
Sesuai perintah Rafa, Dewa melakukan tugasnya, menyuruh orang kepercayaannya mencari keberadaan Celi.
Dewa yang juga mendukung hubungan Atika dan bosnya itu, tak terima Celi merusak hubungan bosnya yang sudah terjalin baik.
Rafa yang memutuskan kembali ke kota asal, turut membawa Atika, karena Rafa tak ingin terjadi hal yang serupa di masa lalu.
"Baik-baik di sana ya, ucpa Bibi Lana mengantar keberangkatan Tika dan tuan mudanya.
"Tentu Bik, Atika akan merindukan Bibi, ucap Atika memeluk Bibi Lana erat.
"Kami berangkat dulu Bik, ucap Rafa pamit, dan di angguki Bibi Lana.
Terlihat dari mata Bibi yang berkaca-kaca melepas Atika pergi, Atika yang di anggap Bibi Lana seperti putrinya sendiri, merasa berat Atika pergi, tapi Bibi tak ingin egois, karena Atika akan meraih kebahagiaannya, bersama tuan mudanya kelak.
Rafa sengaja tak memberitahu kepulangannya, ingin memberi kejutan pada momy dan dady nya.
Mobil mereka pun tiba di bandara, Rafa tidak pernah melepaskan genggaman tangannya dari Atika, berjalan memasuki loby, dan Dewa mencek seluruh barang bawaan mereka.
Tak lama pemberitahuan keberangkatan pun terdengar nyaring di ruang tunggu, Rafa yang merasakan tangan Atika yang dingin mengira Atika sakit.
" Kenapa tanganmu dingin sekali?? tanya Rafa menempelkan tangannya di dahi Atika, tidak panas pikir Rafa.
"Aku tak apa-apa, hanya sedikit takut, ucap Atika yang terlihat panik.
" Takut?? takut apa?? tanya Rafa binggung dengan Atika yang tiba-tiba takut.
"Naik pesawat, ucap atika lirih, menundukkan kepalanya malu.
Rafa pun terkekeh kecil, merasa gemas pada Atika yang selalu bisa membuat dadanya ketar-ketir, bahkan menggila.
"Jangan takut hm?? aku bersamamu, ucap Rafa mengenggam erat tangan Atika, dan membawa Atika masuk ke dalam pesawat.
"Tidur saja, aku tidak akan kemana pun, ucap Rafa yang melihat Atika masih tidak nyaman.
Atika pun memejamkan matanya, menyandarkan kepalanya di bahu Rafa.
__ADS_1
Rafa melihat Atika yang memejamkan mata pun tersenyum, sungguh gadis polos, kau akan terbiasa nantinya karena aku tidak akan meninggalkanmu, dan membawamu kemana pun aku pergi, batin Rafa mencium pipi Atika lembut.
Atika pun membuka matanya, saat wajahnya di tepuk halus oleg Rafa, dan ternyata mereka sudah sampai, dan Atika merasa ia sudah cukup lama tertidur.
" Kita sudah sampai, ucap Rafa membenahi rambut Atika yang sedikit berantakan.
"Benarkah?? ucap Atika melihat beberapa orang yang sibuk berjalan keluar dari pesawat.
" Hm, dan kau tidur cukup lama, dan ngorok lagi, ucap Rafa menggoda Atika.
"Hah ngorok?? ucap Atika terbelalak kaget, sangat memalukan pikirnya.
Rafa pun tertawa melihat wajah terkejut Atika, sungguh ia sangat senang menggoda Atika.
Melihat Rafa menertawainya, Atika pun sadar sudah di kerjai kekasih tampannya itu, memukul bahu Rafa karena kesal.
Mereka pun turun dari pesawat, beberapa pengawalnya sudah menunggu mereka di depan loby bandara, Atika yang melihat banyak laki-laki berseragam hitam dan menunduk hormat pada mereka, membuat Atika sedikit bergidik, melihat wajah para pria yang tegap dan sangar itu.
"Ayo masuk ke mobil, ucap Rafa menarik Atika yang bengong melihat para pengawal Rafa.
Mobil pun berjalan menyusuri ibukota itu, Atika yang memang belum pernah ke kota besar, terlihat antusias memandang dari kaca mobil, bahkan terkadang Atika tak bisa mengkondisikan mulunya, yang beberapa kali menganga melihat hal yang belum pernah di lihatnya.
Rafa hanya tersenyum melihat tingkah Atika, yang menoleh ke kiri dan ke kanan, melihat takjub gedung-gedung tinggi yang mereka lewati.
Deru mesin mobil yang terdengar di halaman mansion serta derap kaki yang cukup keras membuat Felix beranjak dari duduknya, dan ingin melihat siapa gerangan yang datang.
Felix pun melihat dari jendela, menyingkap gorden yang menghalangi penglihatannya, Aliando yang melihat istrinya mengintip dari jendela, ikut melihat siapa yang datang.
Saat melihat beberapa pengawal yang di kenali mereka, Aliando dan Felix pun saling tatap, sedetik kemudian mereka berteriak senang dan bertos ria, mengetahui siapa yang datang, dan tentunya, yang di nanti Felix dan suaminya bukan putra mereka, tapi calon mantu mereka.
Felix dan Aliando pun, berjalan cepat ke arah pintu utama, sudah tidak sabar melihat gadis yang sudah menahlukkan hati putranya itu.
Rafa yang turun dari mobil bersama Atika, tersenyum hangat saat melihat dady dan momy nya sudah berdiri menyambut mereka.
Rafa yang sangat merindukan momy nya, langsung merentangkan ke dua tangannya, berharap sang momy, berhambut kepelukannya.
__ADS_1
Felix pun sedikit berlari ke arah Rafa dan Atika, Rafa yang sudah percaya diri momy nya akan memeluknya hangat, merasa aneh saat momy nya melewatinya, dan ternyata oh ternyata, sang momy malah memeluk Atika, melupakan putranya yang sudah berharap mendapatkan pelukan hangat.
Aliando yang melihat Rafa di abaikan istrinya, mendekap hangat Rafa dan ia sungguh bahagia melihat putranya membawa Atika, si calon mantu.
"Jangan cemberut son, momy hanya terlalu bahagia, bukan melupakanmu, ucap dady nya, yang melihat istrinya sudah membawa Atika masuk karena sangat senang.
" Huh, momy dan dady sama saja, anak sendiri di abaikan, ucap Rafa merenggut kesal.
Dady nya hanya terkekeh melihat wajah cemberut putranya itu.
"Mom, merengek manja masih belum puas karena belum mendapat pelukan hangat momy nya.
"Jangan manja, ucap Felix sedikit cuek pada Rafa.
" Mom, panggil Rafa yang tak terima di cuekin.
"Apa sih.! jangan ganggu momy, ucap Felix yang masih mengabaikan Rafa.
Rafa yang tak tahan, langsung memeluk momy nya dari samping, dan mencium wajah momy nya sebanyak-banyaknya, karena sangat rindu dan bercampur kesal.
Aliando yang melihat putranya, sangat brutal mencium istrinya langsung keberatan dan berteriak.
" Hei..!! kau kira istri dady boneka winny the pooh, seenaknya saja mencium sana-sini.! teriak Aliando tak terima, bahkan ia saja tak pernah begitu, kalau pun pernah pasti akab dapat cakaran singa betina.
"Huh, sirik.!! ucap Rafa kesal.
Atika yang masih linglung, sungguh sangat terkejut, tadinya ia mengira sangat takut akan bertemu orang tua Rafa, tapi kenyataannya ia malah di perlakukan seperti milik Felix seorang, bahkan duduk saja sangat dekat, dan apa lagi saat melihat Rafa yang manja dan merengek, sungguh membuat Atika berkali-kali mengerjapkan matanya, seperti masih tak yakin itu kekasihnya atau bukan, dan apa mereka tidak salah rumah, pikir Atika yang jauh memikirkan hal di luar nalar.
Tadinya Atika mengira akan melihat sosok wanita yang melahirkan kekasihnya itu, akan berpenampilan elegan, dan bersikap jutek, namun kenyataan Atika malah teekejut berkali-kali melihat keluarga kekasih ya itu sangat baik bahkan terlihat keluarga yang suka melucu.
Next
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
Salam Arthor.
__ADS_1