
Mendengar istrinya sangat memprihatinkan, Rafa sempat ingin lari menuju gubuk itu, tapi pak Danu langsung menghalangi Rafa, karena mereka tidak tahu siapa orang yang sudah menculik dan mencelakai putrinya.
"Ayah tahu bagai mana perasaanmu, kita harus waspada, jangan gegabah, biarkan mereka mengepung tempat ini dulu, dan menangkap para penculik itu, agar kita bisa menyelamatkan Atika dan membawanya pergi dari sini, ujar pak Danu yang tak ingin putranya gegabah, dan bisa-bisa nyawa Atika terancam karena salah langkah.
Rafa sebenarnya sudah tak perduli, saat ini yang terpenting ia ingin menemui istrinya dan membawanya dari tempat itu, tapi karena ayah mertuanya melarangnya, Rafa memilih mengalah, meski ia sudah sangat murka, dan ingin sekali menghabisi orang-orang yang sudah menyakiti istrinya.
Para pengawal pun bergerak cepat, Dewa sebagai pemimpin mereka, mulai mendekati gubuk itu, dan sekeliling gubuk itu sudah di kepung para pengawal lainnya, dan setiap sudut tempat itu sudah dalam pengawasan mereka, Dewa bahkan memberi perintah, siapa saja yang mencoba lari, jangan segan-segan untuk menembak langsung.
Saat Dewa semakin mendekati gubuk itu, samar-samar ia mendengar suara wanita dari gubuk itu, bahkan bukan hanya satu wanita saja, sesuai dari suara yang ia dengar.
Tak lama Dewa mendengar, suara para wanita itu sepertinya bertengkar, membuat Dewa yakin, para penculik itu jelas-jelas wanita.
"Kalau sudah begini, kau menyalahkan kami, ujar seorang dari mereka dalam perdebatan itu.
" Kenapa kau bicara begitu, lagian kan kamu yang memukulnya sangat keras tadi, bahkan berkali-kali, ujar seorang dari mereka lagi.
"Yang jelas aku nggak mau tahu, kalau gadis gubuk itu mati, kau yang membuat nya mati, karena kau yang memukulnya sampai tak sadarkan diri, ujar wanita yang satunya lagi, hingga membuat mereka semakin tersulut satu sama lain.
Dewa yang sudah tahu keadaan di dalam saat mengintip dari celah dinding kayu gubuk itu, dan ternyata para wanita yang pernah ia lihat saat di bandara, membuat Dewa langsung bertindak tanpa aba-aba.
"Brakkk.!!!!
Dewa menendang pintu kayu gubuk itu, membuat ketiga gadis itu terkejut karena suara dobrakan itu cukup keras, dan saat para gadis itu melihat siapa yang orang yang mendobrak pintu itu, mereka pun langsung berusaha lari, Dewa yang sudah sangat geram pun, langsung menembak kaki seorang gadis itu, membuat kedua gadis itu ketakutan, dan tak berani bergerak dari tempat nya.
Rafa yang melihat Dewa berhasil masuk, langsung berlari ke gubuk itu, hatinya hancur melihat keadaan istrinya tak berdaya dan terluka di mana-mana, Rafa mengangkat Atika ingin secepatnya membawa Atika ke rumah sakit, namun sebelum keluar dari gubuk itu Rafa sempat melihat ketiga gadis itu, ingin rasanya ia membunuh para gadis itu menit ini juga, tapi Rafa lebih mementingkan keadaan istrinya.
"Jangan biarkan gadis-gadis sialan ini lepas, karena aku sendiri yang akan menghancurkan mereka.!! ujar Rafa, berlalu pergi membawa Atika dalam gendongannya, dan pak Danu hanya menangis pilu melihat keadaan putrinya sangat memprihatinkan, apa lagi melihat wajah lebam dan kebiruan itu, membuat pak Danu tak sanggup melihat wajah Atika.
Dewa yang sudah memerintah para pengawal itu agar mengamankan para gadis-gadis itu, dan membawa ke tempat yang aman tentunya, di mana lagi kalau bukan markas yang penuh dengan rintihan itu.
__ADS_1
Dewa pun membukakan pintu mobil untuk Rafa, melihat Rafa sudah duduk nyaman dan memangku Atika, Dewa langsung tancap gas, menuju rumah sakit, sepanjang jalan Rafa tak bisa menahan air matanya, tangannya begitu hati-hati menyentuh kulit wajah Atika yang memar dan bengkak membuat Rafa sangat geram dan ingin sekali menghabisi gadis komplek itu.
"Bertahan sayang, aku tahu kanu kuat, buka mata kamu sayang, hiks, hiks, tangis Rafa tak bisa lagi di bendung nya.
" Bangun.!! bangun sayang.!! teriak Rafa tak sanggup melihat istrinya itu.
Pak Danu pun semakin bersedih, mendengar ratapan menantunya itu, dadanya berdenyut, siapa pun orangnya pasti tak tega melihat istrinya yang demikian, batin pak Danu pilu, menangis dalam diam.
"Bos kita sampai, ujar Dewa cepat, agar Nona mudanya secepatnya mendapatkan pertolongan.
Rafa pun langsung mengendong Atika, dan sat keluar dari mobil, suaranya menggema di loby rumah sakit itu, memanggil dokter agar memberi pertolongan pada istrinya.
" Dokter.!! dokter.!! tolong istri saya, tolong istriku.!! ujar Rafa, tak perduli dengan kenyamanan pasien lainnya.
Para suster dan dokter pun langsung sigap, mendorong brankar rumah sakit itu, dan Atika sudah di baringkan di atas brankar itu, dan para suster dan dokter pun membawa Atika masuk ke ruang IGD.
Melihat seorang dokter wanita masuk, membuat Rafa semakin takut, dan pikirannya pun buruk, Rafa tak bisa berbuat apa pun, ia hanya bisa berdoa dan memohon pada Tuhan agar mengabulkan permohonannya, yaitu agar istrinya tertolong dan selamat.
"Tuhan aku mohon, jangan uji aku seberat ini, aku nggak sanggup Tuhan, ucap Rafa dalam tangisnya, pikirannya kacau memikirkan nasib istrinya yang berjuang di dalam sana.
" Rafa.! panggil Felix, baru saja tiba di kita B.
"Mom, hiks, hiks, tangis Rafa dalam pelukan mommy nya.
" Bagai mana keadaan Atika?? tanya Aliando ingin tahu keadaan menantunya.
"Masih di tangani dokter Dad, ujar Rafa lemah, tak sanggup menceritakan keadaan istrinya.
" Jangan lemah begini, kamu harus kuat sayang, mommy yakin Atika akan baik-baik saja, dan dia gadis yang kuat, ujar Felix menyemangati putranya itu.
__ADS_1
"Siapa yang melakukan ini?? tanya Aliando sembari mengepalkan jemari tangannya.
" Jangan bahas itu dulu, saat ini Atika yang terpenting.!! ujar Felix tegas, ia tidak mau memikirkan orang-orang yang tidak punya hati, dan baginya yang lebih utama adalah Atika tertolong dan baik-baik saja.
Aliando langsung bungkam, mendengar suara tegas istrinya, ia langsung paham kalau istrinya sangat tidak suka membahas yang tidak penting, selain keluarga, bagi Felix mereka tidak pantas untuk di bicarakan, karena orang yang bersifat buruk adalah orang yang tidak punya hati dan perasaan, kalau mereka punya itu, tidak akan semudah itu melalukan hal yang sangat keji.
Aliando pun memilih duduk di sebelah pak Danu, dan Rafa duduk dengan Felix, yang berusaha menguatkan putranya.
Tak lama dokter yang menangani Atika pun keluar, bersama dokter wanita sebagai dokter kandungan, yang menangani Atika juga.
"Dokter bagai mana istri saya?? Rafa langsung berdiri dan bertanya pada kedua dokter itu, saat melihat dokter itu keluar dari ruang IGD.
" Maaf sebelumnya, tapi kami harus menyampaikan pada keluarga bagai mana keadaan ibu Atika, ujar dokter itu.
"Maksud dokter apa?? tanya Felix merasakan dadanya berdenyut sakit, tak sanggup mendengar apa yang di maksud dokter itu.
" Maaf NY, Ibu Atika saat ini Kritis, dan menyebabkan itu adalah kandungan ibu Atika, dan dokter Mira akan menjelaskan, ujar dokter itu mempersilahkan dokter Mira menjelaskan diagnosanya.
"Keadaan ibu Atika cukup serius, apa lagi pada kandungannya, karena mengalami beberapa kali kontraksi dan mungkin karena kekerasan yang di alami ibu Atika juga, hingga janin dalam kandungan ibu Atika kontraksi meski masih dalam umur 4 bulan, dan akibat kontraksi itu, dinding rahim ibu Atika robek, tapi sepertinya ibu Atika sangat berjuang agar janin itu tidak keluar, dan menekan kuat perutnya dan akibat nya pun fatal, ujar dokter Mira menjelaskan keadaan Atika yang saat ini Kritis.
Rafa yang mendengar penuturan dokter Mira, langsung lunglai ke lantai rumah sakit itu, kakinya terasa lemas, dan Rafa hanya diam, tak menanggapi ucapan dokter Mira, hanya air matanya lah yang menunjukkan kerapuhan Rafa saat ini, membayangkan kalau sampai istrinya meninggalkannya, ingin sekali Rafa berteriak, tapi lidahnya keluh, pikirannya kosong, seolah tidak punya semangat hidup lagi.
Felix, Aliando dan pak Danu, sangat tak tega melihat Rafa yang rapuh dan terpuruk seperti itu, Felix pun tak bisa lagi menahan air matanya, melihat putranya begitu, hatinya sakit, kenapa tak ada habisnya derita dalam hidup mereka, dan sekali lagi ia di uji Tuhan, dan ia hanya berdoa dan berharap menantunya bisa melewati semua cobaan ini, terlebih putranya, agar kuat menjalani keadaan yang menyakitkan ini.
Next.
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
Salam Arthor
__ADS_1