai lama kan di sana?? tanya Felix yang tak ingin berpisah lama dari Atika.
" Mungkin hanya sehari Ny, ucap Dewa lagi.
"Baiklah, bersiaplah sayang, ucap Felix pada Atika yang akhirnya menyerah.
Atika pun mengangguk, pergi ke kamarnya, mengganti bajunya, terlebih dulu, lalu membawa tas kecilnya, yang di belikan Felix kemarin.
" Tante, Atika pergi dulu, pamit Atika pada Felix.
"iya sayang, kamu hati-hati ya, dan cepat pulang, ucap Felix terlihat santai, namun tidak dengan Dewa yang semakin takut melihay sikap tenang Ny nya itu, karena kalau sudah begitu jangan di ragukan lagi akan terjadi sesuatu, batin Dewa menjerit tidak akan selamat dari singa betina itu.
" Silahkan Nona, ucap Dewa tertunduk tapi masih bisa melirik Felix yang menatapnya tajam, habislah aku kali ini, ibuuuu, tolong anakmu ini, tangis Dewa menjerit histeris di dalam hati.
Atika pun berjalan menuju mobil, Dewa dengan sigap membuak pintu mobil, dan selalu menundui, tak berani menatap Atika sedikit pun, padahal waktu di Vila, jangankan menatap, bicara pun dia sangat bebas pada Atika, sebelum dua sejoli ini menjalin asmara, huhh selalu saja tertindas, Dewa menggeleng memikirkan bosnya, yang sangat posesif pada Atika.
Namun Dewa paham akan itu, karena bosnya yang pernah kecewa pada cinta pertamanya, dan ketakutan di masa lalu, membuat bosnya itu sangat posesif, karena tak ingin mengalami hal yang menyakitkan lagi.
Arika tang tak paham jalan ibukota itu, tak berkomentar ke mana pun Dewa membawanya.
Saat sudah tiba di lokasi, mobil yang berhenti membuat Atika bingung, karena mereka bukan di bandara, tapi di sebuah hotel mewah yang dekat dengan laut yang begitu luas.
"Bukannya Rafa menunggu kita di bandara Wa, tanya Atika yang masih melihat kanan kiri karena bingung.
" Nanti tuan yang akan menjelaskan pada anda Nona, sahut Dewa yang terus menunduk tak berani menatap Atika.
"Maksudmu Rafa ada di hotel ini?? tanya Atika semakin tak paham.
"Bukannya kamu bilang kita akan melihat Bibi yang lagi sakit?? tanya Atika sambil berjalan di belakang Dewa yang berjalan lebih dulu.
" Tuan yanh akan menjelaskannya pada Nona nanti, dan tanyakan langsung padanya, ucap Dewa yang tak tau lagi untuk beralasan apa pada Atika.
Atika pun diam, karena Dewa tak berniat menjelaskan, mengikuti langkah Dewa, lebih baik ia bertanya pada Rafa nanti, pikir Atika.
"Bagai mana??
"Tuan muda dan Nona Atika berada di hotel xx Ny, ucap seorang pria lewat sambungan telpon.
Setelah Dewa membawa Atika, Felix menyuruh orang kepercayaan suaminya untuk mengikuti Dewa, dan kemana membawa Atika, Felix tidak akan mudah percaya pada Dewa dan putra nakalnya itu, walau membiarkan Atika di bawa tapi Felix tidak akan duduk manis melipat kakinya, " Si singa Betina Akan Beraksi" tersenyum menyeringai.
Dewa mengantar Atika sampai di depan ruangan di mana bosnya sudah menunggu di dalam.
"Masuklah Nona, tuan sudah menunggu anda di dalam, ucap Dewa yang di angguki Atika.
" Atika pun membuka pintu, tatapannya langsung tertuju pada sosok yang menantinya, berdiri di samping meja yang tertata rapi dengan hiasan lilin menyala, dan sebuket bunga dalam genggaman Rafa.
Mata Atika sudah berkaca-kaca, sungguh ia sangat terharu dengan sikap Rafa yang selalu memberinya kejutan dan hal-hal yang indah, membuatnya nyaman, dengan cinta yang begitu besar dan tulus.
Rafa pun berjalan mendekati Atika yang masih enggan melangkah, sejenak Rafa berlutut di hadapan Atika dan mengulurkan bunga yang begitu cantik dan segar memanjakan mata itu.
"Aku bukan pujangga yang pandai merangkai kata-kata indah untuk ku ungkapkan malam ini, aku hanya bisa mengunggkapkan rasa yang begitu besar di dada ini melalui perbuatan yang nyata, dan bukan bualan semata, Atika Danu Anggara, maukah kau menikah denganku, menjadi ibu dari anak-anakku, dan selalu berdiri di sampingku, dalam untung dan malang, membangun keluarga kecil bersamaku?? mengeluarkan cincin dari saku jasnya, Rafa masih dalam posisi berlutut.
__ADS_1
Jatuh sudah air mata Atika yang begitu terharu dengan ungkapan dan kejutan dari Rafa malam ini.
Atika pun mengangguk cepat menghapus air matanya, Rafa pun berdiri, menarik lembut jemari Atika dan menyematkan cincin itu ke jari tangan Atika, dan mencium kening Atika lembut dan dalam, terima kasih sayang, menerimaku sebagai pasangan hidupmu, ucap Rafa mengelus wajah Atika lembut.
Atika yang tak bisa mengucapkan kata-kata apa pun, karena kaget dan bahagia bercampur jadi satu, membenamkan wajahnya di dada Rafa menangis bahagia.
Rafa pun mengajak Atika, menikmati makan malam romantis yang sudah begitu perfect di siapkan Rafa dan Dewa.
Selesai makan, Rafa pun membawa Atika ke tepi laut, sebagai tempat pengunjung hotel menikmati alam luas yang di padu dengan beberapa hiasan indah di sana.
Angin laut yang sejuk, seolah menggambarkan kebahagian ke dua sejoli itu, Rafa pun memeluk Atiak dari belakang, yang sedang menikmati suara ombak yang bergulung merdu di telinga Atika.
"Apa pun yang terjadi kelak, jangan pernah berpikir untuk pergi dan meninggalkan aku, ucap Rafa bebisik di telinga Atika.
Arika pun, membalikkan badannya, mengelus wajah Rafa, menelusuri garis wajah tampan itu, memberanikan diri mengecup bibir Rafa singkat, "Hidup dan hatiku berada di sini, nafasku juga ada di sini, bagai mana bisa aku pergi darimu, sementara aku sudah terikat di sini, ucap Atika mengungkapkab isi hatinya pada Rafa dengan menunjuk ke arah dada Rafa, yang membuktikan segalanya sudah terkurung dalam cinta Rafa yang begitu besar pada Atika.
Rafa yang senang mendengar ungkapan Atika, memeluk erat, " terima kasih sayang" ucapnya dengan hati yang penuh kebahagiaan.
Rafa pun membawa Atika masuk ke dalam hotel, karena angin laut yang cukup dingin menerpa kulit mereka.
Namun selama kegiatan mereka berlangsung, Rafa tak menyadari sepasang mata terus mengawasi mereka, dan menanti waktu yang tepat untuk melakukan eksekusi.
"Aku ke toilet sebentar, ucap Atika, yang di angguki oleh Rafa.
Atika pun berjalan menuju toilet, Rafa yang melihat ada sofa menganggur di sekitar ruangan itu, memilih menunggu Atika duduk di sofa itu.
Atika yang baru saja keluar dari kamar mandi, langsung menarik Atika, dan membekap mulut Atika, dengan membuat jari telunjuknya di bibir yang menarik Atika.
Atika pun terbelalak saat melihat siapa yang menarik dan membekapnya, sungguh Atika tak habis pikir dengan keluarga kekasihnya itu, yang selalu membuat Atika geleng kepala pusing, dengan tingkah calon mertuanya itu, siapa lagi pelakunya kalau bukan Felix? "Singa Betina Beraksi".?!!
Felix pun membawa Atika lewat jalan belakang hotel, di luar sudah ada sebuah mobil dan tentunya pawang singa betina yang sudah stand by menunggu di dalam mobil tersebut.
"Jalan cepat, sebelun anak nakal itu, tahu kita di sini, ucap Felix memerintah pawangnya.
" Ok, lets go baby, pawang berteriak senang karena menggagalkan rencana Rafa yang ingin menginap berdua dengan Atika di hotel mewah itu.
Giiillaaaakkkkkk..!!!
Rafa yang merasa Atika terlalu lama di kamar mandi, menyusul Atika, saat melihat pintu toilet terbuka dan tak ada siapa pun di dalam membuat Rafa panik.
"Cari keberadaan Atika sekarang.!! teriak Rafa dan mematikan sambungan telponnya, setelah memberi perintah pada Dewa.
Rafa yang lari sana-sini, mencari Atika berhenti sejenak, karena ponselnya berdering.
" Katakan.!!
"Nona Atika, di culik Ny dan tuan besar bos, dari toilet, sesuai rekaman cctv, ucap Dewa yang membuat Rafa ingin teriak sekencang-kencangnya, karena kesal, panik dan hawatir bercampur jadi satu.
" Moooommmmyyyyy..!!!!
Next
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
__ADS_1
Salam Arthor.