
Pukul 13:00 menandakan waktu keberangkatan mami dan papinya Ando.
Sebelumnya Ando sengaja pulang dari kantor dengan maksud untuk mengantarkan mami dan papinya ke bandara menuju kota x.
Mereka saat ini sudah berada di dalam mobil menuju bandara.
sepanjang perjalanan hanya Ando dan papinya saja yang suka bicara, sementara felik dan maminya hanya diam mendengarkan pembicaraan kedua pria yang ada di kemudi depan.
Tak lama akhirnya mereka sudah tiba di bandara.
Felix,,,, mami akan sangat merindukanmu nak, ucap mami seraya memeluk felix dengan hangat.
felix pun akan demikian mih, mami jaga kesehatan di sana yah, dan jangan sampai lelah, pesan felix yang selalu perhatian.
kami berangkat dulu nak, ucap papinua Ando pada felix seraya mengelus sayang pucuk kepala felix.
Iya pih, papi juga harus jaga kesehatan disana, sahut felix dengan senyun tipisnya.
Ndo,, kamu jangan macam macam sama felix, dan ingat kamu harus menjaganya dan jangan sampai dia bersedih lagi, ingat janji kita, papi ingin kamu bisa buktikan pada papi kalau kamu memang sungguh sungguh pada felix, bisik papinya di telinga Ando seraya memeluk Ando agar kedua wanita yang ada dekat mereka tak curiga dengan kesepakatan mereka.
Baik pih,, Ando akan lakukan sesuai janji kita, sahut Ando.
mami dan papinya pun beranjak menuju ruang tunggu bandara, untuk keberangkatan mereka.
------------------------------
Sepulang dari bandara dalam perjalanan pulang felix dan Ando hanya diam, suasana canggung pun sangat mencekam keadaan dalam mobil.
Untuk menghilangkan rasa canggung felix pun berinisiatif diluan untuk bicara.
Ndo,,!!!
Hmm ada apa?? sahut Ando sedikit cuek, namum felix tak masalah.
apa kita bisa mampir sebentar kerumahku, aku sangat merindukan adik adikku, hampir dua minggu aku tak melihat mereka, meski pun saat ini mereka di temani sama bibi, namun tetap saja mereka tanggung jawabku, ucap felix serius.
Baiklah, tapi tak bisa lama, aku masih ada kerjaan di kantor, jawab Ando yang tak ingin menatap felix sedikit pun, pandangannya hanya fokus kedepan saja.
Tak perlu menungguku, aku bisa pulang nanti dengan ojek online, sahut felix, yang tak ingin menganggu waktu kerja Ando.
__ADS_1
Apaaa!! ojek online??
apa kamu ingin aku di gantung mami,dengan membiarkanmu naik ojek bila mami tahu bisa habis aku, ucap ando kesal.
mami tak akan tahu bipa tak aku beritahu, jadi jangan pikirkan dan tak masalah juga aku naik ojek, ucap felix tak mau kalah.
tetap saja itu melanggar pesan yang ma.i dan papi bilang padaku, dan tak usah membantah lagi, biar nanti aku suruh sopir menjemputmu untuk pulang, ucap ando tegas.
Baiklah bila begitu, aku menurut apa katamu, sahut felix kesal yang sudah merasa seperti di kekang.
Akhirnya mereka pun sudah tiba di rumah felix, dan ando langsung pergi menuju kantornya.
saat di perjalanan menuju kantor Ando mengumpat dirinya sendiri.
Bodoh,,, bodoh,!! kenapa aku jadi seperti orang yang tidak punya perasaan saat bicara tadi padanya, alhhhkkk apa karena janji yang telah kusepakati pada papi, hingga aku terbawa suasana itu???
akhh bodoh amatlah, ini juga papi yang inginkan, aku bahkan merasa ini tidak akan berhasil, mana papi langsung biat rencana di luar dugaanku pergi kerumah oma, akhhh papi, aku jadi seperti mau gila sendiri, aku tak tahan dengan semua sandiwara ini.!! ucapnuya dengan geram.
Felix yang sudah berada dirumahnya, dan merasakan senang saat bertemu kedua adik kesayangannya.
Kak felix,, apa kakak akan menginap disini?? tanya fero
akhh,, tidak fero, kakak harus kembali, kalau kakak tidak kembali nanti yang ada di kira kakak kabur lagi dan tidak menepati janji kakak pada mami.
Apa kalian senang dan bahagia setelah ada bibi?? tanya felix pada kedua adiknya.
Yah, kami sangat senang, bahkan fero sangat berterima kasih karena keluarga widodo sudah menjamin pendidikan sekolah kami kak, dan dengan memberikan kebutuhan bulanan kami dab dengan bibi yang mereka percayakan merawat dan mengurus kami disini, yah meskipun awalnya kami sangat sedih waktu kakak sudah tak tinggal dengan kami lagi, namun bibi, sangat baik dan seperti ibu untuk kami berdua disini, sahut fero sedikit sendu.
felix yang mendengar ucapan adiknya pun, meneteskan air matanya,
Biarlah aku berkorban demi kebahagian kalian, meski aku merasakan sakit, namun demi kalian itu tak ada apanya di banding masa depan kalian, batin felix.
kakak jangan bersedih, karena melihat felix menangis, fero merasa bersalah karena terlalu banyak bicara soal keadaan mereka.
felix tersenyum sembari memeluk adiknya itu, dan berharap mereka bisa bahagia dan berkumpul seperti impian mereka.
Baiklah,,,, kakak akan pulang dulu, kalian jangan nakal, jadilah anak penurut dan gak boleh ngelawan sama bibi, ok
mereka gak nakal kok lix,, sahut bibi dengan senyum keibuannya.
__ADS_1
baiklah bik, felix titip adik felix semoga bibi selalu sabar pada adik adik felix, sahut felix sembari memeluk erat sang bibi.
Iya kamu jangan hawatir, mereka baik dan gak nakal, dan sangat penurut, karena kamu memang kakak yang bertanggung jawab bisa mendidik adik adikmu dengan baik.
makasih bik, semoga mereka tak menyusahkan bibi, sahut felix lagi.
saat mereka sudah saling melepas rindu, klakson mobil di depan rumah felix pun berdenting menandakan sopir keluarga widodo sudah menjemputnya untuk pulang.
Saya pamit ya bik,,, fero kamu yang baik sekolahnya dan jangan kecewakan kakak,, ucap felix
iya kak, kakak hati hati di jalan salam sama kak Ando.
baiklah nanti kakak sampaikan, sahut felix sambil berjalan menuju mobil.
saat menuju mobil, ada beberapa tetangga yang melihat felix saat itu.
wah,, wahhh,, lihat siapa yang datang,, demi kehidupan mewah dia rela jual harga dirinya pada orang kaya, dan meninggalkan kedua adiknya pada orang lain, Ciihhh sangat memalukan, orang miskin mimpi jadi cinderella,!!! hiuhhhh!!!
sorak ibu ibu tetangga.
felix yang tak perduli dengan omongan ibu ibu itu pun hanya diiam dan menundukkan kepalanya memasuki mobil, dan menyuruh sopir untuk segera berjalan.
saat dalam mobil, felix menamgis dalam diam, kenapa semua orang tak pernah bisa melihat hati tulusku, kenapa orang orang hanya bisa menilaiku rendah dan apakah memang aku orang yang sudah menjual harga diriku??? air mata felix pun tak bisa terbendung lagi, dia meratapi hidupnya yang selalu di caci dan di hina orang.
pak sopir yang melihat felix hanya menangis pun tak tega.
Non,, yang sabar ya, tak usah dihiraukan non ucapan ibu ibu tadi, mereka hanya iri dengan non felix, ucap sopir itu
felix pun menatap pak sopir sendu,, apa aku segitu rendahnya pak, tanya felix
Nggak non,
non felix itu orang yang sangat baik, hanya saja mereka tak tahu sifat ketulusan non felix, jawab sopir itu lagi.
Makasih pak, karena bapak bisa melihat ketulusan saya, dan tak menilai saya sebagai murahan, sahut felix dengan sendu dan pilu.
Akhirnya felix pun tiba di rumah keluarga Widodo, dengan perasaan yang sangat sakit, felix masuk kedalam dan saat masuk felix berpapasan dengan Ando yang dudah pulang dari kantor.
Ando yang melihat wajah felix sembab dan habis menangis pun heran, ada apa dengannya?? kenapa dia pulang pulang dengan wajah seperti itu?? dan lagi siapa yang membuat dia menangis??
__ADS_1
Ando yang binggung pun hanya menatap punggung felix yang menjauh memasuki kamarnya.
Up lagi gaeesss semoga kalian suka dengan cerita recehanku ini