
Pagi pagi sekali felix dan feronsia sudah berangkat menuju bank,, untuk melakukan penarikan uang tabungan mereka,, yahh hari ini mereka berencana untuk membeli rumah yang sederhana dengan hasil keringat mereka sendiri dan mewujutkan mimpi mereka.
Setelah selesai dari bank,, mereka langsung menuju kediaman sang pemilik rumah yang hendak mereka beli.
Transaksi pun selesai dengan harga 45 juta,, dan mereka sangat senang dan bangga meski mereka tak dapat memiliki rumah mewah tapi mereka sudah sangat bersyukur dengan apa yang sudah mereka capai dari hasil kerja keras mereka meskipun perjalanan yang mereka tempuh untuk bisa mewujutkan itu, sangat tidak mulus dimana mereka selalu mendapat hinaan, dang sering di olok olok,, tapi itu semua tak membuat tekad mereka ciut,, karena mereka yakin segala sesuatu yang dilakukan dengan perjuangan yang begitu menyakitkan suatu hari akan membuahkan hasil juga.
Setelah menerima surat dan kunci rumah tersebut,, felix dan fero langsung menuju rumah tersebut yang dimana tempatnya lumayan jauh dari keramaian kota,,,
Felix yang sudah berdiri di depan rumah tersebut mendadak sedih, karena dia begitu bahagia karena impiannya untuk mewujutkan itu telah berhasil, sejenak felix menangis dan merasakan pedih karena saat ini dia mengingat kedua orang tua mereka.
__ADS_1
Ayah,,, ibu,, apa sekarang kalian melihat kami dari atas,, semua ini terwujut berkat restu kalian ayah,, ibu,, hiks,, hikss,, fero yang melihat felix pun langsung memeluk kakaknya itu,,,
Kakak,,, jangan bersedih,, kita sudah banyak melewati hal yang sangat menyakitkan kak,, fero gak mau kakak jadi orang yang lemah,, kakak wanita tangguh yang fero dan faro miliki,, kami sangat bangga punya kakak seperti kak felix,, Ayolah kak,, jangan menangis fero jadi ikut sedih kalau kakak bersedih,, kakak adalah penyemangat kami kak,,
Kakak,, bukannya sedih,, kakak sangat bahagia sayang karena semuanya sudah nyata di hadapan kita dan bukan angan angan lagi, kakak hanya ingat sama Ayah,, dan ibu, seandainya saja mereka tidak secepat itu meninggalkan kita,, mungkin kebahagiaan kita akan semakin lengkap dengan tinggal bersama.
Setuju,,, ide yang bagus, mari kita masuk.
Akhh,,, akhirnya selesai juga,, felix yang sangat lelah menghempaskan badanya diatas karpet,,
__ADS_1
Fero, kau mandilah diluan, baru setelah itu kakak, biar kita ngak kesoren jemput faro.
Baiklah kakakku sayang, fero mandi dulu, beranjak kekamar mandi membersihkan tubuhnya yang sudah sangat lengket dan sangat gerah, karena mereka bertempur tanpa mengingat untuk sekedar istirahat.
Usai sudah mereka mempersiapkan diri dan akan pergi menuju Panti Asuhan yang dimana adik bungsu mereka titipkan di panti itu, dan hari ini, mereka akan membawa faro untuk tinggal bersama mereka,, dan sebelumnya mereka juga akan berterima kasih dahulu pada ibu Sarah yang sudah begitu baik mau membantu dan mengurus faro dengan penuh kasih sayang.
Feronsia yang sudah sangat merindukan adiknya itu pun sudah tidak sabaran ingin bertemu, bahkan fero sampai meneteskan air matanya dimana dia mengingat terakhir kali pergi meninggalkan faro yang sangat sedih dan menangis karena tak ingin kakak kakaknya pergi dan meninggalkan faro sendiri di panti iti, tapi apa hendak dikata, mereka memang sangat berat meninggalkan adik bungsunya itu, namun demi tujuan dan mimpi mereka, fero dan felix harus bisa ikhlas dan sabar dengan situasi mereka saat itu, dan kini akhirnya Tuhan memberikan restunya dan doa kedua orang tuanya yang sudah bisa membuat mereka untuk bisa bertemu dan berkumpul lagi, Tuhan terimakasih karena kami masih merasakan Anugerahmu yang sangat besar untuk kami,, itulah yang bisa di gambarkan fero, dengan keadaan yang sekarang bisa membuat mereka bernafas sedikit lega dengan hasil kerja keras mereka.
Laaaaaaaaaaannnnnnjjjjjjjjuuuuuuuuuuttttttttt
__ADS_1