Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Membenahi Hati Bersama


__ADS_3

Ini hari ke tiga Rafa di rawat di ruamh sakit


Berkali-kali Rafa meminta pada momnya agar di rawat di rumah saja, tapi tidak membuahkan hasil.


Kring,,kring...


Ponsel Celi berdering, saat di lihatnya panggilan itu, tidak ada nama si penelpon, meski sedikit ragu, Celi pun mengangkat pangilan itu.


"Halo..


" Halo sayang,, suara lembut menyabut dari seberang telpon.


"Saya momnya Rafa..


" Oh,,, maaf tante Celi ngak tahu..


"Ngak apa sayang..


" Apakah ada hal penting tante.??


"Bersiaplah,,, tante akan menjemputmu..


" Menjempuku?? suara Celi terdengar bingung dengan dahi mengkerut.


"Iya sayang,,, kita akan ke rumah sakit bersama..


" Tapi..ta


"Jangan hawatir,, tidak akan terjadi apa pun, tante bersamamu, memotong ucapan Celi, karena tahu apa yang di pikirkan oleh gadis itu.


" Bersiaplah,, tante tutup dulu, ucap Felix langsung memutuskan sambungan itu, karena yakin, Celi akan beralasan lagi.


Celi sudah menganti bajunya dengan pakaian casual, penampilannya selalu terlihat biasa, karena itulah karakter Celi, yang tak pernah tampil norak, kapan dan di mana pun.


Yayuk yang melihat putrinya berjalan ke arah ruang tamu, memandang heran, karena Celi berganti pakaian, sebrlumya Yayuk menawari Celi untuk pergi, dan Celi menjawab, tidak tertarik, tapi kenapa anak itu sekarang sudah merubah penampilannya, atau dia berubah pikiran??


"Tadi kamu bilang ngak tertarik untuk keluar ruamah, tahunya sudah rapi, padahal mom tidak bersiap sama sekali, ujar Yayuk, mengira Celi akan keluar bersamanya.


"Siapa bilang aku mau pergi sama mom??


" Nah terus?? kamu rapi begitu mau kemana coba, kalau bukan mau pergi??


"Memang Celi mau pergi,, tapi bukan sama mom.


" Sama siapa??


"Sama tante Felix, momnya Rafa.


"Maksudnya??


" Tadi tante Felix nelpon,, trus mgajakin Celi ke rumah sakit.


"Tadinya Celi ragu dan sempat mau nolak, tapi tante Felix kekeh Celi harus ikut.


" Apa kamu sudah siap bertemu dengan Rafa lagi, nanti yang ada kalian malah gengsi-gengsian.

__ADS_1


"Celi memang belum siap mom,, tapi..


" Sudah,, jangan berpikir tidak baik,, dan mom sarankan,, kalian harus menata hati bersama, hilangkan egois, dan gengsi dari diri masing-masing.


"Permisi Ny,, ada yang mencari Non Celi di depan, ucap seorang Art, yang tiba-tiba datang, dan menyudahi percakapan Celi dan momnya.


" Makasih bik..


"Itu pasti tante Felix mom.


" Pergilah,, dan ingat yang mom bilang, jangan terlalu berkeras hati, ujar Yayuk pada putrinya itu.


"Iya mom,, Celi pergi dulu, mencium momnya hangat, berjalan ke luar menemui Felix yang sudah menunggu.


Saat tiba di luar, Celi tersenyum melihat Felix yang sudah anteng menunggunya berdiri di samping mobil.


" Sudah siap berangkat nak??


Celi pun mengangguk, berjalan ke mobil yang di gunakan Felix dan suaminya.


Saat di perjalanan menuju rumah sakit, Felix melirik Celi yang hanya diam, wajah murung dan tatapan sendu, tidak lepas dari penglihatan Felix, apa lagi tangan Celi yang saling meremas, menandakan Celi terlihat ragu bertemu Rafa.


"Jangan memikirkan hal yang tidak-tidak sayang, tante tahu ada kekhawatiran yang kamu rasakan, Felix mengenggam tangan gadis pujaan putranya itu.


" Aa,,aku,,, hanya takut Rafa tidak nyaman melihatku di sana tante, Celi merasakan gugup, dan gejolak perasaan yang berkecamuk.


"Tante pastikan itu tidak akan terjadi, jadi jangan cemas hm??


" Yakinlah pada kami nak,, Aliando menimpali.


Saat tiba di rumah sakit,, Celi masih terlihat ragu untuk melangkahkan kakinya menuju ruang tempat Rafa di rawat.


Felix melihat hal itu, hanya tersenyum dan menarik tangan Celi betjalan bersamanya, dengan menenteng kotak makanan untuk Rafa.


Aliando yang masuk di awal, lalu di susul dengan Felix dan Celi.


"Hai son,, sudah lebih baikan hm? tanya sang dady menyapa.


" Seperti yang dady lihat, momy saja yang tidak percaya kalau Rafa sudah sangat baik dan sehat.


"Itulah momy mu, kalau sudah mengatakan tidak..


" Yah tentu tidak, karena itu mutlak, Felix langsung menyambung ucapan suaminya.


Deg


Rafa tertegun saat tatapannya, melihat Celi yang berdiri di samping momnya.


Wanita yang sangat di rindukannya, berdiri di hadapannya saat ini.


Semenjak hari ia sadar dari kecelakaan waktu itu, dan menyinggung perasaan Celi, wanita itu tak pernah lagi di lihatnya.


Felix dan suaminya, tersenyum saat menyadari situasi mulai canggung dalam ruangan itu.


Rafa yany tak mengalihkan pandangannya pada Celi, membuat Celi tertunduk tak berani menatap mata itu, bahkan pikirannya mengartikan tatapan itu membuat Rafa tak nyaman akan keberadaannya.

__ADS_1


"Dad,,, ayo nanti telat loh, Felix mengajak sang suami, lalu sedetik memberi kode.


Setelah menata makanan yang di bawa Felix tadi, ia sengaja tak menawari Rafa untuk makan, karena rencananya itu akan jadi tugas sang calon mantunya.


" Ah iya sebentar,, Aliando beranjak dari duduknya, saat melihat kode sang istri.


"Bicaralah dari hati ke hati sayang, tante tinggal dulu ya, ujar Felix mengelus lembut punggung Celi lembut, dan keluar dari ruangan itu, menemui Aliando yang sudah lebih dulu keluar.


Saat pintu tertutup,, Rafa yang sudah melihat mata Celi berkaca-kaca, jadi semakin tak tega.


Rasa bersalah dan menyesal menyelimuti perasaannya, melihat wanita yang di cintainya begitu enggan mendekat padanya.


" Kemarilah,,, apa kau tak ingin memelukku hm?? Rafa merentangkan tangannya, memita Celi mendekat padanya.


Celi yang juga merindukan Rafa, langsung menghambur ke pelukan kekasihnya itu.


Tangis Celi pun pecah sudah, sungguh ia juga merasa betsalah yang sudah mengabaikan, dan mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati kekasihnya itu.


"Jangan menangis sayang,, aku minta maaf, dan tolong maafkan pria bodoh ini hm?? ucap Rafa, memberi kecupan demi kecupan di ujung kepala Celi, mengusap lembut punggung Celi lembut, yang masih terisak dalam dekapan erat Rafa.


" Kamu mau kan memaafkanku sayang,, pria yang menyakiti perasaanmu, dengan sejuta kebohongannya??


Celi hanya mengangguk dalam pelukan Rafa.


Rafa pun tersenyum saat merasakan anggukan Celi di dadanya.


Perlahan Rafa merenggangkan pelukannya, menatap mata indah itu, dengan air mata yang masih berderai di pelupuk mata wanitanya.


Cup,, Cup,, Cup..


Rafa mencium seluruh wajah wanitanya itu, dan menghapus air mata itu dengan jemarinya, dan menatap mata indah yang sendu itu.


"Aku yang salah,, jadi jangan menagis lagi hm? Aku cemburu saat melihatmu waktu di restauran itu, karena tak bisa mengontrol emosiku, aku melampiaskan lewat alkohol dan mengakibatkan kecelakaan itu.


" Jadi jangan menyalahkan dirimu lagi, karena itu bukan kesalahanmu, dan aku mohon jangan bicara seperti waktu itu, mengatakan kalau cinta kita hanya sandiwara, hati sangat sakit sayang waktu kamu bilang begitu, ucap Rafa menyapaikan isi hatinya.


"Maaf,, sahut Celi lirih.


" Kau tak salah apa pun, aku yang salah, memeluk Celi erat, melepaskan rindunya yang sudah berkabut dalam beberapa minggu ini, sungguh ia tak sanggup, apa lagi ketika Celi mengabaikannya, namun ia sadar semua karena kebodohan sandiwaranya.


"jadi karena sayangku sudah maafkanku, dan ada di sini, boleh dong kalau manja sama sayangku ini??


Celi pun tersenyum melihat Rafa yang terlihat kekanakan, seperti baru mendapatkan mainan barunya.


" Iya boleh kok,, sahut Celi tersenyum hangat.


"Yang pertama,, suapin kelasihmu ini makan, karena aku sangat rindu akan itu, bolehkan sayang??


" Tentu,..! Celi pun mengambil makanan yang sudah di tata Felix tadi, lalu menyuapi Rafa penuh cinta, mereka makan bersama di selingi dengan godaan Rafa yang selalu membuat wajah Celi merah merona.


Akhirnya sejoli itu pun baikan,, dan tentunya akan menjalani hubungan yang tanpa ada embel-embel sandiwara dan kebohongan lagi.


Next


Salam Arthor.

__ADS_1


__ADS_2