
Rafa baru saja menyelesaikan rapat di kantornya. Baru saja ia duduk di sofa, bermaksud untuk istirahat sejenak karena begitu lelah dan menguras otaknya saat rapat tadi, tapi ponselnya berdering, dan memperlihatkan nama orang kepercayaannya, tanpa berpikir lama Rafa pun mengangkat panggilan itu.
"Katakan.!! ucapnya setelah menekan tombol hijau menjawab panggilan itu.
"Bos, Nona Celi ingin bicara pada anda!
"Baiklah, berikan ponselnya, ucap Rafa mengizinkan Celi untuk bicara padanya.
"Halo Raf.
"Kenapa?? ada sesuatu yang ingin kau sampaikan, tanya Rafa tanpa perlu basa-basi.
"Iya, dan sepertinya aku sudah siap bertemu dengan Rendra, apa aku boleh minta bantuanmu lagi?? ucap Celi yang menyampaikan maksudnya menghubungi Rafa.
"Tentu, dan aku sennag mendengarnya, kau sudah memutuskan untuk berbaikan dengan Rendra.
"Benar, aku sudah memantapkan hatiku, tapi..
"Jangan khawatir, aku tahu apa yang kau pikirkan dan kau takutkan, aku sudah mengatakan yang sebenarnya, dan memang Rendra cukup kecewa, tapi yakinlah, dia juga sangat menyesal, ucap Rafa yang tahu keraguan Celi.
"Terima kasih Raf, mungkin kalau bukan karena mu, aku akan menjalani hidupku dengan sia-sia, dan yang ada kami akan saling menderita dalam penyesalan, ucap Celi yang menangis, di seberang telpon.
"Itu semua hanya masa lalu, mulailah dengan hidup baru mu, dan jangan buat hidup mu sia-sia lagi, dan berbahagialah, ucap Rafa bijak.
"Tentu, dan aku akan melepaskan semua masa lalu itu, dan aku tak akan membuat orang tuaku kecewa padaku lagi, ucap Celi lagi.
"Baiklah, besok aku akan menjemputmu, bersiaplah, dan kita buat kejutan buat Rendra dan dia pasti sangat bahagia bertemu denganmu, ucap Rafa, membuat Celi semakin sedih, karena Rafa sangat perduli padanya, padahal Celi sudah menoreh luka pada Rafa.
"Tentu, dan aku akan menunggumu besok, ucap Celi menghapus air matanya.
"Kalau begitu aku tutup dulu ya, dan tunggulah besok, ucap Rafa mengakhiri panggilan tersebut.
"Besok atur sedikit acara untuk Celi dan Rendra, dan bawa Rendra ke taman zz, aku yang akan menjemput Celi ke markas, ucap Rafa pada Dewa.
"Sesuai perintah anda bos, sahut Dewa cepat.
Waktu sudah menunjukkan jam pulang, Rafa dan Dewa pun ke luar dari ruangannya, bergegas pulang.
Sebelum pulang Rafa, singgah sebentar di sebuah Mall, bermaksud membelikan Atika gaun, dan ia juga berencana akan mengajak Atika menemui Celi, dan gaun yang ia beli itu akan Atika kenakan saat menjemput Celi besok.
Rafa tak ingin, ada lagi kesalahpahaman antara ia dan Atika, apa lagi Celi adalah wanita yang pernah cukup berarti pada Rafa, tentu kejujuran sangat berarti dalam hubungan mereka saat ini, apa lagi mereka sudah memutuskan untuk menikah, tentunya segala sesuatu antara pasangan harus salin terbuka.
__ADS_1
Saat tiba di mansion, Rafa memberikan paper bag itu pada Atika, dan Atika tentu senang menerima itu, apa lagi Rafa sendiri yang membeli dan memilihnya untuk Atika.
Rafa pun mengajak Atika duduk di taman belakang, ia ingin membicarakan rencana yang sudah ia atur untuk Rendra dan Atika.
"Ada apa, tumben ngajak duduk di sini?? Atika bertanya, dan bisa merasakan kalau Rafa ingin menyampaikan sesuatu.
"Aku hanya ingin bicara, dan bertanya padamu, ucap Rafa menatap Atika dalam.
"Bicaralah, dan aku akan mendengarkan, sahut Atika menatap hangat mata Rafa yang menatapnya dalam.
"Apa kamu keberatan aku masih perduli pada Celi?? tanya Rafa sedikit tegang.
"Sama sekali tidak, dan aku bahkan bangga padamu, masih punya rasa perduli pada Celi, walau kau pernah tersakiti dengan masa lalu yang pernah terjadi pada kalian, ucap Atika tersenyum hangat menatap Rafa dalam.
"Aku hanya tidak ingin kamu berpikir lain tentang ini, dan aku melakukan hanya sebagai bentuk rasa prikemanusiaan terhadap sesama, dan walau tidak bisa di pungkiri, Celi pernah jadi bagian dalam hati ini, tapi keadaan sudah merubah dan sekarang tempat itu sudah di isi seorang gadis gubuk yang sangat baik hati, ucap Rafa mengecup kening Atika dalam.
"Tetaplah seperti ini, yang selalu perduli pada yang membutuhkanmu, dan aku akan selalu mendukungmu selama itu masih wajar dan pantas, dan aku tidak ingin egois dengan melarang mu berbuat hal yang terpuji, walau itu masih ada hubungannya dengan masa lalu, tapi aku yakin, dengan mempertahankan aku tetap di sisimu, sudah membuat aku tahu jawabannya bahwa aku adalah masa depan mu, dan kamu masa depan ku, ucap Atika membuat Rafa begitu salut pada Atika yang selalu bisa memberinya hal positif.
Keesokan harinya, Atika yang akan ikut menjemput Celi, ia menggunakan gaun yang di belikan Rafa kemarin.
Dres selutut yang berwana pink muda itu, menambah kecantikan Atika yang natural. Rambut yang di biarkan terurai, di tambah polesan tipis di wajahnya, membuat Rafa mengembangkan senyumnya, melihat penampilan Atika yang cukup memanjakan matanya pagi ini.
"Sudah siap sayang?? tanya Rafa mendekati Atika yang berdiri kaku karena tatapan memuja Rafa.
"Kita berangkat hm?? ucap Rafa merangkul pinggang Atika mesrah, membuat ia tertunduk malu, karena semua orang tersenyum melihat kedekatan mereka.
Rafa pun membawa tanpa melepaskan genggaman tangannya dari Atika, seskali ia menatap Atika yang salah tingkah karena Rafa selalu menggodanya, apa lagi Rafa mengedipkan sebelah matanya pada Atika, membuat dada Atika berdebar kuat tak karuan.
Mobil mereka pun tiba di markas tempat Celi berada. Celi yang memang sudah menunggu kedatangan Rafa, tersenyum saat melihat Rafa dan Atika turun dari mobil.
Celi mengamati Atika saat berjalan menuju ke arahnya, sungguh ia bersyukur Rafa mendapatkan wanita yang pantas dan juga sangat cantik, dan baik hati.
"Sudah siap berangkat Nona?? tanya Rafa pada Celi sebagai basa-basi, tak ingin Celi merasa di abaikan.
"Sangat siap, sahut Celi tersenyum tipis.
"Ah iya, perkenalkan ini Atika, calon istriku.!
Atika pun mengulurkan tangannya pada Celi, dan tersenyum hangat menatap Celi yang juga tersenyum padanya.
"Halo, perkenalkan aku Atika.
__ADS_1
"Hai, aku Celi, kau sangat cantik, puji Celi pada Atika yang tersenyum malu.
"Terima kasih, kau juga sangat cantik, puji Atika balik ke Celi.
"Baiklah, ayo berangkat, karena pangeran mu' sudah tidak sabar bertemu dengan permaisurinya, ucap Rafa menggoda Celi.
Mereka pun masuk ke dalam mobil, tapi Celi sempat heran melihat Atika yang malah duduk di kursi belakang bersama dengannya.
"Kenapa duduk di sini Tika?? tanya Celi yang melihat Atika menutup pintu mobil.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin lebih dekat denganmu, apa tidak boleh??
"Bukan begitu, tapi..
"Sudah tidak apa-apa, dan jangan sungkan, ucap Rafa yang tahu Celi tak enak hati.
"Baiklah, aku senang kau sangat baik dan tidak seperti yang lainnya, ucap Celi kagum pada Atika.
Mobil pun melaju dengan cepat, Atika yang tak berhenti mengoceh di dalam mobil, membuat Rafa menggeleng melihat Atika yang sangat antusias bercerita pada Celi, dan Celi sangat senang karena Atika begitu mirip dengan Lili, sahabat keponya itu.
Mobil mereka pun tiba di taman zz, Celi dan Atika pun turun saling menggenggam satu sama lain, Celi terlihat gugup, tapi Atika berusaha menenangkan Celi.
Celi pun berjalan, masuki area taman yang sudah di hias cukup indah, dan terlihatlah Rendra berdiri dengan gagahnya, menatap Celi yang berjalan menuju tempat ia berdiri.
Rendra yang sudah sangat merindukan Celi, dan sangat menyesal, berlalri menuju Celi dan.
Hap
Rendra memeluk erat Celi, bahkan air matanya menetes, begitu bahagia, melihat sosok yang sangat di rindukannya, dan mau bertemu lagi padanya, dan memaafkannya, dan mereka akan memulai hidup baru, tanpa bayang-bayang masa lalu.
"Terima kasih Raf, ucap Rendra menepuk bahu Rafa pelan.
"Ayolah, itu bukan apa-apa, dan kamu cukup berjanji pada kami, akan membahagiakan Celi dengan baik, dan jangan pernah berpikir untuk menyakitinya lagi, ucap Rafa penuh tekanan pada Rendra.
"Tentu, dan aku berjanji, tidak akan mengulangi hal yang membuat aku dan Celi terpisah seperti ini, karena aku tak akan sanggup untuk itu, ucap Rendra membuat Rafa lega, dengan pengakuan Rendra,dan tentu juga membuat Celi menangis haru dalam dekapan Atika.
Berbahagialah, dan ingat pesta pernikahanku, kalian harus datang, dan aku ingin kalian jadi pengiring pengantin di pernikahanku dan Atika, ucap Rafa membuat Celi sangat bahagia, karena Rafa masih mau menjadikan ia sebagai bagian yang penting,walau sudah tidak dengan keadaan yang sama lagi.
Next.
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
__ADS_1
Salam Arthor.