
Pagi ini Rafa pergi ke kantor dengan buru-buru, karena suatu hal yang sangat emergency, ia sengaja tak membangunkan istrinya, dan memilih pergi dan meninggalkan pesan pada Momy nya, agar Atika tidak khawatir.
Rafa pun tiba di kantor, dengan langkah tegas ia berjalan memasuki ruangannya, Dewa yang mengikuti langkah bosnya itu pun semakin terlihat gelisah, dan merasa was-was, memikirkan bosnya sedang dalam mood yang buruk saat ini, setelah mendapat laporan dari kota B tentang keadaan pak Danu yang tiba-tiba di serang orang tak di kenal.
Rafa sengaja tak memberitahukan kejadian yang menimpa pak Danu pada Atika, ia tak mau istrinya terbebani dengan masalah yang menimpa ayah mertuanya itu, dan ia tidak akan melepaskan orang yang sudah berani menyakiti pak Danu.
Atika yang baru bangun dari tidur nyenyak nya, melihat keadaan kamarnya sangat sepi, dan tak melihat suaminya di dalam kamar mereka, Atika pun turun dari ranjang tidurnya, dan masuk ke kamar mandi, membasuh wajahnya agar sedikit lebih segar.
Atika yang mengira suaminya sudah berada di bawah bersama yang lainnya, ia pun turun ke bawah masih dengan menggunakan piyama tidurnya, karena ingin cepat-cepat turun, takut suaminya sudah akan berangkat ke kantor.
Perlahan Atika pun menuruni anak tangga, dan saat sudah berada di anak tangga terakhir, Atika mengerutkan keningnya, menatap ke arah meja makan, dan hanya mendapati Momy mertuanya menikmati sarapan pagi sendiri, dan tidak ada siapa pun selain para Art yang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Atika pun mendekati meja makan itu, dan langkah kakinya mengalihkan perhatian Felix, melihat menantunya sudah bangun dan turun, Felix pun menyapa lembut Atika, dan terlihat jelas Atika yang menoleh sana-sini, Felix paham Atika yang mencari keberadaan suaminya.
"Sudah bangun sayang?? sapa Felix tersenyum lucu, melihat Atika yang masih sibuk mencari keberadaan Rafa.
"Ya, selamat pagi Mom, sahut Atika sembari duduk di kursi meja makan itu.
"Suami mu sudah berangkat ke kantor, tadi dia buru-buru, katanya ada yang emergency, tapi Momy nggak tahu hal apa itu, karena suami mu tak memberi tahu pada Momy, dan hanya berpesan kalau kau sudah bangun, Momy menyampaikan pesan yang di katakan nya tadi, ucap felix dan di angguki Atika tanda paham.
Atika pun menikmati kopi hangatnya yang di suguhkan para Art saat ia bicara pada Felix tadi, Atika tak selera untuk sarapan pagi, karena memikirkan sikap suaminya yang berbeda dalam dua hari ini.
__ADS_1
Atika merasakan suaminya seperti menghindarinya dan merahasiakan sesuatu darinya, tapi Atika tak ingin berpikiran buruk pada suaminya, Atika hanya ingin suaminya berbagi meringankan beban pikirannya apa bila ada masalah yang membuat Rafa begitu terbebani.
Setelah meneguk habis kopinya Atika pun naik ke atas, dan memilih untuk membersihkan tubuhnya dan menenangkan pikirannya, dan berharap saat suaminya pulang nanti, suaminya sudah terbebas dari masalah yang membebaninya.
"Atur keberangkatan ku ke kota B sekarang.!! ucap Rafa yang ingin langsung turun tangan, tak ingin ayah mertuanya berpikir ia tak perduli dengan keadaan yang menimpanya.
"Siap bos, sahut Dewa cepat, ia tahu bosnya sudah sangat menahan amarahnya saat ini, melihat wajah dan rahang yang mengeras, Dewa yakin bosnya itu dalam keadaan naik darah yang mendidih.
"Rahasiakan ke berangkatkan ku ke kota B, jangan sampai istriku tahu keadaan ayah mertuaku yang sedang tidak baik-baik saja saat ini, ucap Rafa dingin dan datar.
"Sesuai perintah anda bos, sahut dewa dan pergi keluar dari ruangan Rafa, dan melaksanakan perintah Rafa yang akan melakukan penerbangan secepatnya ke kota B.
Berkali-kali Atika menghubungi ponsel suaminya, tapi tak satu pun panggilannya di jawab oleh Rafa.
Rafa yang melihat beberapa panggilan dari istrinya, membuat ia merasa bersalah, hatinya sakit dadanya terasa sesak, baru kali ini ia membohongi istrinya, apa lagi ini masalah ayah mertuanya yang sedang tidak baik-baik saja.
"Maaf sayang, aku tidak bermaksud berbohong pada mu, aku hanya tak ingin kau bersedih dan merasakan sakit saat melihat keadaan ayah, ucap Rafa menatap ponselnya, melihat nama istrinya yang tertera di sana, yang sudah berada di dalam pesawat menuju kota B.
Atika pun menemui Felix ke kamarnya, ia ingin menanyakan soal suaminya yang seperti menghindarinya dan menutupi sesuatu darinya, tak ingin menduga-duga, Atika butuh teman untuk bicara dan cerita, dan orang yang tepat saat ini adalah Felix Momy mertuanya.
"Mom, apa Momy sibuk?? ucap Atika dari luar kamar Felix saat mengetuk pintu kamar itu.
__ADS_1
"Tidak, masuk saja sayang, sahut Felix yang baru selesai dari ritual mandinya dan menggulung rambut basahnya dengan handuk kecil.
Atika pun masuk ke kamar Felix, dan duduk di sisi ranjang tepat di samping Felix yang menatapnya lembut.
"Mom, Tika ingin bicara sesuatu pada Momy, dan Tika tidak ingin menduga-duga, dan menurut Tika Momy bisa memberi solusi dari kekhawatiran Tika saat ini, ucap Atika menatap Felix lekat.
"Bicaralah sayang, Momy siap mendengarkan, ucap Felix lembut dan mengelus punggung Atika.
"Tika nggak tahu ini benar atau tidak, tapi Tika merasa Rafa sedang tidak baik-baik saja, dan seperti menyimpan sesuatu yang tak ingin Tika tahu, dan Tika merasakan perubahan sikap Rafa dua hari belakangan ini seperti menghindari Tika.
Tika bukan berprasangka buruk pada Rafa mom, hanya saja Tika merasa Rafa memang sengaja melakukan itu agar Tika tidak terbebani dengan masalah yang di hadapi Rafa saat ini, dan Tika tahu betul Rafa tidak ingin Tika merasa tertekan dan bersedih, tapi justru dengan begini membuat Tika resah dan khawatir mom, ucap Tika dengan kepala tertunduk dan merasa dadanya sesak karena suaminya tak jujur padanya.
Felix pun tertegun mendengar ucapan Atika, jujur ia juga merasa bersalah karena terlibat merahasiakan kejadian yang menimpa pak Danu. "Pak Danu yang Malang" batin Felix menghela nafasnya pelan.
"Tika, Momy tahu kau begitu paham dan teliti dengan sikap suami mu, tapi yakinlah sayang apa pun itu, Momy harap Tika tidak berpikir buruk dan tetaplah mendukung suami mu, dan masalah suami mu tak jujur mungkin karena suatu hal, tapi Momy yakin, setelah urusannya selesai Rafa akan menceritakan dan membicarakannya padamu saat waktunya tiba, maaf kalau Momy tidak bisa cerita banyak pada mu,.karena Momy yakin kalian bisa menyelesaikannya dengan baik saat sudah bertemu nanti, ucap Felix pada Atika dengan tatapan yang sudah berkaca-kaca.
"Terima kasih mom, Tika bersyukur punya Momy yang bisa selalu membuat Tika nyaman, dan mendukung Tika dalam hal apa pun, dan Momy jangan khawatir, aku dan Rafa tentu akan menyelesaikan dengan bicara baik-baik dan dalam keadaan yang sudah tenang, mudah-mudahan, masalah apa pun yang di hadapi Rafa saat ini, semua berjalan dan terselesaikan dengan baik, ucap Atika yang tidak mengetahui sama sekali bahwa masalah yang ia sebut itu adalah tentang ayahnya yang dalam keadaan memprihatinkan dan Felix pun semakin merasa bersalah mendengar Atika yang begitu sabar, dan membayangkan keadaan Atika yang mengetahui keadaan ayahnya yang sedang tidak baik-baik saja.
Next.
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
__ADS_1
Salam Arthor.