Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Kemarahan Rafa.


__ADS_3

Jet pribadi yang di tumpangi Rafa dan Dewa dan beberapa pengawal yang terbaik mendarat di kota B.


Sebuah mobil sudah tersedia dan beberapa pengawal menanti kedatangan mereka.


Wajah sangar dan seram, aura membunuh tak lekat dari wajah tampan Rafa, membuat para pengawal yang menyambutnya menunduk takut. Rafa sama sekali tak menjawab sapaan dari mereka, dia langsung masuk ke dalam mobil, dan Dewa hanya mengikuti saja, karena juga tak berani buka suara, merasa bersalah karena Rafa menilainya tidak becus karena dua pengawal yang ia tugaskan menjaga Nona mudanya.


Mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi, Dewa yang menyetir paham dengan suasana hati bosnya itu, dan sudah pasti ingin secepatnya sampai di Vila, itu sebabnya Dewa melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, dia tidak mau di katakan tidak berguna lagi, apa lagi situasi saat ini sangat mencekam bagi Dewa juga para pengawal lainnya.


Tak butuh waktu lama, mereka pun tiba di Vila, Rafa yang sudah menahan amarahnya sejak tadi, turun dari mobil dengan tergesa-gesa, dan dengan langkah tegasnya, Rafa memasuki Vila.


"Plakk, plakk, bug, bug.!!


Tanpa bicara sepatah kata pun, Rafa langsung menghajar kedua pengawal itu, karena begitu emosi Rafa hampir saja menghabisi nyawa kedua pengawal itu, kalau saia pak Danu menegur Rafa, agar menghentikan kegilaannya yang sudah membuat kedua pengawal itu babak belur, karena Rafa begitu menghormati ayah mertuanya itu, ia pun menghentikan amarahnya yang memuncak, dan hampir lepas Kendali.


"Bukan waktu nya saat ini melampiaskan kemarahan nak Rafa, yang terpenting saat ini kita harus mencari Atika, dan kita tidak ada yang tahu Atika di mana saat ini, jadi ayah harap kamu bisa mengerti maksud ayah, ujar pak Danu, mengingatkan Rafa.


" Maaf ayah, aku terlalu di kuasai emosi, tapi mereka memang tidak becus.!! ujar Rafa menunjuk kearah dua pengawal itu.


"Ayah bukannya membela mereka, tapi Atika lah yang memang salah, dan sudah membodohi semua orang di Vila ini, ujar pak Danu, prihatin pada kedua pengawal itu, padahal putrinya lah yang pantas di salahkan di sini.


" Maksud ayah?? tanya Rafa bingung dengan ucapan ayah mertuanya, yang malah menyalahkan istrinya, dan juga mengatakan kalau istrinya membodohi orang-orang di Vila.


"Atika yang salah, ia sengaja menyuruh Bibi Lana ke pasar untuk membeli mangga muda, tapi ternyata itu hanya akal-akalan Atika saja, agar ia bisa pergi diam-diam dari Vila tanpa ada siapa pun yang mengawasi nya, dan Atika juga, mengatakan pada pengawal, kalau ia seeing tidak ingin pergi ke mana pun, dan menyuruh para pengawal bersantai saja, mungkin karena terlihat tidak mencurigakan para pengawal itu pun percaya, dan memilih berjaga di depan, dan Atika berhasil kabur lewat taman belakang, ujar pak Danu, menceritakan kebenarannya.

__ADS_1


Rafa sempat terdiam, saat ia mendengar cerita yang sebenarnya dari pak Danu, tapi Rafa tetap saja menganggap mereka tidak becus dan lalai, karena perintah nya harus selalu mengawasi istrinya meski istrinya tidak di kamar sekali pun, mereka harus tetap berjaga di depan kamar Atika, bukannya berjaga di luar, pikir Rafa masih tak terima, meski sudah tahu kebenarannya.


Sementara di tempat lain, Atika meringis kesakitan, perutnya terasa mulas karena beberapa kali mendapat benturan, karena para gadis itu menyiksa Atika cukup buas, membuat Atika berkali-kali mengeluarkan darah dari hidungnya.


Atika yang sudah sangat lemah, merasa tidak punya harapan lagi, dia pasrah dan kalau pun ada orang yang menolongnya mungkin ia sudah tidak bernyawa lagi, mengingat perutnya yang sangat sakit, dan tubuhnya yang lebam karena pukulan keras dari para gadis komplek itu.


Dewa bersama para pengawal terbaiknya, sudah menyisir semua lokasi, bahkan Ali pun turut serta mencari Atika, namun saat mereka mulai mencari lagi, salah seorang dari pengawal itu, take sengaja menginjak sesuatu hingga membuat pengawal itu melihat benda apa yang di injaknya.


Pengawal itu pun mengambil benda itu, dan melihat dengan teliti, saat paham benda apa itu, pengawal itu pun menemui Dewa yang sudah berjalan lebih dulu dan di posisi depan.


"Tuan saya menemukan sesuatu, ujar pengawal itu, menunjukkan sebuah perhiasan yang berbentuk gelang. Saat Dewa melihat benda itu, ia langsung mengenali benda tersebut.


"Ini gelang Nona muda, berarti posisi terakhir Nona berada di sini, coba periksa dengan teliti apakah ada jejak sebagai tanda untuk bisa kita telusuri, ujar Dewa pada para pengawal itu.


Karena hari sudah gelap, mereka pun menggunakan penerangan dengan senter, dan mencari jejak yang tertinggal, dan akan jadi titik terang bagi mereka untuk menemukan Nona muda mereka.


"Bagai mana?? apa ada petunjuk yang kau dapat.!! tanya Rafa, menjawab panggilan dari Dewa.


" Ada bos, kami menemukan gelang tangan Nona muda, posisi di jalan setapak sebelah barat, ujar Dewa menjelaskan.


"Bagus, cari terus dan aku akan ke sana menyusul dengan ayah, ayah pasti tahu lokasi itu, ujar Rafa, dan langsung mengakhiri sambungan telepon itu.


Dewa pun menemui para pengawal itu lagi, dan menanyakan apa mereka berhasil menemukan jejak sebagai petunjuk.

__ADS_1


"Tidak di ragukan lagi, jejak ini sepertinya jejak yang menculik Nona, dari jejak ini Nona pasti mereka bawa dengan paksa, karena rerumputan ini terlihat berantakan, dan terlihat ada beberapa jejak kaki, ujar salah seorang pengawal itu.


" Ikuti sampai ke mana jejak itu, dan mudah-mudahan kita mendapatkan hasil dan titik terang, perintah Dewa pada pengawal itu.


Mereka pun menyusuri jejak itu, dan saat sudah di pertengahan salah seorang dari pengawal itu tak sengaja melihat samar ada gubuk, dan ia pun langsung memberitahu pada Dewa soal itu.


"Bos, di depan sana ada gubuk, dan sepertinya gubuk itu tidak berpenghuni, melihat keadaan gubuk sangat gelap, ujar pengawal itu menunjuk ke arah gubuk itu.


Mendengar hal itu, Dewa langsung melihat jejak kaki itu, menuju ke arah gubuk itu, membuat Dewa yakin, Nona muda nya di sekap di gubuk itu.


Dewa pun langsung menyuruh dua orang pengawal itu, melihat keadaan gubuk itu dengan hati-hati, dan mencari tahu apa isi gubuk itu, kalau mereka melihat sesuatu agar secepatnya kembali.


Saat dua pengawal itu baru saja pergi melihat keadaan gubuk itu, Rafa pun tiba bersama pak Danu, Dewa langsung memberikan gelang Nona muda nya itu, dan sudah putus, mungkin karena Atika sempat berontak, dan gelang itu pun putus dan jatuh dari tangan Atika.


Tak lama kedua pengawal itu pun kembali menemui Dewa dan beberapa pengawal lainnya, namun saat melihat tuan muda nya itu, para pengawal itu sedikit takut mengatakan apa yang mereka lihat, karena saat tuan mudanya mendengar apa yang mereka katakan, sudah bisa di tebak tuan mudanya itu pasti akan lebih murka lagi, tapi mau bagai mana lagi, mereka tidak bisa tidak mengatakan yang sebenarnya dan yang mereka lihat, dan urusan kemarahan tuan mudanya itu bukanlah mereka yang akan menanggungnya, melainkan orang yang sudah sangat berani menyakiti Nona muda mereka dan mengusik tuan muda mereka yang tidak akan punya ampun, bila sesuatu miliknya terganggu.


"Apa yang kalian lihat di sana?? tanya Dewa saat melihat dua pengawal itu tiba.


" Sebaiknya kita langsung mengepung tempat ini, dan Nona muda ada di dalam gubuk itu, dalam keadaan terikat dan tidak sadarkan diri, dan di tubuh Nona banyak darah, ujar salah seorang pengawal itu.


"Apa.!!!!!!


Next.

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya ya Guys.


Salam Arthor


__ADS_2