
Pagi hari menyapa seluruh penghuni kediaman Widodo,, menikmati serapan pagi dengan canda tawa yang indah.
Ndo,,,, apa kamu sudah siap dengan penjelasanmu?? tanya widodo
Apalagi sih pih,, yang harus Ando jelaskan.!! jawab ando menatap papinya dengan wajah memelas.
Kan papi sudah memperingatimu ketika papi dan mami hendak pergi kerumah oma,, apa kamu lupa dengan ucapan papi hem.!!?
Ando ngk lupa pih,,, semua terjadi juga di luar pengetahuan Ando.
Lalu untuk apa papi bicara denganmu dan menyuruhmu untuk menjaga felix,hah!! sedikit membentak.
Akhh,,, dasar pak tua selalu menyudutkan, batin ando dan menghela nafas kasar.
Jangan mengumpat,,!! cukup jelaskan pada papi.
Huhh,,,,! lagi lagi dia tahu apa yang kupikirkan,, sungguh menjengkelkan, pikir Ando.
Lagian jangan hanya menyalahkan ando sepenuhnya pih,, felix juga tak terbuka pada ando apa yang terjadi dengannya,, bahkan felix sewaktu ando tanya tak mau cerita sedikit pun, karena ando merasa felix menutupi sesuatu, jadi ando mencari tahu sendiri. gitu loh pih
Yah tetap saja kamu tak bertanggung jawab menjaga felix dan melindunginya dari mulut kotor para wanita yang tak tahu malu itu,, ucap widodo sedikit emosi.
Maaf pih,,, mulai sekarang ando tidak akan lalai lagi untuk hal yang berhubungan dengan felix.
Jangan hanya pintar mengucapkan,, papi juga butuh bukti atas perhatianmu menjaga felix dan kedua adiknya,,, percuma saja kamu punya banyak orang yang bisa kamu andalkan, bipa hal sekecil begitu kau tidak bisa mengatasi agar tak membuat felix dihina wanita tak tahu malu itu.!! ucap widodo menatap ando tajam.
baik pih,, sekali lagi ando minta maaf, dan akan lebih memperhatikan semua,, ucap ando tegas dan melirik felix sekilas.
Hmm,, papi senang kalau kamu seperti itu,,, dan papi harap kamu sudah bisa belajar dari kesalahan yang sudah sudah, mulailah dengan kepercayaan dan jangan mudah percaya sebelum tahu persoalannya,,, karena akan merugikan diri kamu sendiri ucap widodo tegas.
Iyah pih,, sahut ando mantap.
Sudah,, sudah,,,! kalian ini seperti tak menganggap mami dan felix disini,, seenaknya ngobrol hanya berdua saja padahal kita kan berempat disini,, ucap mami merasa kesal karena hanya sebagai pendengar budiman percakapan anak dan suaminya itu.
Tapi mami juga ingin mengatakan sesuatu pada felix,, dan mami harap felix tidak membantah keputusan mami,, dan mami tak ingin ada penolakan dan di bantah, ucap maminya sembari menatap felix serius.
felix yang ditatap pun hanya pasrah,, karena apa pun itu felix sudah yakin pasti percuma untuk bicara karena mereka tidak akan mau menuruti bila sudah menyangkut tentang dirinya.
__ADS_1
Iya mih,,, felix yakin apa pun yang akan mami katakan tentu untuk yang terbaik,, dan felix tak akan membantah.
Baikalah,,,, mami ingin Fero dan Faro tingal disini bersama kita,, mami tak sangup bila mendengar bila mereka akan mengalami tekanan dari orang orang yang tak punya hati dan sangat tidak punya moral itu.
Benar,,, menurut papi itu juga yang terbaik,, dan papi harap felix bisa menerima keputusan mami dan papi, ucap widodo menatap tenang.
Bagaimana nak,,?? kamu mau kan dan menerima keinginan kami.?? tanya maminya lagi.
Tapi,,,,
tidak ada tapi tapian,, sahut ando tiba tiba,, mereka yang mendengar pun sontak menatap ando bersamaan dan menatap ando dengan tatapan kesal.
karena tiba tiba nyelonong ikut bicara.
Kenapa kalian menatapku begitu.??
Apa ada yang salah dengan ucapanku.? tanya ando santai.
Tidakk,,, mereka serempak menjawab.
Ando yang mendengar pun tertawa terbahak bahak dan berkata
Sementara mereka bertiga tersenyum malu menyadari kelakuan mereka barusan.
terlebih Widodo,, seolah sesaat itu ia kehilangan sikap tegas dan bijaksananya, berusaha menetralisir keadaan dengan membuang muka kearah lain dan karena malu.
Waahhh,,! sepertinya ada yang terciduk nih, ucap ando mengoda papinya dengan situasi yang cukup jarang mereka lihat dari sisi sikap tegas widodo.
Bicara sekali lagi,, papi akan papi tendang kamu ke benua Asia, sahut widodo dengan wajah datarnya.
Amdo yang masih cekikikan terdiam sejenak dan tak bicara lagi, dia tahu kalau papinya sangat menjungjung tinggi wibawanya.
Felix yang kesal dengan sikap ando yang menertawai dan menggoda widodo,, memukul lengan ando agar tidak lagi melanjutkan sikap konyolnya itu.
Kamu tuh ya,, ngk sopan amat si sama papi.!!
Maaf,, maaf,, aku cuma bercanda dan jarang jarang bisa lihat papi begitu, tertawa dan menatap papinya dengan lucu.
__ADS_1
Ando,, kamu itu bisa ngk di bilangin hah.??! ucap felix dan kembali menjewer telinga ando sekilas.
maaf,, ucap ando dengan mengangkat kedua tangannya menyatakan ampun pada felix.
Sementara widodo dan istrinya yamg melihat tidak ada lagi kecanggungan antara felix dan anaknya merasa senang, karena ada sedikit kemajuan hubungan ando dan felix.
Kamu ngk adil,,, masa aku saja yang di hukum,, ucap ando manja
lihat tuh papi juga tersenyum dan senang melihar anaknya tertindas oleh calon menatunya,, ucap ando mengedipkab matanya pada felix dan sengaja menggoda felix.
Reflek felix menatap widodo dan menunduk malu karena dia menyadari kedua orang tua itu melihat kedekatannya dengan ando, dan sangat terlihat jelas senyuman yang di tunjukkan kedua orang tua itu sungguh sangat senang dan punya arti.
Sudah alhhk,,, berhenti mengganggu calon mantu mami kalau kamu tidak mau mami hukum, ucap maminya pada ando mengancam
Baiklah,,,, pagi ini cukup untuk mengerjai calon istriku yang imut ini,, sembari menoel hidung felix dan berdiri dari duduknya.
felix yang diperlakukukan demikian pun jadi semakin malu karena di hadapan widodo dan istrinya.
felix yang kesal pun memukul tangan ando yang menoel hidungnya,, dan merengut seperti anak kecil.
Sudah..!! nanymti kamu terlambat ke kantor jangan mentang mentang kamu CEOnya jadi tidak disiplin dan itu contoh tak baik pada kariawan kantor, ucap maminya yang masih terlihat senang dengan senyumannya.
Dan jangan lupa,,,, urusan Fero dan Faro kamu atur, dan secepatnya bawa mrreka kesini dan tinggal bersama kita,, ucap widodo mengingatkan ando.
Siappp... "Pak Tua" ucap ando dan mengecup kening felix sekilas,, dan berlari menghindar ketiga orang yang akan menyerangnya.
Andooooo....!!!!!!! mereka serempak lagi berteriak karena kelakuan ando yang sudah menghilang dari balik pintu dan pergi dengan mobil dan supirnya kekantor.
Mereka yang berteriak pun saling tatap satu sama lain,, dan merasa lucu dengan situasi saat itu akhirnya pun mereka tertawa terbahak bahak karena wajah mereka sama sama lucu karena ulah si ando yang membuat mereka kompak berteriak.
Sementara Ando yang sudah dalam.perjalan kantornya,, di dalam mobilnya dia masih saja tertawa dengan perutnya dielus elus karena lelah tertawa,,, dan dia sangat bahagia dan puas dengan sikap jahilnya pada felix dan mami papinya.
Hahahaaaaa,, lain kali aku akan buat mereka lebih kompak lagi dengan kejahilanku, ucapnya sendiri dan menyandarkan tubuhnya di bangku mobil dengan nafas yang terengah engah karena tertawa.
Sementara pak sopir yang melihat tuan mudanya begitu senang,, tersenyu bahagia karena sangat jarang bosnya itu sebahagia ini.
Wadeeeehhhhh babang Ando ini ternyata bisa jahil dan sangat somlak ya gaesss,,
__ADS_1
Maaf telat Up semoga kalian bahagia...