
Setelah mengucapkan janji suci perkawinan, keluarga besar Widodo, mengadakan resepsi pernikahan di hotel mewah milik mereka.
Para tamu undangan pun memadati Balroom hotel yang sudah di sulap pihak WO yang terkenal dan sangat berkelas.
Rafa dan Atika benar-benar, jadi ratu dan raja seharian penuh, di hari spesial yang banyak membuat takjub akan pernikahan putra Aliando sang pewaris itu.
Celi dan Rendra, nemenuhi perninttaan Rafa dan Atika. Celi tak ingin di anggap sebagai wanita yang masih punya rasa pada Rafa, karena ia sudah memilih Rendra sebagai laki-laki, yang akan menjadi pendamping hidupnya.
"Selamat ya Raf, atas pernikahan kalian, ucap Celi dan Rendra memberi ucapan selamat pada pengantin baru itu.
" Makasih Ren, Cel, aku senang kalian datang ke acara penikahan kami, dan aku menunggu kabar dari kalian, dan tentunya itu kabar yang akan menyusul kami pastinya, ucap Rafa pada Rendra dan Celi.
"Iya deh, kamu tenang saja, orang pertama yang akan kami undang nanti adalah kalian berdua, ucap Celi tersenyum pada Rendra yang mengangguk, membenarkan ucapan Celi.
" Wah, wah, ini nggak bisa di biarin ini, ucap Lili yang tiba-tiba muncul dengan Rian suaminya.
"Lili, aku merindukan mu, teriak Celi memeluk Lili heboh, karena sudah cukup lama tidak bertemu semenjak Celi pergi kala itu.
"Aku juga sangat merindukan mu, ucap Lili berjikrak senang, bertemu sahabat yang sangat baik bagi Lili.
Tapi kehebohan dua sahabat itu langsung terhenti karena Rian mengingatkan Lili yang melupakan kehamilanya yang sudah masuk usia tujuh bulan itu.
" Sayang, hati-hati, kamu lagi hamil loh, ucap Rian dengan lembut takut salah dan Lili ngambek lagi.
Semenjak menjalani kehamilan, Rian sangat kewalahan dengan perubahan mood Lili yang sangat mudah tersingung dan menangis tanpa alasan yang jelas, membuat Rian harus ektra hati-hati, untuk bicara, karena salah sedikit saja, dan nada suara yang sedikit meninggi pun akan di permasalahkan Lili, dan mogok bicara selama seninggu, dan tentunya hal itu membuat Rian tersiksa.
"Wah,, sepertinya di sini ada yang takut istri, ucap Celi saat mendengar Rian mengingatkan Lili, begitu lembut dan sangat hati-hati.
Rian yang mendengar ucapan Celi, hanya cengebgesan, karena Lili sudah menatapnya tajam, agar Rian tidak membicarakan tingkahnya yang selalu membuat Rian kewalahan.
" Bucin dong, ucap Rafa yang membuat Rian geram karena mereka meledeknya yang ketahuan takut pada Lili.
__ADS_1
"Cih.! Gue doain Atika akan menindas Lo Lebih parah dari Gue, ucap Rian yang semakin membuat Lili melotot tajam.
" Berarti selama ini mas merasa tertindas iya?? ucap Lili membuat Rian menelan ludahnya kasar, "tamat sudah riwayatku, sial dasar sahabat nggak ada akhlak, batin Rian, menatap geram Rafa, yang tersenyum senang, meledek Rian yang geram.
" Itu tidak benar sayang, siapa juga yang tertindas melakukan hal yang sangat di dambakan semua suami untuk baby nya yang masih di dalam kandungan, ucap Rian membela diri, dan sudah paham Lili tidak perduli di mana pun tempatnya kalau sudah merajuk.
Hormon kehamilan yang membuat Lili beubah-ubah, dan Rian sealu tak berkutik, bahkan setiap kali Rian mengingatkan selalu salah bagi Lili.
"Rencana bulan madu ke mana Raf?? tanya Rian mengalihkan pembicaraan.
"Kalau aku sih terserah istriku saja, ke mana pun yang ia minta tentu aku akan menurutinya, ucap Rafa tersenyum pada Atika yang menunduk malu, mendengar kata " Istri", dari mulut suaminya yang baru sah beberapa jam yang lalu.
Rendra dan Celi tersenyum melihat Atika yang malu-malu, hingga Rendra sebgaja menggoda pengantin baru itu lagi.
"Kenapa Raf, tanya Rendra yang melihat Rafa melirik jam tangannya.
"Hanya lelah, jawab Rafa biasa saja.
"Sialan Lo, jangan menggoda dan merusak pikiran istriku yang polos, ucap Rafa yang tahu Atika tak nyaman mendengar Rendra yang selalu menggoda istrinya.
" Allllahh, Gue jamin deh, Lo juga pasti mikir ke sana kan?? ucap Rendra lagi membuat wajah Atika semakin memerah malu.
"Pikiran Lo aja yang kotor, ucap Rafa yang ikut malu karena para sahabatnya, malah menertawainya.
" Jangan munafik Lo Raf, wajah Lo aja udah ikutan merah noh, sama kayak istri Lo, ucap Rian membuat Rafa dan Atika saling pandang, dan tersenyum malu.
Para tamu undangan yang lainnya pun mengucapkan selamat pada Atika dan Rafa.
Seluruh rekan bisnisnya begitu antusias memberikan hadiah pernikahan Rafa dan Atika, melihat hal itu, Atika jadi berpikir, ternyata suaminya bukanlah orang sembarang, dan sangat di hormati, tapi malah memilih Atika sebagai istri yang tidak ada apa-apanya.
"Apa kamu lelah sayang?? tanya Rafa melihat Atika mengelus-elus betis kakinya.
__ADS_1
" Hm, sedikit.
"Sedikit bagai mana?? kalau lelah ya lelah, jangan di tahan, atau kita ke dalam saja istirahat, ucap Rafa tak tega melihat wajah lelah istrinya itu.
" Tapi acaranya kan belum selesai, ucap Atika yang tak enak hati meninggalkan pesta begitu saja.
"Kenapa selalu lebih memikirkan orang lan, aku nggak mau ya, kamu lelah dan sakit, ucap Rafa tak habis pikir pada istrinya, yang lebih memikirkan orang lain dari pada keadaannya sendiri.
"Bukan begitu, para tamu-tamu itu datang kan mau melihat kita, bukan mau melihat gedung mewah ini, ucap Atika membuat Rafa menatapnya lekat.
"Jangan bilang kamu masih betah melihat para tamu yang tampan, ucap Rafa membuat Atika melotot tajam.
" Tentu, mereka bahkan sangat keren dan cool, ucap Atika yang semakin membuat Rafa panas dingin.
"Sekali saja kau berani menatap para pria itu, aku tidak akan mengampuni mu, aku akan mengurung mu di kamar kita selama seminggu sebagai hukuman mu.! kesal Rafa karena istrinya malah memuji ketampanan pria lain.
" Kita lihat saja nanti, tapi momy tidak akan membiarkan itu terjadi, ucap Atika tersenyum jahil, karena punya senjata yang ampuh, membuat suaminy itu tak berkutik.
"Sudah berani kamu ya, mengancam suami tampanmu ini, ucap Rafa membuat Atika terkekeh.
"Itu bukan ancaman, kamu ingat tidak waktu kita di hotel xx, momy menculik ku dari sana, tentu hal itu bisa saja terulang kembali, karena kamu mengurung putrinya, ucap Atika yang tertawa lucu bersama Rafa, mengingat momy nya, selalu punya cara yang konyol.
" Ya sudah, kalau kamu belum mau istirahat, tapi kalau sudah tak lelah, jangan di tahan, ucap Rafa yang di angguki Atika.
Satu persatu para tamu mulai meninggalkan balroom hotel, dan sebagian lagi masih ada yang masih menikmati acara, dengan menyumbangkan lagu, dan tembang yang cukup mengisi suasana di balroom hotel masih begitu di nikmati para tamu yang ada di sana.
Rafa yang melihat wajah lelah Atika, akhirnya mengajak Atika pergi ke kamar hotel yang sudah di hias seindah mungkin, untuk sepasang pengantin baru yang akan meninkmati malam panjang mereka.
Next.
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
__ADS_1
salam Arthor.