Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Hari Bahagia.


__ADS_3

Seminggu berlalu, hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, pernikahan Rafa dan Atika tinggal menunggu jam saja.


Pak Danu yang sudah tiba dua hari sebelum pernikahan putrinya itu, sangat terharu pilu.


Bagaikan mimpi bagi pak Danu yang masih bisa melihat momen bahagia putrinya Atika menikah, karena harapan yang sempat pupus karena pernah mengalami kelumpuhan, dan tidak punya harapan untuk sembuh.


Tapi ternyata Tuhan punya rencana yang indah untuknya dan Atika, di balik semua penderitaan yang di jalaninya bersama putrinya itu, ada hikmah yang begitu berharga, dan membuat pak Danu dan Atika tak henti-hentinya mengucap syukur.


Atika sudah selesai di rias para Mua yang sangat berkualitas di bidangnya. Atika yang sudah mengenakan gaun pengantinnya, membuat para Mua itu, sangat memuji kecantikan Atika yang bertambah berkali-kali lipat.


"Nona, anda sangat cantik, puji para Mua yang sudah selesai membantu Atika bersiap.


"Terima kasih, aku rasa kalian terlalu berlebihan memujiku, ucap Atika yang merasa canggung mendengar pujian para Mua itu.


"Itu tidak berlebihan Nona, anda memang sangat cantik, tuan muda sangat beruntung, memiliki istri yang cantik dan baik hati seperti Nona, semoga pernikahan Nina dan tuan muda langgeng sampai anak cucu, ucap seorang Mua itu lagi pada Atika yang tersenyum tipis.


"Amin, terima kasih untuk doanya, berada sampai pada di titik ini, tidak pernah ada dalam kamus di mimpiku, mengingat begitu sakitnya hidup yang ku jalani dulu, aku bahkan tak berani untuk bermimpi sampai sejauh ini, ucap Atika dengan mata yang sudah berkaca-kaca, mengingat perjuangannya yang begitu berat kala itu.


Para Mua yang mendengar dan melihat Atika yang sudah meneteskan air matanya, juga menangis haru, melihat Atika yang selalu rendah hati, meski kehidupannya sudah berubah, tidak membuat Atika lupa dengan penderitaan dan perjuangannya, apa lagi Atika yang begitu ramah dan tidak menyombongkan keberuntungannya menjadi istri tuan muda dari keluarga Widodo itu.


Suasana haru itu pun terkecoh, saat sesorang masuk dengan suara yang memekikkan telinga, siapa lagi kalau bukan suara si Vany yang cempreng itu.

__ADS_1


"Wah kakak, kau sangat cantik, ucap Vany yang takjub melihat kecantikan Atika yang begitu bersinar.


"Benarkah?? sahut Atika menatap Vany dengan senyum terbaiknya.


Vani mengangguk cepat, sungguh ia seperti melihat Atika yang di sulap bagai ratu saat ini.


"Aku sangat gugup, ucap Atika yang merasakan debaran di dadanya begitu keras dan bertalu-talu.


"Itu wajar kak, ini kan momen ini perdana bagi kak Tika juga kak Rafa, Vany sangat bahagia, akhirnya kalian bisa menikmati hari bahagia ini, ucap Vany menggenggam jemari Atika erat.


"Terima kasih, karena kalian semua mau menerima kakak di keluarga ini dengan tangan dan hati yang terbuka lebar, ucap Atika menatap Vany dalam.


"Apa yang kakak bicarakan, bunda Felix dan mama juga pernah dalam situasi yang kakak lalui, bahkan bisa di katakan 11, 12 dengan yang kakak lalui juga, dan Vany nggak mau ya kalau kakak, akan berpikir kami menilai kakak dalam sudut pandang lain, ucap Vany yang tak ingin Atika merasa tak pantas menjadi anggota keluarga Widodo.


Pak Danu pun masuk ke ruangan tempat Atika sudah menunggu di sana.


Pak Danu pun masuk, langkahnya terhenti melihat putrinya satu-satunya, akan menikah dan jadi istri, air mata pak Danu pun meluncur begitu saja, hatinya menghangat melihat penampilan Atika yang sangat cantik dan mengenakan gaun pengantin yang begitu mewah, dan sangat tak menyangka bisa membawa putrinya itu menuju altar suci, tempat putrinya dan menantunya akan mengucapkan janji suci pernikahan, membangun bahtera rumah tangga yang bahagia kelak.


"Aa..ayah, Atika terbata tubuhnya bergetar, air matanya pun mengalir deras, melihat ayahnya menangis haru, dan Atika tahu ayahnya sulit mengungkapkan kata-katanya, karena merasa momen ini bagaikan mimpi bagi Atika dan ayahnya.


Pak Danu pun melangkah perlahan, mendekati Atika yang berdiri di dekat meja rias.

__ADS_1


Tangis pak Danu dan Atika pecah, memeluk erat putri kebanggaannya itu, putri yang berjuang untuknya, putri yang sangat berbakti padanya, yang tanpa kenal lelah, dan tak pernah putus asa melalui beratnya hidup yang begitu sakit.


"Ibu pasti bahagia melihat mu dari atas sana nak, kau sudah membuktikan pada ibu dan ayah, bahwa kau benar-benar titipan Tuhan yang di kirimkan pada ayah dan ibu, ayah bangga pada mu nak, kau pantas bahagia, air mata dan penderitaan mu kini tergantikan dengan kebahagiaanmu dengan menantu ayah, mereka sangat menyayangi mu, ayah sangat bersyukur kamu mendapatkan kaki-kaki yang bisa jadi sandaran mu kelak dan bertanggung jawab pada mu, tetaplah jadi Putri ayah yang tabah dan selalu rendah hati, dan mengharumkan nama ibu yang melahirkan mu dan mendidik mu jadi wanita yang kuat dan hebat, ucap pak Danu menangis pilu, memeluk erat Atika.


"Terima kasih ayah, ayah adalah segalanya bagi Atika, ucap Atika menghapus lelehan air mata di pipi pak Danu.


Pak Danu pun membawa Atika keluar dari ruangan itu, setelah para Mua memperbaiki riasan Atika yang sedikit berantakan karena menangis tadi.


Alunan musik piano yang di padu dengan biola, mengiringi langkah Atika dan pak Danu, yang menggiring Atika menuju Altar dan di sana sudah menunggu pangeran tampan yang menantikan ratunya untuk mengucapkan janji suci di hadapan Tuhan dan semua orang yang hadir di sana.


"Jaga dan bahagiakan Putri ayah, ayah serahkan Atika pada mu dan akan jadi tanggung jawab mu penuh, dan berbahagialah doa dan restu ayah selalu menyertai kalian, ucap Pak Danu mengulurkan tangan Atika pada Rafa saat tiba di altar.


"Baik ayah, Rafa akan menjaga dengan segenap jiwa dan raga Rafa, dan membahagiakan Atika semampu dan segenap hidup Rafa, sahut Rafa tegas, menggapai tangan Atika dan membawa Atika berdiri di hadapan Altar suci dan Romo yang sudah siap akan memberi berkat pernikahan pada Atika dan Rafa.


Janji suci yang sudah di ucapkan Atika dan Rafa, membuat semua orang lega dan bahagia, pasangan yang begitu serasi, doa-doa semua orang, yang mendoakan pernikahan mereka langgeng dan harmonis, terlebih seluruh keluarga besar bahkan meneteskan air mata haru.


Rafa dan Atika pun, bersujud di hadapan pak Danu, Aliando dan Felix, sebagai orang tua, Rafa dan Atika memohon restu, dan tentunya momen itu membuat Felix menangis haru, dan merafalkan doa di dalam hatinya, meminta pada Tuhan agar memberkati keluarga yang baru di bangun putra dan menantunya, dari fondasi awal yang akan mereka bangun dengan cinta dan kepercayaan yang teguh.


Next.


Jangan lupa jejaknya ya Guys.

__ADS_1


Salam Arthor.


__ADS_2