
Sudah sehari Rafa, Atika dan pak Danu tinggal di Vila, Rafa memutuskan waktu tiga hari berada di kota B.
Pagi ini Rafa mengajak pak Danu pergi ke pabrik. Rafa berniat untuk memberikan pekerjaan pada pak Danu.
Sebagai calon menantu, Rafa tidak ingin pak Danu merasa enggan karena statusnya yang jauh berbeda dengan keluarganya, walau Rafa sebenarnya hanya ingin pak Danu sebagai tanggung jawabnya dan Atika.
Namun agar pak Danu tidak merasa sebagai beban, Rafa menempatkan pak Danu sebagai penanggung jawab, agar pak Danu punya kesibukan sendiri.
"Apa jabatan itu tidak terlalu berlebihan untuk ayah?? tanya pak Danu pada Rafa, dalam perjalanan ke pabrik.
"Tidak ayah, itu juga masih jabatan biasa, dan ayah nantinya akan di bantu seseorang yang sudah saya pilih dalam bidang itu.
" Ayah hanya tidak enak, dengan para pekerja lainnya, ucap pak Danu takut akan ada penilaian buruk para pekerja lain.
"Itu tidak akan terjadi ayah, bahkan mereka sangat senang mendengar ayah akan bergabung di pabrik, dan Rafa jamin ayah aman bekerja di sana.
" Terima kasih nak, ayah tidak tahu bagai mana caranya membalas semua ini, ucap pak Danu haru.
"Apa yang ayah katakan, Rafa tidak butuh balasan apa pun, ayah hanya perlu mendoakan aku dan Atika baik-baik saja, dan selalu restui apa pun yang akan kami lakukan dalam keluarga kami nantinya.
"Tanpa kalian minta pun ayah akan selalu mendoakan dan merestui kalian, dan ayah berharap kamu selalu sabar menjadi sandaran untuk Atika.
__ADS_1
"Tentu ayah, dan itu sudah kewajiban Rafa akan selalu ada untuk Atika.
Ayah pun merasa lega, mendengar ucapan Rafa, hatinya menghangat, Atika begitu beruntung mendapatkan, laki-laki yang bertanggung jawab, dan bukan hanya ia saja yang akan menjaga Atika, bahkan semua anggota keluarga begitu menyanyangi putrinya.
Pak Danu yang dulunya pasrah pada nasib dan takdirnya, yang putus asa pada kenyataan, yang akan menghabiskan sisa hidupnya dalam kelumpuhan, kini bisa kembali menjalani hidup normal seperti sedia kala.
Memang kehidupan tidak bisa di terawang, tapi kesabaran tidak akan membohongi hasil yang memuaskan, bila di jalani dengan ikhlas dan tulus.
Sementara di tempat lain, Atika dan Bibi Lana, menikmati momen yang sudah sejak lama ingin ia lakukan, berbagi rezeki yang ia dapat, dan impiannya terwujud saat ini.
Banyak yang memuji kerendahan hati Atika yang tidak lupa dari mana ia berasal, dan tidak melupakan orang-orang yang pernah menolong dan membantunya.
Walau kehidupannya sudah lebih baik saat ini, tidak membuat Atika lupa diri, mengingat ia yang dulu begitu terlunta-lunta demi sesuap nasi, bahkan orang-orang selalu memandang sebelah mata, dan merasa jijik berdekatan dengannya, tapi Atika selalu sabar asalkan ia bisa mendapatkan sesuap nasi untuknya dan pak Danu ayahnya.
Namun saat Atika berjalan menyusuri rumah penduduk lainnya, para gadis yang selalu tak suka dan membenci Atika.
"Wah, gadis kumuh sudah sok jadi pahlawan, dan sangat dermawn rupanya, ucap serong gadis menatap Atika sinis.
" Cih.! paling juga gadis kumuh ini baru jual diri pada pria hidung belang, kalau tidak, dari mana dia bisa dapat uang segitu banyak untuk di bagikannya, ucap seorang gadis satunya lagi.
Atika tak menghiraukan ucapan para gadis yang selalu menghina Atika dengan kata-kata pedas dan menyakitkan.
__ADS_1
Tapi Atika tidak terima kalau di katakan jual diri pada pria hidung belang, Atika pun menatap tajam pada para gadis-gadis itu, sudah cukup baginya selama ini selalu diam dan mengalah, walau mereka menghina dan mengejeknya.
Atika pun melangkah, tatapan tajam mengarah pada ke tiga gadis itu, dalam hitungan detik, Atika langsung menampar pipi gadis yang mengatakan Atika jual diri.
Plaaakkkk
Para gadis itu pun, terkejut melihat Atika yang berani menampar salah seorang dari mereka.
"Sudah cukup aku selama ini sabar mendengar ucapan hina dari mulut kotor kalian, aku diam bukan berarti tidak mampu melawan kalian, aku hanya berpikir bahwa kalian lebih hina dariku, karena kalian hanya tahu menghina, sementara kalian tidak lebih baik dari seekor b******ng.!!!
"Hewan liar yang buas saja bisa di latih untuk berbuat baik.!!
" Aku sangat kasihan melihat kalian yang hanya tahu mengejek orang lain tanpa punya ahklak sedikit pun.
Gadis yang di tampar Atika tadi, merasa geram pada Atika yang sudah memperlakukan dirinya di hadapan para penduduk, hingga terdengar beberapa orang membenci mereka, dan gadis itu pun menatap tajam Atika.
Bibi Lana pun turut salut melihat Atika yang sudah berani membela diri dan bertindak pada orang-orang yang selalu menghina dan mengejeknya selama ini.
Next.
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
__ADS_1
Salam Arthor.