Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Tempat Tinggal Baru


__ADS_3

Saat makan malam di kediaman Aliando Widodo Pratama, Rafa menyampaikan niatnya untuk tinggal di apartemennya, denhan alasan agar ia lebih mandiri, dan tidak memberitahukan pada daddy dan momynya ia punya misi untuk menahlukkan hati seorang gadis, apa lagi sampai mom dan daddynya tahu ia akan tinggal di rumah Kost bisa-bisa ia akan di anggap daddynya mempermalukan keluarga besar Widodo.


"Mom, dad, mulai besok Rafa akan tinggal di apartemen, ucap Rafa sambil mengunyah makanannya.


Felix dan Ando pun salim tatap saat mendengar ucapan Rafa yang ingin tinggal di apartemen.


" Kenapa harus di apartemen nak?? apa ada hal yang menganggumu sayang?? tanya Felix yang tak ingin Rafa tinggal berjauhan darinya.


"Tidak ada mom, Rafa hanya ingin lebih mandiri saja, dan tak ada yang menganggu, jawab Rafa menatap momnya dengan senyum hangat.


" Terus apa yang membuatmu harus tinggal di apartemen?? Ando bertanya, memastikan alasan yang tepat untuk ia dengar dari putarnya itu.


"Kan Rafa sudah bilang tadi, alasannya, karena Rafa ingin lebih mandiri, dan Rafa juga akan pulang kok sesekali bertemu dengan mom dan daddy, ujar Rafa tanpa merubah alasannya.


" Tapi nak,, kamu akan tidak teratur makan bila tinggal di apartemen, ucap Felix masih beralasan agar putranya tak tinggal di sana.


"Rafa ngak mungkin lupa untuk makan mom, lagian Rafa ingin belajar untuk lebih dewasa, dan bertanggung jawab, aku harap mom dan daddy mendukung Rafa.


" Yah sudah biarkan saja mom, bila menurut putra kita itu yang terbaik, lagian memang sudah waktunya dia menjadi pribadi yang lebih dewasa dan mandiri, serta bertanggung jawab, ujar Ando menimpali agar sang istri tidak terlalu hawatir, namun sebagai seorang ibu wajar bila menghawatirkan buah hatinya, apa lagi ini kali pertama anaknua akan tinggal terpisah dari mereka, jelas saja membuat Felix berat hati.


"Baiklah sayang, bila itu keputusan kamu, mom sama daddy hanya bisa mendukung dan mendoakanmu, ucap Felix menghela nafas pelan, dan menuruti keinginan putranya itu.


"Makasih mom, dad, Rafa akan sering kok melihat mom dan dad, jadi mom jangan hawatir, putramu ini ngak bakal mungkin bisa melupakan bidadari cantik di rumah ini, ucap Rafa tersenyun menggoda momnya itu.


" Selalu saja begitu, huhh, pintar gombal hanya sama momy, apa ointar juga ya gombal sama seorang gadis?? ucap Felix balik meledek Rafa.


"Kalau masalah itu mom, kalau sudah tiba waktunya Rafa akan cerita ke mom, mom pasti bakal senang, tapi mom harus sabar, karena putramu yang tampan ini lagi berusaha, ujar Rafa membuat Ando dan Felix tersenyum senang.


" Baiklah mom percaya, dan mom yakin ngak bakal ada yang nolak putra mom yang tampan ini, ujar Felix yang sudah mupakan hawatinya dengan canda yang menyenangkan.


"Tapi kamu harus ingat pesan daddy, siapa pun gadis itu jangan pernah kamu merendahkannya, dan status sosialnya, karena daddy tak ingin kamu mengalami penyesalan seperti daddy, ucap Ando sendu menatap Felix, mengingat sikap arogan, kasar dan merendahkan istrinya dulu.

__ADS_1


" Dad,, jangan pernah mengingatnya lagi, masa lalu tak perlu untuk di kenang, ucap Felix yang mengerti suasana hati suaminya, yang merasakan penyesalan mendalam hingga saat ini.


"Daddy jangan hawatir soal itu, karena Rafa tidak pernah memandang orang lain dengan sebelah mata, apa daddy lupa kita punya wanita hebat, yang selalu menasehati dan memberi hal positif untuk keluarga kita, ujar Rafa yang membanggakan sang momy.


" Bahkan hatinya seperti malaikat, ujar Ando menimpali.


Felix yang mendengar pun terharu, di puji dua orang pria yang begitu berharga dalam hidupnya, sungguh ia tidak pernah membayangkan hal ini, saat di mana ia berjuang hampir putus asa dengan segala ujian hidup, tapi semua hal bila di dasari dengan kesabaran dan ikhlas pasti membuahkan hasil yang manis dan indah.


Ando yang melihat istrinya meneteskan air mata, mengenggam erat tangan Felix, dia yakin istrinya saat ini mengingat, saat-saat sulit yang di jalaninya selama ini.


"Terimakasih mom, sudah bertahan di samping daddy, dan daddy sangat bersyukur mom hadir dalam hidup daddy, ucap Ando merangkul Felix dengan lembut dan hangat.


Rafa yang melihat keharmonisan rumah tangga mom dan daddynya pun, turut bahagia dan ia juga sangat bangga pada sang daddy yang tak malu mengakui kesalahannya di masa lalu, benar-benar pria sejati dan patut ia contoh.


Mereka pun mengakhiri makan malam itu dengan perasaan bajagia, karena selalu saling terbuka dan menyanyangi.


Sementara Celi dan Lili di kamar kostnya, sedang berbincang tentang Rafa, si pria tampan yang membuat Lili tak berkedip.


"Maksud Lo?? tanya Celi dengan kening mengkerut, tak paham.


" Lo itu bego apa dungu sih.!! ucap Lili yang gemas karena Celi terlalu cuek masalah cowok.


"Maksud gue, si cogan, apa Lo ngak tertarik?? dan sepertinya gue lihat tuh cowok tertarik deh ama Lo, dari tatapannya mihat Lo gue yakin deh, ujar Lili si ratu kepo.


"Lo jangan mikir terlalu jauh Li, mana ada orang baru ketemu langsung suka, apa Lo kira semua orang kayak Lo, lihat sekali langsung nyosor aja.


" Nyosor moyang Lo.!! gue kan nebak aja, dan siapa tahu Lo juga suka ma tuh Cogan, sahut Lili yang tak mau kalah.


"Ngak bisa asal nebak Li, kali aja dia sudah punya pacar, dan gue rasa memang Lo aja yang memang ngak bisa nahan kalau udah lihat cowok tampan, ujar Celi meledek Lili.


" Akh,,, Lo ngak asik deh, masa iya sih, Lo ngak ada tertariknya lihat cowok, apa lagi semenjak kita bersama, Lo ngak pernah deh gue dengar dan lihat kagum sama seorang cowok, jangan-jangan Lo ngak normal Cel, ujar Lili yang semakin kepo.

__ADS_1


"Ngak normal monyong Lo,, sembarangan mgatain gue Lo.! ucap Celi tak terima.


"Kalau Lo ngak normal iya pasti, ucap Celi balik menyerang Lili.


"What.?? sahut Lili melotot.


" Kalau Lo normal, kenapa Lo masih nolak Rian, secara dia udah berkali-kali nembak Lo, ijar Celi membuat Lili bungkam.


"Kalau itu sih beda Cel, ucap Lili merengut, karena Celi mengungkit soal Rian.


"Apa yang beda.?? Rian selalu terima dengan penolakan Lo, malah gue ngak habis pikir kenapa Lo selalu nolak Rian, padahal Rian pria yang baik, dan kita kenal Rian sangat baik, ujar Celi menatap Lili menanti jawaban Lili.


" Gue bukan ngak suka sama Rian, gue malah suka banget, hanya saja gue merasa ngak pantas buat Rian, kami bagai langit dan bumi Cel, ucap Lili sendu.


"Apa Rian pernah Lo lihat membedakan atau mempermasalahkan status seseorang Li?? Celi bertanya.


" Memang tidak pernah Cel,, cuma gue takut, saat gue sudah yakin demgan pearasaan gue, dan mimpi terlalu tinggi kaau jatuh, tentu sakitnya akan membekas, ujar Lili yang ragu karena dia sadar akan dirinya, yang hanya seorang putri pegawai swasta dan ibunya hanya penjual roti, sementara Rian, anak orang kaya, tak sebanding dengan status sosialnya.


"Kamu belum jalani, sudah berpikir buruk, cobalah beri Rian kesempatan, bila tak ada kecocokan antara kalian, baru Lo ambil tindakan, ujar Celi memberi saran.


" Gue akan pikirkan saran Lo Cel, gue juga butu support Lo selalu, ujar Lili yang ingin membuka hati dan mencoba walau ia masih bum yakin.


"Gitu dong,, itu baru sahabat gue, sekarang kita tidur, kalau tidak kita bisa telat karena kesiangan, ujar Celi.


Rafa yang sudah dapat kabar dari Celi sejam yang lalu, begitu senang saat Celi mengatakan ada tempat kosong untuknya, yang berarti ia akan menempati tempat tinggal yang baru besok, dan ia akan memulai misinya dengan sangat rapi, agar Celi dan Lili si kepo tidak menaruh curiga padanya.


Next


Mohon tinggalkan jejak ya Guys, mohon, mohon..


Salam Arthor

__ADS_1


__ADS_2