Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Malangnya Suamiku.


__ADS_3

Rafa yang tahu Momy nya sangat nekat, ia pun membawa istrinya pulang ke mansion, ia tidak mau harga dirinya hilang sebagai CEO, kalau sempat Momy nya memberinya hukuman di kantornya.


Seperti seorang penjahat yang menyerahkan dirinya ke pihak yang berwajib, Rafa tidak punya pilihan lain selain menyerahkan diri pada sepasang singa jantan dan singa betina itu, lebih baik ia menikmati hukumannya di mansion, toh hanya anggota keluarga yang menyaksikan, dari pada di kantornya, dan itu akan membuat ia tidak punya muka di depan para karyawannya.


"Beraninya kau.!!! teriak Felix saat melihat putranya masuk ke mansion dan membawa Atika menantunya.


Mendengar teriakkan Momy nya, langkah Rafa terhenti, tangannya menggenggam erat tangan istrinya, seolah memohon agar membantunya dari hukuman singa betina itu.


"Maaf mom"


"Cih.!! maaf katamu, Momy sampai hampir gila, karena ulah konyol mu itu.!!


"Iya maaf"


"Hei.!! apa kau jadi bodoh setelah menculik istrimu?? dan hanya bisa mengatakan maaf dan maaf.!! hardik Felix geram, apa lagi putranya menunjukkan wajah memelas, agar ia iba.


"Terus Rafa harus bilang apa?? sahutnya kesal dan terkesan membentak.


"Wah, wah, sudah bersalah masih berani membentak Momy, punya nyawa berapa kamu.!! ucap Felix menyipitkan matanya.


"Satu"


"Terus.??


"Maaf"


"Tidak ada maaf untukmu.!! ucap Felix berjalan angkuh mendekati Rafa dan Atika, seraya melipat kedua tangannya di dada.

__ADS_1


Rafa yang melihat Momy nya berjalan maju, ia pun melangkah mundur, menghindari tendangan ke bokong imutnya, seperti yang di katakan Dewa.


Langkah mundur Rafa pun terhenti, saat kakinya tersandung sesuatu, dan Rafa pun menoleh melihat benda apa yang membuat langkahnya tidak bebas melangkah lagi, saat melihat dengan kesadaran penuh sontak Rafa terkejut dan teriak keras karena bokong imutnya di tendang dari belakang, dan pelakunya adalah singa jantan, hahahaha.


"Aauuuu, Rafa meringis karena bokongnya sudah jadi sasaran empuk singa jantan yang muncul tiba-tiba, dari belakang.


Rafa pun melepas pegangan tangannya dari Atika, mengusap bokongnya yang ngilu karena tendangan Dady nya.


Felix langsung menarik Atika berdiri di sampingnya, melotot kan matanya pada Rafa, yang masih meringis sakit.


"Dengarkan ini, sampai dua Minggu ke depan, kau tidak akan bertemu istrimu, karena Momy akan membawanya ke rumah grandpa, sampai istrimu memasuki kehamilan bulan ke dua, karena Momy tidak mau menantu Momy kenapa-napa, karena ulah bejad mu, apa kau paham!! ucap Felix telak, tak ingin Rafa hanya memikirkan kebutuhan biologisnya, tapi juga harus memikirkan keadaan menantunya, karena kehamilannya masih rentan dan bisa beresiko.


"Tapi mom,_


"Tidak ada tapi-tapian, ucap Aliando mendukung ide istrinya itu.


"Rafa tidak mau, Momy dan Dady sama saja menyiksa Rafa, membawa istriku dan sangat lama, kalau dua atau tiga hari tidak masalah, lah ini dua Minggu, tidak, tidak.!! ucap Rafa tak terima dengan keputusan Momy dan Dady nya.


"Sayang bilang dong sama Momy dan Dady, kau juga keberatan, ucap Rafa memprovokasi istrinya.


"Mom, Atika mencoba menengahi dan juga tak tega pada suaminya itu.


"Jangan termakan rayuannya, ucap Felix geram menatap Rafa tajam.


"Bukan begitu mom, tapi sebenarnya baby sangat nyaman dekat dengan papa nya, ucap Atika sengaja, sambil mengelus perut ratanya.


Felix dan Aliando pun saling tatap, mendengar calon cucunya nyaman dekat dengan papa nya membuat mereka bingung, tidak baik juga sih memisahkan menantunya yang hamil muda, dan tentunya ingin bermanja-manja dengan suami, batin Felix.

__ADS_1


"Baiklah, Momy mengalah, tapi ingat jangan menyentuh istrimu sampai janinnya kuat, dan jangan coba-coba menipu Momy, ucap Felix mengalah, dan menekankan pada Rafa agar tidak melakukan hubungan suami istri untuk sementara waktu.


"Jangan hawatir mom, aku juga tidak mau istriku dan baby kenapa-napa, ucap Rafa paham akan kekhawatiran Momy nya.


"Bagus kalau kau sadar akan itu, dan itu juga Momy lakukan demi kebaikan dan kesehatan menantu Momy, karena tidak ada artinya menyesali yang sudah terjadi, dan Momy tidak ingin kau menyesali yang sudah tidak berarti, ucap Felix sendu, mengingat dirinya dulu saat melahirkan Rafa putranya, suaminya yang penuh penyesalan, karena keadaan yang tipis untuk bertahan hidup, dan hampir saja Rafa tanpa ibu setelah lahir, meski kasusnya berbeda, tapi ia tak ingin menantunya mengalami hal yang pernah di rasakan nya, dan juga tak ingin putranya menyesali yang tak berarti seperti suaminya dulu, cukup dia dan suaminya saja mengalami hal pahit itu, tidak dengan putra dan menantunya.


Waktu berjalan cepat, saat ini Rafa dan Atika duduk santai di balkon kamarnya, menikmati suasana malam dan bercerita mengisi suasana romantis keduanya.


Semenjak kehamilannya, Atika sangat menyukai duduk di pangkuan Rafa dan bermanja-manja di sana.


Rafa yang tahu itu kebiasaan baru istrinya, sangat senang karena istrinya sama sekali tidak ingin jauh-jauh darinya, dan dengan senang hati Rafa menikmati momen manja istrinya itu, tapi yang membuat Rafa tersiksa, saat Atika bergerak bebas di pangkuannya, hingga si boy meronta-ronta di dalam sangkarnya, sementara keputusan mutlak dari Momy nya selalu mengingatkannya, membuat si boy harus berakhir di kamar mandi yang sepi dan dingin.


"Jangan banyak bergerak sayang, ucap Rafa dengan suara beratnya.


"Memangnya kenapa?? tanya Atika polos.


"Kasihan si boy, dari tadi menuntut keadilan, tapi ada peraturan yang tidak bisa ia langgar sampai keputusan hakim dan ketuk palu berkumandang, ucap Rafa membuat Atika semakin bingung.


"Apa hubungannya dengan hakim?? ucap Atika menegakkan duduknya di pangkuan Rafa.


Rafa pun menggeleng lemah, istrinya terlalu polos pikirnya, sementara si boy semakin meronta, merasakan pintu goa yang sangat tapi tak bisa menerobos masuk, Rafa pun mengarahkan tangan istrinya itu ke bawah, tempat si boy yang meronta pilu.


Atika langsung paham maksud perkataan suaminya itu, saat tangannya merasakan si boy, berdiri tegak siap memberikan laporannya. "Suamiku yang malang", barunya.


Di lihatnya wajah dan mata suaminya yang sudah berkabut gairah itu, Atika pun jadi tak tega melihat suaminya menahan hasratnya, Atika pun mencoba membantu suaminya menidurkan si boy, menuntaskan hasrat suaminya itu dan mengambil alih posisi, dengan mengeluarkan si boy dari sarangnya, mengunakan tangan dan mulutnya menjinakkan si boy, dan tentu saja membuat Rafa terbang melayang, sungguh istrinya sangat pengertian, meski pun tak senikmat goa yang biasa di masuki si boy, tapi Rafa cukup melayang dengan kelihaian tangan dan lidah istrinya itu, dengan gerakan dan usapan lidah istrinya yang lembut, membuat Rafa berkali-kali melenguh nikmat, dan mengeluarkan Cream Vanilanya dan tuntas sudah, si boy pun kembali tidur dengan nyaman dan lelap.


Next

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya ya Guys.


Salam Arthor.


__ADS_2