
Saat felix membawa Rafa turun dari kamarnya,, Widodo tersenyum saat melihat cucunya yang sudah mandi dan sangat menggemaskan.
Wahh, cucu opa sudah wangi nih..
Uhh, tampannya cucu oma, membelai lembut pipi gembul Rafa..
Kalian mau keluar ya Lix,? tanya maminya.
Ngak kok mih, hanya ke taman agar Rafa tidak bosan saja.
Kalau begitu ayo mami temani, berjalan menuju taman belakang rumah yang cukup luas itu.
Suamimu dimana Lix, kok mami dari tadi ngak lihat.?
Di ruang kerjanya mih, katanya tadi ada berkas penting yang mau di periksa.
Oh ya Lix, gimana soal panti asuhan yang di berikan kevin itu, kapan kamu mengunjunginya tanya mami sembari duduk di bangku taman berhadapan dengan felix dan Rafa di kereta dorongnya.
Mungkin minggu depan mih, kata ando mau mempersiapkan sedikit acara, dan sekaligus memperkenalkan aku sebagai pemiliknya, tapi felix ragu mih.
Kenapa ragu?
Felix ragu, apakah nanti bisa menjalankan panti itu sesuai harapan kak kevin dan semua anak panti itu.
Kamu pasti bisa sayang, dan ingat kevin memberimu panti itu, karena kevin yakin kamu akan menyanyamgi anak anak panti itu dengan baik, dan mami juga yakin kamu pasti bisa, dan ingatlah kami semua mendukungmu sayang.
Makasih mih, felix akan melakukan yang terbaik, dan tidak akan mengecewakan kak kevin.
Ando yang sudah selesai dari ruang kerjanya, saat masuk ke kamar ia tak mendapati istrinya di dalam.
Kemana Felix dan Rafa? ando panik seketika sekelebat ingatan membuatnya takut terjadi sesuatu pada felix dan anaknya karena hal yang belum lama ia alami di saat istrinya berjuang untuk hidup, rasa takut itu masih membekas di pikiran ando, dia pun berjalan menuju tangga dan mendapati papinya sedang menonton TV di ruang keluarga.
Kamu itu kenapa, seperti lagi ngejar maling saja, jalan tergesa gesa begitu.?
Dimana felix dan rafa pih?
__ADS_1
Huh.!! papi kirain kamu seperti itu karena ada sesuatu yang buruk, bikin papi jadi was was, berlebihan sekali kamu itu ando.!
Kan ando ngak bilang ada sesuatu yang buruk, kenapa papi jadi beranggapan demikian?
Masih aja kamu jawab seenaknya, dengan kamu lari seperti mau mengejar musuh begitu, kamu kira papi tidak terkejut apa.! dasar anak ngak peka kamu.!
Papi yang berlebihan, dimana mereka pih?
Di taman belakang bawa Rafa bermain disana sama mami juga.
Ando pun langsung pergi ke taman belakang tak ingin mendengar papinya mengoceh ngak jelas yang ada semakin ribet.
Sayang, kenapa ngak bilang sih kalian ke taman, aku jadi hawatir ngak melihatmu dan rafa di kamar, kata ando yang mendekati istrinya itu serta membelai kepala felix lembut.
Kan tadi kamu lagi sibuk, aku ngak mau ganggu kamu, lagian kan aku ngak kemana mana masih di rumah juga, dan lagi sama mami kok.
Ia, tapi aku hawatir sayang
Allaaahh, kamu ini seperti di tinggal kemana aja Ndo,sahut mami yang melihat tingkah berlebihan dari putranya itu.
Ando kan hawatir mih, kan belum lama juga ando masih ingat saat dimana felix hampir meninggalkanku mih, sahut ando sendu.
Jangan pikirkan yang macam macam sayang, lihatlah sekarang aku dan rafa ada bersamamu, dan aku tak akan pergi kemana pun.
Ando pun menatap istrinya hangat, ia merasa tenang karena felix selalu bisa membuatnya nyaman.
Sudah, kita masuk sudah hampir gelap, dan tidak baik untuk rafa, kata maminya agar tidak semakin larut mengingat kejadian yang sangat menyesakkan dada, ia juga sadar bahwa ketakutan itu juga ia rasakan kala itu, dan tak dapat di pungkiri sebagai suami ando pasti masih terbayangi hal itu.
Mereka pun menikmati santapan makan malam dengan nikmat, dan sesekali senda gurau bahagia terdengar disela makan malam mereka.
Setelah makan ando menemani istrinya menidurkna Rafa, semakin cepat anaknya tidur semakin banyak waktu untuknya menghabiskan malam bersama istrinya, pikir ando yang sudah traveling kemana mana.
Sebentar ya sayang mommy buatkan susu dulu kata felix hendak beranjak dari tempat duduknya di samping box Rafa.
Biar aku saja sayang, kamu temani rafa saja,kata ando berinisiatif.
__ADS_1
Felix yang memperhatikan sikap suaminya sangat lain malam ini pun sedikit curiga.
Apa ini akan ada imbalannya.?
Tentu sayang.
Sudah ku duga.!
Ando yang mendengar ucapan istrinya tergelak karena istrinya yang paham dengan gelagatnya saat ini.
Ini sayang susunya, dan ini tidak gratis loh.?
Aku tahu itu, dan kapan juga kamu melakukan sesuatu tanpa imbalan, ucap felix kesal karena suaminya selalu memanfaatkan apa saja.
Istri pintar, sahut ando menarik hidung felix lembut.
Itu sih maunya kamu doang.
Ayolah sayang dia sudah lama berpuasa dan ingin secepatnya merayakan hari rayanya, ucap ando yang menunjukkan sesuatu yang sudah mulai berontak di dalam sana.
Saat susu dalam botol habis rafa yang kenyang pun tertidur pulas.
Ando yang sedari tadi menunggu istrinya di ranjang sudah tak tahan lagi, saat istrinya mendekati ranjang, ando pun menarik felix tiba tiba dan terjatuh tepat di atasnya.
Felix yang sudah lama juga tidak merasakan belaian hangat suaminya, merasakan detak jantungnya sangat cepat, dan saat ando mencium bibirnya lembut, felix sangat menikmatinya dan terbuai dengan segala belaian yang di berikan ando menjelajahi setiap inci lekuk tubuhnya.
Akhhh,, felix mendesah saat ando memulai aksinya yang sudah sangat membara sampai ke ubun ubun, bahkan entah sudah berapa kali ando melakukan pelepasan, namun seolah kurang dan masih terus berlanjut dan tak memberi ampun pada felix yang sudah mengatakan sangat lelah.
Berkali kali felix mencapai klimaksnya dan ando masih saja tetap dengan tenaga buasnya, dan ia sangat menikmati malam panjang itu bersama istri tercintanya.
Sayang udah dong, aku sangat lelah, kata felix dengan nafas yang tersengal sengal juga keringat yang membasahi tubuh mereka berdua.
Namun ando yang serba kuat itu masih meminta satu ronde lagi pada felix dan felix pun hanya pasrah dengan kemauan suaminya, dan ia tak ingin suaminya kecewa dan sudah menunggu cukup lama untuk bisa menikmati malam panjang mereka, dan ia juga bersyukur karena suaminya bisa menahannya dan tak mencari kepuasan di luar sana.
Akhirnya mereka selesai sudah hampir pagi, felix yang lelah pun tertidur tanpa sehelai benang pun, hanya selimut tebal menutupi kulit putihnya itu, sementara ando masih terjaga dan ia tersenyum saat melihat wajah lelah istrinya.
__ADS_1
Terimakasih sayang, kau sangat berharga dalam hidupku mengecup kening istrinya hangat dan akhirnya ia pun juga terlelap memeluk erat felix dan mengarungi mimpi indah bersama.
Up y gaes, maaf lama karena saya lagi sakit, maaf membuat kalian menunggu.