Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Rumah Sakit.


__ADS_3

Semua orang panik dan hawatir melihat keadaan Rafa yang sudah memucat, karena banyaknya darah yang keluar.


"Cepatlah.!! teriak Felix yang sudah ketakutan dan hawatir bercampur jadi satu, melihat wajah putranya yang pucat dalam pangkuannya, membuat Felix tak dapat menahan tangisnya.


Dewa yang mengendarai mobil itu pun, menambah kecepatan, mendengar Ny besarnya berteriak ketakutan, membuat Dewa semakin hawatir dengan keadaan bosnya itu.


Atika yang juga satu mobil dengan Rafa dan Felix, hanya bisa menangis, menyesali sikap keras kepalanya, dan mengabaikan perasaan Rafa yang benar-benar mencintainya, hingga berbuat nekat seperti ini.


Mobil yang di bawa Dewa pun tiba di rumah sakit yang tak begitu jauh dari mansion, hanya memakan waktu lima belas menit, tapi kecepatan mobil yang melaju tadi hanya memakan waktu sepuluh menit, karena Dewa seperti kesetanan membawa mobil tersebut karena panik.


Para perawat yang sudah siaga menanti kedatangan mereka, karena sebelumnya Dewa sudah menghubungi dokter Yoga, memberitahukan keadaan darurat dan bosnya butuh pertolongan cepat.


Rafa yang sudah di baringkan di atas brankar rumah sakit, dan beberapa perawat yang mendorong Rafa hingga masuk ke dalam ruang IGD, meninggalkan semua orang yang terlihat panik dan takut dan pikiran yang kacau.


Aliando yang mendengar kabar putranya masuk rumah sakit, langsung menyusul karena ia baru saja selesai bertemu dengan rekan bisnisnya.


"Mom, panggil Aliando yang melihat Felix duduk di kursi tunggu.


"Dad, hiks,hiks, tangisnya pecah dalam pelukan suaminya itu, mengingat wajah putranya yang sangat pucat dan kaku.


Atika yang melihat Felix begitu sedih, merasa tak pantas berada di sana, ia tak sanggup melihat Felix yang sangat terpukul dengan kejadian ini, dan Atika pun beranjak dari duduknya, hendak pergi karena merasa malu.


Brukkk.!!


Atika pingsan karena tak sanggup menopang tubuhnya yang gemetar, di tambah pikirannya yang kalut dan sangat takut, membuat Atika lemas hingga pingsan.

__ADS_1


"Atika.!!


Felix pun berlari mendekati Atika yang tak sadarkan diri, membuat Felix semakin bersedih dan menangis pilu.


Atika pun di angkat beberapa perawat, membawa Atika ke ruang pemeriksan lain, untuk mendapatkan perawatan dan pertolongan.


Sementara Rafa yang sudah di tangani, dan mendapatkan pertolongan cepat, dan Rafa pun tertolong, meski sudah banyak kehabisan darah.


Dokter Yoga yang menangani Rafa langsung, keluar dari ruang IGD, dan menugaskan para perawat menempatkan Rafa di ruang VIP.


"Bagai mana dok keadaan anak saya, tanya Felix yang sangat hawatir dan takut.


"Tuan muda cukup kehabisan darah cukup banyak, karena sayatan yang terdapat di pergelangan tangan tuan muda cukup dalam, dan kita masih menunggu perkembangannya, ucap dokter yang membuat Felix langsung lemas dan hampir oleng.


Aliando yang melihat istrinya sempat oleng, dengan sigap meraih tubuh Felix agar tidak ambruk.


"Ny, anda harus tenang dan jangan terlalu memikirkan, karena tuan muda sudah melewati masa kritisnya, dan kami akan menyampaikan kondisi tuan muda berikutnya, dan untuk saat ini, jangan terllau banyak yang masuk melihat keadaan tuan muda, dan kalau boleh saya sarankan, agar bergantian masuk, sampai kami memberitahukan keadaan tuan muda yang sudah stabil dan aman, ucap Dokter Yoga, menjelaskan.


" Baiklah kami mengerti, sahut Aliando pada dokter Yoga.


"Saya permisi tuan, ucap dokter Yoga, permisi dari hadapan Aliando dan Felix.


Atika perlahan membuka matanya, mersakan kebas di tangannya, saat ia melihat ke sekelilingnya, dan melihat pergelangan tangannya yang terpasang infus, membuat Atika menyadari ia yang jatuh pingsan tadi.


"Syukurlah kau sudah sadar, ucap pak Danu yang menjaga Atika saat Dewa membawa pak Danu ke rumah sakit.

__ADS_1


"Ayah, Atika menangis, melihat ayahnya yang duduk di samping ranjang rumah sakit, dan melihat wajah ayahnya yang terlihat hawatir dan sendu.


"Suutt, jangan menangis, ayah tahu Tika bukan gadis yang lemah, ucap pak Danu menghapus air mata Atika yang menetes dari sudut mata Atika.


"Bagai mana keadaan Rafa ayah?? tanya Atika yang ingin tahu keadaan Rafa yang sebenarnya.


"Dokter bilang, Rafa sudah melewati masa kritisnya, tapi masih belum sadar, ucap Pak Danu, yang membuat Atika semakin menangis.


Felix yang melihat dokter dan perawat masuk ke ruangan Atika, ikut masuk dan melihat Atika sudah sadarkan diri.


Atika yang melihat Felix masuk, tak sanggup menatap mata yang terlihat sendu dan wajah hawatir Felix, Atika menundukkan tatapannya, karena merasa bersalah, akibat keras kepala dan kebodohannya, membuat Rafa berbuat nekat.


Felix yang melihat Atika menundukkan tatapan matanya, mendekati Atika dan mengusap lembut kepala Atika.


"Jangan berpikir yang tidak-tidak, dan Tante paham bagai mana perasaanmu, dan ini hanya musibah,dan jangan menyalahkan dirimu, ucap Felix yang membuat Atika semakin menangis.


"Maaf, ucap Atika lirih di sela Isak tangisnya.


"Tidak ada yang perlu di maafkan, dan untuk ke depannya, kalian berdua harus lebih pintar dan pandai memilah masalah yang ada, ucap Felix dan di anggukki Atika.


Atika semakin salut melihat sikap Felix, yang selalu paham dan menyikapi masalah yang ada.


Next.


Jangan lupa jejaknya ya Guys.

__ADS_1


Salam Arthor.


__ADS_2