
Ando yang sudah tahu keberadaan felix lansung menuju tempat tersebut.
Dengan kecepatan tinggi Ando melajukan mobilnya dan berharap ia akan bertemu felix disana secepatnya.
Tiba di depan kontarakan felix Ando turun dari mobilnya dan berjalan menuju pintu kontrakkan felix, dan mengetuk perlahan pintu tersebut.
Tok,,tok,,tokk
Tak ada jawaban, dan sekali lagi ando mencoba mengetuk siapa tahu felix tidak mendengar pikirnya.
Tok,,tok,,tokkk,, felix tolong buka pintunya aku mohon,, kita perlu bicara.!!
Tetap tak ada jawaban dan pintu pun tak ada tanda tanda untuk dibuka.
Lalu tetangga kontrakkan felix menyahut dari sebelah
__ADS_1
"" tuan,, felix sedang tidak ada, anda siapa??""
"" Ah, maaf,,, apa anda tahu felix pergi kemana??""
"" biasanya dia saat ini ditaman dekat jalan C tuan karena dia sedang berjualan Asongan disana""
felix sementara berjualan Asongan seperti Aqua gelas, permen dan jajanan yang sederhana dan beberapa botol minuman ringan, karena dia belum mendapatkan pekerjaan.
setelah tahu keberadaan felix Ando pun segera pamit dan berterima kasih pada tetangga felix yang sudah memberitahukan keberadaan felix.
Tiba di taman itu Ando tiba tiba berhenti mendadak karena ia melihat sosok yang ingin Ando temui, dan ia memperhatikan felix dari dalam mobilnya, dadanya begitu sesak saat melihat felix seperti anak jalanan, yang sedang berjuang untuk hidupnya.Ando mengamati secara seksama pergerakan felix karena dia tidak ingin kehilangan keberadaan felix dalam taman itu, karena taman itu tidak begitu ramai karena suasana siang hari dan cuaca yang begitu panas.
Karena peluh dan lelah dengan barang bawaanya yang di gantungkan tepat di lehernya sebagai penyangga kotak yang berisikan jualannya itu felix menepi duduk di kursi taman tepar disudut taman itu, dan felix merasa perutnya sudah berontak minta di isi, dia membuka tas sandangnya dimana dia menyimpan sebungkus roti sebagai jatah makan siangnya dan sebotol air mineral yang selalu ia bawa.
felix meneguk minumannya, dan perlahan membuka roti tersebut dan mulai mengigit roti itu, masih satu gigitan dan belum sepenuhnya ia kunyah, sesaat ia teringat dengan kedua adiknya dan seketika air matanya menetes tanpa ia sadari.
__ADS_1
Sementara Ando yang memperhatikan sejak tadi dari dalam mobil, sangat merasa sakit ketika melihat felix hanya memakan sebungkus roti dan dengan air mata yang berderai, apakah dia saat ini sedang mengingat semua perbuatanku, hingga ia bersedih dan menangis saat makan seperti itu.?? pikirnya dalam hati.Ando merasakan hatinya hancur saat melihat felix yamg sangat menyedihkan itu dan dia pun bergumam, Aku tak pantas untuk kau maafkan, aku memang bre*****k,, felix maafkan aku, aku sudah begitu bodoh tidak melihat ketulusan hatimu, maaff.
hanya itulah saat ini yang diharapkan Ando, agar felix dapat memaafkan Ando dan tidak bercerai dengannya, Apakah akan segampang membalikkan telapak tangan Ando mendapat maaf dari felix??? Entahlah yang jelas Ando akan berusaha meski pun tipis harapanya, tapi tak salah bila dicoba pikirnya.
Selama tiga jam Ando mengawasi felix bahkan pandangannya tak lepas dari felix, meski felix mondar mandir ditaman itu menawarkan botol minuman ringan pada para pengunjung yamg datang ke taman itu.
Dan karena sudah pukul 16:00 felix pun meninggalkan taman itu menyudahi aktivitasnya dan beranjak pulang menuju kontrakkannya, karena berjalan kaki dia harus sudah beranjak dari sana karena tak ingin sampai gelap tiba di kontrakkannya.
Ando yang melihat pun tak tega karena felix jalan kaki dan Ando hanya mengikutinya dari belakang, karena dia takut bila Ando menawarkan untuk mengantar felix, felix menolak dan yang ada malah masalah akan semakin runyam pikirnya, masalah yang satu aja belum selesai malah mau nambah, bisa bisa dia tidak akan mendapat maaf dari felix, hingga Ando memutuskan lebih baik Ando menemui felix saat tiba di kontrakkannya, dan lebih nyaman bisa bicara serius di sana tanpa ada yang melihat mereka.
Felix yang sudah berada di depan kontrakannya itu, tiba tiba berhenti dan berbalik melihat kebelakang saat seseorang memanggil namanya, yang suara itu sangat ia kenal dan dia tahu itu Ando, karena jauh sebelumnya felix sudah dapar menebak bila surat gugatan itu sampai pada Ando, pasti Ando akan menemuinya dan tebakan itu benar dan Ando sudah berdiri tepat dihadapan felix saat ini.
Lanjutttttttttt....
like,, komen,, dan vote ya gaesss
__ADS_1