
Atika yang dalam mobil Aliando dan Felix, hawatir pada Rafa, yang tinggal di hotel, dan pasti akan panik mencari keberadaannya.
"Tante, bagai mana dengan Rafa, dia pasti akan mencari Atika, ucap Atika hawtir.
" Biarkan saja.! kau kira otak putraku sependek jari kelingking?? jangan-jangan anak nakal itu sudah tahu kau bersamaku, ucap Felix menarik nafas sedikit tersengal karena berlari dari hotel.
Atika pun tak bisa berbuat banyak, hanya berpikir, "sebenarnya kami ini lagi main petak umpet apa?? tak habis pikir selalu saling mengerjai satu sama lain.
" Setidaknya tante hubungi Rafa, memberitahu kalau aku bersama tante sekarang, ucap Atika polos.
"Huh kau ini, mana ada maling yang mengaku mencuri, itu sama saja meleparkan diri sendiri ke kandang macan, ucap Felix sedikit kesal pada Atika.
" Kalau..
"Sudah kau tenang saja, dan jangan pikirkan anak nakal itu, ucap Felix memotong ucapan Atika.
Aliando yang mendengar dua wanita beda usia di belakng kemudinya, tak menghiraukan perdebatan istri dan calon mantunya itu, yang ada dalam pkirannya hanya dua kata saat ini.
" Dua ronde"
Felix yang membutuhkan bantuan suaminya, menjanjikan akan melayani suaminya dengan durasi, dua ronde, karena Aliando sempat menolak tak mau membantu misi istrinya itu, hingga Felix dengan berat hati menjanjikan hal yang akan membuatnya remuk di ranjang.
Senyum kemenangan jelas terus terukir di bibir Aliando, kapan lagi ia bisa menindas istrinya kalau tidak saat genting begini.
Rafa yang sudah tahu di mana calon istrinya berada, memilih pulang dengan wajah masam dan langkah yang lesu.
Berharap bisa tidur bersama dan berduaan dengan calon istri, hanya angan semata, karena momy nya yang selalu merusak acaranya.
Namun saat mobil yang di bawa Dewa, mulai berjalan, tiba-tiba Rafa mendapat ide cemerlang, dan tentunya ia akan melakukan hal itu, membalas momy dan dady nya.
Rafa dan Dewa pun sampai, di mansion, wajah kesal itu belum hilang tentunya dari wajah tampan si pemilik calon istri yang di culik momy nya sendiri dari toilet hotel.
Saat Rafa melewati kamar momy nya, dengan langkah pelan, agar tak terdengar, tak sengaja ia mendengar suara berisik dari kamar momy dan dady nya.
Rafa mengintip dari celah pintu yang tidak tertutup rapat, hingga suara momy dan dady nya, terdengar jelas di telinga Rafa.
"Tidak mau.!! ucap Felix berontak di bawah kukungan suaminya.
" Heh.. siapa yang berjanji tadi sama dady, kalau misi ini berhasil dan dady membantu momy, menjanjikan dua ronde itu pada dady tadi, ucap Aliando kekeh dengan dua ronde yang di janjikan istrinya itu.
Rafa yang mendengar dan mengintip dari celah pintu pun, tepok jidat, rupanya sang momy menjanjikan permainan yang membuat di pawang mau mengikuti rencana gila singa betina, benar-benar gila, pikir Rafa dan pergi menuju kamar Atika, meninggalkan suami istri itu, yang berdebat masalah dua rondenya.
Felix pun membalik posisi yang tadinya dia terkukung, sekaran malah duduk di atas perut Aliando, saat melihat suaminya lengah, secepat mungkin Felix memanfaatkan keadaan.
__ADS_1
"Satu kali atau tidak sama sekali.!! ucap Felix yang kini ambil kendali pada suaminya.
"Itu curang namanya, ucap Aliando tak terima.
" ya sudah.!! kalau tidak mau momy akan tidur bareng Atika saja, ucap Felix hendak beranjak dari tubuh suaminya itu.
"Ok, ucap Aliando finish kalah berdebat pada Felix, berharap akan mandi keringat malam ini, ternyata hanya di kadali istrinya.
Rafa yang sudah masuk ke kamar Atika, melihat Atika sudah terlelap dalam buaian mimpi indah, mulut Atika yang menganga, membuat Rafa terkekeh geli, " kamu itu tidur atau sedang lagi paduan suara hm?" ucap Rafa yang lucu melihat mulut Atika.
Rafa pun mengangkat Atika membawa dalam gendongannya ke kamar Rafa, belum puas merasakan momen berduaannya besama calon istrinya itu, dan Rafa tidak akan menyianyiakan kesempatan itu, karena momy dan dady nya sedang asik mencapai dua rondenya.
Rafa pun membaringkan Atika di ranjangnya, Atika yang merasakan pergerakan yang menyentuh kulitnya, langsung membuka matanya, dan yang di lihatnya Rafa sedang membenahi tidur Atika yang sedikit miring.
"Kamu sudah pulang?? tanya Atika yang mengejutkan Rafa karena Atika sudah membuka matanya.
"Hm, jangan pikirkan apa pun, tidurlah lagi, ucap Rafa menarik selimut menutupi tubuh Atika.
"Aku ganti baju dulu, ucap Rafa berjalan ke kamar mandi.
Atika yang melihat sekiling kamar, baru menyadari ternyata ia bukan di kamarnya, tapi di kamar Rafa, Atika pun menghela nafasnya, berpikir dan berkata dalam hati "apa kami sedang melakukan permainan culik-culikan??" tak habis pikir, tadi sudah di culik momy nya, sekarang di culik putranya, besok siapa lagi yang akan menculikku?? batin Atika.
Rafa keluar dari kamar mandi, naik ke atas ranjang, membaringkan tubuhnya, di samping Atika, dan memeluk Atika erat.
Sementara di negara xxx, Celi yang tidak menyadari perbuatan nekatnya menghubungi Rafa waktu itu, ternyata jadi bumerang, karena sudah mengusik Rafa.
Tok, tok, tok.
Gedoran pintu yang cukup keras membuat Celi terperanjat, siapa gerangan yang sudah mengedor pintu rumahnya dengan tidak sopan begitu, pikir Celi.
Celi yang geram, membuka pintu itu cepat, karena gedoran semakin keras dan terus menerus.
" Siapa kalian.?? tanya Celi saat melihat beberapa pria bertubuh tegap dan berwajah sangar berdiri di depan pintu rumahnya.
"Anda tidak perlu tahu siapa kami, ucap pria itu mendorong Celi agar tidak menghalangi mereka masuk.
Celi yang di dorong, melangkah mundur, dan wajahnya sudah pucat, dan tubuhnya bergetar.
Celi yang ingat menyimpan sebuah pistol di lacinya, mundur perlahan hendak mengambil pistol tersebut, ia menyimpan pistol itu untuk berjaga-jaga, karena tinggal sendiri takut dengan kejadian yang menimpanya, bila ada laki-laki yang mencoba melecehkannya, ia akan mengunakan pistol itu untuk menyelamatkan dirinya, itu sebabnya ia menyimpan pistol itu.
Namun gerak-gerik Celi, terbaca para pria bertubuh tegap itu, dengan sigap langsung mencekal lengan Celi, menariknya kasar, hingga Celi tersungkur di lantai.
"Aku tidak punya urusan dengan kalian, ucap Celi lantang tak tetima di perlakukan kasar, oleh pria yang tidak di kenalinya itu.
__ADS_1
" Kau memang tak ada urusan dengan kami Nona, tapi kau sudah berani mengusik bos kami, dan tentunya kami kesini, hanya ingin bermain sedikit denganmu manis" ucap salah seorang pria bertubuh kekar itu.
"Cih, aku tak tahu siapa bos kalian, dan aku tak pernah mengusik siapa pun, ucap Celi yang tidak menyadari perbutannya.
"Benarkah?? ucap pria itu lagi, tersenyum menyeringai.
"Tentu, jadi keluar dari rumahku.!! ucap Celi meninggikan nada suaranya.
" Ayolah Nona, kita belum bermain sedikit, tapi kau sudah mengusir kami, ucap pria itu, duduk santai sambil menghisap rokoknya.
"Katakan siapa bos kalian, ucap Celi yang ingin tahu siapa yang menyuruh para pria itu.
" Ternyata kau sangat pelupa Nona, bukankah kau sendiri yang langsung menghubunginya?? ucap pria itu masih bersikap santai.
Deg
Tubuh Celi bergetar hebat, ia ingat dan tahu siapa yang mereka maksud, tapi Celi tak menyangka Rafa tega melakukan itu padanya, dengan mengirim pengawalnya datang mencarinya.
"Hahahaaa, Celi tertawa seperti orang gila, merasa Rafa begitu tega padanya, hingga melakukan hal ini padanya.
" Dia itu kekasihku, dan aku calon istrinya, apa kalian tahu.!! ucap Celi kesetanan.
"Calon istri yang sudah melakukan aborsi dari hasil bejat pria masa lalunya, begitu maksud anda Nona??
Jedaaarrrr
Celi terkejut mendengar ucapan pria itu, berpikir daro mana mereka tahu??
Seketika emosi Celi pun memuncak, tak terima mereka menghinanya, dan sangat tidak terima dengan Rafa yang sudah melupakan dan sangat membencinya, hingga mengirim orang-orang itu, menemui dan menghinanya.
Celi pun berlari ke arah laci tempat di mana pistolnya ia simpan, dan saat ia mendapatkan, secara brutal Celi menembakkan beberapa peluru.
Dor, dor, dor.
Tembakan itu pun mengenai punggung salah seorang dari mereka, hingga membuat mereka tak memberi Celi kesempatan lagi, dan akan melumpuhkan Celi yang sedang tertawa senang dengan kegilaannya.
Namun ia tak menyadari seorang dari mereka menyusup dari belakang, langsung memukul Celi hingga jatuh pingsan.
Mereka pun membawa Celi ke markas mereka, awalnya tadi mereka hanya ingin memberi Celi sedikit pelajaran, namun ternyata wanita ini tidak bisa di remehkan, pikir mereka.
Next
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
__ADS_1
Salam Arthor.