
Rafa dan Atika sudah berada di kamar hotel, dan memilih membersihkan tubuh mereka lebih dulu, karena kulit mereka terasa lengket.
"Mandilah dulu, setelah itu kita istirahat, ucap Rafa dan di anggukki Atika.
"Mas, tolong bantu bukain gaunnya, ucap Atika membuat Rafa terkekeh mendengar Atika memanggilnya dengan sebutan "Mas".
"Kok malah tertawa sih??
"Bisa tidak panggilan itu di ganti, aku terdengar tua dengan sebutan yang kamu ucapkan tadi, ucap Rafa seraya membantu Atika membuka gaunnya.
"Jadi harus panggil apa??
"Terserah kamu, asal jangan sebutan mas tadi, ucap Rafa mengelus punggung Atika yang polos dan putih, membuat si empunya meremang geli.
"kamu dong yang bilang, apa yang lebih bagus dan kamu suka, buatku sebutan mas nggak terlalu buruk kok.
"Panggil aku dengan sebutan sayang, seperti aku memanggil mu, ucap Rafa, mencium tengkuk Atika lembut.
"Ss..sayang?? ucap Atika gugup.
"Hm, aku lebih suka dengan panggilan itu, dan aku ingin semua orang tahu kau adalah milik ku, Ny Rafa Aliando, ucap Rafa membuat dada Atika berdebar hebat, karena Rafa me***ti leher jenjangnya.
"Iiiyah, aku akan memanggil mu dengan sebutan itu, aa aku mau mandi, ucap Atika yang merasakan suaminya semakin tak terkendali membuat jantung Atika berdebar hebat, saat tangan Rafa yang membelai lembut dan mencium punggungnya.
Atika berjalan cepat ke kamar mandi, wajahnya sudah memerah karena malu, apa lagi debaran di dadanya tak bisa ia kendalikan.
__ADS_1
Rafa tersenyum, melihat Atika yang berlari kecil ke kamar mandi, ia tahu istrinya itu pasti malu, dan masih sangat polos.
Atika yang sudah masuk ke kamar mandi, mengelus dadanya yang berdebar, di tatapnya wajah merahnya di cermin kamar mandi, membuat Atika tersenyum malu melihat wajahnya yang memerah bagai tomat itu.
Lima belas menit berlalu, Atika sudah selesai dan keluar dari kamar mandi, melihat Atika yang sudah segar, rambutnya yang basah di gulung dengan handuk kecil, memperlihatkan leher jenjang yang putih dan mulus itu, membuat Rafa menelan ludahnya berkali-kali, bahkan si boy di bawah sana bangun, karena melihat sosok yang memanjakan mata Rafa saat ini.
Atika yang di tatap pun menunduk malu, ia tahu suaminya, sudah menantinya dari tadi, membuat Atika paham suaminya sudah menahan sesuatu di bawah sana.
Atika pun berjalan, menatap tatapan mendamba dari suaminya itu, dengan langkah perlahan Atika berjalan, mendekati Rafa yang duduk di sisi ranjang hotel, yang di taburi kelopak bunga mawar yang begitu menusuk Indra penciuman itu.
Gaun tidur selutut yang di kenakan Atika, memperlihatkan lekuk tubuh Atika yang molek, ini kali pertama Rafa melihat tubuh seksi istrinya itu, benar-benar seksi pikirnya.
Rafa terkejut saat Atika, duduk di pangkuannya, tapi Rafa senang karena istrinya berinisiatif sendiri, dan paham apa yang di butuhkan Rafa saat ini.
Rafa yang memang sudah bergairah, dan melihat istrinya yang paham dengan keinginannya, tidak menyia-nyiakan kesempatan yang berharga ini.
Di ciumnya lembut bibir Atika yang tersenyum manis dengan tatapan memuja itu, Atika yang masih kaku hanya memejamkan matanya, menikmati sapuan hangat di benda kenyal itu.
Melihat istrinya yang tidak membalas ciumannya, Rafa pun sengaja menjepit kuat benda kenyal istrinya itu, hingga Atika merasakan bibirnya sedikit berdenyut, hingga membuka mulutnya dan Rafa langsung sigap dan lihai menelusuri dan membelitkan lidah mereka satu sama lain.
Ciuman yang memabukkan itu, membuat sepasang suami istri itu, semakin tak terkendali, tangan Rafa yang sudah menjalar kemana-mana, dan meremas gunung kembar istrinya itu dan perlahan Rafa mulai memutar mencari siaran radio yang akan mengeluarkan suara indah dari istrinya yang sudah terbuai di bawah kukungannya.
Perlahan tapi pasti, Rafa melepas semua yang menutupi tubuh indah istrinya hingga polos, membuat Rafa semakin menggila, menikmati tubuh polos istrinya yang sangat membuatnya melayang jauh.
Si boy yang sudah menuntut keadilan, membuat Rafa tak bisa menahan h****tnya lagi, dan ingin segera menuntaskan dan memberi si boy keadilan yang hakiki.
__ADS_1
"Apa kau sudah siap sayang?? tanya Rafa dan di anggukki Atika yang juga sudah menahan dan ingin tindakan lebih dari suaminya itu.
Si boy yang mulai menerobos gua beracun itu, sedikit mengalami kesulitan karena pintu gua itu masih tertutup rapat dan tersegel, tapi si boy yang sudah sangat ingin melihat isi gua itu mencoba lagi, dan akhirnya berhasil dengan hentakan ketiga, dan membuat Atika meringis sakit, mengeluarkan air matanya.
Si boy berhenti sejenak, sampai gua yang di masukinya beradaptasi dengan kedatangan tamu yang sudah menunggu lama di luar.
Setelah si pemilik gua itu terlihat tenang dan mengenal tamu yang masuk ke guanya, si boy pun mulai bergerak secara perlahan, maju kena mundur pun kena, membuat si boy, begitu menikmati pelayanan pemilik gua yang menyajikan hidangan penghantar tidur bagi untuk si boy.
Pemilik gua itu pun merasakan gempa yang luar biasa di dalam guanya, karena si boy begitu mengguncang isi gua tersebut, membuat pintu gua itu menjepit si boy, hingga terdengarlah jeritan pemilik gua yang merasakan perbuatan tamu yang masuk ke guanya sangat istimewa, hingga tak ingin tamunya itu cepat pulang, dan menawarkan si boy menginap untuk semalaman ini di guanya.
Si boy yang tahu pemilik gua itu, sangat menyukai kedatangannya, bersorak ria karena pemilik gua itu ingin si boy, menelusuri guanya hingga tuntas, dan si boy pun berulang-ulang, menelusuri gua itu dan sangat hafal letak yang nyaman dan membuatnya bisa tidur pulas karena lelah, yang berulang kali berpetualang di gua yang membuatnya selalu ingin bertamu setiap hari.
Karena lelah dan melakukan berkali-kali, Rafa dan Atika pun terlelap di bawah selimut yang menutupi tubuh polos pengantin baru itu, yang bertualang mencapai puncak yang mereka tuju di malam yang panjang itu, dan cukup puas dengan hasil bertualang mereka.
Atika yang merasakan sakit di seluruh tubuhnya, apa lagi pinggangnya serasa mau patah, dan area guanya yang perih, meringis pelan saat ia terbangun ingin ke kamar mandi.
Di tatapnya wajah lelah suami tercintanya yang terlelap di sampingnya, dan senyumnya mengembang saat melihat bercak darah, bangga pada dirinya, yang menyerahkan dirinya seutuhnya pada suami tercintanya dan mahkotanya yang masih suci yang ia jaga, dan menyerahkan pada suaminya yang sudah berhak penuh padanya, dan sudah jadi miliknya seutuhnya.
Bagi Atika, menjadi seutuhnya milik suaminya, dan menyerahkan milik berharganya pada laki-laki yang di cintainya, adalah janji yang sangat ia pegang teguh, karena siapa pun laki-laki itu, tentu akan kecewa bila menikahi wanita yang tidak suci lagi, lain halnya dengan seseorang yang sudah melakukan pernikahan lebih dari sekali, atau status janda dan duda, itu tentunya tidak jadi masalah karena sudah mengetahui stasus masing-masing, yang sudah tidak perawan dan perjaka.
Next.
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
Salam Arthor.
__ADS_1