
Suasana rumah sakit, terlihat tegang, seluruh anggota keluarga Widodo sedang menunggu perkembangan kondisi Rafa yang juga belum sadarkan diri.
Atika yang kekeh tidak ingin berbaring di ranjang rumah sakit karena kondisinya masih lemah, bersih keras ikut menunggu di ruang tunggu, bersama yang lainnya.
Felix dan Atika duduk saling menggenggam, sesekali Atika menatap Felix yang sama khawatirnya dengannya, sungguh Atika sangat menyesal telah bersikap keras kepala hingga mengakibatkan Rafa lepas kendali melukai dirinya, karena tak bisa berpisah dari Atika yang sangat di cintainya dan tak ingin gagal untuk yang ke dua kalinya.
Bagi Rafa saat ini Atika adalah segalanya, dan tidak akan pernah melepaskan Atika dalam keadaan apa pun, apa lagi hanya karena keadaan salah paham.
Dokter Yoga memanggil Felix untuk bicara ke ruangannya, Atika yang resah dan ingin tahu perkembangan Rafa, memaksa ikut ke ruangan dokter Yoga, namun dokter Yoga langsung melarang dan mengurungan niat Atika yang memaksa ikut.
"Jangan hawatir, tidak akan terjadi apa pun, dan Rafa akan baik-baik saja, ucap Felix menenangkan Atika, yang begitu cemas dan takut, walau sesungguhnya Felix juga tegang karena dokter Yoga yang tiba-tiba memanggilnya.
"Baiklah, tapi Tante janji akan menceritakan apa yang di katakan dokter Yoga, ucap Atika yang pasrah menunggu di ruang tunggu bersama yang lainnya.
Felix pun masuk ke ruangan dokter Yoga, berjalan ke arah meja tempat dokter Yoga yang sudah duduk menunggu Felix di sana.
"Apa ada hal yang serius dokter?? tanya Felix menatap dokter Yoga serius.
"Tidak ada Ny, hanya saja..
"Hanya saja apa?? tanya Felix cepat memotong ucapan dokter Yoga.
"Tenanglah Ny, jangan panik begitu, dan saya memanggil anda ke sini, hanya membicarakan hal di luar situasi ini, dan menurut saya ini cukup konyol, ucap Dokter Yoga menggeleng, dan tersenyum kikuk pada Felix.
Felix yang tidak paham perkataan dokter Yoga,menggkerutkan dahinya bingung, karena dokter Yoga malah terlihat santai dan tak begitu resah.
"Maksud dokter bagai mana?? tanya Felix yang semakin penasaran karena belum sepenuhnya mencerna ucapan Dokter Yoga.
"Begini Ny, maaf kalau saya sudah ikut terlibat dalam hal kadal-kadalan ini, dan saya juga terpaksa karena tuan muda memaksa saya untuk mengatakan ini pada Ny.
"Kadal-kadalan bagai mana maksud dokter, dan bisakah anda bicara langsung pada tujuannya, tanpa berbelit-belit?? ucap Felix terlihat kesal pada dokter Yoga, yang menurutnya kebanyakan bercanda, sementara Felix sudah tahan nafas sejak tadi.
"Maaf kalau saya sudah membuat Ny bingung, ucap Dokter Yoga menelan ludahnya kasar, tidak menyangka, bahwa Ny Aliando itu terlihat menakutkan, apa lagi tatapan tajam yang seperti ingin menguliti tubuh dokter Yoga.
__ADS_1
"Bicaralah yang jelas, dan jangan buat saya menunggu dengan penjelasan anda dokter, ucap Felix yang semakin geram pada dokter Yoga.
"Saya juga bingung Ny dengan permintaan tuan muda, dan karena itulah saya memanggil anda, untuk membicarakan langsung permintaan konyol tuan muda.
"Sebagai dokter, tentu saya tidak semudah itu menuruti permintaan pasien saya yang menyatakan diagnosa palsu, karena itu berpengaruh pada kode Etik kedokteran.
"Memangnya apa yang di minta putra saya, tanya Felix yang mulai paham maksud dari dokter Yoga, dan Felix sudah begitu hafal sifat putranya yang selalu membuat orang-orang panik karena kejahilannya.
"Saat tadi seorang perawat mengatakan tuan muda sudah sadar, tapi tidak ingin semua orang tahu tentang kesadarannya, hingga menyuruh perawat tersebut manggil saya untuk datang ke ruang perawatan tuan muda.
"Saya sempat mengira, tuan muda mengeluh sesuatu pada lukanya, ternyata tidak ada keluhan dan tuan muda terlihat sudah lebih baik dari sebelumnya.
"Hal yang paling tidak bisa saya turuti tuan muda meminta pada Saya agar keadaannya yang sudah membaik di rahasiakan pada siapa pun, tapi tidak dengan Ny.
"Dan yang paling membuat saya tidak habis pikir, tuan muda meminta agar saya mengatakan pada pihak keluarga bahwa keadaan tuan muda cukup berbahaya, dan saya sempat menolak, tapi Ny tahu sendiri bagai mana, tuan muda yang bisa selalu membuat saya bungkam, dan tak dapat menolak, ucap Dokter Yoga menghela nafasnya berat.
"Putraku berkata demikian karena punya alasan, jadi lakukan apa yang di katakan ya pada anda, dan bermainlah dengan mulus, ucap Felix menyeringai, membuat dokter Yoga bergidik ngeri, "Ibu dan putranya sama-sama somplak " batin dokter Yoga menjerit, mengira dengan menceritakan hal ini pada Felix dokter Yoga akan terbebas dari tekanan tuan muda jahil itu, tapi justru masuk ke kandang singa yang lebih ganas,, hahahahaha.
"Tentu Ny, sesuai yang anda inginkan, ucap Dokter Yoga, patuh tak bisa berkutik lagi.
"Bagus, mari mulai sandiwara ini sebaik mungkin, ucap Felix berdiri dari duduknya, dan membuat air wajahnya sesedih mungkin, untuk membuat semua orang yakin saat ia akan mengatakan hal yang akan menyesakkan dada semua orang yang sudah dari tadi cemas, menanti kabar tentang perkembangan keadaan Rafa.
Dokter Yoga, langsung lemas melihat Ny Aliando itu, sangat pintar dalam hal yang membuat semua orang berdebar, dan dokter Yoga baru kali ini, melihat seorang ibu yang setuju dengan ide konyol putranya, yang mengatakan bahwa keadaannya tidak baik-baik saja, haaadddeeehhh.!!!
Felix pun keluar dari ruangan dokter Yoga dengan wajah yang begitu murung, bahkan sesekali ia menghapus air mata buayanya di hadapan semua orang yang terlihat panik, apa lagi suaminya, yang langsung mendekat padanya, dan Felix langsung berakting manis, menangis tersedu pilu dalam dekapan Aliando, hingga siapa pun yang mendengar Isak pilu kadal-kadalan itu, merasakan tersayat hatinya, apa lagi Atika yang sudah ikut menangis dan menebak-nebak dalam pikirannya, kalau Rafa tidak baik-baik saja, setelah Felix keluar dari ruangan dokter Yoga, menangis histeris.
Atika pun sudah tidak sabar lagi menunggu di luar, ia pun betlari ke arah ruangan Rafa, menerobos masuk, ingin melihat keadaan Rafa di dalam sana.
Felix yang melihat Atika berlari ke ruangan putranya, langsung berhenti menangis, lalu ia pun tersenyum pada semua orang, dan dokter Yoga pun semakin pusing, melihat Ny Aliando yang sudah ikut gila dengan rencana konyol putranya itu.
"Mom, apa yang terjadi, tadi momy begitu sedih, dan sekarang?? tanya Aliando bingung, melihat perubahan sikap, istrinya itu.
"Suutt, bersikaplah biasa saja, ucap Felix pada suaminya, dan Aliando langsung paham maksud dari singa betina yang punya rencana pada calon mantunya itu.
__ADS_1
Atika yang sudah masuk, melangkah perlahan mendekati ranjang rumah sakit, tempat sang kekasih terbaring lemah di sana.
Kaki Atika bergetar, dadanya sesak melihat wajah pucat Rafa yang masih betah menutup matanya.
Dielusnya lembut, wajah tampan nan pucat itu, air mata yang sudah menetes tak dapat di tahan Atika dengan isaknya yang terdengar begitu pilu.
Deg,, deg, deg.
Jantung Rafa berdetak kuat, saat tangan Atika begitu lembut mengelus wajahnya, namun ia menahan sampai Atika buka suara, ia ingin tahu apa yang akan di katakan Atika padanya saat ini, walau sebenarnya dadanya sesak mendengar tangis Atika yang sudah sesenggukan itu.
"Maaf,, aku memang bodoh, tidak bisa melihat cintamu yang begitu besar padaku, hiks, hiks.
"Apa kamu tak ingin melihatku lagi?? kau bilang tidak akan membuatku menangis lagi, bangunlah, aku ingin kau menghapus air mata ini, dan aku berjanji tidak akan pernah pergi darimu, apa pun yang terjadi, hiks, hiks.
"Aku berjanji, akan menuruti apa pun yang kau inginkan, asal kau mau membuka mata, ucap Atika duduk membenamkan wajahnya di lengan Rafa dan menangis dalam diam.
"Benarkah??
Atika langsung mengangkat kepalanya, menatap Rafa yang sudah membuka mata dan senyum kemenangan terlukis di bibirnya, menghiasi wajah tampan itu.
"K,kau sudah sadar?? ucap Atika menyentuh wajah Rafa dan menangis, memeluk Rafa yang masih terbaring.
"Aku bahkan mendengar semua yang kau ucapkan, ucap Rafa mengelus kepala Atika lembut, dan Atika semakin membenamkan wajahnya di leher Rafa dan menangis sesenggukan.
"Kau sudah berjanji tadi, jadi aku akan menuntut janji itu padamu sekarang, ucap Rafa mengangkat kepala Atika perlahan, menatap mata itu dalam lalu Rafa mendekatkan bibirnya, mencium bibir Atika lembut.
Atika pun meresapi ciuman itu, menyalurkan rindunya, dan meleburkan sesak di dadanya, yang sudah membuatnya sulit bernafas, melihat Rafa yang terbaring lemah beberapa jam yang lalu.
Next.
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
Salam Arthor.
__ADS_1