
Akhirnya Rafa mengijinkan Atika tinggal di Vila, walau berat untuk meninggalkan istrinya di kota B, karena Rafa begitu menyayangi istrinya, Dan demi kebahagian Atika Rafa pun memutuskan istrinya tinggal selama seminggu.
"Selama di sini, kalau ada sesuatu kamu langsung hubungi kami ya sayang, ujar Felix yang juga khawatir pada menantunya itu.
"Iya mom, Tika pasti hubungi kalian, mony jangan terlalu menghawatirkan Tika, ujar Atika.
" Kamu ini bicara apa Tika?? bagai mana mereka tidak khawatir denganmu, dengan keadaanmu yang seperti ini, tentu mereka khawatir, ujar pak Danu kesal karena putrinya begitu keras kepala, padahal semua orang mengkhawatirkannya.
"Tidak apa-apa pak Danu, Tika berkata begitu, agar istriku tidak terbebani dengan keadaan Atika, ujar Aliando.
"Baik-baik selama di sini, jangan membantah ayah, kalau ayah menasehati kamu, semua demi kebaikan kamu juga, ujar Rafa, agar istrinya tidak membangkang dan berbuat yang membahayakan dirinya.
"Iya mas, kalian hati-hati ya, ujar Atika yang sebenarnya juga berat melihat suaminya pergi, namun Atika tak bisa menahan suaminya untuk tinggal bersamanya, karena pekerjaan dan tanggung jawabnya sebagai CEO.
Rafa serta momy dan dady nya pun berangkat, entah perasaan apa yang janggal pada Rafa, tapi ia menepis pikiran-pikiran buruk itu, dan istrinya akan baik-baik saja.
Atika yang melihat tatapan suaminya saat berangkat tadi, merasakan begitu berat suaminya pulang tanpa dirinya. Namun Atika berpikir ini karena kali pertama ia jauh dari suaminya dan tak merasa ada sesuatu yang janggal, dan wajar karena selama ini mereka selalu bersama.
Setelah berlalu beberapa jam, tak lama Atika mendapat pesan dari Rafa, yang mengatakan mereka Sudan tiba di rumah, Atika lega karena suami dan mertuanya sudah sampai dalam keadaan baik-baik saja.
Namun setelah membaca pesan itu, Atika merasa sedikit aneh, kenapa suaminya hanya mengirim pesan, tidak menghubunginya langsung?? tapi Atika tak mau berpikir macam-macam, dan mungkin saja suaminya sedang sibuk, pikir Atika menepis perasaannya yang mengganjal.
__ADS_1
Semenjak pulang dari kota B, Rafa terlihat kurang bersemangat, pikirannya selalu tertuju pada istrinya yang berada di kota B, dan di kantor pun Rafa terlihat uring-uringan, membuat Dewa menggeleng kepala melihat perubahan sikap bosnya itu.
Ingin sekali Rafa menghubungi istrinya, tapi pikirannya kacau, semakin ia mendengar suara istrinya semakin berat baginya, dan semakin tak tahan menunggu waktu seminggu, dan ia sengaja menahan semua itu, agar selama seminggu ini ia kuat melalui hari-harinya tanpa Atika.
Ingin cepat pulang pun percuma, karena di rumah pun ia tambah pusing, karena sang penyemangatnya tidak ada di rumah, yang ada semakin membuat ia merindukan istrinya, apa lagi melihat barang-barang istrinya, membuat Rafa ingin sekali kembalikan keep kota B, dan membawa istrinya pulang, tapi itu tidak mungkin terjadi, karena Atika belum tentu mau pulang, dan membujuk wanita hamil sangat sulit, dan Rafa akan semakin kewalahan, kalau istrinya ngambek, bisa-bisa istrinya menambah waktu seminggu jadi sebulan.
Atika yang hampir seharian di Vila, semenjak suami dan mertuanya pulang, keadaan Vila jadi terasa sepi, dan membuatnya merasa bosan.
Atika pun memilih pergi ke taman belakang, untuk mengusir rasa bosan itu, tapi pilihan itu tidak membuat rasa bosannya hilang, malah membuat Atika semakin pusing, karena setiap kali dia bergerak di Vila itu, bibi Lana dan kedua pengawal yang di tugaskan Rafa untuk mengawasi dan menjaga istrinya selalu ikut ke mana pun Atika pergi, hanya ke kamarnya sajalah mereka tidak mengikuti Atika, niat hati ingin bebas dan bersenang-senang, malah semakin terkekang, pikir Atika menggeleng pusing.
Waktu pun berlalu cepat, hari sudah malam, dan saat ini Atika sedang menikmati makan malamnya bersama ayah nya.
" Tidak ada ayah, memangnya Atika di perbolehkan melakukan apa pun di Vila ini, sesuai yang Atika mau?? ujar Atika yang kesal karena hanya bengong seharian tanpa aktivitas apa pun, dan sungguh menjenuhkan.
Pak Danu terkekeh mendengar ucapan Atika yang terdengar kesal, "makanya jangan keras kepala, kamu pikir memaksa tinggal di Vila bisa membuatmu bebas berbuat apa pun, jangan harap, karena suami dan mertuamu sudah tahu betul bagai mana sifat mu, makanya mereka melakukan penjagaan ketat, agar kamu tetap di awasi" batin pak Danu, tersenyum simpul pada Atika.
"Ayah kok senyum-senyum gitu, ada apa?? tanya Atika yang melihat ayah nya senyum-senyum sendiri.
" Tidak apa-apa, ayah hanya heran denganmu, kenapa memilih tinggal dan tidak pulang dengan suami dan mertuamu?? tanya pak Danu ingin tahu apa tujuan Atika bersikeras untuk tinggal.
"Jangan pura-pura tidak tahu ayah, Atika tahu kok, ayah sengaja kan bertanya begitu, padahal ayah sudah tahu kenapa Atika memilih tinggal di Vila, ujar Atika semakin kesal, karena ayah nya pura-pura bodoh.
__ADS_1
" Kenapa bicara begitu?? ayah memang tidak tahu, karena itu ayah bertanya pada mu, ujar pak Danu sok polos.
"Tika ini putri ayah loh, Atika tahu betul ayah itu bagai mana, dan Tika tahu, ayah senang kan karena Tika nggak bisa bebas seperti harapan Tika?? ujar Atika, yang semakin kesal.
"Bukan begitu, kamu tahu kan mereka menghawatirkan mu?? dan ayah merasa kamu tidak menghargai kasih sayang mereka, hanya memikirkan kamu bisa sebebas dulu. " Kamu sudah menikah nak, dan memiliki tanggung jawab seorang istri, dan tempatmu berada di sisi suami mu, bukan seperti ini, apa kamu tahu bagai mana perasaan suami mu saat ini?? bisa ayah jamin, nak Rafa pasti tidak tenang di sana, tapi demi kebahagian kamu, nak Rafa mengalah" ujar pak Danu menasehati Atika, agar putrinya tahu tanggung jawabnya sebagai seorang istri.
"Iya ayah, maaf kalau Atika sudah melupakan hal itu, ujar Atika menunduk, tak berani menatap ayah nya, merasa bersalah telah bersikap semaunya, dan ayah nya benar, ia sudah menjadi seorang istri, dan punya tanggung jawab.
" Ayah bukan marah soal kamu masih ingin di sini, tapi setidaknya kamu harus memikirkan lagi setiap mengambil keputusan, dan masih untung mantu ayah dan kedua mertuamu sangat baik dan menyayangi mu, kalau saja tidak?? ujar pak Danu agar Atika bisa lebih dewasa memikirkan hal-hal yang memang sangat utama dalam berumah tangga.
"Iya ayah, Atika akan belajar soal itu, tapi Atika juga nggak tahu kenapa begitu ngotot mau tinggal di sini, ujar Atika yang memang bukan hanya keinginannya sendiri.
" Mungkin itu juga keinginan calon cucu ayah, tapi lain kali kamu harus memprioritaskan keluarga, yaitu suami mu, karena kamu harus bisa menghargai perasaan mantu ayah, dan ayah tahu nak Rafa sangat berat hati meninggalkan kamu di sini, ujar pak Danu yang melihat wajah berat dan lesu Rafa saat berangkat tadi lagi.
Atika yang mendengar wejangan dari ayah nya, jadi merasa tak enak hati, pikirannya pun langsung tertuju pada suaminya, mengingat sampai saat ini suaminya tidak menghubunginya, padahal ia berharap suaminya menelponnya, tapi sudah seharian ia menunggu tetap tak ada panggilan dari Rafa, membuat Atika membenarkan perkataan ayahnya, dan mungkin saja suaminya di sana sangat galau dan hanya memikirkan keadaan nya.
Next.
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
Salam Arthot
__ADS_1